
Dokter Hera menjeda ucapannya membuat Gava sedikit khawatir.
" Bagaimana keadaan istriku Hera? Jangan membuatku takut seperti ini!" Ujar Gava menatap Hera.
" Selamat Gava, berdasarkan hasil pemeriksaanku saat ini istrimu sedang hamil."
" Apa??" Pekik Gava tidak percaya.
" Hamil?" Tanya Gava memastikan.
" Iya, kenapa? Apa kamu tidak suka dengan berita ini?" Tanya Hera.
" Tidak bukan begitu, aku hanya terkejut saja mendengar berita bahagia ini. Aku tidak menyangka kalau Selya sedang hamil saat ini. Pantas saja sifatnya sedikit berubah akhir akhir ini. Dia berubah menjadi emosional." Sahut Gava.
" Wanita hamil memang seperti itu, jaga kestabilan emosinya agar dia tidak stres. Karena terlalu banyak tekanan bisa membahayakan janinnya." Ucap dokter Hera.
Gava tersenyum menatap wajah Selya.
" Apa yang harus aku lakukan dan tidak boleh aku lakukan selama kehamilannya Hera?" Tanya Gava.
" Yang tidak boleh kamu lakukan adalah melakukan itu, karena janin masih rawan terhadap goncangan. Dan kamu bisa melakukan apapun tanpa terkecuali, yang jelas buat istrimu happy, jangan bebani pikirannya. Selalu jaga kesehatan dan pola makannya, istirahat yang cukup dan minum air putih yang banyak serta makan makanan bergizi seperti buah dan sayur. Kalau tidak mual, minum susu hamil sehari dua kali."
" Untuk memastikan hasil pemeriksaanku benar, aku akan membuat janji dengan dokter spesialis kandungan di rumah sakit. Tanyakan pada istrimu kapan dia siap saat itu aku akan mengabari dokter kandungan." Ujar dokter Hera.
" Baiklah terima kasih, aku akan mengabarimu setelah istri sadar nanti. Dan aku akan mentransfer bonus ke rekeningmu karena kamu telah memberi kabar bahagia ini dengan baik dan hampir membuat jantungku copot." Ucap Gava.
" Ha ha ha terima kasih kalau begitu, sekali lagi aku ucapkan selamat. Aku harus kembali ke rumah sakit, aku permisi." Ucap dokter Hera.
" Silahkan." Sahut Gava.
Dokter Hera berlalu meninggalkan kamar Gava. Gava duduk di samping Selya, ia membungkuk mencium kening Selya dengan lembut.
" Terima kasih sayang, terima kasih untuk kebahagiaan ini. Aku akan menjaga kalian berdua dengan baik, aku akan menuruti apapun keinginanmu sayang. Maafkan aku karena aku telah berulang kali menyakiti hatimu. Tapi perlu kau tahu kalau aku hanya mencintaimu bukan yang lain karena tidak ada wanita sepertimu. Hanya kamu satu satunya yang aku mau." Ucap Gava.
" Engh... " Selya mengerjapkan matanya.
" Sayang kamu sudah sadar?" Ucap Gava senang.
Bukannya menjawab Selya malah membuang muka. Gava menghela nafasnya pelan.
__ADS_1
" Sayang maafkan aku!" Ucap Gava.
Tiba tiba Selya memeluk Gava, ia membenamkan wajahnya ke dada Gava.
" Hiks... "
Entah kenapa Selya kembali terisak. Hatinya merasa sedih, mendadak ia takut kehilangan Gava. Apalagi berulang kali ia memerhoki Gava bersama wanita lain.
" Maafkan aku yang telah membuatmu terluka sayang. Aku mengaku salah karena aku tidak bisa menjaga perasaanmu. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sekarang aku mohon jangan menangis lagi! Kasihan anak kita, dia pasti ikut sedih kalau kamu sedih begini." Ucap Gava membuat Selya terkejut.
Selya melepaskan pelukannya, ia menatap Gava dengan tatapan menyelidik.
" Anak kita?" Selya mengerutkan keningnya.
" Iya sayang, di sini sedang tumbuh calon anak kita saat ini." Ucap Gava meletakkan tangannya di atas perut Selya.
Selya tidak bergeming, ia masih belum paham dengan apa yang di ucapkan Gava.
