KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
DIKUNJUNGI mantan MERTUA


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu saja, Divya dan Alex sudah kembali ke rumah mereka. Ingatan Divya semakin hari semakin membaik. Proses hukum Damian sedang berjalan, Divya dan Alex di minta untuk mengumpulkan bukti bukti untuk menguatkan kejahatan Damian.


Pagi ini Divya kedatangan kedua mantan mertuanya, yaitu pak Rudi dan ibu Rosi. Mereka duduk di sofa ruang tamu menunggu Divya turun dari kamarnya.


Tap tap tap...


Bu Rosi menoleh ke arah tangga, ia menatap Divya yang sedang menuruni anak tangga di dampingi oleh Alex.


" Divi." Bu Rosi langsung menghampiri Divya lalu memeluknya.


" Divi kamu baik baik saja Nak?" Tanya bu Rosi menangkup wajah Divya.


Divya menatap bu Rosi dengan tatapan intens, ia mencoba mengingat siapa wanita paruh baya yang berada di depannya.


" Bu Rosi adalah ibunya Damian sayang, ibu mertua kamu." Ucap Alex.


Divya menoleh ke arah Alex lalu kembali menatap bu Rosi. Bayang bayang bu Rosi saat meminta Divya untuk memaafkan Damian terlintas dalam ingatannya.


" I.. Ibu." Ucap Divi.


Bu Rosi tersenyum senang mengetahui Divya telah mengingatnya.


" Maafkan ibu yang tidak tahu menahu soal keadaanmu sayang. Ibu baru tahu kemarin saat Damian menelepon Ibu. Ibu juga baru tahu apa yang telah Damian lakukan padamu Nak. Maafkan Ibu dan ayahmu Nak." Ucap bu Rosi.


" Tidak apa apa ibu, silahkan duduk!" Ucap Divya.


Divya, Alex dan bu Rosi duduk di sofa, Divya menyalami pak Rudi seperti saat masih menjadi mertuanya dulu.


" Lama tidak bertemu tuan Rudi, kenapa tidak pernah mengunjungi Divya lagi?" Tanya Alex menatap pak Rudi.


" Kami terlalu malu untuk bertemu dengan Divya, saat ini saja kalau ibunya Damian tidak memaksa ke sini karena ingin melihat Divya, kami tidak akan sampai sini." Sahut pak Rudi.


" Kenapa mesti malu Ayah? Ayah dan ibu tidak bersalah kan? Aku juga tidak membenci kalian berdua." Ujar Divya.

__ADS_1


" Apa benar kalian tidak tahu menahu masalah Damian yang mengubah identitasnya? Atau kalian terlibat di dalam rencananya." Selidik Alex.


" Jujur kami tidak tahu apa apa nak Alex. Kami memang memberitahu Damian soal orang tua kandungnya, dan kami memintanya untuk menemuinya dengan harapan jika Divya tahu kalau Damian bukan orang miskin, Divya tidak jadi menceraikannya. Tapi ternyata harapan kami sia sia." Terang bu Rosi.


" Setelah berpisah dari Divya, Damian pamit ingin menemui orang tuanya di negaranya tapi kami mendapat kabar jika mobil Damian mengalami kecelakaan. Kami tidak menyangka jika Damian tega membohongi kami. Seandainya kami tahu Damian menemui Divya dengan wajah barunya,


dan mencukik Divya, kami pasti akan menghentikannya. Apalagi sampai membuat Divya kecelakaan dan kehilangan ingatannya. Kami pasti akan menghukum Damian nak Alex."


" Kami menganggap Divya sebagai putri kami sendiri, walaupun Damian putra kami tapi kami tidak rela jika dia menyakiti putri kami satu satunya." Ujar bu Rosi menatap Divya.


" Kami pernah meminta Divya untuk memaafkan Damian, tapi kali ini kami tidak akan melakukannya lagi. Kami akan membiarkan Damian menebus kesalahannya dengan berada di penjara. Kami justru ingin meminta maaf kepada Divya karena kami telah gagal mendidik Damian untuk menjadi orang yang baik." Sambung bu Rosi.


