KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
PERHATIAN SUAMI IDAMAN


__ADS_3

Pagi ini Divya sedang bersantai, ia duduk bersandar di ranjangnya sambil memainkan ponselnya. Ia melihat video cara menjaga kehamilan dengan baik karena ia tidak mau kehilangan bayinya lagi.


Alex masuk ke dalam dengan membawa nampan berisi makanan di tangannya.


" Sayang sarapan dulu!" Ucap Alex duduk serong di tepi ranjang menghadap Divya.


" Suapi." Ucap Divya.


" Baiklah apapun akan Mas lakukan untukmu istriku sayang." Sahut Alex.


" Terima kasih Masku yang gantengnya minta ampun." Ucap Divya.


" Bikin Mas gemes deh." Ucap Alex mencubit pelan hidung Divya.


" Sakit Mas." Ucap Divya menepis tangan Alex.


" Iya maaf sayang, kamu boleh balas deh sesuka hatimu." Ucap Alex.


" Nggak mau." Sahut Divya memanyunkan bibirnya.


" Sayang jangan manyun gitu donk, Mas minta maaf deh. Sekarang kalian makan dulu ya. Jangan ngambek lagi! Kasihan dedeknya keburu kelaparan." Ucap Alex.


Alex mulai menyuapi Divya dengan sesendok nasi dan sayur. Dengan senang hati Divya menerima suapan Alex.


" Mas Al masak sayur bayam kenapa nggak di kasih sambal? Nggak enak Mas." Ucap Divya protes karena Alex memberinya sayur bayam, jagung, wortel dan bakso saja. Serta lauknya ikan salem yang di goreng.


" Sayang kalau kamu makan pedas, kasihan dedeknya. Nanti dia akan kepanasan di dalam sini." Ujar Alex mengelus perut Divya.


" Teori darimana Mas?" Tanya Divya.


" Kata orang sih begitu, tapi ada benarnya juga kan? Mending kita hati hati dalam menjaganya, Mas takut dedek kita kenapa napa nanti." Ujar Alex.


" Kamu mau kan menjaga anak kita?" Sambung Alex menatap Divya.


" Mas ini bicara apa, tentu saja aku mau Mas. Dia anakku juga, jadi sudah seharusnya aku menjaganya." Ucap Divya.


" Terima kasih sayang, sekarang lanjutkan makannya." Ucap Alex kembali menyuapi Divya dengan telaten.


Divya makan sambil tetap memainkan ponselnya. Setelah selesai ia segera meminum vitaminnya.


" Jangan buat tiduran! Nggak baik setelah makan terus tiduran sayang, jalan jalan dulu di balkon." Ujar Alex.

__ADS_1


" Gandeng." Ucap Divya mengulurkan tangannya kepada Alex.


" Baiklah sayangnya Mas." Alex membantu Divya turun dari ranjang. Ia menuntun Divya berjalan menuju balkon.


Divya berdiri di depan pagar balkon menatap lalu lintas di bawah sana. Alex memeluknya dari belakang, ia menyandarkan dagunya ke bahu Divya. Divya mengelus pipi Alex dengan lembut, Alex memejamkan matanya menikmati sentuhan hangat tangan Divya.


" Mas sudah dua bulan Mas tidak menyentuhku, apa Mas tidak menginginkannya?" Tanya Divya tanpa ragu. Ia tidak mau kejadian tempo dulu terulang lagi.


" Apa kamu menginginkannya? Kalau kamu mau Mas akan melakukannya. Mas akan melakukannya dengan pelan." Ujar Alex.


" Tidak Mas, aku hanya takut Mas berpaling dariku dengan alasan tidak bisa menyentuhku karena kehamilanku. Padahal Mas sendiri yang tidak mau memintanya padaku." Ucap Divya mengeluarkan kekhawatiran dalam hatinya.


" Sayang jangan khawatirkan hal yang tidak akan Mas lakukan. Mas tidak menginginkan wanita lain selain dirimu sayang. Kalau masalah itu Mas bisa menahannya. Bukannya Mas tidak mau menyentuhmu, tapi Mas hanya menjaga keselamatan anak kita sayang. Karena hamil muda sepertimu masih rentan terhadap goncangan, kasihan dedeknya jika Mas melakukan itu dia tidak akan nyaman di dalam sini." Ucap Alex mengelus perut Divya.


" Terima kasih atas perhatianmu Mas, Mas Al memang yang terbaik dari yang paling baik. Aku beruntung bisa memiliki suami sepertimu Mas. Aku harap Mas bisa menepati setiap kata yang Mas ucap akan kepadaku. Aku tidak mau berpisah dari Mas. Aku mau Mas menemaniku sampai maut menjemputku."


