KAU MENDUA

KAU MENDUA
Bab 51


__ADS_3

Mas Rasyid tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Aku pun sadar dengan tingkahku yang seperti anak kecil itu.


"Mas, masuk ke toko itu aja yuk" Ajakku kemudian mas Rasyid menganggukkan kepalanya.


"Ayok"


Kami menjelajahi setiap rak untuk mencari mana yang cocok . Saat ini kami masuk ke toko sepatu laki-laki untuk membelikan sepatu Ayah.


"Ma, kami boleh ikut bantu cari gak?" Tanya Ara


"Iya Tante, boleh ya?" sahut Syifa, aku senyum dan mengangguk.


"Ma , kalau ini gimana?" Tanya Farhan.


Aku menoleh, lalu aku lihat pilihan dari anakku itu. Seleranya lumayan bagus tapi tidak cocok untuk acara formal.


"Emh coba cari lagi, yuk"


Mas Rasyid menghampiriku "Bagaimana kalau ini?"


Aku terdiam, sepertinya aku terhipnotis dengan seleranya mas Rasyid.


"Bagus mas"


Rupanya ketiga anak kami itu juga melihat sepatu itu "Iya yah bagus" kata Syifa, lanjut dengan Ara dan Farhan yang ngomong bersamaan "Bagus om"


"Ya sudah, kita pilih ini ya?" Kami pun mengangguk.


Mbak pelayan nya mencari ukuran yang kami sebut, saat menunggu itu pun aku melihat ketiga anak kami secara bergantian, lalu aku beralih menatap mas Rasyid


"Ada apa?" Tanya nya.


"Mas, apa udah saat nya ya kita mengompakkan panggilan mereka?"


Mas Rasyid tersenyum "Kamu sudah siap sayang?"


Aku mengangguk "Iya pasti dong"


Mas Rasyid memanggil ketiganya, lalu mereka berdiri depan kami.


"Ada apa yah?" Tanya Syifa


"Sayang, mulai saat ini kalian harus kompak ya, Syifa kamu manggil Tante Raina harus mama dan Ara Farhan panggil om harus apa?????"


"Ayah!!!" sahut keduanya


"Pintar"


"Horeeee" Lalu mereka bertiga berpelukan. Seperti Teletubbies ya?.


Tiba di kasir, Mas Rasyid membayar sepatu itu Lalu kami pergi ke toko berikutnya.

__ADS_1


"Kita ke toko baju dulu yuk" kata Syifa sambil mengedipkan matanya


"Boleh sayang"


Kami mengikuti anak-anak kemana saja mereka pergi, lalu saat di toko pun kami hanya duduk di ruang tunggu.


"Mas, aku masih gak nyangka kita akan menikah sebentar lagi"


Mas Rasyid menoleh "Apa kamu siap?"


"Insyaallah Mas, aku siap"


"Alhamdulillah. Kita harus ingat setelah ijab kabul terlaksana maka kita harus menerima segalanya apapun yang ada di diri kita seutuhnya, bukan hanya dari kelebihannya tapi juga kekurangannya, fisiknya, sifatnya , tingkah lakunya , keluarga besarnya---"


Aku mengangguk lalu memotong ucapannya


"Dan masa lalunya, kita harus menerimanya dengan ikhlas. Seperti masa laluku yang tidak baik sebisa mungkin kita jangan mengungkitnya. Untuk masa depan kita punya banyak impian pastinya, tetaplah disamping ku Mas, kita berjalan beriringan, saling mendukung dan selalu percaya terhadap pasangan." Terangku dengan menatap matanya dengan tajam.


Mas Rasyid mengangguk


"Kamu benar sayang, karena di dalam pernikahan gak selamanya berjalan mulus. Banyaknya Lika-liku dan adanya terjal bebatuan pasti menyelimuti kita tapi percayalah jika kita menghadapinya bersama kita akan mengalahkan itu semua." ucap Mas Rasyid


"Raina, jujur. Mas mungkin tak punya pengalaman banyak dalam rumah tangga, bahkan mungkin mas sudah lupa bagaimana indahnya pernikahan. Kamu harus kuat menghadapi Mas, maaf jika Mas masih kaku"


Aku memeluk lengannya "Mas, Terima kasih sudah hadir di hidupku."


