KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
TERNYATA RENCANA ROMI


__ADS_3

" Saya tidak akan mengusirmu dari sini asalkan pemuda ini mau menikahimu."


Jeduarrrr....


Tubuh keduanya terasa kaku tidak bisa di gerakkan. Bagaimana mereka bisa menikah sedangkan mereka baru saja kenal?


" Bagaimana Bapak bisa memutuskan hal seperti itu tanpa mendengarkan penjelasan dariku? Aku tadi jatuh dari motor dan Mas Gava menolongku, sepertinya kakiku terkilir itu sebabnya dia mengurut kakiku. Aku menjerit karena memang rasanya sakit Pak. Itu saja tidak ada yang lain ataupun niatan untuk berbuat hal mesum di sini Pak." Terang Selya.


" Halah itu hanya alasan kamu saja karena sudah ketahuan berbuat mesum. Memangnya dia tukang urut? Bukan kan? Usir saja dia Pak dari sini." Ucap bu Arni mencoba menghasut Pak RT.


Tiba tiba seorang pemuda masuk ke dalam.


" Mama ini apa apaan sih? Main mau mengusir orang sembarangan, aku tidak setuju. Aku yakin Selya tidak bersalah. Lagian mereka di rumah ini tidak hanya berdua, pasti ada Romi di dalam." Ucap Anton, anaknya bu Arni.


" I.. Iya. Mas Anton benar, ada Romi di dalam. Jadi aku tidak mungkin melakukan hal seperti yang kalian tuduhkan padaku." Ujar Selya.


" Romi? Mana Romi? Coba kamu cari dimana Romi!" Ujar bu Arni.


Anton mencari Romi ke belakang.


" Romi kamu dimana?" Panggil Anton.


Anton kembali ke ruang tamu sendirian.


" Romi ada di kamarnya Kak." Ucap Selya.


" Tidak ada Selya, sepertinya Romi pergi." Sahut Anton.


Bu Arni tersenyum smirk penuh kemenangan.


" Untung tadi aku meminta Romi pergi ke warung." Batin bu Arni.

__ADS_1


" Walaupun ada Romi tapi nyatanya Romi tidak ada di rumah ini, lagian kami juga melihat dan mendengar semuanya, kalian mau mengotori kampung kami dengan berbuat mesum, pokoknya kalau pemuda ini tidak mau menikahimu maka dengan terpaksa kami akan mengusirmu dari sini sekarang juga." Ucap pak RT.


" Pak tolong saya! Jangan lakukan ini pada saya dan adik saya Pak! Kalau kalian mengusir kami, kami mau tinggal dimana Pak sedangkan kami tidak punya siapa siapa?" Ujar Selya menghiba sambil mengatupkan kedua tangan di dadanya.


Hal itu membuat Gava merasa kesal sendiri. Bagaimana bisa aada orang yang memiliki pemikiran pendek seperti orang orang yang saat ini ada di depannya.


" Jangan memohon kepada orang yang tidak punya hati! Percuma saja kamu memohon kepadanya karena hati mereka tidak akan terketuk." Ucap Gava menurunkan tangan Selya.


" Sesuai keinginan kalian, saya akan menikahi Selya."


Jeduarrrrr...


Jantung Selya berdetak dua kali lebih cepat. Ia menatap Gava dengan intens.


" Tidak Mas! Jangan lakukan ini! Aku tidak mau Mas melakukan hal yang tidak Mas ataupun aku inginkan. Mas tidak perlu menikahi aku, aku akan pergi dari rumah ini." Ucap Selya menundukkan kepala.


" Aku tidak akan meninggalkan orang yang sedang dalam kesusahan. Apalagi aku yang menyebabkan kesusahan itu terjadi. Aku akan bertanggung jawab padamu. Aku akan menikahimu dan membawamu pergi dari rumah ini. Aku rasa ada yang sengaja melakukan ini karena tidak menyukaimu." Ucap Gava melirik bu Arni.


Gava menatap pak RT dan yang lainnya.


" Aku butuh waktu untuk proses pengajuan pernikahan, biarkan Selya tinggal di sini sampai besok pagi. Aku dan keluargaku akan menjemputnya di sini." Ujar Gava.


" Baiklah tidak masalah, tapi tepati ucapanmu anak muda." Ucap bu Arni.


