KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
SELYA BERUBAH


__ADS_3

Sampai di rumah, Gava segera berlari menuju kamarnya. Ia masuk ke dalam menghampiri Selya yang saat ini sedang meringkuk di atas ranjang. Bahunya naik turun menandakan ia sedang menangis. Gava berjalan menghampirinya.


" Sayang dengarkan aku!" Ucap Gava naik. ke atas ranjang. Ia duduk bersila mengelus kepala Selya.


" Jangan sentuh aku!" Bentak Selya menepis tangan Gava. Gava benar benar terkejut dengan sikap Selya saat ini, selama ini Selya tidak pernah berbuat kasar kepada Gava.


" Sayang aku dan dia tidak ada hubungan apa apa. Aku tadi hanya...


" Selalu saja seperti itu." Sahut Selya memotong ucapan Gava.


" Kamu selalu bilang tidak ada hubungan apa apa, kamu hanya menolongnya, kamu hanya ingin berbuat baik padanya. Selalu itu yang kau ucapkan saat kau ketahuan sedang bersama wanita lain Mas." Sambung Selya.


" Aku bosan mendengarnya, aku bahkan tidak tahu bagaimana cara mempercayaimu lagi. Aku bosan memaafkanmu. Jangan kira aku tidak bisa marah karena selama ini aku hanya diam saja. Tidak sekali dua kali aku memergokimu bersama wanita lain. Bahkan ini sudah ke lima kalinya Mas, aku harus apa? Apakah aku harus tetap percaya padamu seperti yang aku lakukan selama ini? Tidak Mas.. Aku tidak bisa mempercayaimu lagi hiks.. " Ucap Selya terisak.


Ya.. Sudah berulang kali Selya memergoki Gava dengan wanita lain. Yang pertama ciuman di kantor, yang kedua makan siang bersama, yang ketiga di bioskop sedang bergandengan tangan dengan mesra, yang ke empat saat di rumah sakit Gava memeluk teman wanita dengan mesra dan ini yang ke lima. Entah ini yang terakhir atau akan ada yang ke enma dan ke tujuh Selya tidak tahu.


" Sayang maafkan aku!" Ucap Gava memeluk punggung Selya.


" Maafkan aku yang telah menyakitimu, tapi percayalah sayang semua yang ku lihat itu hanya salah paham saja. Aku tidak ada hubungan apa apa dengan salah satu dari mereka sayang. Aku hanya mencintaimu, hanya kamu sayang tidak ada yang lainnya."


" Cukup Mas!!" Bentak Selya beranjak. Ia duduk menghadap Gava sambil menatap Gava dengan tajam.


" Apa tidak ada alasan lainnya yang bisa kau katakan padaku untuk menyakinkan aku? Atau hanya alasan itu yang kau bisa ucapkan hah?" Tanya Selya dengan anda tinggi.


" Selya.. Kamu.... " Gava menjeda ucapannya. Ia benar benar tidak percaya dengan sikap Selya saat ini. Ada apa dengan Selya? Apa benar Selya marah saat ini? Kenapa Gava baru tahu jika Selya bisa semarah ini? Pikir Gava.


" Aku tidak mau mendengar alasan apapun lagi darimu. Terserah apa yang akan kamu lakukan di luar sana aku tidak peduli. Selama ini aku sudah cukup bersabar terhadapmu Mas. Hari ini aku kehilangan kesabaranku. Aku ingin mempercayai dirimu sekali lagi tapi hatiku tidak mengijinkannya."


" Apa kau tahu bagaimana perasaanku saat melihatmu menggendongnya masuk ke apartemen itu? Bagaimana sakitnya aku saat tahu kau berduaan dengannya di dalam kamar? Bagaimana perasaanku saat melihatmu...


" Kami tidak berbuat apa apa." Sahut Gava tegas.


" Siapa yang bisa menjamin kalau kalian tidak berbuat apa apa hah?" Tanya Selya membuat Gava terkejut. Selya mengusap air matanya.


" Kalian di dalam sana hampir satu jam lamanya. Kalau aku dan mas Anton tidak datang tepat waktu, aku tidak tahu apa yng akan kalin berdua lakukan. Apalagi wanita itu memintamu membantunya membuka bajunya. Apa kau yakin tidak akan tertarik dengan bentuk tubuhnya? Apa kau yakin bisa menahan dirimu sast melihatnya hanya memakai bra saja?" Tanya Selya menatap Gava.


" Tidak." Sahut Gava.


" Bulshittt." Cebik Selya.


" Aku tidak akan tertarik dengan wanita manapun, aku memperlakukan mereka hanya sebatas teman ataupun rekan kerja. Aku..


" Wow..." Selya berdecak kagum.

__ADS_1


" Teman... "


" Rupanya kau punya banyak teman wanita, sejak kapan kamu menganggap mereka sebagai teman?" Selidik Selya membuat Gava bungkam.


