
"mas baru pulang atau dari tadi?" tanyaku yang baru saja terbangun dari tidur siangku dan melihat pemandangan indah yaitu ketika Ara bermain dengan ayahnya.
Entahlah, kehamilan keduaku ini berbeda sekali dengan yang Pertama saat aku mengandung Ara. Aku lebih suka tidur dan bermalas-malasan, jika saat aku mengandung Ara aku suka menonton film India kali ini aku suka nonton film China.
~bumil mah bebaaaaaassssss wkwkwk~
Mas Bram menghampiriku dan meninggalkan Ara bermain sendiri "mas pulang dari tadi Rai, Salim dulu" pintanya.
"hehe lupa" ucapku sambil mencium tangan suamiku .
"mas aku pengen sambal mangga muda" rengekku
"what?????!" ucapnya kaget.
Ara berlari menghampiri kami karena ikutan kaget dengan teriakan ayahnya "mama kenapa pa? mama sakit? kok papa teriak?"
"iii anak mama pintar banget sih, kamu khawatir ya sayang" ucapku sambil memeluk anakku
"iya dong mah, Ara takut mama sakit.. adek bayi jangan buat mamah kita sakit ya didalam sana" ucapnya sambil mengelus perutku.
Aku terkagum melihat anakku sudah menyayangi adiknya yang belum lahir.
"sayang mama tidak kenapa-napa, papa teriak karena papa cuma kaget saja masa mama kamu minta mangga muda, dimana belinya coba, iya kan nak" ucap suamiku yang meminta pembelaan pada anaknya.
"kalau begitu papa beli dong, ini kan permintaan adiknya Ara " sahutnya yang membuat aku tersenyum bahagia mendengarnya.
"huh anak sama ibunya sama saja" gerutu suamiku.
"hei kami mendengarnya!" sahutku yang membuat mas Bram menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Mas Bram lalu pergi mencari mangga nya, sekitar setengah jam ia balik ke rumah dengan membawa beberapa mangga di dalam plastik nya.
Mataku terbelalak melihatnya, rasanya aku ingin memakan semuanya sekaligus , yaa senang dong pastinya.
"ini mangga muda kamu, ambil" dengan nada datar.
"kamu kenapa mas? wajahnya kok asem kaya mangga nya?" godaku.
"kau ini suka sekali menggoda suamimu. apa kau tidak mau tahu bagaimana cara aku mendapatkannya?" tanyanya sambil melihatku.
aku menggelengkan kepalaku "memangnya dapatnya dari mana?" tanyaku dengan wajah polosku.
"ckk.... jangan gitu ekspresinya, mas jadi ga tega" lirihnya.
"itu aku dapat dari Sono noh, pohonnya pak Samsul , kau tahu kan dirumahnya ada anjing? dan sudah kebayang gak bagaimana cara ngambil nya? huh?" cerocos nya yang membuatku ngakak.
"pffhhhh hahahahaha terimakasih suamiku" ucapku sambil tertawa
"asal kau bahagia" sahutnya
__ADS_1
"kaya judul lagu" candaku..
"hmmm" jawabnya dingin.
Aku langsung membuat sambal mangga muda , bahagia sekali rasanya sampai aku lahap sekali memakannya "Alhamdulillah, nikmat tuhanmu manakah yang kau dustakan!?"
***
Bulan berganti, kini usia kandunganku memasuki 7 bulan dan sudah saatnya aku membeli perlengkapan baby boy ku. Kali ini aku tidak membeli banyak karena masih menyimpan baju kakaknya yaitu Ara putri cantikku.
Kami tiba di mall, terlihat jelas Ara bahagia karena sudah sangat lama ia tak jalan-jalan ke mall.
"mamah, papah, Ara nanti main kuda-kudaan ya?" rengek Ara .
Kami tersenyum dan menganggukkan kepala , dan tentu saja Ara semakin senang mendengarnya.
bruk
Tiba-tiba mas Bram tertabrak seseorang yang sangat cantik, dan itu wanita pastinya ckckckc.
"awww! " pekiknya.
"sorry" ucap mas Bram.
"gak apa-apa." sahut wanita itu, lalu mereka berpandangan dan saling terkejut satu sama lain.
"kamu!!!" ucap mereka barengan.
