KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
DIVYA KEMBALI


__ADS_3

" Bagaimana Selya?" Tanya nyonya Vania.


" Nanti aku pikir pikir lagi Ma." Sahut Selya.


" Baiklah, yang jelas mulai sekarang jangan tunda lagi! Jangan korbankan kebahagiaan kalian demi Divi. Kalau Divi tahu pasti Divi akan merasa sangat sedih. Dan kamu Selya, kamu harus melayani suamimu dengan baik karena itu kewajibanmu. Jangan sampai kau melakukan dosa terus menerus tanpa kau sadari, apa kau mengerti?" Tanya nyonya Vania menatap Selya.


" Aku mengerti Ma, terima kasih telah membantu meluruskan masalah ini. Kalau tidak ada yang mau Mama katakan lagi, aku permisi mau ke kamar." Ucap Selya.


" Baiklah, Mama sudah cukup bicaranya. Maafkan Mama jika terlalu mencampuri urusan rumah tangga kalian berdua." Ucap nyonya Vania.


" Tidak apa apa Ma, itu juga kewajiban Mama sebagai orang tua kami. Aku permisi." Ucap Selya meninggalkan Gava dan mamanya.


" Terima kasih Ma telah membantu Gava." Ucap Gava memeluk mamanya.


" Mama tidak membantumu tapi Mama membantu Mama sendiri karena memang Mama sudah ingin menimang cucu. Mama masih marah sama kamu karena gara agar ucapanmu, Selya menjadi terluka." Ujar nyonya Vania.


" Aku minta maaf Ma." Ucap Gava.


" Susul segera istrimu, bicarakan baik baik tentang rencana kalian. Jangan paksa dia kalau dia tidak mau." Ujar nyonya Vania.


" Iya Ma." Sahut Gava.


Gava berjalan menuju kamarnya. Ia masuk ke dalam menghampiri Selya yang duduk termenung di tepi ranjang sambil menatap keluar. Gava duduk di samping Selya.


" Maafkan aku!" Ucap Gava menggenggam tangan Selya.


" Aku yang menyebabkanmu mendapat masalah ini. Aku tidak tahu apa yang terjadi saat kepergianmu tapi aku yakin kau mendapat masalah akan hal ini sehingga membuat mama mengintrogasi kita." Sambung Gava.


" Entahlah Mas siapa yang salah, mungkin memang kita berdua yang salah. Mas bersalah karena mengatakan itu padaku dan aku bersalah karena aku marah sampai sampai aku tidak mau Mas sentuh selama tiga bulan terakhir ini. Atau memang sudah kehendak Tuhan harus berjalan seperti ini." Ucap Selya.


" Baiklah kita berdua yang salah dan kita berdua harus saling memaafkan." Ucap Gava.


" Hmm... " Gumam Selya menganggukkan kepalanya.


" Apa kau memaafkan aku?" Tanya Gava menatap Selya sambil menanti jawabannya.


" Aku memaafkanmu Mas." Sahut Selya.


" Alhamdulillah. Apa itu artinya aku bisa... " Gava menjeda ucapannya. Ia terlalu malu untuk mengatakan yang sebenarnya.


" Iya Mas, kau boleh melakukannya." Sahut Selya membuat mata Gava berbinar senang.


" Benarkah sayang?" Tanya Gava memastikan.


" Iya Mas." Sahut Selya.


" Terima kasih sayang." Ucap Gava memeluk Selya.

__ADS_1


Deg...


Jantung Selya berdebar dengan kencang. Ada desiran aneh dalam hatinya yang membuat dirinya nyaman dengan pelukan Gavin.


" Aku akan melakukannya nanti malam, jadi kau bersiaplah." Ucap Gava merapikan anak rambut Selya.


" Apa tidak apa apa kita melakukannya?" Tanya Selya.


" Tidak apa apa, lagian Divya juga dalam pengobatan. Kita doakan semoga dia bisa segera sembuh dan bisa mengandung kembali. Dengan begitu kalian berdua busa hamil bersamaan. Anak dan keponakan akan lahir bareng nanti." Ujar Gava.


" Semoga saja Mas." Sahut Selya.


Gava menatap Selya dengan intens begitupun sebaliknya. Gava memajukan wajahnya membuat Selya memejamkan matanya.


Cup...


Gava mengecup bibir Selya, ia menyusupkan tangannya ke leher belakang Selya. Ia mencecap bibir Selya dengan lembut. Selya membuka sedikit mulutnya membiarkan Gava mengekspos setiap inchinya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka sampai...