" Selamat untuk kamu sayang, akhirnya sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ibu dan wanita yang sempurna. Aku sangat bahagia karena aku akan menjadi seorang ayah dalam waktu dekat ini. Apa yang kita impikan telah menjadi kenyataan. Sehat sehat selalu sayang, jaga anak kita. Aku mencintai kalian berdua." Ucap Gava mencium kening Selya.
Selya malah kebingungan, anak? Hamil? Darimana Gava tahu semua itu? Apa yang terjadi dengannya? Bukanlah tadi ia menangis karena kecewa pada Gava? Pikir Selya.
" Kenapa hmm? Kamu bingung dengan apa yang aku katakan?" Tanya Gava di balas anggukkan kepala oleh Selya.
" Begini sayang. Tadi saat kamu pingsan, aku memanggil dokter kemari untuk memeriksamu. Setelah di periksa dokter, dia bilang kalau kamu sedang hamil saat ini." Jelas Gava.
" A... Aku hamil Mas?" Tanya Selya memastikan.
" Iya sayang, kamu sedang hamil anakku saat ini. Apa kamu bahagia hmm?" Tanya Gava mengelus pipi Selya.
" Iya Mas aku bahagia, bahkan aku sangat bahagia." Sahut Selya.
" Maafkan aku! Aku telah membuatmu bersedih saat kamu sedang hamil begini. Mulai sekarang aku akan menjaga jarak dengan wanita manapun. Demi kamu dan anak kita. Aku tidak mau kamu sampai stress gara gara memikirkan sikapku. Aku mencintaimu sayang, hanya mencintaimu." Ucap Gava mencium kening Selya.
" Aku juga mencintaimu Mas, seperti biasa aku selalu memaafkanmu. Aku minta maaf karena telah berbuat kasar pada Mas. Bahkan aku sampai menampakkan pipi Mas, maafkan aku!" Ucap Selya mengelus pipi Gava yang terlihat memar.
" Mas memaafkanmu sayang." Ucap Gava mencium pipi Selya.
Selya memeluk Gava dengan penuh bahagia.
__ADS_1
" Terima kasih ya Tuhan, engkau telah mempercayakan dia kepada kami. Lindungilah kami semua dari segala marabahaya, berikan kami kesehatan dan berikan kelancaran saat proses persalinan nanti." Batin Selya mengelus perutnya sendiri.
" Selamat datang sayang, mama bahagia mengetahui kamu telah hadir di sini. Sehat selalu sayang." Ucap Selya dalam hati.
Gava mengelus perut Selya.
" Selamat datang kesayangan papa, sehat sehat di dalam sini. Papa sudah tidak sabar ingin menggendongmu sebentar lagi. Papa akan mengajakmu jalan jalan kemanapun kamu mau sayang. Papa mencintaimu." Ucap Gava.
" Sekarang istirahatlah sayang! Atau mau makan sesuatu hmm?" Tanya Gava.
" Tidak Mas, aku hanya ingin tiduran saja sambil memeluk Mas." Ujar Selya.
" Kalau begitu peluk Mas sampai puas." Sahut Gava.
Gava memeluk Selya, ia mengelus punggung Selya.
" Oh ya sayang, untuk melakukan pemeriksaan kita harus membuat janji dengan dokter obgyn. Kira kira kapan kamu siap untuk di periksa? Biar nanti aku mengabari dokter Hera." Ucap Gava.
" Kapan saja aku siap Mas, aku juga sudah tidak sabar ingin memastikan kehamilanku ini. Jika sekarang dokter kandungan ada jadwal praktek, aku siap sekarang Mas." Ujar Selya.
" Kau terlihat begitu antusias sayang." Ucap Gava mencubit hidung Selya dengan pelan.
" Untuk anak kita apapun akan aku lakukan Mas." Ucap Selya.
" Baiklah sayang terima kasih, aku akan menelepon dokter Hera sekarang juga." Ujar Gava.
" Baiklah Mas." Sahut Selya.
Gava mengambil ponselnya lalu ia menelepon dokter Hera untuk membuatkan janji dengan dokter kandungan. Setelah selesai ia kembali menghampiri Selya.
" Sayang apa kamu tidak merasakan pusing atau mual?" Tanya Gava.
" Tidak Mas, aku biasa saja." Sahut Selya menggelengkan kepalanya.
" Baiklah nanti kita tanyakan kenapa kamu tidak seperti wanita hamil pada umumnya. Sekarang ayo bersiap kita segera ke rumah sakit." Ucap Gava.
" Iya Mas, tunggu sebentar." Sahut Selya turun dari ranjang.
TBC.....
__ADS_1