"kamu apa kabar?" tanya mas Bram membuka obrolan.
lalu aku tak mendengar lagi mereka berbicara apa karena aku mengajak Ara menjauh dari mereka. entahlah wanita itu siapa, bisa jadi mantannya atau masih kekasihnya, yang jelas saat ini hatiku ingin pecah rasanya ingin meledak saja .
"mah, kenapa kita menjauhi papa?" tanya polos anakku.
Aku langsung menyeka air mataku dan memeluk Ara "sayang, papa sedang berbicara dengan temannya sebaiknya kita tidak usah ganggu ya.." jawabku
"lalu kita sekarang mau kemana mah?" tanya anakku lagi.
Benar kata Ara, kami harus kemana sekarang?
aku langsung melihat Ara "nak, bagaimana kita cari baju dedek bayi saja?" ujarku.
"asikkkk, ayo mah" sahutnya . hufffhh tenang rasanya hati ini karena anakku tidak terlalu banyak bertanya.
Tibalah kami di suatu toko baby shop, aku menyuruh anakku untuk membantu ku memilihkan pakaian untuk adiknya , dan kali ini aku berikan keputusan penuh pada anakku.
Setelah itu aku membawa Ara bermain di Timezone, aku sengaja mematikan ponselku agar mas Bram tidak menghubungi ku. Tak ingin rasanya berjumpa dengannya sekarang.
Aku pulang kerumah, betapa kagetnya aku karena tidak melihat mas Bram di rumah.
__ADS_1
astaga kemana dia???, batinku penuh tanya.
"omaaaa, Ara pulang" teriak Ara kepada ibuku.
"eh cucu Oma sudah pulang, tapi kemana papamu nak??" tanya Oma heran.
aku langsung menyuruh anakku untuk masuk ke kamar agar pembicaraan kami tidak didengarnya.
"ada apa nak?" tanya ibuku.
"entah lah Bu, kali ini entah hanya perasaanku saja atau memang itu faktanya, tapi yang jelas ia bertemu wanita yang berbeda lagi bu" jelasku.
"sabar sayang, coba jelasin yang sebenarnya.." sambil memelukku. Aku pun langsung menjelaskannya sedetail mungkin kepada ibuku.
****
Sudah dua hari lamanya mas Bram tidak pulang ke rumah, aku tidak tahu dia dimana dan aku tidak peduli akan hal itu. Mungkin dia sedang bersenang-senang atau ia malu untuk pulang ke rumah orangtuaku.
Semenjak rumah kami dijual olehnya , kami jadi tinggal dirumah ibu dan ayahku. eits tunggu, dijual atau di gadaikan nya ya? ah, entahlah. aku tak tahu.
Tak lama kemudian,
tok ..
tok...
Seseorang mengetuk pintu rumah kami, hah siapa dia?!.
Aku bergegas untuk membukanya tapi tanganku ditahan oleh ayahku yang mengisyaratkan untuk diam ditempat, baiklah aku pun menurutinya.
ceklek..
"assalamu'alaikum pah.." ucap seseorang yang aku kenal, ya dia adalah mas Bram.
what??? masih ada nyali juga dia pulang, batinku.
"waalaikumsalam" sahut ayahku.
"boleh Bram masuk pah?" tanya nya.
"tunggu, atas dasar apa kau ingin masuk?" tanya ayahku kembali sambil berdiri didepan pintu untuk menghalanginya agar tidak masuk.
"maafin Bram pah, tapi ini semua tidak seperti yang papa fikirkan, Bram bisa jelasin semuanya." ucapnya panjang lebar.
"maaf katamu? apa kau fikir itu pantas? Hmm tidak, bukan aku orang nya tapi anakku. kau telah melukai nya dan aku tak akan membiarkan itu lagi" sahut ayahku.
tanpa basa basi mas Bram bersujud depan kaki ayahku, hmm ya seperti di tv-tv itu kurasa sekarang.
"papa, ku mohon... maafkan aku.. aku bisa menjelaskannya."
__ADS_1
Aku tahu ayahku tak akan tega melihatnya, hingga akhirnya ia dipersilahkan masuk oleh ayahku.
Dengan sigap aku langsung bersembunyi agar ia tak melihatku saat ini.