"Ini semua takdir, Sayang"


"Dan aku menyukai takdir ini."


Hari yang di nanti telah tiba, aku akan menikah dengan lelaki yang sudah berhasil mengambil hatiku seutuhnya. Skenario Tuhan memang susah di tebak, tak pernah terpikirkan sebelumnya atas semua yang ku lalui mulai dari berpisah dengan ayahnya anak-anak sampai pada menikah lagi dengan orang yang kuharap inilah yang terakhir.


ceklek


"Wah udah cakep aja nih" celetuk Abel yang baru masuk lalu di susul dengan Dion dan Vira


"Gue emang cantik, iya gak ion?" godaku lalu melihat Dion menggaruk tengkuknya


"Sayang, aku ditanyain nih.. aku boleh jujur gak?" rengek Dion pada Abel


"Wah, ada yang ngajak perang nih bel, sikat bel sikat " sahut Vira yang menggendong salah satu anak kembarnya..


Abel cekikikan lalu mengangguk melihat Dion


"Iya Rai kamu cantik , gak dipoles aja cantik banget, apalagi...... eh tunggu kamu munduran dikit deh" Kata Dion tanpa dosa


"Ha? Munduran? Emang Napa?" heran kami


"Iya, soalnya cantiknya kelewatan ahahhahah"


"K*mpret!!!!" semua ikut tertawa

__ADS_1


"Udah selesai ngegodanya Suamiku Tercinta?" Kata Abel dengan tersenyum jahil.


Sambil memperlihatkan senyum polosnya Dion pun mengangguk


"Okey, nanti malam tidur di luar! dan jangan macam-macam karena kedainya tutup!" kata Abel dengan pura-pura kesal


"Bhahhahahahahha" kami ketawa terbahak-bahak


oooeeek oooeeeek


Seketika kami lupa disini ada anak bayi


"Astaga, gue lupa bawa anak! ck, jadi bangun kan anak gue" lalu ia menggendong kembali anaknya dan menyanyikan lagu favorite pengantar tidur anaknya.


Suasana menjadi hening kembali, sambil menunggu rombongan Mas Rasyid datang kami pun bercengkrama kembali


"Gue kok deg-degan ya" kataku tiba-tiba


"Kaya anak ABG aja loe" celetuk Abel


"Loe dulu gak gitu bel? ya walaupun do'i nya anak itu" sahutku sambil melirik Dion sekilas, yang dilihat hanya berdecak kesal


"Gitu sih" bisik Abel lalu kami tertawa namun tanpa suara. eh gimana maksud nya?😂


Sedangkan Vira menatapku seperti sedang menahan sesuatu.


"Ada apa Vir?"


"Loe hebat Rai, gue bangga sama loe karena sudah berani bijak dalam hidup loe"


"Jujur, gue sebenernya masih trauma tapi gue sadar semua laki-laki itu gak sama. Kesakitan memang gak buat gue lupa, tapi gue gak bakal biarin kesakitan juga yang menguasai diri gue berlarut-larut"


Lalu aku melirik Dion


"Terimakasih Dion, selama ini loe selalu ada buat gue, menemani gue saat melihat dia selingkuh, bahkan loe juga yang lindungi gue" Ucapku dengan tulus


"Sama-sama Rai, jangan kaya gitu, kamu ini berlebihan. Karena itu sudah jadi tugas gue sebagai sahabat"


Mataku terlihat berkaca-kaca, Abel menyadari itu ia langsung mengambilkan minum "loe kalau mau nangis lihat kondisi juga, makeup loe nanti luntur. nah minum"


Tiba-tiba,


NGEKKK


Pintu kamarku yang sedikit terbuka itu dibuka lebar oleh ibuku , ia tersenyum memandangku


"Eh Pengantinnya sudah cantik rupanya, bersiaplah nak.. rombongan Rasyid sudah datang."


Deggg!


...------------...

__ADS_1


*jangan lupa like komen favorite dan votenya ya guys..


salam cinta, author❤️*


__ADS_2