
Dengan lesu Damian pulang ke rumahnya. Saat ia melewati pos satpam, pak satpam menghentikannya.
" Maaf Tuan Damian, anda tidak bisa masuk ke sana karena rumah ini sudah berpindah tangan. Barang barang anda ada di pos." Ucap satpam menunjuk dia koper besar berisikan barang barang Damian.
" Maksud Bapak rumah ini sudah di jual oleh istri saya?" Tanya Damian memastikan.
" Iya Tuan, untuk itu anda di minta pergi dari sini." Sahutnya.
Perih... Sakit dan kecewa menjadi satu. Divya membuangnya menjadi seorang gelandang@n dalam sekejap. Hal ini lebih menyakitkan di bandingkan dengan Divya memukulnya atau membunuhnya sekalipun.
" Dan ya, kami ada titipan dari nona Divya untuk anda." Ucap satpam masuk ke pos. Ia membawa sebuah stopmap lalu memberikannya pada Damian.
" Ini Tuan, mohon di baca dengan teliti!" Ucap satpam.
Damian membukanya, selembar kertas berlogo perusahaan yang selama ini ia pimpin. Damian menghela nafasnya saat membaca kertas tersebut. Surat pemberhentian dari perusahaan DM Group.
" Aku benar benar menjadi gelandang@n sekarang, Divya tidak segan segan mendepakku dari kehidupannya. Begitu dalamkah luka yang aku torehkan di hatinya sehingga ia tega melakukan semua ini padaku?" Gumam Damian.
Damian menyeret dua kopernya menuju jalan raya untuk mencari taksi. Tanpa ia sadari sedari tadi Divya memperhatikannya dari kaca jendela kamarnya. Tak terasa air mata menetes begitu saja di pipinya.
" Maafkan aku Damian! Aku harus melakukan ini untuk membalas rasa sakit di dalam hatiku. Aku berpikir aku akan bahagia melihatmu menderita seperti ini. Tapi setelah tujuanku tercapai, aku tidak merasa bahagia. Bahkan melihatmu seperti itu membuat hatiku sakit. Hiks... " Tubuh Divya luruh ke lantai. Ia menundukkan kepalanya di sela sela lututnya.
" Hiks... Hiks... Andai saja kau tidak mengkhianatiku, kita tidak akan terpisah seperti ini Damian. Kita pasti hidup bahagia seperti yang kita jalani selama ini. Andai saja hatiku bisa lapang untuk memaafkanmu, andai saja kau lebih memilih aku dan tidak menemui wanita itu, semuanya tidak akan berakhir menyakitkan seperti ini. Aku akui di dalam hati ini masih tersimpan cinta untukmu bukan orang lain. Tapi hati ini menolak untuk tetap bersamamu. Maafkan aku hiks... Ya Tuhan.. Kenapa rasanya sesakit ini? Hiks.." Isak Divya meluapkan isi hatinya.
Tanpa Divya sadari Alex melihatnya dari tadi di balik pintu, ia masuk ke dalam menghampirinya dengan langkah pelan hingga tidak menimbulkan suara.
" Kalau masih sayang kejar! Turuti kata hatimu bukan egomu." Ucap Alex sontak membuat Divya kaget.
Divya mendongak menatap Alex, ia segera mengusap air matanya.
" Kamu belum pulang?" Tanya Divya
" Bagaimana Mas bisa meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini? Mas tahu semua ini pasti akan terjadi, kau masih menyimpan perasaan untuknya. Lalu kenapa kau menceraikannya? Untuk membuatnya kapok begitu? Kau sengaja balas dendam tapi kau sendiri yang terluka. Apa Mas perlu membantumu kembali padanya? Mas tidak sanggup melihatmu seperti ini sayang." Ucap Alex menangkup wajah Divya.
__ADS_1
" Hiks... hiks... " Divya semakin terisak. Alex menarik tubuh Divya ke dalam pelukannya.
" Hari ini Mas mengijinkan kamu menangis, tapi setelah ini kau tidak boleh lagi menangisi pria itu. Ingatlah pengkhianatan yang dia lakukan padamu! Dia pantas mendapatkan semua ini darimu Divi. Lupakan dia! Mas siap menjadi pelarian, siapa tahu dengan begitu Mas bisa menjadi pelabuhan terakhirmu." Ucap Alex mengelus kepala Divya. Ia tidak sanggup melihat wanita yang sudah mencuri hatinya ini rapuh.
