KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
HAPPY WEDDING DAY


__ADS_3

Hari ini tiba hari pernikahan kedua Divya. Kali ini ia menikah dengan ayah dari bayi yang di kandungnya yaitu Alexo Guardian. Pernikahan kali ini tidak semewah pernikahan pertama Divya, dengan alasan Divya malu menikah lagi setelah perceraiannya yang baru beberapa hari akhirnya pernikahan di langsungkan secara sederhana. Mereka hanya mengundang kerabat dekat saja. Bahkan keluarga besar Mahardika hanya beberapa saja yang datang. Alex tidak mempermasalahkan itu, baginya yang penting Divya sah menjadi istrinya.


" Saya terima nikah dan kawinnya Divya Mahardika binti Gavin Mahardika dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai." Ucap Alex lantang.


" Bagaimana saksi?" Tanya penghulu.


" Sah." Sahut kedua saksi.


" Alhamdulillah." Ucap semua orang.


Divya mencium punggung tangan Alex sedangkan Alex mencium kening Divya dengan lembut. Ada gelenyar aneh yang merambat di hati Divya. Hatinya merasa hangat mendapat ciuman dari Alex. Setelah itu keduanya saling bertukar cincin. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka berdua.


" Selamat sayang, semoga pernikahanmu kali ini membawa kebahagiaan untukmu selamanya." Ucap nyonya Vania mencium kening putrinya.


" Amin, terima kasih Ma." Ucap Divya.


" Ingat pesan Mama! Jadikan kegagalanmu sebelumnya menjadi pelajaran untukmu. Jadilah istri yang baik untuk suamimu, jaga dan cintai dia seperti Mama mencintai papamu selama ini. Jangan pernah ada perpisahan lagi! Apalagi ada anak di antara kalian, jangan biarkan anak kalian menanggung akibatnya." Tutur nyonya Vania mengingatkan Divya.


" InsyaAllah Ma, aku akan melakukan yang terbaik untuk pernikahan kami." Sahut Divya.


" Itu baru anak Mama." Ucap nyonya Vania mengelus pipi Divya.


Nyonya Vania beralih menatap Alex.


" Mama titip Divi, jaga dia baik baik." Ucap nyonya Vania.


" Tentu Ma." Sahut Alex.


Anggota keluarga lainnya saling bergantian mengucapkan selamat dan doa terbaik untuk kehidupan mereka berdua. Sampai pada giliran Damian yang mengucapkan selamat untuk mereka.


Nampak Damian menatap Divya dengan mata berkaca kaca. Ia tak kuasa menahan sesak di dadanya melihat wanita yang masih sangat ia cintai bersanding dengan pria lain. Tiba tiba...


Grep...


Damian menarik Divya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


" Divi." Lirih Damian memejamkan matanya menahan sesuatu yang membuncah di dalam hatinya.


" Divi maafkan aku! Aku menyesal telah menghancurkan kebahagiaan kita. Aku sangat menyesal Divi. Seandainya aku bisa memutar waktu kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan itu Divi." Ucap Damian sekuat mungkin menahan air mata yang siap menetes di pipinya.


" Semua sudah berlalu Damian, tidak ada gunanya di sesali. Jalani hidupmu dengan lebih baik lagi. Maafkan aku yang tidak bisa menerimamu dalam hidupku lagi. Aku akan berusaha mengobati luka dalam hatiku agar aku tidak terlarut dalam kesedihan ini. Sudah waktunya kita hidup bahagia. Kau dan aku harus hidup bahagia mesti tidak bisa bersama sama lagi." Ucap Divya.


Damian melepas pelukannya. Ia menatap Divya dengan tatapan penuh cinta. Tidak ada yang berubah, tatapan Damian masih sama seperti saat mereka pertama kali bertemu dulu.


" Apa aku boleh menganggap anakmu sebagai anakku?" Tanya Damian membuat Alex dan Divya terkejut. Divya menatap Alex sekilas lalu kembali menatap Damian.


" Maaf Damian aku tidak bisa memberikan hak itu padamu. Aku tidak mau terikat hubungan apapun denganmu lagi. Anak ini milik Mas Alex, dan hanya dia yang berhak memilikinya. Maafkan aku! Setelah hari ini jangan pernah temui aku lagi! Kau sendiri yang memilih jalan lain hingga membuat kita melangkah di jalan yang berbeda." Ucap Divya membuat hati Damian mencelos.


" Baiklah maafkan aku! Aku berjanji tidak akan menemuimu lagi setelah ini." Ucap Damian.


" Tapi aku akan menemuimu dengan identitas yang berbeda. Aku akan mengambilmu kembali dari Alex. Aku tidak akan pernah merelakan kamu dengan pria lain. Tunggu aku Divi! Aku pasti akan kembali." Batin Damian.


" Selamat tinggal Divi, aku pergi." Ucap Damian berlalu dari sana.


