KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
BERTEMU DIA


__ADS_3

Pulang dari rumah sakit, Selya meminta Gava mampir di sebuah kedai es krim yang di lewatinya. Setelah memarkir mobilnya, mereka berdua turun dari mobil.


" Ayo sayang!" Ajak Gava menggandeng tangan Selya.


Mereka berdua masuk ke dalam menuju meja nomer satu. Kebetulan belum banyak pengunjung karena memang jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi.


" Mau rasa apa?" Tanya Gava menatap Selya.


" Strawberry dan mangga, porsi jumbo." Sahut Gava.


" Baiklah tunggu sebentar!" Ucap Gava.


Tak lama Gava membawa dua porsi eskrim pesanan Selya.


" Silahkan sayang." Gava meletakkan dua mangkok eskrim di depan Selya.


" Terima kasih Mas." Ucap Selya di balas senyuman oleh Gava.


" Sini aku suapi." Gava mulai menyuapi Selya sesendok eskrim rasa stroberi.


" Mas belum menjelaskan siapa wanita itu." Ucap Selya membuat Gava terkejut.


" Dia temanku waktu sekolah dasar dulu, namanya Gita. Kemarin tanpa sengaja kami bertemu di minimarket. Kami sedikit berbincang layaknya orang yang baru bertemu teman lama pada umumnya. Kami saling menanyakan kabar dan tempat tinggal. Saat aku mau pergi tiba tiba dia pingsan. Pengunjung lain nampak panik, dan aku membawanya ke apartemennya. Saat sampai di parkiran apartemen, dia sudah sadar tapi dia belum bisa berjalan dengan baik. Lalu dia memintaku untuk menggendongnya, itu sebabnya aku menggendongnya." Terang Gava.


" Lalu apa yang Mas lakukan setelah berhasil masuk ke dalam?" Selidik Selya.


" Tidak ada, aku hanya melihatnya berbaring lemah di ranjang saja. Saat aku pamit pulang, tiba tiba dia mengalami sesak nafas. Aku bingung waktu itu, apalagi saat dia memintaku membantunya untuk melepas kancing bajunya. Sebenarnya aku ragu sayang tapi aku tidak punya cara lain, daripada dia mati." Ujar Gava.


" Tapi saat aku mau membukanya kamu sudah datang lebih dulu. Aku merasa lega sayang saat itu. Kamu bagaikan penyelamat hidupku. Terima kasih sudah datang tepat waktu." Ucap Gava menatap Selya.


" Iya Mas sama sama." Sahut Selya.


" Kamu tidak marah sama Mas?" Tanya Gava.


" Kemarin kan sudah, bahkan aku sampai menampar pipi Mas. Maaf ya Mas, kemarin aku berbuat kasar sama Mas." Ucap Selya mengelus pipi Gava yang nampak memerah.


" Iya sayang tidak apa apa, lagian aku yakin kemarin bukan kamu yang marah tapi anak kita. Dia marah karena papanya membuat mamanya menangis." Sahut Gava.


" Mungkin saja dugaan Mas memang benar." Sahut Selya.


Selya kembali memakan es krimnya hingga habis satu mangkok.


" Udah Mas kenyang." Ucap Selya.


" Lhoh ini yang satu mangkok belum sayang." Ujar Gava.


" Buat Mas saja." Ucap Selya.

__ADS_1


" Sayang maaf aku...


" A'." Selya menyodorkan sesendok es krim ke mulut Gava. Gava menatap Selya begitupun sebaliknya.


" Ayo Mas di makan! Tanganku capek tahu nggak sih Mas ngegantung gini." Ujar Selya.


" Kalau aku tidak mau?" Tanya Gava.


" Aku akan sedih." Sahut Selya memasang wajah sedihnya.


" Baiklah aku makan." Sahut Gava menerima suapan dari Selya.


Glek...


Gava menelan eskrim yang menurutnya membuat perut mual itu dengan cepat.


" Sudah sayang." Ucap Gava.


" Lagi, pokoknya harus di habiskan sebelum meleleh." Ujar Selya kembali menyuapi Gava.


Sampai pada suapan ketiga tiba tiba...


Huek...


Gava membekap mulutnya menggunakan tangannya, ia segera berlari menuju wastafel kamar mandi yang ada di dalam sana. Selya melongo menatap kepergian Gava.


Selya segera menyusul Gava.


Huek... Huek...


Gava memuntahkan isi perutnya pada wastafel.


" Mas kamu kenapa?" Tanya Selya meminat pelan tengkuk Gava.


Huek...


