KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
HANCUR


__ADS_3

" Tepat saat aku mengetahui pengkhianatanmu. Dan di sana tertulis jika tuan Damian Raharja terbukti mandul."


Jeduarrrrr......


Bagai di sambar petir di siang bolong. Fakta ini benar benar mengejutkan Damian.


" Kalau kau tidak percaya, aku membawa hasil tes itu. Dan ini real bukan rekayasa." Ucap Divya memberikan hasil test dari pihak rumah sakit.


Damian membukanya lalu membacanya dengan teliti. Hati dan jiwanya hancur saat ia tahu jika ternyata dia mandul. Ia menyesal telah menghancurkan pernikahannya demi anak dari pria lain.


" Ya Tuhan... Hiks.... " Tak kuasa menahan rasa kecewa dan amarah bersamaan, Damian justru terisak.


Reva merebut kertas itu lalu membacanya.


" Kamu jangan percaya Damian, ini pasti akal akalan dia saja. Buktinya kau bisa membuatku hamil, lelucon apa yang sedang kau mainkan sebenarnya Divya?" Ujar Reva.


" Lelucon? Kau masih mengganggap ini lelucon? Sudah ketahuan belangnya masih bisa mengelak, aku salut padamu Reva. Kau begitu gigih merebut suamiku dariku." Ucap Divya.


" Damian, siapa yang kau percaya di sini? Aku atau dia?" Tanya Divya menatap Damian.


" Aku tidak tahu, kepalaku terasa mau pecah memikirkan semua ini sayang. Inikah balasannya karena aku telah menyakitimu? Aku menyesali semua perbuatanku sayang, maafkan aku! Aku begitu bodoh hingga aku bisa di percaya oleh wanita sepertinya." Ucap Damian.


" Damian percayalah padaku! Ini semua palsu, ini pasti...


" Diam!!!" Bentak Damian menatap tajam ke arah Reva.


" Kalau sampai terbukti kau membohongiku, aku tidak akan segan segan membunuhmu Reva. Aku sudah menghancurkan pernikahanku demi anak itu, aku rela berpisah dari Divya demi anak itu. Tapi apa yang aku dapatkan hah? Hanya kebohongan saja." Ucap Damian sambil menunjuk wajah Reva.


" Aku tidak bersalah Damian, Divya sengaja melakukan sandiwara ini untuk membuatmu meninggalkan aku." Teriak Reva.


" Pelankan suaramu! Atau aku akan menamparmu." Bentak Damian.


" Tenanglah Damian!" Ucap Divya mengelus lengan Damian.


" Bukti apa lagi yang kau punya Divya? Aku ingin tahu dengan jelas kebusukan wanita tidak tahu diri ini." Ucap Damian melirik Reva.


Divya membuka ponselnya, ia membuka sebuah video lalu menunjukkannya pada Damian. Sebuah video berdurasi satu menit yang terjadi di sebuah kafe. Nampak Reva sedang duduk berdua bersama seorang pria.


Bagaimana Reva? Apa Damian percaya jika kau hamil anaknya? (pria?)


Ya dia percaya, dia benar benar pria payah dan gampang di bodohi. Aku tidak menyangka jika jalanku semudah ini. (Reva)


Kau harus pintar dalam menjeratnya, aku ingin pernikahannya dengan Divya hancur sehancur hancurnya, aku ingin Divya menendangnya dari keluarga Mahardika agar dia menjadi gelandangan sepanjang hidupnya (pria)


Kau benar benar jahat Romi, kau tega melakukan semua ini pada saudaramu sendiri, tapi demi anak kita aku rela mendekati pria seperti Damian, pria kere yang berlindung di belakang istrinya. Aku bahkan harus merayunya supaya dia mau menyentuhku untuk menyakinkan dia jika aku mencintainya. Tapi tidak apa apa sih, selama ini aku beruntung karena mendapatkan uang dari dia. Mumpung Divya belum mengetahui hubungan ini, aku akan menguras semua uang Damian sampai ha ha ha (Reva)


Itu tugasmu, jaga anak kita dengan baik. Dia aset berharga untuk memisahkan Divya dan Damian. Aku pergi dulu, aku mencintaimu.


