KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
STATUS BARU


__ADS_3

Keesokan harinya Damian kembali mendatangi Divya ke rumahnya. Divya memutar bola matanya malas saat melihat Damian berdiri di depannya setelah ia membuka pintu.


" Pagi sayang, apa kau sudah sarapan? Atau kau sudah mau berangkat ke kantor? Biar aku yang mengantarmu." Ucap Damian menatap Divya yang sudah berpakaian rapi.


" Tidak perlu, aku bisa berangkat sendiri. Lebih baik kau pulang saja! Aku mau berangkat ke kantor sekarang." Sahut Divya.


Divya masuk ke dalam, ia mengambil tasnya di meja ruang keluarga. Saat ia berbalik tiba tiba tubuhnya menubruk Damian.


" Astaga!!" Gumam Divya.


" Kenapa kamu mengikutiku? Aku menyuruhmu pulang kan? Lalu kenapa kau masih di sini? Sekarang pulanglah!" Ujar Divya menatap Damian.


" Aku merindukanmu Divi. Aku kangen masa masa indah kita dulu, aku ingin mengulang masa masa itu. Apa tidak ada kesempatan untukku kembali lagi padamu?" Tanya Damian menarik pinggang Divya hingga mengikis jarak di antara mereka berdua.


" Damian menjauhlah! Jangan seperti ini!" Ucap Divi mencoba membebaskan dirinya.


" Biarkan seperti ini Divi, kau masih istriku saat ini jadi aku masih berhak melakukan ini padamu. Aku merindukanmu Divi sayang." Ucap Damian memeluk erat tubuh Divya.


" Sidang perceraian kita akan di putuskan besok pagi. Aku harap setelah kita resmi berpisah kau tidak lagi menemuiku. Dan ya.. Kau hanya bisa mengingat kenangan indah tentang kita, tapi kau lupa kenangan buruk yang kau tinggalkan di hati ini. Bahkan sampai saat ini hatiku masih merasakan sakit akibat pengkhianatanmu Damian. Tapi seolah kau tidak peduli akan hal itu. Kau hanya peduli pada perasaanmu saja. Apa kau tidak berpikir bagaimana perasaanku jika terus bersamamu? Aku mungkin bisa memaafkanmu demi ketenangan hatiku, tapi aku tidak akan pernah bisa melupakan hal menyakitkan itu." Ucap Divya.


" Aku mati matian meyakinkan keluargaku untuk menerimamu sebagai pendamping hidupku, aku berusaha keras untuk membuatmu pantas bersanding denganku, aku bahkan rela memberikan semuanya padamu, tapi apa yang kau lakukan padaku? Kau melukai harga diriku dengan menduakan aku, kau menjatuhkan martabatku sebagai istri yang tidak bisa menjaga suaminya. Kau menghancurkan hidupku sampai ke dasar dasarnya, lalu sekarang apa yang sedang coba kau hancurkan dari diriku Damian? Sudah tidak ada yang tersisa lagi dalam hidupku. Apakah kau ingin melihat aku tiada?Apa itu uang kau inginkan? Katakan Damian! Kalau benar itu yang kau harapkan, aku akan melakukannya. Lebih baik aku tiada daripada aku harus kembali padamu." Ucap Divya menatap Damian.


Sontak Damian melepas pelukannya, ia mundur satu langkah menjauh dari Divya.


" Aku mohon! Jika kau masih ingin melihatku hidup di dunia ini, pergilah! Jangan mengusik hidupku lagi! Ataupun sekedar menampakkan wajahmu di hadapanku, atau aku akan semakin terluka dengan rasa sakit ini." Ucap Divya.


Tanpa berkata apa apa lagi, Damian segera pergi dari sana. Divya menghela nafasnya lega, ia segera keluar menuju mobilnya berangkat ke kantor.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini tepat jam sepuluh pagi, hakim pengadilan agama menyatakan jika Divya dan Damian telah resmi bercerai. Bukti bukti perselingkuhan Damian menjadi bukti kuat untuk hakim mengabulkan tuntutan Divya.


Damian memejamkan matanya, ingin sekali ia berteriak dan menangis saat itu juga, namun ia menahannya. Ia menatap Divya yang sedang duduk di sebrang sana. Keluarga Divya mengerubungi dan mengucapkan selamat atas tercapainya keinginan Divya.

__ADS_1


Dengan langkah pelan, Damian berjalan menghampirinya di ikuti kedua orang tuanya.


" Divya." Ucap Damian.


Keluarga Divya menepi memberikan tempat kepada Damian. Damian menatap Divya begitupun sebaliknya.


