KAU MENDUA

KAU MENDUA
Bab 14


__ADS_3

dddrrrddd ddrrrrddd


Anggap suara getar ponsel dan aku langsung menekan tombol penghubung, ah ternyata dari Vira teman sekolahku pada masa putih abu-abu.


"Raina!!!!!" teriak Vira


"aw!!! salam dulu kali mak.. sakit nih kuping gue arggg" kesalku


"hehe yayaya, sorry Mak gue kelepasan.. assalamu'alaikum mak'eee" jawabnya sok lembut.


"waalaikumsalam, hmm pintar anak mamak" sahutku.


"sialan loe, eh btw Sabtu jadwal lu kosong gak?" tanyanya


"jadwal, ku kira lagi kuliah? atau lu ngejek ya mentang gue jadi ibu rumah tangga yang baik dan Budiman dirumah? hum?" tanyaku menyelidik


"hahahaha lu Napa sih Rai? lagi pms? marah mulu" jawabnya


"haha oke-oke , langsung aja gue ke inti ya, Sabtu ini anak-anak pada ngajak ngumpul dengan embel-embel reuni nih, ikut gak? ikut dong, please " cerocos nya panjang lebar.


"tunggu, anak-anak? berarti sekelas dong? atau per angkatan?" tanyaku memastikan, karena jujur saja aku paling malas dengan embel-embel reuni padahal mau saling banggain yang dipunya.


~eh bentaran deng, kayanya authornya sotoy banget ya, gak semua reuni kaya gitu keleus, tapi kebanyakan sih iya. eh gimana sih. wkwkw oke maap, skip~


"iya Raina, sekelas.. gimana? bisa kan? ajak aja anak loe kalau ga ada yang jagain" ujar Vira


"hmm nanti deh vir gue pikir lagi, udah dulu ya anak gue bangun nih" ucapku.


"oke bhay"


***


Tibalah harinya untuk reuni, aku sudah bersiap dan juga mengajak anak-anakku untuk pergi, tak lama kemudian sudah ada yang menjemputku dan mobilnya sudah terparkir didepan rumah.


Mas Bram kemana? katanya sih kerja, tapi entahlah aku tidak ambil pusing untuk itu .


tin .....


tin...


(anggap suara klakson)


"yaa sebentar!!" teriakku dari dalam rumah.


Saat aku membuka pintu betapa kagetnya aku mobil milik temanku ini sudah penuh diisi oleh kedua sahabatku beserta anaknya .


Tapi walaupun begitu tetaplah anak-anakku yang paling heboh karena mereka yang paling kecil, bagaimana tidak? karena hanya aku saja yang telat menikah wah wah wah...


"hai hai haiiii!!! uuuu kangennn" ucapku


"sama nih, udah cepetan naik, keburu telat lagi" ucap Abel dari belakang.


"hah? Abel? loe dimobil ini juga? astagaaaa" kagetku.


"biasa aja oy, lu kira gue hantu? huh kesel banget" celetuk Abel.


Gue duduk sambil memangku Farhan, sedangkan Ara sudah gue duduki di kursi belakang "letsgoooooo!!" teriak anak-anak.

__ADS_1


Diperjalanan,


"emang acaranya dimana sih?" tanyaku


"loe Gatau? dipuncak oyyyy" sahut Abel


"what? mampus gue!!!!" sambil menepuk jidatku


tittttt ...


Vira yang mengemudi mobil kaget mendengar ucapanku dan langsung menghentikan mobilnya mendadak.


"aw!!!! " pekik kami barengan.


"kenapa berhenti mendadak vir?" tanyaku dan Abel barengan"


"sorry sorry, gue gak sengaja... ini tuh karena elo Rai, kenapa loe bilang mampus? apa ada yang ketinggalan? atau gimana? mumpung belum jauh nih" ujar Vira tanpa dosa.


"gu--gue belum izin sama lakik gue, gimana ini? apa gue balik aja ya?" tanyaku dengan kepanikan.


"yaudah sih tinggal telpon aja" saran Abel


"ha iya, Napa gue gak kepikiran ya heheheh, tapi bentar deh.. kalau gue gak diizinin gimana?" sambil cengengesan


"ya loe tinggal balik aja, udah gausah repot deh" saran Vira


Akhirnya aku mengambil ponselku dan menelpon mas Bram, sekali berdering tidak diangkat, tapi aku terus mencoba, sampai ke panggilan ketiga akhirnya diangkat.