Nampak pria itu mencium kening Reva.


Aku juga mencintaimu (Reva)


Damian menatap tajam ke arah Reva. Reva hanya bisa menundukkan kepalanya sambil memilin ujung bajunya.

__ADS_1


" Apa kau masih mau bilang kalau video ini juga palsu?" Selidik Damian.


" Katakan Reva!!" Bentak Damian.


" Ti.. Tidak.." Sahut Reva gugup. Toh percuma saja ia mengelak, ia tidak menyangka jika lawan mainnya sehebat Divya.


" Jadi selama ini kau bekerja sama dengan Romi untuk menghancurkan aku." Damian kembali membentak Reva.


" A... Aku minta maaf. Awalnya aku memang melakukan sesuai rencana Romi. Tapi seiring berjalannya waktu aku benar benar mencintaimu Damian. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin kehilanganmu." Ucap Reva.


" Benar benar memalukan." Cibir Damian.


" Apa laki laki tadi itu Romi?" Tanya Damian memastikan.


Reva tidak bergeming, ia bingung harus menjawab apa.


" Katakan Divya! Panggil dia ke sini, jangan hanya bisa berlindung di dalam kamar saja. Katakan Reva!" Desak Damian.


" Ya.... Ini aku." Tiba tiba Romi keluar dari kamar menghampiri mereka semua.


" Lama tidak berjumpa kawan." Ucap Romi menatap Damian.


" Romi." Geram Damian.


Romi Wijaya, seorang pria yang menjadi musuh bebuyutan Damian sejak SMP sampai ke perguruan tinggi. Romi juga masih ada hubungan saudara dengan Damian, yaitu adik sepupu. Romi selalu iri dengan keberuntungan yang Damian miliki selama ini. Damian selalu bisa mendapatkan apa yang ia inginkan, berbanding terbalik dengan Romi yang seumur hidupnya selalu di atur oleh kedua orang tuanya tanpa di beri kebebasan.


Divya menatap ketiganya sambil tersenyum.


" Romi kenapa kau lakukan semua ini padaku? Apa kesalahanku padamu selama ini?" Tanya Damian menatap Romi.


" Kau tidak salah brother hanya keberuntunganmulah yang salah. Aku membencimu karena kau selalu berada di atasku. Kau selalu di bangga banggakan oleh keluarga besar kita. Kau selalu bisa mendapatkan apa yang kau mau, tapi aku? Apapun yang telah aku capai tidak terlihat di mata mereka semua. Mereka hanya memandangmu bukan diriku." Ucap Romi.


" Romi jalan hidup sudah di gariskan oleh Tuhan, aku hanya mengikuti alurnya saja. Aku juga tidak ingin mendapat sanjungan ataupun pujian dari mereka jika semua itu menyakitimu. Itu sebabnya selama ini aku diam saat berada di depan mereka. Aku menjaga perasaanmu Romi."


" Selama ini aku selalu diam dengan apa yang kau lakukan padaku. Tapi tidak untuk kali ini. Kau sudah keterlaluan, kau menghancurkan pernikahanku. Kau memisahkan aku dengan wanita yang sangat aku cintai." Ucap Damian dengan nada tinggi.


" Kenapa kau menyalahkan aku? Salahkan saja dirimu yang tidak punya kesetiaan itu." Ucap Tomi membuat Divya tersenyum.


" Jika kau memiliki sedikit saja kesetiaan kau tidak akan melakukan semua ini Damian. Aku memang menjebakmu untuk melakukan hal itu, tapi setelahnya kau melakukan atas keinginanmu sendiri. Kau sangat mudah di rayu oleh Reva hanya dengan beberapa sentuhan saja. Lalu dimana kesalahanku?" Romi menatap Damian.


Perkataan Romi menohok hati Damian, semua yang di katakan Romi benar. Damian merutuki kebodohannya karena gampang di perdaya dengan rayuan Reva.