" Aku minta maaf! Dan aku ingin minta maaf sekali lagi karena aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu untuk tidak menemui lagi setelah perpisahan ini terjadi. Aku tidak peduli jika orang orang menganggapku egois, tapi aku melakukannya karena aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku akan tetap mengejarmu sampai aku mendapatkan kamu kembali setelah ini. Aku tidak akan mendengarkan siapapun dan aku juga tidak peduli berapa orang yang akan menghalanginya." Ucap Damian segera berlalu dari sana.


" Yang sabar sayang! Jangan pikirkan ucapan Damian!" Ucap nyonya Vania.


" Iya Ma, aku juga tidak terlalu memikirkan apa yang akan dia lakukan, aku tidak peduli akan hal itu." Sahut Divya.


" Divi lebih baik kau kembali ke rumah, supaya Kakak bisa melindungi dan mengawasimu dengan mudah. Kakak tidak mau Damian melakukan hal yang menyakitimu lagi." Ujar Gava.


" Aku bisa jaga diri Kak, aku nyaman tinggal di sana." Sahut Divya.


" Jangan paksa adikmu jika dia tidak mau, kau bisa melindunginya dari jauh kan? Atau kalau perlu kau yang tinggal di sana bersama adikmu untuk berjaga jaga jika Damian melakukan sesuatu padanya." Ujar tuan Gavin.


" Itu lebih baik." Sahut tuan Leon.


" Baiklah kami tidak akan memaksa, jaga diri baik baik! Kalau ada apa apa segera hubungi kami." Ujar tuan Gavin.


" Tentu Pa." Sahut Divya.


Mereka semua mengantar Divya ke rumahnya. Sebelum itu mereka mampir ke restorant untuk makan siang lalu melanjutkan acara dengan jalan jalan ke sebuah taman bunga untuk menghibur Divya.


Tak terasa hari sudah malam, mereka mengantar Divya ke rumahnya dengan selamat. Setelah itu mereka kembali ke rumah masing masing. Divya masuk ke rumahnya, ia langsung menuju kamarnya.


Ceklek...


Divya membuka pintunya, ia masuk ke dalam lalu mengunci pintunya kembali. Tiba tiba...


Grep...

__ADS_1


Ada seseorang yang memeluknya dari belakang, Divya sangat tahu siapa itu hanya dengan mencium aroma maskulin tubuhnya saja.


" Untuk apa kau kemari lagi Damian? Apa kau benar benar tidak bisa menjauh dariku? Kenapa kau lakukan semua ini? Kau membuangku, kau menduakan aku dengan wanita lain, di saat aku memberimu pilihan, kau tidak bisa memilih. Setelah kau tahu buruknya wanita itu kini kau ingin kembali padaku. Aku sudah menolakmu berkali kali, tapi kenapa kau tidak juga mengerti Damian. Aku mohon mengertilah dengan apa yang aku inginkan. Sekarang lepaskan aku! Pergilah dari sini sebelum aku berteriak." Ucap Divya.


" Aku tidak akan melepaskanmu Divya." Bisik Damian.


Deg...


Jantung Divya berdetak kencang mendengar suara Damian. Ia bisa merasakan aroma alkohol dari bibir Damian. Divya membalikkan badannya ia menatap Damian begitupun sebaliknya.


" Kau minum?" Tanya Divya menangkup wajah Damian.


" Sedikit, untuk melupakan beban di hatiku." Sahut Damian menatap Divya dengan mata sayu.


" Istirahatlah! Kau mabuk saat ini, aku akan membuatkanmu air lemon." Ucap Divya.


Ingin sekali Divya meminta Damian untuk pergi, tapi ia tidak tega. Ia khawatir terjadi sesuatu kepada Damian, apalagi keadaannya saat ini sedang mabuk. Divya tidak berpikir apa yang bisa dilakukan oleh orang yang edang mabuk, ia hanya yakin jika Damian tidak akan menyakitinya.


Divya menuntun Damian ke ranjang.


" Duduklah di sini! Aku akan segera kembali." Ujar Divya.


Saat Divya hendak pergi tiba tiba Damian mencekal tangannya. Damian menarik Divya dengan kasar hingga Divya terjerembab di atas ranjang. Tanpa sadar Damian menindih tubuh Divya, ia mencium bibir Divya dengan rakus. Divya mencoba memberontak namun tenaganya kalah dari Damian.


" Mmmptt.. "


Damian menekan tangan Divya di antara kepalanya membuat Divya tidak bisa berkutik. Divya merasa ketakutan saat itu, ia tidak mau hal buruk terjadi padanya.


Tiba tiba.....


Tiba tiba apa ya... Tekan like koment vote dan kasih mawar yang banyak dulu biar author semangat meneruskan ceritanya...


Thank you...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2