KAU MENDUA

KAU MENDUA
Bab 15


__ADS_3

"ada yang mau aku omongin.." sahutnya lagi.


"maaf banget, tapi aku buru-buru, anakku sedang tidur di atas.. permisi" tolakku secara halus, tiba-tiba ia menghalangi jalanku..


"Dion, maumu apa sih?" ucapku sedikit kesal


"kumohon, please" ucapnya.


huh, ni anak memang sejak dulu tak pernah berubah, kepalanya mungkin dari batu sangking kerasnya. Akhirnya aku mengalah, aku ambil ponsel dan menceritakan semuanya kepada kedua sahabat ku, dan meminta mereka untuk menjaga anak-anakku.


beberapa menit kemudian,


"waktumu hanya sampai aku selesai makan" tegasku.


Tiba-tiba aku teringat pada kejadian dulu, dimana saat kami masih pacaran, ya itu saat masih sayang-sayangnya kalau kata anak jaman sekarang.


flashback on


Aku sangat menyayanginya sangking sayangnya aku percaya penuh padanya, tapi sayang dia memanfaatkannya dengan cara mengkhianatiku. lalu tetap saja jika bangkai di simpan akan tercium juga akhirnya.


aku mengetahui dia selingkuh dengan anak sekolah yang berada di seberang sekolah kami, marah kesal sedih semua bercampur aduk , huh memang ya laki-laki kenapa tidak pernah puas dengan nafsu matanya? pikirku dulu.


sejak saat itu, aku berusaha menghindarinya, bahkan di kelas aku benar-benar tidak menganggapnya ada.


flashback off.


"oke Rai, terimakasih" ucapnya sambil melihatku makan.


"waktumu berkurang semenit" ujarku membuatnya gelagapan.


Sungguh, ni anak lucu sekali . ingin sekali rasanya aku tertawa melihat tingkahnya, karena jujur sebenarnya aku sudah tidak marah lagi dengannya. Bahkan sudah aku kubur hidup-hidup, sadis gak tu?.


Hanya saja aku ingin memberinya pelajaran, enak saja dia mempermainkan hatiku, memangnya siapa dia? huh.


"Rai, aku mau minta maaf padamu soal kejadian tempo dulu, sungguh aku khilaf Rai... tapi itu semua gak seperti yang kamu fikirkan, aku hanya berkenalan dengannya, bahkan aku baru tahu namanya, aku belum sempat meminta nomor ponselnya atau nanyain lainnya" ucapnya jujur tapi agak ngeselin. tampar boleh gak sih? wkwkkw.


"Rai, jawab dong" sambungnya lagi


"memangnya apa yang harus gue jawab? semua sudah lewat, bahkan gue sudah lupa" jawabku sambil makan.


"kamu masih marah denganku?" tanyanya.


"jujur gue kecewa sama loe, tapi itu dulu . bagi gue masa lalu udah gue kubur hidup-hidup demi menjaga hati gue sendiri." ucapku


"gue? elu? Rai, kamu manggil aku itu elu? ini bukan Raina" ujarnya tak terima, karena memang dulunya kami manggil aku kamu.


"tentu saja ini gue, Raina Amelia" ucapku membanggakan diriku.


"baiklah, yang penting gue sudah dapat maaf dari kamu"

__ADS_1


"kata siapa gue sudah maafin loe? gue cuma bilang uddah gue kubur hidup-hidup. eh iya, bini loe mana?" tanyaku yang baru sadar Dion tak memperkenalkan istrinya.


"di--dia... dia sudah meninggal setelah melahirkan anak kami, nah itu anak ku, namanya Angel.." ucap Dion sambil memberikan isyarat agar anaknya mendekat ke arah kami.


Akupun menoleh ke arah anaknya dan kembali melihat Dion, tiba-tiba rasa iba itu muncul begitu saja "sorry ion, gue gak tahu... " ucapku lirih


Dengan cepat Dion mengangguk sambil bilang " gak papa Rai" sambil senyum


"hai cantik, kelas berapa sekarang?" tanyaku pada anak Dion


"kelas 4 Tante" sahut anak itu


"wah kamu sudah gede ya," ucapku dengan senyum


"eh iya Dion, gue balik ke kamar ya, kasian anak gue ditinggal, eummm Angel Tante ke atas dulu ya.. daaahh" pamitku.


dan masalah aku dengan Dion pun tuntas sampai sini, aku sudah memaafkan dan menganggapnya temanku kembali.