" Atau kau mau kembali padanya? Mas akan membantumu. Apapun akan Mas lakukan untuk kebahagiaanmu." Ucap Alex meskipun dalam hatinya sangat berharap Divya menolaknya. Menolak untuk kembali pada Damian.
" Tidak Mas, aku tidak mau kembali padanya. Aku membencinya karena dia telah mengkhianatiku. Dia telah melukai hatiku dan membuatku terpaksa bersikap seperti wanita murahan yang merayumu untuk membalasnya."
" Sttt." Alex meletakkan telunjuknya di bibir Divya.
" Jangan pernah berbicara seperti itu! Apalagi berpikir seperti itu! Kau wanita baik baik, bukan kau buang merayu Mas tapi Mas yang tergila gila padamu. Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Mas lah yang salah malam itu karena Mas membawamu ke kamar Mas. Mas mohon jangan merendahkan dirimu lagi." Ucap Alex.
Divya kembali memeluk Alex. Entah mengapa pelukan Alex terasa begitu nyaman dan hangat. Hatinya menjadi sedikit tenang.
" Apa sudah mendingan? Sudah tidak terlalu sedih lagi?" Tanya Alex menangkup wajah Divya. Divya menganggukkan kepalanya.
" Mas akan buatkan cokelat hangat untukmu. Kau tunggu di sini! Dan ingat! Jangan menangis lagi! Kecantikanmu akan hilang kalau kau menangis, so tersenyumlah biar kelihatan makin cantik. Biar Mas semakin tertarik." Ucap Alex membuat Divya terkekeh.
" Genit." Ucap Divya.
" Bukan genit sayang, tapi lagi mencoba merayumu. Siapa tahu kamu tertarik dengan Mas. Terus bilang gini... "
" Mas culik aku donk!" Ucap Alex membuat Divya tertawa dengan suara seraknya.
" Tuh kan jadi tertawa, Mas seneng banget lihatnya. Tawamu adalah kebahagiaan untuk Mas sayang." Ucap Alex membuat Divya terharu.
" Jangan buat aku baper deh!" Ucap Divya menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
" Eh kenapa di tutup gitu, Mas jadi nggak lihat wajah cantikmu." Ucap Alex menjauhkan tangan Divya dari wajahnya.
" Apaan sih Mas." Ucap Divya.
" Biar kelihatan cantiknya." Sahut Alex.
__ADS_1
" Tapi bukan karena kecantikanmu Mas mencintaimu, tapi karena sifat dan kebaikan hatimu." Ucap Alex.
" Gombal, memangnya tahu darimana kalau aku baik hati? Kalau aku baik hati aku pasti bisa memaafkan Damian dan masih bertahan di sampingnya, buktinya aku tidak bi... " Divya menjeda ucapannya. Ia kembali merasa sedih mengingat semua itu.
" Tidak perlu di bahas jika akan membuatmu sakit hati. Mas akan buatkan cokelat panas untukmu." Ucap Alex keluar kamar Divya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Damian menyeret kopernya dengan langkah lunglai masuk ke dalam rumah orang tuanya.
" Damian apa yang terjadi Nak?" Tanya bu Rosi menghampiri Damian.
" Semua sudah berakhir Bu. Aku dan Divya akhirnya berpisah." Sahut Damian membuat bu Rosi terkejut.
" Kau membuat kesalahan lagi? Kau pasti masih sering menemui wanita itu kan? Itu sebabnya Divya marah padamu dan menceraikanmu." Tebak bu Rosi.
" Iya Bu, kau benar. Aku melakukan kesalahan yang sangat besar dengan mengkhianati Divya. Aku menyesal Bu. Aku sangat menyesal." Ujar Damian.
" Apa hubungan kalian tidak bisa di perbaiki?" Tanya Bu Rosi.
" Tidak.. Divya sudah tidak mencintaiku lagi. Mau di paksa seperti apa kamu tidak akan hidup bahagia Bu." Sahut Damian berlalu dari sana.
Bu Rosi menatap iba pada Damian.
" Aku harus melakukan sesuatu."
Kira kira apa hayo yang akan di lakukan oleh Bu Rosi?
Kasih kopi atau mawar yang banyak buat author dulu...
Terima kasih...
TBC...
__ADS_1