KAU MENDUA

KAU MENDUA
Bab 39


__ADS_3

drrrrddd dddrrrrdddd


Aku yang sedang memasak sebenarnya tmgak dengar dengan suara ponsel itu, beberapa kali panggilan itu masuk dan akhirnya aku mengangkatnya.


"halo?"


"ha? serius? tapi gue lagi masak?"


"ha? sekarang?"


Tut.


Ponselnya mati alias dimatikan oleh sepihak. Ingin rasanya aku berteriak, punya sahabat kok ngeselin? hmm ya itulah yang ada dibenakku.


Bagaimana tidak? Vira baru saja menelponku untuk memberitahu bahwa mereka sedang dijalan menuju rumahku untuk menjemputku dan pergi menemani Abel dan Dion yang mau fitting baju.


Setelah hampir satu tahun lamanya mereka menjadi sepasang kekasih akhirnya berujung pelaminan juga.


tin tin....


Suara klakson mobil? ya pastinya itu mobil mereka.


Aku keluar bersama anak-anakku, kali ini aku membawa mereka karena memang ini hari Minggu otomatis kedua anakku tidak bersekolah. Sedangkan ayahnya katanya ada urusan mendadak namun aku memilih untuk tidak memikirkan itu untuk sekarang dan kedepannya.


Pintu mobil terbuka, aku melihat sekeliling "wah ramai ya" ucapku sambil menahan tawa.


"sudah, ayo masuk aja.. " sahut Dion


***


Beberapa menit kemudian kami sampai di sebuah butik ternama, ternyata bukan hanya Abel yang disuruh fitting tapi kami juga diajak untuk membeli baju yang bentuknya sama dengan Vira.


"kaya anak muda aja" celetuk Vira


"hussttt hahahhaha" sahutku yang tak bisa menahan tawa.


Saat asyik memilih baju, tiba-tiba aku mendengar anakku memanggil ayahnya. Tingkat penasaranku menjadi tinggi, pasalnya buat apa Farhan memanggil ayahnya disini?


"ada apa sayang?" tanyaku sambil berlari mendekati Farhan


"ma , tadi Farhan lihat papa ma disana"


degggg!


kenapa aku jadi deg-degan ya?


"emh mungkin Farhan salah lihat sayang" sambil tersenyum


"benar kok ma, tadi Ara juga lihat"


Aku penasaran "papa sendiri aja?"


"berdua ma, sama wanita"


deggggg!


wanita???? arghhhhh


"oh mungkin rekan kerja ayah nak" ucapku berusaha tenang.


" ada apa?" tanya Dion dan Abel yang baru saja ikut gabung, sementara Vira sudah mengelus lenganku untuk menenangkanku sejak tadi


"oh itu, anu--- ga apa-apa kok. kalian lanjut aja lagi milihnya" kataku sambil tersenyum


"om tadi kami lihat papa sama cewe disebelah sana" celetuk Farhan membuat suasana menjadi hening


"benarkah? ayo kita cari" sahut Dion


nah loh, kenapa harus dicari?

__ADS_1


****


Saat dirumah, aku melihat mas Bram sudah terlebih dahulu pulang, ia duduk di ruang tv sambil memakan jajanan.


(santuy banged cuy cem di pantuy wkwkw author kok jadi ksl ya)


"assalamu'alaikum" ucap kedua anak kami dan mendengar suara itu mas Bram langsung datang kearah kami lalu memeluk Farhan dan Ara secara bergantian.


"waalaikumsalam, kemana aja anak papa, hmm kangen tau" ucap mas Bram sok polos


"habis ketemu sama papa" jawab Farhan polos


"ke----ketemu pa----papa? maksudnya gimana?"


"iya tadi kami lagi ngawani om Dion fitting baju terus jumpa papa , iya pa kami ngelihat papa lagi jalan sama perempuan. Jujur aja pa, kami kesal!" ucap Ara lalu pergi ke kamarnya.


Lalu mas Bram melihatku dengan tatapan penuh tanya, aku hanya mengangkat bahuku seolah bilang tak tahu apa-apa dan langsung pergi meninggalkan mas Bram yang masih terpaku.


bersikap bodo amat adalah setetes obat penenang hati ~ Raina Amelia


"sayang, jelasin ke mas maksud anak-anak tadi apa?" sambil duduk di sebelahku.


"bukannya sudah jelas ya mas?"


"mas masih ga ngerti"


"tadi mas kemana?"


"temanin kawan beli bahan untuk baju seragam"


"maksudnya?"


"iya kami rencananya mau buat seragam baru untuk khusus hari Jum'at, makanya tadi beli bahan bakal batik ditempat itu" ucap nya.


