KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
MENYEMBUNYIKAN SESUATU


__ADS_3

Gava sampai di rumahnya, ia segera menaiki anak tangga menuju kamarnya. Di dalam kamar, Selya saat ini sedang duduk di tepi ranjang menatap luar jendela sambil merenung. Entah apa yang ia pikirkan hanya dia yang tahu.


Gava menghampirinya dengan langkah perlahan lalu ia naik ke atas ranjang dan....


Grep...


Gava memeluknya dari belakang.


" Kenapa istriku nampak murung dan bersedih begini hmm? Apa masalah tadi masih mengusik hatimu dan membuatmu tidak tenang?" Tanya Gava.


" Tidak Mas, aku tidak memikirkan hal itu. Untuk apa aku membuang buang waktu untuk urusan tidak penting itu, aku percaya sepenuhnya padamu kalau kau tidak akan tega mengkhianati pernikahan ini apapun alasannya. Aku yakin Mas orang yang sangat memegang komitment dan tentunya akan setia selamanya." Sahut Selya membuat Gava terharu.


" Segitu besarkah kepercayaanmu padaku?" Tanya Gava.


" Iya Mas, akau percaya sepenuhnya padamu karena dalam hubungan harus ada kepercayaan yang kuat dan aku harap Mas tidak akan menyia-nyiakan kepercayaanku pada Mas itu." Sahut Selya.


" Kau memang wanita yang baik sayang, aku akan selalu berusaha untuk tidak menghancurkan kepercayaan yang kau berikan padaku. Terima kasih telah memahami keadaanku." Ucap Gava.


" Aku yang berterima kasih padamu Mas, karena Mas telah memberikan keluarga yang utuh kepadaku. Aku sangat bahagia." Ucap Selya.


" Apapun untukmu sayang." Sahut Gava mencium pipi Selya.


" Emangnya Mas beneran sayang sama aku? Dari tadi ngomongnya sayang sayang terus." Ucap Selya menggoda Gava.


" Pastinya aku akan menyayangimu sepenuh hatiku selamanya." Bisik Gava di telinga Selya membuat tubuh Selya meremang.


" Benarkah?" Tanya Selya memastikan.


" Tentu, kau lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu istriku." Ucap Gava.


" Akan aku tunggu dan lihat apa yang akan Mas lakukan padaku." Sahut Selya.


" Ehh... Udah pasrah aja belum di apa apain." Ujar Gava.


Selya mendongak menatap Gava.


" Apapun akan aku lakukan untukmu Mas. Syurgaku ada pada ridhomu." Ucap Selya.


" Pinter juga istri Mas ini, inilah yang Mas suka darimu. Sifatmu sangat mirip dengan mama." Ujar Gava.


" Berarti Mas menyukaiku karena aku mirip dengan mama bukan karena diriku sendiri, seandainya ada sifatku yang berbeda dari mama, Mas tidak akan menyukaiku lagi." Ucap Selya nampak sedih.


" Ya nggak gitu juga Sely. Sekarang aku menerimamu apa adanya, baik kau punya sifat seperti mama ataupun sebaliknya karena kau istriku." Sahut Gava.


Selya tersenyum menatap Gava. Selya membalikkan badannya menatap Gava.


" Mas, by the way siapa wanita tadi? Apa benar dia pacar Mas atau dia mantan pacar Mas?" Tanya Selya. Awalnya ia tidak mau tahu menahu soal itu tapi lama lama ia penasaran juga.

__ADS_1


" Penasaran ya?" Tanya Gava menaik turunkan alisnya.


" Ih Mas kok malah menggodaku gitu sih, cepat katakan siapa dia Mas atau aku akan marah!" Ucap Selya.


" Emangnya bisa marah? Tadi saja kamu tidak marah saat melihatku di cium dia." Ujar Gava.


" Sebenarnya aku ingin marah Mas, tapi aku tidak tahu harus bagaimana. Masa' iya aku harus menjambak rambutnya atau aku harus membanting barang barang Mas yang ada di ruangan Mas begitu?" Tanya Selya membuat Gava terkekeh.


" Kalau itu bisa membuatmu lega tidak masalah, lakukan saja!" Sahut Gava.


" Baiklah besok akan aku coba." Sahut Selya.


" Mas belum menjawab pertanyaanku, siapa dia Mas?" Selya kembali bertanya.


" Dia mantan kekasihku." Sahut Gava.