Divya menatap punggung Damian, ada rasa khawatir dalam hatinya. Ia khawatir jika Damian melakukan hal yang tidak di inginkan. Ia khawatir terjadi hal buruk pada Damian. Bagaimanapun ia pernah sangat mencintai pria itu.


" Apa kau menyesali ucapanmu yang memintanya untuk tidak menemuimu lagi?"


" Apa yang kau bicarakan Mas, bukan seperti itu. Entah mengapa aku merasa akan terjadi hal buruk pada Damian. Tapi aku tidak tahu apa itu. Hatiku tiba tiba gelisah saat mendengar ucapan terakhirnya." Ujar Divya.


" Berdoa saja semoga dia baik baik saja. Dan ya... Jangan bersedih di hari bahagia kita atau orang orang akan menganggap pernikahan kita terjadi karena keterpaksaan saja. Mas tidak mau sampai itu terjadi." Ucap Alex.


" Maaf." Ucap Divya.


Selesai acara membawa Divya ke rumahnya. Rumah mewah yang terletak di tepi jalan raya tak jauh dari alun alun kota. Divya tidak menyangka jika Alex memiliki rumah ini. Ia mengira jika Alex tinggal di club yang pernah ia kunjungi.


Alex menggandeng tangan Divya masuk ke dalam rumahnya.


" Maaf ya tidak ada penyambutan di sini, karena Mas tidak punya siapa siapa. Selama ini Mas hidup sendiri." Ucap Alex menghentikan langkah Divya.


" Mas Al tidak punya siapa siapa? Lalu rumah sebesar ini hanya Mas yang menghuninya?" Tanya Divya heran.

__ADS_1


" Tidak, Mas baru membeli rumah ini kemarin. Selama ini Mas tinggal di club, dan rumah ini Mas beli sebagai hadiah pernikahan kita, untuk anak kita nanti. Selama ini Mas memimpikan punya rumah besar setelah menikah, supaya anak anak kita nanti bisa bermain dengan leluasa tanpa mengeluh kalau rumahnya sempit." Ucap Alex menatap Divya.


" Mas bahkan sudah mempersiapkan semuanya, terima kasih telah berusaha menjadi ayah yang baik. Anak kita pasti bangga memiliki ayah sepertimu." Ucap Divya mengelus perut ratanya.


" Bagaimana denganmu? Apa kau bangga atau sekedar senang memiliki suami seperti Mas?" Tanya Alex.


Divya nampak sedang berpikir. Jawaban apa yang akan ia berikan kepada Alex.


" Jawab jujur! Walaupun itu menyakitkan setidaknya Mas tahu apa yang ada di dalam hatimu." Ucap Alex.


" Jujur aku senang menikah dengan Mas Al, dan aku harap rasa senang di dalam hatiku bisa berubah menjadi kebahagiaan. Aku akan berusaha menerima dan mencintai Mas Al sepenuh hatiku. Bukan karena anak ini, tapi untuk diriku sendiri." Ucap Divya.


Alexa tersenyum bahagia mendengar ucapan Divya.


" Mas sangat bahagia hanya mendengar niatmu ini sayang. Semoga kita bahagia dengan saling mengisi dan menerima kekurangan satu sama lain. Mas mencintaimu." Ucap Alex mencium kening Divya.


" Sekarang ayo kita lihat kamar anak kita!" Ucap Alex.


" Kamar anak kita?" Tanya Divya mengerutkan keningnya.


" Iya, Mas sudah menyiapkannya. Mau lihat seperti apa kamarnya?" Tanya Alex di balas anggukkan kepala oleh Divya.


" Ayo!" Alex menggandeng Divya menuju kamar yang akan menjadi kamar anak mereka kelak.


Divya merasa senang melihat sikap antusias Alex dalam menanti kelahiran anak mereka.


Mereka masuk ke kamar bernuansa biru laut. Ada banyak mainan di dalam almari yang ada di sana. Ada beberapa macam mobil mobilan, robot robotan bahkan ada boneka dengan berbagai karakter.


" Mas bagaimana kamu bisa menyiapkan semua ini?" Tanya Divya tidak percaya.


" Mas tidak tahu apa jenis kelamin anak kita nanti, makanya Mas menyiapkan mainan anak laki laki sama perempuan. Syukur syukur nanti kalau anak kita kembar sepasang. Mas punya keturunan kembar sayang." Ujar Alex.


Divya membulatkan matanya menatap Alex.


" Sepertinya bukan hal buruk kalau kita punya anak kembar Mas. Terima kasih untuk kebahagiaan di hati pertama ini." Ucap Divya memeluk Alex tanpa sadar.

__ADS_1


" Sama sama sayang, apapun akan Mas lakukan untukmu dan anak kita." Ucap Alex mencium pucuk kepala Divya.


TBC....


__ADS_2