KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
GIGIT JARI


__ADS_3

Saat Alex membuka pintu ruangan tiba tiba...


Deg....


Jantung Alex berdetak sangat kencang, langit seakan runtuh, bumi terasa berhenti berputar, jantungnya terasa berhenti berdetak, tubuhnya mematung saat melihat Divya berdiri di depan pintu.


Divya menerobos masuk ke dalam, ia berjalan menghampiri Arnisa. Arnisa tersenyum sinis menatap Divya.


" Sepertinya dewi fortuna sedang memihak kepadaku, aku akan melihat adegan live pertengkaran sepasang pengantin baru. Pasti akan sangat menyenangkan." Batin Arnisa tersenyum smirk.


Grep...


Tiba tiba Alex memeluk Divya dari belakang membuat Divya sedikit terkejut.


" Sayang maafkan Mas! Mas tidak bermaksud meninggalkanmu, semalam Mas berpikir untuk pulang setelah dia tidur tapi malah Mas yang ketiduran di sini. Dia membuat keributan di club, terus dia juga melakukan percobaan bunuh diri. Mas membawanya ke sini tapi saat Mas mau pulang dia meminta Mas untuk menemani sampai dia tidur. Tapi malah kejadiannya seperti ini, Mas malah tida pulang ke rumah dan tidur di sini. Mas juga mau mengabarimu tapi ponsel Mas entah jatuh dimana. Tapi percayalah! Kamu tidak tidur bersama. Mas tidur di sofa dan kami tidak berbuat apa apa. Maafkan Mas sayang! Mas membuat kesalahan besar dengan melakukan semua ini. Maafkan Mas sayang! Mas tidak akan mengulangi kesalahan Mas lagi." Ucap Alex menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Divya. Ia benar benar takut jika Divya salah paham dan marah padanya. Ia tidak mau sampai Divya meninggalkannya seperti yang Divya lakukan pada Damian.


Divya menatap Arnisa yang menunjukkan senyum bahagia. Divya membalikkan badannya, ia menatap Alex dengan tajam.


" Kesalahan yang mana Mas?" Tanya Divya membuat Alex melongo.


" Sayang Mas meninggalkanmu sendirian di rumah demi menemani wanita lain, apa itu bukan suatu kesalahan?" Tanya Alex sambil mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti bagaimana pemikiran Divya akan hal itu.


" Ya, itu memang kesalahan." Sahut Divya.


" Tapi niat Mas membantu dia kan?" Tanya Divya di balas anggukkan kepala oleh Alex.


" Itu namanya bukan kesalahan Mas tapi itu suatu kemuliaan. Mas berhati mulia dengan membantu orang yang membutuhkan bantuan Mas. Aku tidak keberatan Mas membantu dia. Dia temanmu kan Mas? Jadi sebagai teman wajarlah kalau kalian saling membantu. Yang penting Mas tidak ada perasaan dengannya kan?" Tanya Divya menatap Alex.


" Tidak. Mas hanya membantunya saja, tidak ada maksud lain." Sahut Alex menggelengkan kepalanya. Divya tersenyum smirk melirik Arnisa yang nampak kesal.


" Mas tidak ada niat untuk menduakan aku kan?" Divya bertanya lagi.


" Itu tidak akan terjadi sayang, jangankan niat, bahkan pikiran ke sana pun Mas tidak punya. Mas hanya mencintaimu sayang, selama ini tidak ada wanita yang bisa menggetarkan hati Mas selain kamu. Pokoknya hanya kamu kamu kamu dan kamu selamanya." Sahut Alex mencium kening Divya di balas senyuman lebar oleh Divya


Berbeda dengan Arnisa, ia mengepalkan erat tangannya mendengar ucapan Alex. Ibarat kata ia kalah sebelum berperang.


" Terima kasih Mas, kalau seperti ini aku tidak takut ada pelakor yang berniat merebutmu." Ucap Divya.


" Walaupun ada ribuan pelakor Mas tidak akan tergoda olehnya, itu janji Mas padamu." Sahut Alex.

__ADS_1


" Aku akan menagih janji itu." Sahut Divya.


" Kau harus tahu dimana tempatmu calon pelakor." Ujar Divya di dalam hati.


Alex berjongkok di depan Divya. Ia mengelus perut rata Divya.


" Sayang maafkan Papa ya, semalam kamu dan mama jadi bobok sendiri." Ucap Alex membuat Arnisa membulatkan matanya. Ia tidak menyangka jika sosok pria dingin bisa bersikap hangat seperti itu.


" Ternyata Divya sedang hamil." Batin Arnisa.


Divya menghadap ke arah Arnisa.


" Halo Mbak, kenalkan aku Divi." Sapa Divya.


