KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Pagi ini Divya dan Alex sedang bermalas malasan di atas ranjang. Divya duduk bersandar pada headboard sambil mengelus kepala Alex yang saat ini sedang memeluk pinggang Divya sambil menempelkan telinga ke perut Divya.


" Sayang apa perutmu sudah tidak sakit lagi?" Tanya Alex.


" Tidak Mas." Sahut Divya.


" Alhamdulillah syukurlah sayang, semoga anak kita sehat dan tumbuh dengan baik." Ujar Alex mengelus perut Divya.


" Amin... Semoga kali ini aku bisa melahirkan anak kita dengan selamat Mas. Semoga kelak anak kita selalu sehat di dalam dan setelah dia lahir nanti. Aku tidak mau kehilangan dia lagi. Aku ingin merawatnya dan memberikan dia yang terbaik dengan menjadi ibu yang baik untuknya." Ucap Divya.


" Amin.. Kamu pasti bisa sayang karena memang kamu yang terbaik dari yang baik. Kita berdoa saja pada Tuhan semoga anak kita dan kamu selalu dalam lindunganNya." Sahut Alex.


" Amin." Sahut Divya.


Ales kembali memeluk Divya, sesekali ia menciumi perut Divya dengan lembut.


" Kira kira anak kita laki laki apa perempuan ya." Ujar Alex.


" Kalau laki laki Mas harus menjadikannya pria yang bertanggung jawab dan setia seperti Mas. Kalau perempuan aku akan mengajarinya menjadi wanita sholehah yang pandai mengurus keluarganya agar dia tidak di tinggalkan seperti yang aku alami."


Deg...


Jantung Alex terasa berhenti berdetak.


" Apa kamu menyesal karena Damian telah meninggalkanmu?" Selidik Alex.


" Bukan... Bukan Damian yang meninggalkanmu tapi kamu sendiri yang pergi darinya. Bukankah Damian sudah meminta maaf dan tidak mau berpisah darimu saat itu? Tapi kau lebih memilih mengandung anakku daripada kembali pada Damian." Ujar Alex merasa cemburu.


" Maaf Mas jika aku salah bicara. Aku tidak bermaksud membuat Mas Al kesal seperti ini." Ucap Divya membuat Alex sadar jika ia salah bicara.


" Ah maaf sayang, Mas terbawa emosi." Ucap Alex duduk di samping Divya.


" Sekali lagi Mas minta maaf." Ucap Alex mencium pipi Divya.


" Mas Al tidak bersalah, akulah yang bersalah. Aku asal bicara tadi, aku hanya tidak mau putriku merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan sebelum bertemu denganmu Mas. Aku merasa trauma akan hal itu. Selama ini aku merasa menjadi wanita sempurna. Aku punya segalanya, harta, tahta, suami yang sangat mencintaiku dan keluarga yang menyayangiku. Tapi karena kesombonganku itu membuatku lupa jika satu hal yang tidak aku punya. Yaitu kesetiaan dari suamiku. Aku tidak pernah menyangka jika aku akan menjadi wanita yang menyedihkan, wanita yang di khianati oleh suami yang sangat aku cintai. Aku akan menjadikan semua itu pelajaran untukku dan putriku nanti." Ujar Divya.


" Baiklah sekarang jangan bersedih lagi sayang! Kita lupakan hal yang menyakitkan itu. Sekarang hanya akan ada kebahagiaan untuk keluarga kita ke depannya." Ucap Alex merangkul pundak Divya. Ia merutuki kebodohannya karena telah membuat Divya merasa bersalah.


" Iya Mas, aku selalu berdoa untuk hal itu." Sahut Divya.


Alex mengusap kepala Divya dengan lembut, sesekali ia mencium kening Divya.


Tidak jauh berbeda dengan pasangan Gava dan Selya. Saat ini di kamar Gava, Selya sedang memakaikan dasi pada leher Gava. Gava terus memandang wajah cantik istrinya. Tiba tiba Gava menarik pinggang Selya hingga mengikis jarak keduanya.


" Mas." Ucap Selya mendongak menatap Gava.


" Apa istriku yang cantik?" Goda Gava sambil mengelus pipi Selya.

__ADS_1


" Memangnya Mas punya istri yang jelek begitu?" Tanya Selya membalas menggoda Gava.


" Punya nggak ya... " Gava menjeda ucapannya.


" Wah jangan jangan Mas punya nih. Atau jangan jangan sekretaris ganjen Mas itu Mas jadikan istri Mas juga." Ujar Selya.