.


.


Hari sudah sore, dan anak-anak menagih janjinya padaku, aku dan kedua sahabatku mengabulkan permintaan mereka, dan membiarkan mereka berenang sesuai keinginan mereka. Ohiya soal baju, sebelum sampai puncak aku mampir dulu ke sebuah mall untuk membeli baju ganti untuk mereka.


Dipinggir kolam, aku dan kedua sahabatku pun bercerita, mengenang masa sekolah dulu.


Tiba-tiba Angel menghampiri kami "tantee"


"iya Tante, boleh ya" dan aku mengangguk.


Setelah Angel pergi, tatapan Abel dan Vira seperti ingin mengintrogasi ku, hah kaya buronan saja.


"siapa Rai?"


"eh itu bukannya anak Dion ya?"


"kok udah kenal?"


"lebih tepatnya akrab"


"hah iya begitu, ayo dong jelasin Rai, diem Bae"


Aku menanggapinya hanya tertawa, bagaimana tidak? kedua sahabatku ini kepo nya kebangetan.


"yaps, namanya Angel, putrinya Dion dan aku baru saja kenal tadi pagi , udah ah no debat" kesalku.


gak lama kemudian sang pemilik nama pun datang tanpa disangka-sangka.


"hai guys boleh gabung gak?" tanya Dion

__ADS_1


kamipun menoleh ke arahnya kedua sahabatku mengatakan boleh sementara aku hanya mengangguk.


"cerita dong kegiatan kalian sekarang apa?" tanya Dion ingin menyelidiki karena tatapan nya hanya tertuju padaku, huh menyebalkan.


"apa loe sekarang buta? kegiatan kami ya ini duduk sambil mengamati anak-anak yang sedang berenang, begitupun dengan kegiatan lo sekarang" jawabku ketus.


"pffttttt hhh" gumam kedua sahabatku menahan tawanya.


"mmhh sorry sorry , maksudku bukan gitu, tapi ya itu kegiatan dirumah gitu apa kerja? atau dirumah aja" jawabnya terbata-bata.


"santai aja ion, kaya gatau Raina saja... emhh gue sekarang jadi pengacara , loe kalau ada kasus silahkan datang ke gue hahahah" jawab Vira sambil bercanda .


"sembarangan, loe kira gue buronan? hahaha.. emhh kalau loe bel?" tanya Dion


"gue dirumah aja sambil jualan online, loe kalau mau nyari gift buat bini loe beli di gue aja hehehe" jawab Abel sambil menggaruk tengkuknya


"gue pengen beli in bini gue tapi dia udah bahagia di sisi Allah, ntar deh buat Angel aja ya" jawab Dion santai


"eh sorry gue ga tahu.... serius bini loe udah ga ada?" tanya Abel lagi


"iya, dia meninggal saat lahirin Angel. udah ah kok jadi nanyakin gue hehehehe" jawab Dion


"trus loe kerja dimana sekarang?" tanya Vira


"gue CEO di jaya group" jawabnya singkat dan kami hanya ber oh ria.


"kamu belum kasih tau kegiatanmu Rai" celetuk Dion.


"loe gak nanyak " singkatku


Vira langsung menyiku tanganku "kok masih ketus sih?" tanyanya pelan


"biar gak sesukanya saja" jawabku sambil berbisik, Vira hanya menggelengkan kepalanya.


"ya sekarang aku mau nanya deh, kegiatan kamu ngapain aja sekarang?" tanya Dion


"gue hanya ibu rumah tangga yang baik dan Budiman" jawabku singkat.


"lihat deh, yang lain bawa pasangan cuma kita empat aja disini hahahaha" ujar Abel memecahkan keheningan.


"Yee siapa suruh loe LDR" teriakku dan Vira barengan.


"sialan loe pada, malah kompak lagi. argghhh" ucapnya pura-pura kesal.


"jangan marah cantik" ucap kami barengan lagi


"kesel deh" sambil manyunin mulutnya dan kami langsung tertawa.


"mending gue ya, ldr.. loe sendiri lakiknya ga ikut Rai" ucap Abel

__ADS_1


"eeehh kok gue kenak? hmm biarin deh dia gak ikut, kan gue pengen me time juga hhahaha" jawabku ngasal.


Kami sengaja tidak membahas Vira, karena Vira sudah lama sendiri sejak suaminya menduakan nya.


__ADS_2