" Ibu, kalian tidak perlu meminta maaf padaku karena kalian tidak bersalah, lagian semuanya sudah berlalu Ibu. Mari kita lupakan kesedihan yang pernah menimpa kita. Damian sudah di hukum atas kesalahannya. Jadi tidak perlu di pikirkan lagi." Ucap Divya.


" Terima kasih Nak, kau memang wanita yang baik." Sahut bu Rosi.


" Ibu, kata Mas Al wajah Damian berbeda dari sebelumnya. Bagaimana reaksi ibu saat pertama kali melihatnya?" Tanya Divya.


" Ibu kaget Nak. Ibu sempat tidak percaya kalau dia Damian yang ibu besarkan selama ini. Tapi setelah dia menunjukkan tanda lahir di punggungnya Ibu baru percaya. Damian yang sekarang lebih tampan dari sebelumnya, tampilannya juga sangat jauh berbeda. Maklumlah Damian yang sekarang Damian yang beruang, tidak seperti dulu yang tidak punya apa apa." Ujar bu Rosi.


Bu Rosi dan tuan Rudi saling melempar tatapan.


" Ibu, kau menganggap aku sebagai putrimu kan? Apa antara ibu dan anak harus ada rahasia?" Ujar Divya.


" Damian sengaja di sembunyikan karena beberapa alasan yang kami sendiri tidak tahu Nak. Damian memberitahu Ibu, setelah ia menemui orang tua kandungnya, ia di minta untuk segera pergi dengan alasan keselamatan. Ibu juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Damian. Hal itu juga menjadi salah satu alasan Damian mengubah wajahnya dan kembali ke sini. Kedua orang tuanya khawatir ada orang yang akan mencelakai Damian karena wajah lamanya, katanya." Jelas bu Rosi.


Divya nampak menganggukkan kepalanya.


" Baiklah biar itu menjadi urusan Damian, Ibu tidak perlu memikirkannya atau Ibu akan sakit nanti." Ujar Divya.


" Iya sayang." Sahut bu Rosi.


" Kata Damian besok sidang tuntutan yang di ajukan Jaksa penuntut umum padanya, apa kau akan hadir di sana Nak?" Tanya pak Rudi.

__ADS_1


" InsyaAllah aku ke sana Yah, aku akan memberi dukungan kepada Damian agar dia tidak merasa sendirian Yah. Bagaimanapun ini semua terjadi karena diriku. Kalau saja aku bisa memaafkannya dulu semua ini pasti tidak akan terjadi." Sahut Divya.


" Biarkan pengalaman ini menjadi pelajaran untuknya Nak, dia sudah melakukan hal di luar batas kepadamu. Ibu menjadi kesal padanya." Ujar bu Rosi. Divya tersenyum mendengar semua itu.


Mereka berbincang hingga jam sebelas siang. Setelah kedua mantan mertuanya pulang, Alex membawa Divya kembali ke kamarnya.


" Istirahatlah sayang! Mas akan membangunkanmu saat makan siang nanti." Ucap Alex membantu Divya berbarinh di atas ranjang.


" Peluk." Ucap Divya manja.


" Hmm manjanya istri Mas satu ini." Alex naik ke atas ranjang berbaring di samping Divya.


" Emangnya istri Mas ada berapa? Kenapa bilangnya yang satu ini? Memang ada yang kedua? Atau malah ketiga?" Tanya Divya menatap Alex.


" Ya ada." Sahut Alex.


" Apa?" Pekik Divya.


" Yang ke satu Divya, kedua Divya dan ketiga Divya. Bahkan yang terakhir juga Divya. Karena hidup Mas hanya ada Divya Divya dan Divya saja tidak ada yang lain." Sahut Alex mencubit pelan hidung Divya.


" Divya mana yang Mas maksud?" Tanya Divya.


" Divya Mahardika yang sekarang menjadi Divya Alexo. Dan orang itu adalah kamu sayang." Ucap Alex memeluk Divya.


Divya membalas pelukan Alex, ia menyusupkan wajahnya ke dada bidang suaminya.


" Mas mencintaimu sayang." Alex mencium pucuk kepala Divya.


" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Divya.


" Semoga setelah badai ini kita akan hidup bahagia sayang, kau akan kembali mengandung anak Mas dan kita akan hidup bersama selamanya." Ucap Alex.


" InsyaAllah Mas." Sahut Divya.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2