Gava tidak menjawab pertanyaan Selya, ia merasa perutnya seperti di aduk aduk tak karuan. Keringat dingin mengucur di dahi Gava sebesar biji jagung.


Setelah mendingan, Gava membasuh mulutnya dengan air bersih lalu mengeringkannya menggunakan tisu.


" Mas kamu baik baik saja? Atau kita ke rumah sakit saja biar lebih jelas." Ujar Selya khawatir.


" Tenanglah sayang jangan khawatir! Aku...


" Bagaimana aku tidak khawatir melihatmu seperti ini Mas? Kenapa kamu bisa seperti ini?" Ujar Selya.


" Karena kamu memberinya es krim."

__ADS_1


Gava dan Selya menoleh ke belakang. Selya memutar bola matanya malas melihat wanita yang kemarin mencari perhatian Gava.


" Sebagai istri apa kamu tidak tahu kalau Gava tidak suka es krim? Dia akan muntah seperti ini jika di paksa makan es krim." Ucap Gita.


Selya menatap Gava sambil mengerutkan keningnya karena ia benar benar tidak tahu apa-apa.


" Tidak apa apa sayang, tidak masalah kalau kamu tidak tahu karena memang aku yang tidak memberitahumu." Ucap Gava.


" Kenapa kau tidak memberitahunya Gava? Jika kau menganggap istrimu ini istimewa harusnya kamu memberi tahu semuanya pada istrimu. Apa yang kamu suka dan apa yang tidak kamu suka." Ucap Gita.


" Terus kamu berpikir kalau aku bukan wanita istimewa di hati Mas Gava begitu?" Sahut Selya menatap Gita dengan tajam.


" Mungkin saja."


" Gita." Ucap Gava.


" Pemikiranmu itu salah nona Gita, alasan kenapa Mas Gava tidak memberitahu karena dia tidak mau membuatku bersedih ataupun kecewa. Buktinya demi cintanya padaku dia sampai mau menuruti keinginanku. Dia rela memakan sesuatu yang membuatnya jijik hanya demi membuat aku senang." Ucap Selya menohok hati Gita.


" Apa Mas Gava pernah melakukan hal seperti ini padamu?" Sambung Selya.


Gita tidak bergeming, ia mengepalkan erat tangannya.


" Aku rasa anda tidak punya jawaban nona Gita karena memang anda bukan orang istimewa dalam hidup Mas Gava. Anda hanya temannya semasa sekolah dasar dulu, sedangkan aku wanita masa depannya. Jadi aku harap anda tidak akan mengganggu suamiku lagi karena jika sampai itu terjadi, anda akan tahu apa yang bisa aku lakukan kepada anda nona Gita." Ucap Selya penuh penekanan.


" Oh ya, bagaimana dengan penyakit asma anda? Apa sudah sembuh sehingga anda bisa berjalan jalan kemari? Menurut yang aku dengar sih kalau asma kambuh, butuh waktu berhari hari untuk memulihkannya." Sinis Selya.


" Sayang ayo kita pulang!" Ucap Gava tidak mau membuat masalah di sini.


" Baiklah ayo Mas." Sahut Selya.


Gava menggandeng tangan Selya meninggalkan Gita yang merasa kesal dengan sikap Selya.


" Awas kau Selya." Geram Gita meninggalkan kedai itu.


Gava melajukan mobilnya menuju rumahnya. Di dalam perjalanan ia terus menggenggam tangan Selya seolah enggan terpisahkan.


" Aku tidak menyangka jika kau bisa bersikap galak juga." Ucap Gava menatap Selya sekilas.


" Seperti seekor bunglon yang akan berubah wujud jika merasa terancam Mas. Itu juga yang sedang aku coba lakukan saat ini. Aku tidak akan membiarkan para pelakor mendekatimu. Demi anakku mulai sekarang aku harus menjagamu dari para pelakor itu Mas. Aku tidak mau sampai Mas tergoda dengan mereka." Ucap Selya.


" Ha ha ha baiklah sayang, kau memang harus melakukan itu. Tapi satu hal yang harus kamu tahu kalau aku hanya mencintaimu dan hanya tergoda denganmu bukan yang lainnya." Ucap Gava mencium punggung tangan Selya.


" Aku percaya padamu Mas." Sahut Selya tersenyum.


" Ya Tuhan terima kasih Engkau telah memberikan wanita terbaik menjadi pendamping hidupku. Aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan cinta dan ketulusannya. Semoga kami slealu di lindungi dari orang orang yang berniat memisahkan kami. Semoga kami selalu hidup bahagia. Amin." Ucap Gava dalam hati.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2