
" Aku akan bertanggung jawab Tante, Om. Aku akan menikahi Divya secepatnya." Ucap Alex.
" Tidak bisa." Ucap Tuan Gavin
Deg...
Jantung Alex dan Divya berdetak sangat kencang.
" Kenapa tidak bisa Om? Apa Om akan membiarkan Divi menanggung semua ini sendirian?" tanya Alex menatap tuan Gavin.
" Tidak Om, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Ini salah kami jadi biarkan kami berdua menanggung akibatnya. Dan aku minta maaf karena aku dan Divi membuat aib di keluarga terhormat seperti keluarga kalian." Ucap Alex.
Mendengar itu Nyonya Vania mendekati tuan Gavin.
" Mas, apa yang kau katakan? Bagaimana bisa kau tidak menyetujui hubungan ini. Putri kita akan menjadi bahan gunjingan orang Mas kalau hamil tanpa suami, aku tidak mau sampai itu terjadi." Sahut nyonya Vania menatap tuan Gavin.
" Kalian ini gimana sih? Aku ngomong belum selesai sudah di potong." Gerutu tuan Gavin.
" Jadi?" Tanya nyonya Vania.
" Aku itu mau bilang tidak bisa menolak. Jangan langsung bilang di terima, biar ada drama dramanya sedikit seperti di TV itu." Ucapan tuan Gavin membuat semua orang melongo. Mereka tidak menyangka tuan Gavin bisa bercanda seperti ini.
" Jadi Om menyetujui pernikahan kami?" Tanya Alex dengan mata berbinar.
" Mau bagaimana lagi? Om tidak mau cucu Om lahir tanpa seorang ayah di sampingnya." Sahut tuan Gavin.
"Seperti Gava dulu." Batin tuan Gavin.
" Terima kasih Om." Ucap Alex.
Tuan Gavin menatap Divya yang hanya diam saja.
" Papa akan mempersiapkan pernikahan kalian secepatnya." Ucap tuan Gavin.
" Tapi Pa, aku belum siap untuk menikah lagi. Aku baru saja berpisah dari Damian, aku masih merasa trauma dengan pernikahan Pa." Ujar Divya membuat Alex menghela nafasnya pelan.
" Anggap saja ini sebagai hukuman untukmu. Selama ini Papa tidak pernah mencampuri urusanmu Divi. Tapi kali ini kau membuat kami semua kecewa dan bahagia secara bersamaan. Papa bahagia karena kau akan memberikan seorang cucu pada kami, tapi kami kecewa karena kau mengkhianati kepercayaan kami."
" Kami berpikir kau bisa menjaga diri, kami berpikir kau tidak akan melakukan kesalahan seperti ini. Itu sebabnya kami memberikanmu kebebasan dengan apa yang kau lakukan di belakang kami. Kami tidak pernah menyangka jika kau bisa melakukan hal di luar dugaan kami seperti ini. Kamu yang berbuat maka kamu juga yang harus bertanggung jawab. Menikahlah dengannya, dan berbahagialah! Papa yakin cucu Papa akan membawa kebahagiaan dalam pernikahan kalian. Dulu om Leon juga seperti itu, tapi lihat dia sekarang! Dia hidup bahagia bersama istri dan anaknya setelah pernikahan. Jika kamu mengkhawatirkan cinta, cinta akan hadir seiring berjalannya waktu seperti yang Papamu rasakan dengan Mamamu dulu." Ucap tuan Gavin panjang lebar.
" Apa kau mau menerima keputusan Papa?" Tanya tuan Gavin menatap Divya.
" Mau gimana lagi? Aku tidak punya pilihan kan? Aku terima keputusan Papa kali ini." Sahut Divya.
Mereka semua tersenyum lega mendengarnya.
__ADS_1
" Kalau begitu kau istirahatlah! Papa akan mengurus pernikahan kalian dengan om Rangga." Ucap tuan Gavin.
" Ayo Ga." Ajak tuan Gavin menatap tuan Rangga.
" Iya Vin." Sahut Rangga.
" Om maaf aku tidak bisa ikut, aku harus menemani Divi di sini." Ucap Alex.
" Tidak masalah, kirimkan data dirimu kepada Om, pakai ponsel Divi kalau kamu tidak punya nomer Om." Sahut tuan Gavin.
" Iya Om." Sahut Alex.
Tuan Gavin dan Rangga keluar dari kamar Divya.
" Sayang selamat untuk pernikahan dan kehamilanmu, semoga kau dan bayimu sehat sampai persalinan nanti." Ucap nyonya Sandia.
" Terima kasih Tante." Ucap Divya.
" Kakak tidak menyangka, sebentar lagi kau punya babby. Kakak akan menjadi seorang paman. Terlepas bagaimana dia hadir di dunia ini, Kakak tetap berterima kasih padamu. Berbahagialah adikku." Ucap Gava mencium kening Divya.
