KAU MENDUA

KAU MENDUA
Bab 25


__ADS_3

5 bulan kemudian,


Aku menikmati masa lajangku, eh tidak tidak... bukan lajang tapi single, ya single parents. Aku membuka warung kecil-kecilan untuk menghidupi aku dan anak-anakku. Ya, walaupun kami tinggal dirumah orangtuaku, tapi aku tak ingin merepotkan mereka lebih jauh lagi.


Saat ini aku berada disebuah cafe sendirian, entah kenapa aku ingin sekali keluar dari rumah hanya untuk mengurangi penat dipikiran ini walaupun hanya sebentar. Single parent juga boleh waraskan?!


"hai Rai " sapa seseorang dari arah belakangku


Sedangkan aku yang lagi menghayal sambil makan pun menjadi terbatuk-batuk karena sangkin kagetnya .


"hah ternyata loe" sambil membuang nafas panjang


"hahaha sorry, segitunya ya jumpa aku" sahut dia. Ya, dia adalah Dion.


Lagi-lagi, kenapa aku harus bertemu dengannya?


"loe buntutin gue ya??" tuduhku ngasal


"enak aja, ini tempat umum kali. dan lagi, ini kebetulan . eh iya udah dua kali ya kita kebetulan gini ketemunya, pertama pas bareng anak-anak, kedua ya ini , awasloh kalau sampai tiga kali, entar malah jodoh lagi" ucapnya panjang lebar.


Aku langsung membelalakkan mataku "udah ngomongnya?" ketusku


"udah" jawabnya polos sambil ngangguk


"oh" sahutku.


"oh?? cuma oh Rai? astaga aku udah ngomong panjang-panjang dan responmu cuma itu aja? sakit sih tapi aku sayang" sahutnya.


"loe ngomong apasih, jangan ngomong aneh-aneh kalau masih mau duduk disini" ancamku yang tak mau kebawa suasana.


"hmm baiklah, tapi aku beneran masih sayang sama mu" ucapnya pelan, sementara aku memilih untuk pura-pura tidak mengetahuinya.


Beberapa menit kemudian,


Air mataku menetes begitu saja, bagaimana tidak? saat ini didepanku baru saja ada sepasang kekasih masuk ke dalam cafe ini. begitu banyaknya cafe kenapa harus cafe ini? dan begitu banyaknya manusia kenapa harus dia lagi yang aku temui?


Ya, dia adalah mas Bram. Lelaki yang sudah membersamaiku selama 10 tahun ini.


"Rai, kenapa nangis? hei.. ada apa?" tanya Dion panik


"gu,,gu,, gue gapapa"


"kamu ga bisa bohongin aku Rai" sahutnya sambil duduk lebih dekat denganku .


"tepat didepan loe ada mas Bram, plis jangan. lihat belakang."


"seriusan?" tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk


"Kamu gak boleh nangis, ga boleh kelihatan lemah. ngerti? kalau bisa hayuk sekarang kita samperin tapi kamu harus janji harus terlihat bahagia" ucap Dion


Aku diam sejenak, mencoba berpikir ucapannya, mungkin ada benarnya agar perceraian kami secepatnya selesai tapi aku gak munafik kalau saat ini aku cemburu, aku sangat menyayanginya, aku masih membutuhkannya. ah entahlah, dasar aku.


"ayo Rai, kamu harus kuat" semangatnya lagi

__ADS_1


Aku menghapus air mataku dan aku mengangguk pelan.


Setelah itu, Dion memiliki rencana agar mas Bram melihat ke arah kami.


Dion sengaja mengajakku bercerita dengan menaikkan sedikit nada suara kami , entahlah entah apa yang ada dipikirannya sekarang dan aku hanya mengikuti alurnya saja.


"kamu siap?" tanyanya pelan


"gue siap" jawabku cepat.


"MAKASIH YA RAINA KAMU SUDAH PERCAYA SAMA AKU" ucapnya yang membuatku menjadi bingung.


anak ini maksudnya apa? dan aku harus jawab apa? ya itulah yang dipikiranku.


"YA, SAMA-SAMA DION, KAMU TERBAIK" jawabku ngasal, dan aku juga bingung kenapa itu yang aku ucapkan.


Yaps, benar saja dalam sekejap mas Bram langsung menoleh ke belakang, mungkin untuk memastikan apa yang didengarnya itu benar atau tidak.