Tok tok...


Gava melepas pagutannya mendengar pintu di ketuk dari luar. Ia mengusap bibir Selya menggunakan jempolnya.


" Siapa?" Teriak Gava.


Tidak ada jawaban. Gava ingin memulai ciumannya lagi namun kembali terdengar ketukan pintu dari luar. Gava menghembuskan nafasnya kasar.


" Biasanya yang jahil seperti ini si Divi, tapi kan dia masih berada di luar negeri. Nggak mungkin kan dia pulang secepat ini?" Ujar Gava.


" Ya sudah bukain pintu aja Mas, siapa tahu bibi yang mengetuknya." Ujar Selya.


" Baiklah."


Gava segera berjalan untuk membuka pintu, saat pintu terbuka tiba tiba...


Hap..


" Astaga." Pekik Gava saat Divya menubruk tubuhnya.


" Kalau jatuh gimana? Kenapa kamu sudah pulang? Terus kenapa nggak ngasih tahu Kakak kalau kamu pulang hari ini?" Tanya Gava menggendong Divya seperti kangguru menuju ranjang.


" Sengaja buat surprise untukmu." Sahut Divya.


Gava menurunkan Divya di atas ranjang.


" Kakak ipar." Divya memeluk Selya.


" Bagaimana kabarmu Divi?" Tanya Selya menatap Divya.

__ADS_1


" Kabarku baik Kak." Sahut Divya.


" Lalu bagaimana dengan pengobatanmu? Apa pengobatanmu gagal sampai kau pulang secepat ini? Padahal perkiraan kamu pulang sekitar empat bulan lagi." Ucap Gava.


" Aku sembuh lebih cepat dari waktu yang di perkirakan Kak." Ucap Divya.


" Apa?"


" Syukurlah kalau begitu." Ucap Gava dan Selya bersamaan.


" Ya aku di nyatakan sembuh, rahimku sudah siap untuk dibuahi. Itu tandanya aku bisa ikut program kehamilan mulai saat ini." Ujar Divya senang.


" Ajak kakakmu untuk mengikuti program kehamilan juga, jangan sampai kami kalah darimu nanti." Ujar Gava.


" Kenapa harus mengikuti program kehamilan? Apa milikmu tidak cukup top care sehingga sampai sekarang kakak ipar belum hamil?" Goda Divya.


" Enak aja, milikku top care ya. Cuma belum di gunakan dengan benar aja." Sahut Gava.


" Apa maksudmu Kak?" Tanya Selya menayap Gavin.


" Tidak ada Divi, oh ya dimana kak Alex?" Ujar Selya mengalihkan pembicaraan.


" Mas Al ada di bawah, lagi ngobrol sama mama." Sahut Divya.


" Ayo kita samperin! Aku juga kangen ngobrol dengan kalian berdua." Ajak Selya menarik tangan Divya.


" Baiklah ayo." Sahut Divya.


Mereka berdua meninggalkan Gava di kamar sendirian. Gava menatap kepergian keduanya sambil bernafas lega.


" Kau menyelamatkan aku dari pertanyaan Divi sayang. Kalau tidak, Divi pasti akan mengorek jawabanku sampai ke akar akarnya. Alamat bisa di pukuli olehnya kalau sampai dia tahu alasan dan masalahnya." Gumam Gava mengacak rambutnya.


Gava lalu menyusul mereka turun ke bawah. Ia menghampiri Alex yang sedang duduk di sofa bersama ketiga wanita yang sangat ia sayangi.


" Bagaimana kabarmu Lex?" Tanya Gava menjabat tangan Alex.


" Alhamdulillah baik Bang, Abang sendiri sama Selya gimana kabarnya?" Tanya Alex balik.


" Alhamdulillah baik." Sahut Gava.


" Mama senang sekali akhirnya Divi bisa sembuh. Kalian bisa ikut program kehamilan bersama nantinya. Divy, kamu bisa sharing tentang kehamilan kepada Selya, apa yang kamu tahu kamu bisa membaginya dengan Selya. Bagaimanapun kamu lebih tua dan lebih berpengalaman dari Selya." Ujar nyonya Vania.


" Beres Ma kalau soal itu, kami pasti akan saling membantu akan hal itu, ya nggak Kak?" Tanya Divya menatap Selya.


" Iya." Sahut Selya.


Mereka berbincang bincang dan bercerita atau sekedar mendengar cerita Divya selama masa pengobatannya di luar negeri. Mereka bahagia bisa berkumpul lagi seperti ini.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2