📲


"assalamu'alaikum" ucap mas Bram


"masih dikantor"


"oh, mas aku boleh pergi gak? ada acara reuni di puncak, kayanya bakal nginap, aku pergi dengan teman temanku, bawa Farasya dan Farhan juga"


"boleh sayang"


"serius boleh?? mas kalau mau, bisa nyusul kok"


"iya, kamu nikmatin lah dulu acaranya ya, mas dirumah aja nanti. ya sudah hati-hati sayang, salam buat anak-anak, assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam"


.


hah? tumben sekali mas Bram ngizinin tanpa bertanya secara detail, hatiku khawatir saat ini, ada apa? dan kenapa? itulah yang aku pikirkan sekarang.


Tapi aku ga mungkin pulang sekarang, akhirnya aku menyisihkan pikiranku itu beberapa saat sampai nanti aku pulang ke rumah.


"gimana Rai? aman?" tanya Vira


aku mengangguk "aman" ucapku singkat, dan Vira langsung tancap gas.


***


Satu jam, dua jam, dan sudah tiga jam perjalanan, akhirnya kami sampai di sebuah villa besar dilengkapi dengan kolang renangnya.

__ADS_1


"sampai" ujar Vira.


lalu kami langsung turun dan masuk ke dalam, begitu pintu kami buka kami sudah melihat ramainya manusia di dalam haha berasa mau arisan.


"ramai sekali" ucapku


"kaya gak tahu Dion saja" sahut Abel


Mataku langsung terbelalak mendengar nama Dion, ya dia adalah mantan ku saat sekolah, bisa dibilang cinta monyet haha aku cinta dia monyetnya, Ups sorry.


"biasa aja kali" sambung Abel yang melihat tingkahku aneh


"memangnya apa hubungannya dengan Dion?" tanyaku heran


"loe gak tahu? apa pura-pura gak tahu biar kita bahas doi?" selidik Abel


aku menggeleng cepat "ya ga tahu lah, Vira cuma ngasih tahu mau ngumpul bareng doang, gak ada cerita sampai kek gini"


Vira yang mendengar percakapan kami pun langsung senyum aneh dan menggarung tengkuk yang tidak gatal.


"viraaaa!!!!" teriakku.


"hehehe sorry Rai, gue kepaksa gak jujur soalnya gue tahu loe pasti gak mau kalau gue bilang Dion ketua acara nya dan diadakan di puncak, iyakan?" celetuknya.


"hmmm" singkatku datar.


tak lama kemudian sang empunya nama datang


"hai, udah pada datang nih" sapa Dion.


"udah " jawab Vira dan Abel


Dion langsung melihatku "hai Rai, apa kabar"


"assalamu'alaikum dulu kali, dan kabarku baik" singkatku.


"Rai, ngomong dulu yuk" pinta Dion


"nanti deh ya, gue capek, yuk Vir bel kita ke kamar" sambil mengajak kedua sahabatku itu ke atas.


yaps, aku Vira dan Abel satu kamar, beserta ke 4 anak kami. oh iya, Vira hanya bawa satu perempuannya usia 10 tahun dan Abel membawa satu anak lelakinya yang masih kecil, kira-kira usia lima tahun.


"mama, Ara mau berenang" teriak Ara


"Farhan juga mau" sahut Farhan , dan disusul kedua anak sahabatku bilang 'aku mau juga'...


"ya kalian boleh berenang tapi nanti sore ya, gimana?" tawarku karena sekarang panas terik melanda.


horeee!!! sorak mereka semua.


kriuk kriukkk


Dalam diam ternyata perutku sudah mengajak demo dan bukan hanya aku tetapi juga kedua sahabatku, sementara anak-anak kami sedang tidur.


Kami memutuskan untuk makan di dalam kamar, kami turun ke bawah menuju prasmanan, saat aku mengambil nasi lagi lagi aku ketemu dengan Dion, menyebalkan bukan?.


"hai Rai, ketemu lagi.. " ucapnya

__ADS_1


"eh iya" ucapku..


"ada yang mau aku omongin".. sahutnya lagi.


__ADS_2