" Kau tidak bisa menjawabnya. Dan hal inilah yang paling aku benci darimu selama ini Mas. Kau hanya bisa diam setelah melakukan kesalahan sampai aku sendiri yang melupakan kesalahanmu itu. Kali ini aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan memaafkanmu. Maafkan aku!" Ucap Selya turun dari ranjang.


" Kamu mau kemana sayang?" Tanya Gava mengikuti Selya.


" Berhenti mengikuti atau aku akan pergi lebih jauh dari ini." Ucap Selya mengancam.


" Jangan tinggalkan aku! Kamu boleh marah padaku, kamu boleh memukulku tapi jangan pergi dengan keadaan marah seperti ini! Lampiaskan amarahmu padaku sekarang juga! Aku akan menerima apapun perlakuanmu padaku. Aku mencintaimu dan aku tidak mau kehilanganmu." Ucap Gava menggenggam tangan Selya.


Selya menyentak kasar tangan Gava hingga terlepas dari tangannya.


" Jangan mencegahku! Kau tidak tahu aku bisa melakukan apapun yang aku mau." Ucap Selya menatap Gava.


" Lakukan sesuai yang kau inginkan!" Ucap Gava.


Selya menatap Gava dengan tajam, tiba tiba....


Plak....


Tamparan keras mendarat di pipi Gava, Gava memejamkan matanya menahan perih dan panas yang menjalar di pipinya. Selya menatap tangannya, ia merasa sangat bersalah telah berbuat kasar pada suaminya. Suami yang sangat ia cintai dan suami yang selama ini sangat ia hormati.


Grep...


" Hiks... Aku minta maaf Mas!" Ucap Selya terisak.


" Tidak apa apa, kau tidak bersalah. Akulah yang bersalah di sini jadi aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Maafkan aku!" Ucap Gava mengelus punggung Selya.


" Hiks... "


" Sudah jangan menangis lagi! Aku tidak apa apa kok, jangan merasa bersalah! Kalau mau menampar lagi, kamu boleh melakukannya di pipi sebelahnya biar adil." Ujar Gava.


" Aku.. Aku.. Aku minta maaf karena telah menyakiti Mas. Maafkan aku hiks. " Selya menjeda ucapannya.


" Sudah tidak apa apa! Jangan menangis lagi hmm." Ucap Gava.


Suara tangisan Selya perlahan menghilang, Gava merasa tubuh Selya semakin lemas sampai..


Brugh...


" Sely." Pekik Gava menopang tubuh Selya agar tidak jatuh ke lantai.

__ADS_1


" Ya Tuhan, Sely kamu kenapa? Bangunlah sayang!" Ucap Gava setelah tahu Selya tidak sadarkan diri.


Gava segera membopong Selya ke ranjangnya. Ia merebahkan tubuh Selya di atas kasur.


" Sely bangun sayang!" Ucap Gava mengusap usap telapak tangan Selya.


" Sayang jangan membuatku cemas begini. Aku lebih memilih kamu marah marah seperti tadi daripada kamu seperti ini sayang. Maafkan aku!" Ucap Gava mencium punggung tangan Selya.


" Aku harus menelepon dokter." Gumam Gava.


Gava mengambil ponsel di saku celananya. Ia segera menelepin dokter Hera dokter keluarga yang menangani keluarganya selama ini.


Tak lama dokter Hera datang dengan membawa peralatan medisnya.


" Kenapa dengan istri anda tuan Gava?" Tanya dokter Hera menghampiri Gava.


" Saya tidak tahu Dok, tiba tiba dia pingsan setelah marah marah." Sahut Gava.


Dokter Hera tersenyum mendengar ucapan Gava.


" Dia marah pasti karena kamu ketahuan berduaan sama wanita lagi." Tebak dokter Hera yang merupakan teman sekampus Gava.


" Iya." Sahut Gava jujur.


" Kamu sih terlalu baik kepada semua orang, sehingga membuat para wanita terpesona padamu. Coba saja kalau kamu bisa bersikap dingin kepada mereka, aku yakin tidak akan ada wanita yang mau mendekatimu." Ujar dokter Hera.


" Aku juga tidak tahu kenapa aku begini, aku selalu tidak tega jika melihat seorang wanita kesulitan. Tapi Sely selalu saja menangkapku di saat posisi kami tidak menguntungkan. Jadi dia salah paham kepadaku." Ujar Gava.


" Makanya mulai sekarang jauhi tuh para buatan betina. Atau kau akan kehilangan istrimu suatu hari nanti." Ucap dokter Hera.


" Aku sudah berusaha menjauhi mereka, tapi mereka sendiri yang mendekati aku." Sahut Gava.


" Terserah kamu saja deh, aku akan memeriksa istrimu." Ucap dokter Hera.


Dokter Hera mulai memeriksa detak jantung dan denyut nadi Selya. Ia mengembangkan senyuman di bibirnya.


" Bagaimana keadaan istriku? Apa dia baik baik saja?" Tanya Gava menatap dokter Hera.


" Dia tidak baik baik saja, dia terserang....


Apa ya???? Mau lanjut? Tekan like koment vote dan 🌹buat author...


Terima kasih...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2