
Pagi hari kupandangi lelaki yang berada di sebelahku, lelaki yang saat ini menjadi suamiku. Teringat akan kesedihan di masalalu namun ia berhasil membolak balikkan perasaanku saat ia menyenangkan kedua anakku.
Setiap malam ku selalu bersujud meminta pada-Nya agar dibukakan pintu hatinya dan diberikan pintu taubat. Saat membelai rambutnya tiba-tiba laki-laki itu terbangun.
"ada apa sayang" ucapnya dengan khas suara berat
"emh ga apa-apa mas. Rai keluar dulu mau ambil wudhu sekalian bangunin anak-anak." ujarku salah tingkah
Mas Bram hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
****
"uuuuuu dingiiin" ujar Ara yang memang masih jam 7 tapi karena ini daerah pegunungan disini masih dingin .
"kenapa sayang?" sahutku sambil mendekati anakku yang menggigil
"dingin maaa uuuuuu" .
"kakak mandi pakai air hangat?" tanyaku dan Ara mengangguk
"lebih baik kalau masih pagi itu pakai air dingin sayang mandinya"
"loh makin dingin dong ma? uuuuuu dingin!!!"
Aku memeluk Ara dengan lembut "nak, lebih baik dingin sebentar tapi setelahnya merasa hangat daripada hangat sebentar namun kamu kedinginan seperti ini"
Tak lama kemudian Farhan bergabung dengan kami
"kak mulut kakak kok berasap?" tanya Farhan polos
"berasap palelu. ini namanya berembun dekkuuuuu"
"ah enggak, itu asap. kakak merokok ya?"
"enak aja, lu coba bilang HAHHHH gitu"
Dengan polos nya Farhan mengikuti apa yang disuruh kakaknya .
"nah tu , loe juga merokok" ucap Ara membuat Farhan panik
"enggak, Farhan ga ada merokok. apa karena tadi Farhan duduk dipangkuan papa ya?"
"apa hubungannya"
"ada dong, papa tadi lagi merokok"
__ADS_1
Ara menepuk jidatnya "ah terserahlah"
Sementara aku hanya memilih menjadi penonton, entah kenapa melihat mereka beradu mulut gini aku merasa bahagia sekali, mereka terlihat akrab dan saling menyayangi.
"sudah sudah, daripada berantam lebih baik kita makan. yuk?" ucapku menengahi mereka.
"Ayuk!" sahut mereka.
Kami duduk di meja makan, aku sudah membuatkan nasi goreng kesukaan anak-anak , tidak lupa pula dengan telur favorite mereka.
Ara yang menyukai telur mata sapi setengah Mateng, Farhan menyukai telur mata sapi yang matang sementara aku dan mas Bram pakai telur dadar.
"setelah sarapan kita mau kemana bos?" tanya mas Bram pada anak-anak.
"naik kuda!!!!!" ucap mereka serempak
"loh tumben kompak hahahha" celetukku
"kakak tuh ikut-ikut aja"
"kamu tuh "
"kakak tuh wooo"
"hmm mulai deh" sahutku sambil menepuk jidat.
Seperti yang diinginkan anak-anak untuk naik kuda, akhirnya kami pergi ke tempat wisata yang ada kudanya.
"asiiiikkk" kata Farhan saat sudah memilih kuda yang dinaikinya.
Sesuai permintaan mereka, aku satu kuda bersama Farhan sementara Ara bersama Ayahnya.
Saat berkeliling menaiki kuda mereka tak henti-hentinya bernyanyi, ah sesenang itukah mereka?
*pada hari Minggu
ku turut ayah ke kota
naik delman istimewa
ku duduk di muka
ku duduk samping pak kusir
yang sedang bekerja
__ADS_1
mengendarai kuda supaya baik jalannya
hei tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda*.
Saat asyik bernyanyi tiba-tiba Farhan nyeletuk "eh tapi kan ini bukan hari Minggu"
"beuhhh Farhan!!!! itukan cuma nyanyi lo dek"
"tetap aja, kan suara kuda nya sama, wleee"
arghhhh bisa-bisanya mereka berdebat saat naik kuda. astaga lucu gak sih?.lucu banget.
Lalu Farhan berbisik kepadaku "ma, kakak lucu ya kalau marah"
aku langsung tertawa "kamu sengaja ya bikin kakak kamu marah? Hem?"
Farhan mengangguk "habisnya Kakak lucu sih ahhahaha"
"dasar anak nakal" ucapku sambil mencubit pipinya dengan pelan
...**melihat mereka tertawa lepas saja itu sudah lebih dari cukup untuk mendefinisikan kebahagiaanku, ya sesederhana itu ~ Raina Amelia....
---------------------------++++++++++++++++-----------------------
Kakak-kakak reader yang baik hati pasti kesal ya ngelihat Raina tingkahnya gak jelas banget, mudah banget maafin si Bram, huffffh.
kakak mau lihat gak cerita yang lucu dan ga ada orang ketiganya? author baru buat karya lagi nih judul nya "Bismillah, Perjalanan Cinta" monggoo mampir juga🙏
ini nah kak yang author maksud tadi ☝️☝️☝️☝️
.
.
Kalau untuk Raina, badai pasti berlalu, iya gak sih kak? tapi masalahnya badainya belum datang. Akankah Raina kuat untuk bertahan????
anywayyy Raina kita biarin hidup bahagia bersama mas Bram atau bahagia dengan hidup yang baru nih? menurut kakak gimana?☺️☺️
yuk selalu kepoin......
jangan lupa ya kak untuk like, vote, komen dan favoritnya 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
Sungguh dukungan kakak-kakak bisa membantu mood Author jadi lebih baik lagi tentunya jadi semakin semangat buat update 🥰🥰🥰🥰🥰**
salam cinta, author❤️