" Stt." Alex meletakkan jarinya ke bibir Divya.


" Jangan pernah menyinggung soal maut sayang, Mas takut. Mas takut kehilanganmu." Ucap Alex mengeratkan pelukannya.


" Iya Mas maafkan aku!" Ucap Divya.


Alex memutar tubuh Divya menjadi menghadap kepadanya. Ia merapikan anak rambut Divya dengan pelan.


" Aku juga sangat mencintaimu Mas." Sahut Divya.


Alex menangkup wajah Divya, ia memajukan wajahnya lalu mencium bibir Divya dengan lembut. Divya mengalungkan tangannya ke leher Alex. Ia membalas ciuman Alex dengan lembut. Keduanya saling membelitkan lidah menikmati manisnya bertukar saliva.


Alex menahan tengkuk Divya memperdalam ciumannya. Suara decapan jelas terdengar di telinga keduanya. Setelah kehabisan nafas, Alex melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Divya menggunakan jempolnya.


" Terima kasih sayang, sehat selalu untukmu dan anak kita." Ucap Alex.


" Amin." Sahut Divya.


Alex berlutut di depan Divya, ia mengusap perut Divya yang masih terlihat rata.


" Pagi sayangnya Papa Al. Mandi sudah, makan sudah, minum vitamin juga sudah. Sebentar lagi saatnya makan buah ya biar kamu sama mama kamu sehat. Biar kalian menjadi orang yang kuat." Ucap Alex.


Alex menempelkan telinganya pada perut Divya. Belum terdengar suara maupun gerakan apapun.


" Sayang kapan dedeknya bisa menendang?" Tanya Alex mendongak menatap Divya.

__ADS_1


" Nanti setelah umur empat bulan sudah mulai terasa Mas." Sahut Divya mengelus kepala Alex.


" Wah papa sudah tidak sabar menunggu saat itu tiba. Setelah empat bulan kamu bisa mulai menendang papa, nanti umur tujuh bulan sampai sembilan bulan udah bisa nendang papa dengan kencang. Terus tidak lama setelah itu kamu lahir ke dunia ini. Rasanya menunggu saat itu lama sekali sayang. Papa sudah tidak sabar ingin menggendongmu, papa ingin bermain main denganmu." Ujar Alex.


" Iya papa, doakan semoga dedek tetap sehat biar bisa main sama papa nanti." Ucap Divya menitukan suara anak kecil.


" Tentu sayang, doa terbaik papa panjatkan untukmu." Ucap Alex mencium perut Divya.


" Sudah capek berdirinya?" Tanya Alex menatap Divya.


" Belum Mas, tapi aku malas berdiri maupun jalan. Aku inginnya tiduran sambil di peluk sama Mas." Sahut Divya.


Alex tersenyum menatap Divya.


" Baiklah ayo! Mas akan memelukmu sesuai keinginanmu." Sahut Alex.


Alex menggandeng Divya menuju ranjangnya. Mereka berdua naik ke atas ranjang lalu berbaring bersebelahan. Divya menggunakan lengan Alex sebagai bantalan sambil memeluk perut Alex.


" Sayang apa kamu ingin makan sesuatu? Misalnya es buah, es krim atau yang lainnya?" Tanya Alex mengelus kepala Divya.


" Kalau rujak buah gimana Mas?" Tanya Divya.


" Boleh asal jangan yang pedas sama asam. Kamu punya penyakit asam lambung sayang, Mas takut asam lambung kamu naik terus kamu muntah muntah deh. Itu terasa sangat tidak nyaman untuk anak kita." Sahut Alex.


Divya hanya menghela nafasnya saja. Apa enaknya kalau makan rujak buah yang manis? Bukankah rujak buah akan terasa enak jika rasanya pedas, manis dan asam? Pikir Divya.


" Jangan mengumpat Mas! Mas melakukan semua ini demi kebaikan kamu dan anak kita." Ujar Alex.


" Iya Mas Alex sayang." Ucap Divya.


" Coba katakan lagi!" Ujar Alex.


" Mas Alex sayang." Ucap Divya sambil mencium pipi Alex.


" Hmm nakal kamu ya." Ucap Alex mencubit pelan hidung Divya.


Divya nampak tertawa bahagia. Ia merasa sangat bersyukur memiliki suami yang memberikan hidupnya kepadanya. Tidak ada suami yang sesabar dan seperhatian Alex di dunia ini.


Bener nggak nih? Adakah yang memiliki suami seperti Alex yang tidak pernah memarahi istrinya? Kalau ada berarti Anda wanita paling beruntung...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2