KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
Bonchap


__ADS_3

Satu jam yang lalu Selya telah melahirkan seorang anak perempuan yang cantik. Ia memberinya nama Gisel Selva Mahardika. Selya di rawat dalam satu ruangan dengan Divya. Semua orang nampak berkumpul dengan bahagia di sana, saat ini babby Selva dan babby Tama sedang di gendong oleh oma dan opanya.


" Lihatlah cucu Opa sangat cantik." Ucap tuan Gavin menimang babby Selva.


" Cucu Oma juga tampan." Sahut nyonya Vania mencium pipi babby Tama.


" Papa bahagia Ma, kita mendapat cucu sepasang. Sungguh sangat serasi yang satu cantik dan yang satu tampan. Semoga kelak mereka menjadi saudara yang saling menyayangi dan saling menjaga satu sama lain." Ujar tuan Gavin.


" Amin, kita sudah jadi Opa sama Oma sekarang. Mama tidak menyangka di usia Mama sekarang sudah jadi Oma dari dua cucu sekaligus." Ujar nyonya Vania.


" Tumbuhlah dengan sehat dan menjadi anak sholeh dan sholehah sayang." Ucap nyonya Vania mencium pipi cucunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Enam belas tahun kemudian, kini Selva dan Tama sudah tumbuh dengan besar. Hati ini hari pertama mereka berdua masuk ke sekolah menengah atas. Selva dan Tama berjalan berdampingan memasuki gerbang sekolahnya. Tatapan para siswa yang lain tertuju kepada keduanya, mereka menganggap keduanya sebagai saudara kembar karena kemiripan yang mereka miliki di wajah keduanya.


" Sangat cantik."


" Sangat tampan."


Bisik bisik dua kata itu terdengar jelas di telinga keduanya, namun keduanya nampak acuh dan tidak mempedulikan sekitar.


Seorang siswa tampan nampak menghampiri keduanya, ia menghadang jalan mereka berdua.

__ADS_1


" Hai cantik, boleh kenalan nggak? Gue Raffi." Ucapnya menyodorkan tangannya kepada Selva.


" Namanya Selva." Sahut Tama menjabat tangan Raffi membuat Raffi terkejut.


" Gue mau kenalan sama dia, kenapa lo yang membalas uluran tangan gue?" Ujar Raffi mengelap tangannya ke celananya.


" Dia nggak minat kenalan sama lo, jadi nggak usah ganggu dia lagi." Ujar Tama.


Tiba tiba seorang siswi yang lumayan cantik menghampiri mereka bertiga.


" Hai, kenalkan gue Vita." Ucapnya menyodorkan tangan kepada Tama.


" Dia Tama." Sahut Selva membalas uluran tangan Vita.


" Gue mau kenalan sama dia bukan sama lo. Kalau lo sih gue nggak minat buat kenalan." Ujar Vita menatap sinis kepada Selva.


" Memangnya siapa lo?" Tanya Vita.


" Gue pacarnya." Sahut Selva membuat Vita dan Raffi melongo.


" Ayo!" Selva menarik tangan Tama meninggalkan merek berdua menuju kelasnya.


Selalu begitu dan seperti itu sejak mereka memasuki sekolah menengah pertama. Mereka terlalu malas menghadapi teman yang mendekati mereka. Itulah sebabnya mereka selalu mengaku sebagai sepasang kekasih untuk menghindari teman teman yang menyukainya.

__ADS_1


" Gue suka geli sendiri kalau dengar lo bilang pacar gue ha ha ha. Kalau daddy sama mommy sampai dengar pasti mereka akan mengintrogasi kita selama sehari semalam." Ujar Tama terkekeh.


" Iya lo benar Tam, apalagi kalau sampai mama yang mendengarnya. Bisa bisa semalaman gue nggak tidur nyenyak gara gara mendengar ceramahnya." Sahut Selva.


" Gue nggak suka aja kalau mereka nempel nempel sama gue, risih tau nggak." Ujar Tama.


" Iya lo benar, yaudah gue masuk kelas dulu. Nanti tungguin gue ya saat jam istirahat. Kita ke kantin bareng." Ujar Selva.


" Oke." Sahut Tama.


Selva masuk ke ruang kelasnya begitupun dengan Tama.


...SELESAI......


Pemenang pulsa sebesar dua puluh ribu adalah mereka bertiga ya...



Selamat untuk kalian yang menjadi pemenangnya, jangan melihat dari nilainya ya tapi lihatlah dari ketulusan author yang memberinya...


Di tunggu nomer ponselnya ya...


Terima kasih untuk kalian semua yang telah mendukung author... Dukung juga cerita baru dari author yang insyaallah akan rilis besok minggu.

__ADS_1



Bye bye...


__ADS_2