Bu Arni dan yang lainnya meninggalkan rumah Selya namun tidak dengan Anton. Ia berdiri sambil terus menatap Selya.


" Selya maafkan aku yang tidak bisa membantumu." Ucap Anton membuat Selya menatap ke arahnya.


" Tidak apa apa Kak, memang aku yang salah. Maaf telah membuat tidak nyaman kalian semua." Ucap Selya.


Anton menganggukkan kepala lalu keluar dari rumah Selya. Selya menatap Gava sambil tersenyum.

__ADS_1


" Mas bisa membawaku pergi dari sini, tapi Mas tidak perlu menikahiku." Ucap Selya.


" Kenapa? Apa kau sudah punya kekasih?" Tanya Gava.


Selya tersenyum sambil menghela nafasnya pelan.


" Tidak Mas, aku tidak mau menikah dengan Mas karena aku tahu hubungan yang di paksakan tidak akan berakhir dengan baik. Aku punya keinginan untuk menikah satu kali seumur hidupku. Aku ingin hidup bahagia bersama pasanganku nanti. Siapapun yang akan menjadi pasanganku nanti, aku akan mengabdikan hidupku padanya, aku akan mencintainya begitupun sebaliknya. Aku ingin dia juga mencintaiku agar aku bisa mewujudkan impianku untuk hidup bahagia." Ujar Selya.


" Benar benar gadis yang punya pemikiran seperti mama. Aku tidak salah mengambil keputusan, aku akan tetap menikahinya karena aku tidak mau kehilangan gadis sepertinya. Zaman sekarang gadis baik hati sepertinya merupakan hal limit edition. Mama pasti bahagia memiliki menantu seperti Selya." Ujar Gava dalam hati.


" Tidak Sely, aku pria yang bertanggung jawab. Saat aku menjemputmu di sini maka kau akan aku bawa ke rumahku bukan ke tempat lain. Kita akan menikah dan hidup bahagia bersama. Setelah menikah mari kita sama sama belajar saling mencintai dan menyayangi." Ucap Gava menggenggam tangan Selya.


Tak terasa Selya meneteskan air matanya, ia merasa terharu dengan apa yang Gava ucapkan padanya. Bagaimana ada seorang pria kaya yang mau menerimanya dalam kondisi seperti saat ini.


" Apa aku bisa mempercayai Mas? Apa Mas tidak akan menyesal setelah menikahiku? Coba pikirkan lagi Mas! Aku gadis miskin yang tidak punya apa apa, aku punya tanggung jawab besar terhadap adikku satu satunya. Jika aku menikah denganmu, apa kau mau menggantikan aku untuk memikul tanggung jawab itu?" Tanya Selya memastikan.


Gava tersenyum kepadanya.


" Setelah menikahimu tentu saja semua tanggung jawab dan kewajibanmu mengurus adikmu akan bertindak padaku. Aku siap memikul tanggung jawab itu menggantikanmu. Satu hal yang aku minta darimu, jadilah istri yang selalu mencintaiku dan menemaniku dalam kondisi apapun. Baik di saat aku susah maupun di saat aku senang. Jika aku sudah melabuhkan hatiku padamu, aku minta padamu jangan pernah meninggalkan aku!" Ucap Gava.


Entah kenapa Gava merasa tidak mau kehilangan Selya jika ia berhasil menjadikan Selya miliknya.


" Aku tidak bisa menjanjikan apapun Mas karena apapun bisa terjadi di kemudian hari. Satu hal yang pasti aku akan mencintai dan mengabdikan hidupku padamu. Aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi kecuali jika kau sendiri yang menginginkannya." Ujar Selya.


" Terima kasih." Ucap Gava tersenyum senang.


Romi yang melihat semua itu mengusap air di sudut matanya.


" Maafkan aku Kak! Aku harus melakukan semua ini karena aku sudah tidak sanggup melihatmu bekerja keras demi menghidupi kita berdua. Sudah saatnya kau beristirahat dan menjadi istri yang hanya menanti suamimu pulang kerja. Aku yakin kak Gava bisa membuatmu bahagia. Aku melihat cinta yang dia pancarkan di matanya. Semoga keputusanku tidak salah." Ujar Romi dalam hati.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2