" Divya." Ucap Romi menatap Divya.


" Ya." Sahut Divya santai.


" Apa kau juga akan menyalahkan aku atas semua ini?" Tanya Romi melirik Damian.


" Sedikit... Jika saja kau tidak menjebak suamiku, maka semua ini tidak akan terjadi. Tapi semua perkataanmu benar. Jika saja Damian menjunjung tinggi kesetiaan, semua ini juga tidak akan terjadi. Semua tergantung pada niatnya, pada kenyataannya dia terlena dengan sentuhan yang di berikan oleh Reva. Mungkin dia haus belaian atau memang dia tidak cukup dengan satu wanita, itu sebabnya dia begitu menikmati sentuhan wanita lain selain istrinya." Sahut Divya semakin memojokkan Damian.


" Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi, dan semuanya sudah berlalu. Aku dan Damian sudah berpisah sekarang jadi aku tidak mau ikut campur masalah ini lagi. Biarkan dia menyelesaikannya dengan Reva." Sambung Divya.


" Tidak sayang, aku tidak jadi menceraikanmu. Aku tidak ingin berpisah darimu. Aku akan mencabut gugatan itu." Ucap Damian.

__ADS_1


" Lakukan saja kalau kau bisa, aku sudah mengirimnya ke pengadilan bersama dengan bukti bukti perselingkuhanmu. Aku yakin hakim tidak akan berpikir banyak untuk mengabulkan tuntutanku." Sahut Divya.


" Setelah kau tahu jika aku hanya korban di sini, kenapa kau tetap bersikeras ingin berpisah dariku sayang. Aku.. "


" Karena aku tidak menyukai pengkhianatan, kau telah membuatku kecewa. Kau menghancurkan hidupku hingga yang tadinya aku tidak suka berkhianat kini aku terpaksa melakukannya." Ucap Divya memotong ucapan Damian.


" Apa maksudmu Divya? Apa kau mencintai pria lain? Apa kau mencintai pria yang selalu bersamamu itu? Apa kau punya hubungan dengannya? Katakan Divya!" Ucap Damian.


" Ya kau benar. Aku mencintainya karena dia memberikan cinta padaku. Aku menyayanginya karena dia tulus menyayangiku. Aku nyaman bersamanya karena dia memberikan perhatiannya padaku. Dan aku memberikan hidupku karena dia memberikan hidupnya kepadaku." Ucap Divya.


" Benarkah?"


Divya dan yang lainnya menoleh ke asal suara.


Deg...


Jantung Divya berdetak sangat kencang saat melihat Alex yang berdiri di depan pintu.


" Astaga bagaimana bisa manusia satu itu berada di sini? Kenapa juga dia harus mendengar semua ucapanku? Ya Tuhan... Aku benar benar malu kalau begini." Batin Divya.


Alex berjalan mendekat ke arah Divya. Ia berdiri di depan Divya sambil menatapnya begitupun sebaliknya. Alex merapikan anak rambut Divya mbuat jantung Divya berdebar kencang.


" Mas juga mencintaimu sayang." Ucap Alex mencium kening Divya di depan semua orang.


Damian mengepalkan erat tangannya. Ia menarik Alex lalu..


Bugh.. Bugh....


" Mas Al." Teriak Divya.


Alex mengusap darah di sudut bibirnya. Ia mendekati Damian lalu..


Bugh...


" Ini untuk membalasmu karena telah memukulku."


Bugh...


" Ini untuk rasa sakit yang Divya rasakan karena pengkhianatanmu."


Bugh...


" Ini untuk air mata Divya yang selalu menetes karena ulahmu."


Bugh...


" Ini hadiah untuk pecundang sepertimu." Ucap Alex memukul wajah Damian hingga Damian tersungkur ke lantai.


Uhuk uhuk uhuk


Alex mengenggam tangan Divya lalu membawa Divya pergi dari sana. Damian menatapnya dengan perasaan kacau, hatinya sakit, hidupnya hancur melihat Divya bersama pria lain.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2