DEGGGGGG


Jantungku menjadi tak karuan, tapi seketika Dion menyadarkanku dengan cara menggenggam tanganku


"AKU SAYANG SAMA KAMU RAI" ucapnya


deggggg


what??? apa yang dikatakannya sekarang? huh ini anak benar-benar mengambil kesempatan saat ini, menyebalkan.


"RAI AKU SAYANG KAMU" ucapnya lagi sambil menggoyangkan tangannya yang sedang menggenggam tanganku.


Seketika mas Bram langsung memanggilku, hah dia benar-benar masuk kedalam jebakan sepertinya.


"Raina...." panggil nya


Aku dan Dion langsung melihatnya


"mas Bram?" jawabku pura-pura kaget.


"kalian disini?" tanyanya dengan ekspresi kaget


"seperti yang anda lihat tuan" sahut Dion


"kalian pacaran? kenapa dengan mudahnya kalian pacaran?" tanyanya .


Aku tersenyum sinis mendengarnya "memangnya apa urusan anda mas Bram?"


"ah tidak, tidak.. maksudku eum itu,, anu,, ya aku kaget saja" jawabnya dengan salah tingkah


"ah iya, itu pacar anda ya tuan? bisa dong kenalin ke aku dan Rai, iya gak yang?" kata Dion dengan santai


'yang, yang, kepalamu peyang' ucapku kesal dalam hati.


"benar banget" jawabku.

__ADS_1


"yaps saya pacarnya kak Bram, nama saya Caca" ucapnya mengenalkan diri sambil mengulurkan tangannya karena saat ini kami sudah berada dalam satu meja.


"Dion, dan ini orang spesial dihati saya namanya Raina" ucap Dion mengulurkan tangannya


Aku pun mengulurkan tanganku "Raina"


"Caca" ucapnya sambil tersenyum


"ohiya kalian temannya kak Bram ya?"


Aku ingin sekali bilang padanya bahwa akulah yang masih istri sahnya di mata hukum, tapi aku cukup gengsi untuk itu. lalu mataku tertuju pada mas Bram yang sedang salah tingkah saat ini.


"iya, benar sekali . teman dekat. sangat dekat. tapi itu dulu" jawabku dengan menekankan setiap kalimat sambil melirik ke arah mas Bram yang hanya diam terpaku


"oh begitu ya Mbak... eh tapi kok dulu? maksudnya?" tanya wanita itu lagi yang bernama Caca.


"iya dulu sebelum mas Bram pindah, iya gak mas?" ucapku


"ah iya," jawabnya singkat.


"Anda kenapa keringatan tuan?" goda Dion pada mas Bram


"ah, sa,,saya tidak apa-apa, saya ke to,,toilet du,,dulu ya" jawabnya sambil pergi ke toilet.


Sementara Dion ikut menyusul ke toilet, sungguh menjijikkan diposisi seperti ini karena harus melihat wajah wanita orang lain sementara aku masih istrinya walau hanya Dimata hukum.


Author POV


didalam kamar mandi, terlihat Dion sedang menunggu mas Bram untuk keluar , dan saat keluar


brukkkkkk


satu hantaman mendarat ke pipi Bram, "ini buat loe yang udah nyia-nyiain berlian"


"aw!!! maksud loe apasih?" tanya Bram


"loe masih nanya? hah? gila ya, berlian seperti Raina masih juga loe sia-siain? eh tapi bagus lah, segera loe urus perceraian kalian, karena gue ingin membahagiakannya, gue ingin menikahinya. dan loe jangan ganggu hidupnya lagi" jawab Dion


Bram tersenyum sinis melihat Dion sambil berjalan keluar "sampai kapanpun gue gak akan ceraikan dia, karena gue sangat menyayangi nya"


"****!!!! brengs"k!" kesal Dion dalam kamar mandi.


**author POV end.


Raina POV**


Setelah Bram keluar dari kamar mandi, aku kaget melihat wajah mas Bram merah bekas pukulan yang pastinya , tapi aku juga ga tahu itu bekas apa.


Aku panik, tapi aku tersadarkan setelah melihat Caca langsung mendekatinya.


"kak Bram kenapa?" tanyanya sambil memeluk mas Bram


"cih!!" jijik ku dengan pelan

__ADS_1


mas Bram hanya menggelengkan kepala, dan aku sepertinya tahu siapa pelakunya.. siapa lagi kalau bukan si Dion.


__ADS_2