Aku melihat ada sedikit kejujuran di mata mas Bram. Entahlah, aku juga gak tahu ucapannya ini apa hanya sedikit kejujurannya atau memang sepenuhnya jujur, karena aku sama sekali sudah tak tahu membedakan mana yang jujur dan mana yang bohong.


"mas jelasin ke anak-anak" jawabku singkat


"i don't know, hanya Allah yang tahu" ucapku sambil menarik selimut untuk tidur.


***


Hari ini mas Bram mengajak kami untuk berlibur ke daerah pegunungan dan menginap untuk dua hari .


Anak-anak sangat antusias saat mendengar ayahnya mengajaknya untuk berlibur.


Diperjalanan mereka tak henti-hentinya bercerita dan sesekali berdebat karena cerita masing-masing. Maklumlah, namanya juga anak-anak..


"daripada berantam lebih baik kalian nyanyi aja, gimana?" saranku


"setujuuuuuu!!!!" ucap mereka kompak.


"nah kan kompak " ucap ayahnya sambil senyum


"ayo kak nyanyi"


"ayo dek"


satu dua tiga


*naik naik kepuncak gunung


tinggi tinggi sekali


naik naik kepuncak gunung


tinggi tinggi sekali


kiri kanan ku lihat saja

__ADS_1


banyak pohon Cemara ha ha


kiri kanan ku lihat saja


banyak pohon Cemara*.


"eh tapi tunggu, mana pohon Cemaranya ma? yang ada strawberry" celetuk Farhan


"beuhhhh Farhan" kesal Ara


Memang benar saat ini yang dilihat Farhan adalah pohon strawberry karena sudah memasuki lahan penjual strawberry.


Kami memutuskan untuk singgah di warung penjual jagung bakar untuk beristirahat sebentar, lagi pula pemandangan juga bagus banget sampai kedua anakku betah di tempat ini.


Kedua anakku sibuk dengan poto-poto mereka, sedangkan aku menemani mas Bram duduk sambil menikmati teh hangat.


"capek ya mas?" mas Bram menoleh dan menggelengkan kepalanya


"capeknya terbayarkan melihat senyum kalian" ucap mas Bram


"ah mas ini" sambil menepuk lengannya.


"habis ini kita kemana mas?" tanyaku sambil memperhatikan anak-anak.


"kita cari villa didekat wahana bermain, sudah lama kan anak-anak gak menikmati wahana?" ujar mas Bram dan aku mengangguk sambil tersenyum


Memang iya, terakhir kalinya kami pergi itu sudah lama sekali mungkin Farhan masih TK.


Kami pun pergi mencari tempat inap , tapi kedua anakku sudah tak sabar untuk menikmati setiap permainannya sementara hari sudah mau malam.


Dengan susah payah juga bujukan yang banyak akhirnya kedua anakku menuruti perkataan kami .


Didalam villa mas Bram membakar ayam yang mana bahan-bahannya sudah kami bawa dari rumah.


***


Keesokan harinya kami pergi ke wahana itu, terlihat dengan sangat jelas kebahagiaan mereka.


"senang banget ya mereka" celetuk mas Bram yang melihat aku sedang memperhatikan anak-anak.


"sudah lama mereka tidak merasakannya mas" sahutku pelan.


Tak terasa hari sudah sore, kami kembali ke villa . kedua anakku tampak terlelap dengan nyenyak nya membuatku menjadi senyum-senyum sendiri.


'semoga kalian selalu bahagia ya nak' batinku sambil mengeluarkan air mata


"sayang" ucap mas Bram sambil memelukku sontak membuat aku menjadi kaget


"kaget aku mas, astaga" sambil mengelus dadaku.


"ke kamar yuk" ucap nya.


what?? arghhh ingin rasanya aku membantah karena aku sudah tahu tujuannya apa. tapi yang bisa kulakukan sekarang apa? hanya pasrah.


Skip


...... -------------......


Hai kakak-kakak yang baik hati, apa kabar ni? kalau Author sedang tidak baik-baik saja.


Maafin Author ya kalau Raina belum menyadari kebodohannya , dukung author terus dong biar semangat up nya... jangan lupa loh, like vote favorite dan komennya... sekali-sekali boleh dong dikasih gift juga hehehe ah author mah banyak maunya ya🤦


Oh iya kak, ternyata nulis cerita yang banyak masalahnya kaya Raina ini ga segampang yang author pikirkan sebelumnya loh, jadi maaf kalau banyak kesalahan ya kak..


Anyway, author baru aja buat karya baru lagi, judul nya "Bismillah, Perjalanan Cinta".


sekalian mampir ya kak, manatau suka hihi🤭


Ada lagi nih kak, judulnya "berhak Sarjana", ini karya pertama Author asli Deng banyak salahnya🤦

__ADS_1


Udah dulu ah, selamat malam semuanya, i love you❤️


__ADS_2