" Sudah aku duga." Gumam Selya.


" Kami pernah menjalin hubungan selama satu bulan saja." Ucapan Gava membuat Selya melongo.


" Kenapa hanya satu bulan saja?" Tanya Selya.


" Karena dia pergi meninggalkan aku demi mengejar cita citanya sebagai model ternama." Sahut Gava.


" Apa cita citanya tidak tercapai sampai dia kembali ke sini Mas?" Selya bertanya lagi.


" Kasihan." Ucap Selya.


" Kenapa kasihan?" Tanya Gava menatap Selya.


" Ya kasihan aja, dia udah jauh jauh ninggalin semuanya tapi dia gagal mendapatkan apa yang dia inginkan. Mending duduk manis di sini menjadi pacar Mas kan? Aku yakin dia mau minta apa aja pasti Mas beliin." Ucap Selya.


Gava tersenyum mendengarnya.


" Dan yang lebih kasihan lagi, dia mau kembali pada Mas tapi Mas udah jadi milikku." Sambung Selya.


" Kau benar, untuk itu kita harus meresmikan hubungan kita." Ujar Gava.


" Meresmikan? Bukankah hubungan kita memang sudah resmi?" Tanya Selya mengerutkan keningnya.


" Kita baru resmi secara lahir sayang belum resmi secara batin. Supaya perasaan cinta cepat tumbuh di hati kita, maka kita harus menyatukan diri kita lebih dulu gimana? Biar kita terasa lebih dekat." Ujar Gava.


Selya tersenyum melihatnya.


" Aku siap memberikan semua itu padamu Mas." Ucap Selya.


" Terima kasih sayang, persiapkan dirimu untuk nanti malam. Sekarang mending kita istirahat dulu. Kumpulin tenaga buat kita habiskan nanti malam." Ucap Gava.

__ADS_1


" Mas ganti baju dulu gih! Aku akan menyiapkan gantinya untuk Mas." Ucap Selya turun dari ranjang.


" Terima kasih." Ucap Gava berlalu menuju kamar mandi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini keluarga Mahardika sedang makan malam bersama. Divya dan Ercha melayani suaminya dengan baik begitupun dengan nyonya Alexa. Sedangkan Romi mengambil makanan sendiri.


" Ngomong ngomong penganti baru udah unboxing belum nih?" Ujar Divya menatap Ercha.


Ercha hanya tersenyum malu.


" Kau membuat kakak iparmu malu Divi." Ujar Gava.


" Kenapa harus malu? Hal ini wajar kali Kak di pertanyakan saat kita menjadi pengantin baru. Bukankah dulu saat awal menikah Kakak juga menanyakan hal yang sama kepadaku?" Sahut Divya.


" Belum." Sahut Gava.


" Oho kasihan sekali Kakakku yang tampan satu ini. Udah nikah tapi berasa masih jomblo." Ucap Divya menggoda Gava.


" Nggak apa apa, entar sekali tembak langsung jadi baby. Selya bisa langsung memberikan pewaris untuk keluarga Mahardika." Sahut Gava.


Tiba tiba wajah Divya berubah masam. Alex menyadari perubahan wajah Divya termasuk tuan Gavin.


" Kamu kenapa sayang? Kenapa wajahmu nampak murung seperti itu?" Tanya tuan Gavin menatap Divya.


Gava dan yang lainnya menatap ke arah Divya.


" Tidak ada apa apa Pa." Sahut Divya.


" Kau tidak bisa membohongi Papa sayang, katakan saja pada Papa ada masalah apa! Papa pasti akan membantumu." Ujar tuan Gavin.


" Aku... Aku... " Divya menjeda ucapannya. Ia bingung antara harus memberitahu keluarganya atau tidak.


Alex mengerutkan keningnya menatap Divya.


" Apa ada yang kau sembunyikan dari Mas?" Tanya Alex menatap Divya yang malah menundukkan kepala.


" Katakan Divi sayang jangan diam saja! Jika ada masalah berbagilah dengan kami. Kami pasti akan membantumu." Ujar Gava.


Divya menatap mereka semua lalu kembali menundukkan kepalanya.


" Kata dokter aku.....


Aku apa ya?


Jangan lupa tekan like, koment vote dan 🌹nya yang banyak donk.. Kolom hadiah dan vote sampai sejauh ini masih sepi 😭😭 Author jadi nggak semangat ngetiknya 🙃

__ADS_1


TBC....


__ADS_2