" Emang dia jelek? Dia cantik kok." Sahut Gava.


Selya melongo mendengarnya.


" Iya Mas benar, dia cantik." Sahut Selya.


Selya duduk di tepi ranjang menampakkan muka sedihnya.


" Sayang jangan bersedih donk! Mas hanya bercanda saja." Ujar Gava duduk di samping Selya.


Selya tidak bergeming.


" Sayang please jangan marah!" Ucap Gava menggenggam tangan Selya.


" Istri mana yang tidak marah jika suaminya menyanjung wanita lain Mas. Mas mengatakan jika sekretaris Mas cantik di depan istri Mas sendiri. Mas tidak menjaga perasaanku sama sekali." Ujar Selya.


" Iya sayang Mas salah. Maafkan Mas ya! Kalau boleh jujur, kamu tetap jauh lebih cantik darinya. Kamu tidak hanya cantik wajahnya tapi kamu juga cantik hatinya. Mas bangga memiliki istri sepertimu sayang." Ucap Gava menarik Selya ke dalam pelukannya.


" Nggak usah merayu Mas! Aku tidak akan tertipu dengan rayuanmu." Ujar Selya.


" Ya sudah sekarang kita turun ke bawah, papa sama mama pasti sudah menunggu kita Mas." Ujar Selya.


" Sudah nggak marah lagi?" Tanya Gava memastikan.


" Tidak, aku tidak bisa marah sama kamu Mas." Sahut Selya melempar senyumannya.


" Terima kasih sayang." Ucap Gava.


" Sama sama Mas." Sahut Selya.


Gava menggandeng tangan Selya, mereka turun ke bawah menuju meja makan dimana dia ana sudah ada nyonya Vania dan tuan Gavin.


" Pagi Ma, Pa." Sapa Gava dan Selya bersamaan.


" Pagi sayang." Sahut tuan Gavin dan nyonya Vania.


Dengan sigap Selya segera mengambilkan makanan untuk Gava. Ia meletakkan sepiring makanan di depan Gava.


" Terima kasih sayang." Ucap Gava.


" Sama sama Mas." Sahut Selya.

__ADS_1


Selua mengambil makanan untuk dirinya sendiri, mereka berempat memulai acara sarapan pagi ini dengan berdoa bersama.


" Sely nanti Mama mau ke rumah Divi, apa kamu mau ikut?" Tanya nyonya Vania menatap Selya.


Selya menatap Gava sebelum menjawabnya.


" Ikut saja tidak apa apa, kata Alex Divi sedang sakit. Nanti sepulang dari kantor aku akan menjemputmu." Sahut Gava seolah tahu apa maksud Selya.


" Baiklah Ma, aku ikut." Sahut Selya.


Selesai sarapan Selya dan nyonya Vania segera menuju rumah Divya. Lima belas menit mereka sampai di kediaman Divya dan Alex. Mereka turun dari mobil lalu menghampiri pintu rumah Divya.


Ting tong...


Nyonya Vania menekan bel rumah Divya. Tak lama Alex membuka pintunya.


" Mama, Sely." Ucap Alex.


" Pagi A.. Alex." Ucap Selya kaku.


" Pagi, silahkan masuk!" Ucap Alex.


" Dimana Divi? Apa keadaanya sudah mendingan?" Tanya nyonya Vania sambil berjalan masuk ke dalam.


" Ada di kamarnya Ma, kondisinya sudah jauh lebih baik dari kemarin." Sahut Alex.


" Kita langsung ke kamar saja Ma." Sambung Alex.


Mereka bertiga menaiki anak tangga menuju kamar Divya.


" Sayang Mama sama kakak ipar datang." Ucap Alex masuk ke kamarnya.


" Mama, kak Sely." Ucap Divya.


" Halo sayang, bagaimana kabarmu hmm?" Tanya nyonya Vania duduk serong di tepi ranjang.


" Alhamdulillah aku baik baik saja, kemarin yang tidak baik baik saja cucu Mama." Sahut Divya membuat Mama dan kakak iparnya terkejut.


" Cucu mama?" Ucap nyonya Vania dan Selya bersamaan.


Mereka saling melempar pandangan lalu kembali menatap Divya.


" Maksud kamu, kamu sedang hamil?" Tanya nyonya Vania memastikan.


" Iya Ma."


" Alhamdulillah."

__ADS_1


TBC....


__ADS_2