
Deggg!
Tubuhku bagaikan batu es seketika, secepat mungkin aku harus menetralkannya.
"Yuk keluar" Ajak Dion
"Gue gugup banget nih"
"Tarik nafas, buang... tarik nafas... eh tunggu, buangnya jangan dari bawah ya" kata Dion ngasal membuat kami semua cekikikan.
***
Kini aku sudah berada di samping Mas Rasyid, didepan kami sudah ada pak penghulu dan disebelahnya adalah Ayahku.
Seperti pernikahan lainnya, pak penghulu membacakan do'a sebelum Ijab Qabul terlaksana, aku melirik ayahku sekilas dan ternyata ayahku juga memandangku.
Ayahku tersenyum dan mengangguk menandakan untuk jangan khawatir dan tenanglah. Wajah ayahku sangat meneduhkan ku.
Lalu Ijab Qabul terlaksana dengan sangat jelas, aku kembali teringat dengan beberapa tahun lalu saat lelaki lain mengucapkan hal yang sama dan kini aku merasakannya lagi, semua kenangan terlintas sesaat di memori ku sampai akhirnya aku mendengar......
"SAHHHHHH"
"Alhamdulillah" sorak mereka semua .
Kini aku sudah resmi menjadi istri kembali , dengan lelaki yang berbeda.
Aku mencium tangannya lalu menandatangani segala surat yang ada. setelah itu kami masuk ke sesi tukar cincin dan foto.
Tak lupa pula meminta restu pada kedua orangtua.
Ayah ibuku sudah berada di hadapan kami, sementara Ayah dan Ibunya Mas Rasyid sudah kembali pada Allah .
Mas Rasyid bersimpuh di depan Ayahku sambil menyalimi tangannya
"Pak, Rasyid minta Restu untuk menjaga putri bapak dan cucu-cucu bapak. Mungkin Rasyid gak bisa janji untuk selalu membahagiakannya tapi Rasyid janji dengan sepenuh hati akan selalu ada untuk mereka"
__ADS_1
Lalu Ayahku menepuk pelan bahu nya
"Nak, Bapak Restui. Mungkin ini memang bukan yang pertama bagi kalian, tapi jadikan ini yang terakhir. Tolong jaga putri bapak, sayangin dia, bahagiakan dia, bimbing dia dengan lembut, jangan tegur dia dengan tangan, begitu juga dengan kedua cucu bapak. Anak-anak memang nakal tapi jangan hukum dengan kekerasan. Ingat, lelaki sejati tak akan pernah dekat dengan kekerasan."
Tak terasa air mataku mengalir begitu saja, ah persetan dengan Make Up di wajahku, aku tak peduli.
Sekarang Mas Rasyid sudah berada di depan ibuku sambil bersimpuh "Bu, tolong Restui Rasyid menjadi imam untuk anak ibu, Terimakasih sudah melahirkan wanita Kuat sepertinya, Rasyid tahu kekuatan itu juga pasti karena Ibu, Rasyid janji akan bersama Raina sampai Rasyid pulang ke Jannah."
Ibuku terisak mendengarnya, ia langsung memeluk lelaki yang kini menjadi menantunya.
"Nak, lelaki sejati yang dipegang itu adalah ucapan nya, Ibu percaya atas apa yang kamu ucapkan tadi, tapi jangan pernah berdusta. Lika-liku rumah tangga pasti ada, kalian pasti tahu itu . Ibu merestui kalian berdua"
Jika ibuku saja terisak, apalagi aku? bahkan aku tak sanggup bersimpuh depan orangtua ku sekarang.
Aku memberanikan diri bersimpuh depan ayahku, namun lidahku kelu, beku dan membisu.
"Pa----papa.. hikssss" Aku benar-benar tak sanggup bicara saat ini.
Ayahku langsung memelukku "Sudah nak, sudah.. papa sudah merestui kalian. berbahagia lah nak."
Sekarang, giliran ibuku. Aku mencium kakinya terlebih dahulu, karena Syurgaku dulu disana dan kini sudah terbagi kepada Suamiku.
"hiks, Mama, Rai----" Aku gak sanggup lagi meneruskannya, ibuku menarikku ke pelukan nya.
"Nak, mama sudah merestui kalian jauh kalian memintanya. Berbakti lah pada suamimu."
***
Abel, Dion, Vira dan Suaminya naik ke pelaminan, aku menyambut mereka dengan pelukan. Ku peluk Vira dan Abel bersamaan.
"uuu tayang gue udah jadi istri orang, Bahagia selalu Rai, gue senang akhirnya loe menemukan tempat loe berlabuh" Ucap Abel
"Iya Rai, udah saatnya loe bahagia, maka nikmatilah"
sahut Vira sementara Suaminya dan Dion sudah memberikan selamat terlebih dahulu kepada Mas Rasyid.
__ADS_1
"Gue sayang sama loe berdua, makasih selalu ada" kataku sambil nangis .
ekhemm
Deheman itu membuat kami bertiga menoleh. Ternyata itu perusuh, Dion. Ck! jangan sampai dia mulai lagi.
"Kenapa kalian pelukan gak ngajak gue? kan gue sahabat kalian juga?" ucapnya tanpa dosa, sementara kami semua tertawa termasuk Mas Rasyid dan suaminya Vira (sorry , author lupa mama suaminya Vira siapa)
"Eh semprul, kamu mau pelukan bareng kita sayang??" kata Abel dengan menekan setiap kalimat sambil mendelik kan matanya.
"Eh enggak enggak, bercanda sayang bercanda hehehe bercanda kok" ucapnya salah tingkah membuat kami cekikikan.
ekhem
"Doyan banget loe berdehem?" celetuk Vira
"Ettt dah ni anak, jangan motong dulu Napa, gue lagi ngumpulin kata-kata nih" sahut Dion sementara aku masih cekikikan.
Lalu Dion menatapku "Rai, selamat ya. Berbahagia lah selalu" Kemudian ia melihat Mas Rasyid "bro, titip sahabat gue. Dia gadis lemah tapi gue harap jangan loe jadikan itu untuk kesenangan Loe tapi jadikan lah sebagai pelengkap kalian"
Mas Rasyid mengangguk "Pasti bro", kemudian ia merangkul aku dan juga Dion bersamaan.
***
SELESAI.
Kini Raina sudah bahagia dengan kehidupan barunya. Skenario Tuhan Memang sulit di tebak. Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan sudah mengaturnya sedemikian rupa. Setiap peristiwa pasti punya maksud dan tujuan. Bisa jadi Tuhan mempertemukan orang yang salah terlebih dahulu, agar kelak akan bertemu dengan orang yang baik.
Terimakasih untuk semuanya, jangan lupa mampir di novel othor yang lain, judulnya "Perjalanan Cinta The Guys
Author sayang kalian banyak-banyak❤️❤️❤️❤️❤️
Ah iya, masih ada extra part ya, Maksimal 3 eps lagi untuk menceritakan bagaimana kehidupan mereka di masa depan. terutama Bram!
Love kalian❤️🤗
__ADS_1