" Hai, aku Arnisa. Temannya Alex." Sahut Arnisa.


" Benarkah kalian berteman? Setahuku Mas Al tidak pernah dekat dengan wanita manapun, termasuk teman perempuannya." Ucap Divya membuat Arnisa kesal.


" Sialan aku pikir istrinya Alex mudah di tindas, nggak tahunya tangguh gini. Aku jadi ragu untuk bisa mengalahkannya." Batin Arnisa.


" Ya sekedar teman lama saat sekolah dulu." Ujar Arnisa.


" Kau tidak perlu khawatir, aku memiliki suami." Sahut Arnisa.


" Syukurlah kalau begitu." Sahut Divya.


" Aku turut prihatin dengan keadaanmu sekarang, tapi maaf! Aku tidak akan mengijinkan suamiku untuk membantumu lebih jauh lagi. Kau bisa mengabari keluargamu dan meminta mereka menemanimu di sini. Aku ambil kembali suamiku yang sudah kau pinjam selama semalaman. Kami pergi dulu, semoga cepat sembuh." Ucap Divya.


" Ah iya terima kasih, dan maaf telah merepotkan kalian." Ucap Arnisa.


" Aku maafkan." Sahut Divya.


" Ayo Mas kita pulang!" Ajak Divya menggandeng tangan Alex.


Mereka berdua meninggalkan ruangan Arnisa.


" Argh.. " Teriak Arnisa mengacak rambutnya.


Alex dan Divya berjalan sambil bergandengan tangan menyusuri lorong rumah sakit.

__ADS_1


" Sayang, kenapa kamu tidak marah melihat Mas bersama wanita lain? Apalagi Mas tidak memberitahumu sama sekali. Apa ini bisa Mas artikan kalau Mas tidak berarti dalam hidupmu?"


Pertanyaan Alex menghentikan langkah Divya. Divya menatap Alex begitupun sebaliknya.


" Apa aku seburuk itu di mata Mas?" Divya balik bertanya.


" Tidak sayang, Maafkan Mas." Ucap Alex pada akhirnya.


Divya menggenggam tangan Alex.


" Aku tidak marah karena aku tahu alasanmu sebelumnya Mas. Semalam aku menyusul Mas ke club dan pegawai Mas menceritakan apa yang terjadi pada Mas dan mbak Arnisa. Aku sedikit kecewa sih sama Mas, aku pikir Mas akan pulang tapi ternyata malah bermalam." Ucap Divya mengerucutkan bibirnya.


" Maaf sayang." Ucap Alex.


" Aku maafkan Mas. Aku akan berusaha menjaga hubungan kita supaya hubungan kita langgeng selamanya." Ucap Divya.


" Amin, terima kasih sayang. Mas tidak menyangka kalau kamu sampai menyusul Mas ke club." Ujar Alex.


" Aku khawatir sama Mas. Aku takut Mas kenapa napa, jadi aku menyusul aja ke sana." Sahut Divya membuat Alex tersenyum bahagia.


" Terima kasih sayang, Mas sangat senang kamu mengkhawatirkan Mas. Semoga kamu bisa mencintai Mas sepenuh hatimu." Ucap Alex mencium punggung tangan Divya.


" Aku akan berusaha Mas, oh ya aku ingin kamu berhati hati dengan mbak Arnisa Mas. Entah mengapa aku merasa dia berniat buruk pada kita. Aku tidak mau sampai dia merebutmu dariku, aku tidak mau berpisah denganmu Mas." Ujar Divya.


" Iya sayang, kamu tenang saja! Mas akan lebih berhati hati." Sahut Alex.


" Baiklah kalau begitu ayo kita pulang!" Ajak Divya.


" Iya sayang, kita mampir ke resto xx dulu ya. Mas lapar belum makan." Ujar Alex.


" Duh kasihan sekali suamiku ini, karena menunggu temannya sampai rela kelaparan begini. Sungguh kau pria yang sangat baik Mas. Aku bangga memilikimu. " Ucap Divya terkekeh.


" Duh manisnya istri Mas, Mas makin cinta deh." Ucap Alex mencubit pelan hidung Divya.


Keduanya tertawa bersama, mereka nampak sangat bahagia. Alex menggandeng Divya melanjutkan langkah mereka.


Arnisa yang mengintipnya dari jauh mengelakkan erat tangannya.


" Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia, aku akan merebut Alex darimu Divi. Selama ini aku hidup menderita bersama Arman. Kali ini tidak lagi, aku harus bisa memberontak dan mendapatkan Alex. Aku pasti akan hidup bahagia bersama pria sehangat Alex. Tunggu aku Lex, kita akan hidup bahagia bersama." Monolog Arnisa.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2