" Terima kasih Kak, aku minta maaf pada kalian semua karena telah membuat kalian kecewa dengan perbuatanku. Aku punya alasan tersendiri kenapa aku melakukan ini. Aku harap kalian tidak membenciku ataupun anakku nanti." Ucap Divya menatap kakak, mama, dan tantenya.
" Kamu ini ngomong apa sayang? Bagaimana kami bisa membencimu hmm? Kami selalu mencintaimu, bukan begitu Sandia?" Ucap nyonya Vania.
" Terima kasih Tante." Ucap Divya.
Alex nampak terharu dengan keharmonisan yang keluarga Mahardika tunjukkan. Nyonya Divya menatap Alex, begitupun sebaliknya.
" Aku minta maaf Tante." Ucap Alex di balas senyuman oleh nyonya Vania.
" Tante maafkan tapi dengan syarat." Ucap nyonya Vania.
" Katakan apa syaratnya Tante!" Ucap Alex.
" Jaga Divi dengan baik, sayangi dan cintai dia seperti kami mencintainya. Jangan pernah kau sia siakan dia! Cukup Damian yang mencampakkannya, kamu jangan." Pinta nyonya Vania kepada calon menantunya.
" Aku berjanji Tante, aku akan menjaga, mencintai dan menyayangi Divi melebihi nyawaku sendiri." Ucap Alex.
" Tante percaya padamu." Ucap nyonya Vania.
Tiba tiba....
" Divi... " Teriak Lorenzo di depan pintu.
" Renzo." Ucap Divya dengan mata berbinar.
__ADS_1
Lorenzo berjalan cepat menghampiri Divya. Ia memeluk Divya dengan erat. Alex nampak mengepalkan erat tangannya menahan rasa cemburu yang menjalar di hatinya. Bagaimana tidak? Calon istrinya di peluk oleh pria tampan seumuran Divya.
" Kamu baik baik saja?" Tanya Lorenzo menatap Divya.
" Aku baik baik saja pria tampan. Bagaimana kabarmu?" Tanya Divya menatap Lorenzo.
" Seperti yang kau lihat, aku baik baik saja." Sahut Lorenzo.
" Divi aku ucapkan selamat ya atas kehamilanmu." Ucap Lorenzo.
" Renzo, panggil kak donk pada Divi. Dia lebih tua darimu." Ujar nyonya Sandia menegur putranya.
" Cuma selisih beberapa bulan aja Mom. Lagian Divi lebih nyaman di panggil Divi daripada kak, ya kan Vi?" Ujar Lorenzo menatap Divi.
" Iya." Sahut Divya.
" Siapa yang kasih kamu kabar kalau aku hamil?" Tanya Divya.
" Bang Gava. Itu sebabnya aku langsung meluncur kemari, kalau tidak ada kabar baik tentangmu aku tidak akan pulang." Sahut Lorenzo.
" Kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu, kasihan tante Sandia kesepian di rumah." Ujar Divya.
" Untuk sementara tidak apa, besok kalau aku udah nikah akan aku suruh istriku untuk menemani Mommy." Sahut Lorenzo.
" Memangnya kapan kamu mau nikah?" Tanya Gava menatap Lorenzo.
" Nanti setelah Abang menikah baru aku menyusul, kalau Abang belum menikah aku juga belum mau menikah." Sahut Lorenzo.
" Gava buruan cari calon! Biar Renzo segera memberikan teman buat Tante." Ujar nyonya Sandia.
" Nanti kalau udah nemu calon yang cocok di jadikan istri, aku mau wanita seperti mama yang selalu sabar menghadapi kami." Sahut Gava membuat semua orang mengenal nafasnya pelan. Selalu saja itu jawabannya jika di tanya soal pernikahan.
Nyonya Vania mendekati Alex yang terus menatap ke arah Divya dan Renzo yang asyik mengobrol.
" Jangan cemburu! Renzo anaknya tante Sandia. Dia adik sepupunya Divi jadi tidak mungkin mereka menyimpan perasaan suka selain karena hubungan kekeluargaan." Ucap nyonya Vania membuat Alex terkejut.
Bagaimana bisa nyonya Vania mengetahui isi hatinya? Pikir Alex.
" Tidak Tante, aku hanya sedang bertanya tanya siapa pria itu. Tapi sekarang pertanyaanku sudah terjawab berkat Tante. Terima kasih." Ucap Alex.
Mereka nampak berbincang bincang dana sesekali bercanda ria. Alex tersenyum bahagia melihat Divya bisa tertawa lepas.
" Semoga aku bisa selalu membuatmu bahagia sayang." Batin Alex.
TBC....
__ADS_1