KAU SELINGKUH AKU BALAS

KAU SELINGKUH AKU BALAS
DEWI FORTUNA


__ADS_3

" Sayang kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Bagian mana yang sakit sayang?" Tanya Damian.


" Kamu siapa?"


Deg...


Pertanyaan Divya membuat jantung Damian terasa berhenti berdetak. Apakah Divya kehilangan ingatannya? Apakah Divya sengaja membodohinya supaya ia bisa kabur darinya? Atau Divya sedang merencanakan sesuatu yang Damian tidak tahu? Berbagai pertanyaan muncul di kepala Damian.


" Katakan kamu siapa! Dan kenapa aku ada di sini?" Ucap Divya.


" Sa... Sayang kamu tidak tahu aku siapa? Apa kamu tidak mengenaliku?" Tanya Damian memastikan. Ia takut Divya hanya bermain main dengannya.


Divya menggelengkan kepalanya.


" Sayang aku suamimu, aku Damian suami yang sangat kau cintai sayang. Please jangan lupakan aku!" Ucap Damian menangkup wajah Divya dengan kedua tangannya. Ada rasa bahagia terbesit di dalam hatinya jika benar Divya kehilangan ingatannya.


" Sepertinya Dewi fortuna sedang berpihak kepadaku, di saat aku ingin melepaskan Divya dia justru kehilangan ingatannya. Inikah jalan Tuhan yang Dia tunjukkan kepadaku?" Batin Damian.


" Damian? Suamiku?" Divya mengerutkan keningnya.


" Iya sayang, aku suamimu. Kamu berada di sini karena suatu kecelakaan sayang. Kamu jatuh dari tangga saat berlari ingin menyambutku pulang dari kerja. Alhasil kamu berakhir di sini. Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik." Ucap Damian mencium pipi Divya.


" Benarkah kamu suamiku? Kenapa saat kau menciumku hatiku tidak berdebar? Kenapa tidak ada perasaan istimewa yang aku rasakan untukmu?" Tanya Divya menatap Damian. Damian mengepalkan erat tangannya.


" Mungkin karena kamu sedang sakit jadi namun tidak bisa memahami hatimu sendiri. Tapi percayalah! Aku adalah suamimu. Aku memiliki bukti foto pernikahan kita, aku akan meminta seseorang untuk mengirimnya supaya kau bisa melihatnya dan percaya padaku." Ujar Damian tersenyum manis.


" Opin segera kirim foto pernikahan kami!" Titah Damian.


" Baik Tuan." Sahut Opin.


Tak sampai lima menit, Opin mengirim foto pernikahan Damian dan Divya. Entah bagaimana Opin bisa mengedit foto itu dengan cepat.


" Ini sayang." Damian menunjukkan foto pernikahannya dengan Divya.


Divya menatap foto itu, ia mencoba mengingatnya tapi yang ada kepalanya malah terasa sakit.


" Shhh." Divya memegangi kepalanya.


" Tidak perlu di paksakan untuk mengingat semua ini sayang! Pelan pelan saja, kamu pasti akan mengingat semuanya." Ujar Damian. Divya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Saya akan memanggil dokter." Ucap Opin keluar dari ruangan.


Damian menggenggam tangan Divya sambil menciuminya.


" Aku sangat bahagia sayang, aku berpikir kalau aku akan kehilanganmu. Duniaku terasa runtuh saat melihatmu terkapar tidak berdaya sayang. Maafkan aku! Maafkan aku yang telah lalai dalam menjagamu." Ucap Damian.


" Aku rasa semua sudah takdir Tuhan Damian, kita jalani saja sesuai jalan yang di takdirkanNya." Sahut Divya


" Ya kau benar Divya, kita di takdirkan untuk bersama. Walaupun kita sudah berpisah tapi sekarang kita di satukan kembali oleh Tuhan. Kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan kamu lagi. Aku akan membuatmu bahagia sayang." Ujar Damian dalam hati.


Tak lama Opin masuk bersama dokter yang menangani operasi Divya. Dokter Andreas namanya.


" Halo Nyonya Damian, apa yang anda rasakan saat ini?" Tanya dokter Andreas menatap Divya.


" Seluruh tubuh saya rasanya sakit semua, dan saya tidak mengingat apapun termasuk suami saya." Sahut Divya.


Dokter Andreas tersenyum.


" Benturan keras di kepala anda menyebabkan anda kehilangan memori anda Nyonya. Lain kali anda harus hati hati jika menuruni tangga." Ucap dokter Andreas yang sudah bekerja sama dengan Opin.


" Kira kira kapan ingatan saya akan kembali Dok? Saya ingin tahu semua kenangan di masa lalu saya. Hati saya merasa ada sesuatu yang saya lupakan."


Ucapan Divya membuat Damian terkejut.


" Itu terlihat seperti seseorang, seseorang yang sangat dekat denganku. Tapi entah mengapa aku merasa itu bukan kamu." Sahut Divya.


" Kalau bukan aku lalu siapa lagi sayang? Hanya aku pria yang ada di dalam hati dan hidupmu. Atau kau punya pria lain di belakangku?" Selidik Damian seolah sedang menyudutkan Divya.


" Entah lah." Sahut Divya.


" Shhh.. " Desis Divya saat merasakan nyeri pada perutnya.


" Kenapa sayang?" Tanya Damian.


" Kenapa perutku terasa nyeri seperti di sayat? Apa yang terjadi pada perutku?" Tanya Divya memegangi perutnya.


" Itu karena benturan dari anak tangga satu ke anak tangga yang lainnya Nyonya, anda mengalami pendarahan akan hal itu." Ucap dokter Andreas. Entah apa yang Opin lakukan pada dokter Andreas hingga dokter Andreas mendukung kebohongan yang Damian lakukan.


Divya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Kalau begitu saya permisi, minum obat dan vitamin secara teratur supaya anda cepat pulih Nyonya." Ujar dokter Andreas.


" Terima kasih Dok." Ucap Divya.


Dokter Andreas dan Opin keluar dari ruangan meninggalkan mereka berdua.


" Istirahatlah sayang! Besok pagi kita akan pulang. Aku akan melakukan perawatan di rumah supaya kau merasa nyaman jika berada di kamar sendiri." Ujar Damian.


Lagi lagi Divya menganggukkan kepala. Ia memejamkan matanya.


...****************...


Di rumah keluarga Mahardika semua orang berkumpul di sana. Nampak Alex duduk murung sambil sesekali menyugar kasar rambutnya.


" Bersabar lebih lama lagi Lex! Kita pasti akan menemukan Divi." Ucap Gava.


" Bagaimana aku bisa menunggu lebih lama lagi Gava? Divi sudah cukup lama menghilang. Kemana sebenarnya Damian membawanya? Kenapa mereka hilang bagaikan di telan bumi?" Ujar Alex.


" Om sudah berusaha meretas semua akun yang bernama Damian, namun tidak satu pun dari akun tersebut milik Damian yang kamu maksudkan. Sepertinya dia sengaja tidak membuat akun atas namanya. Berarti dia telah lama merencanakan semua ini." Ujar tuan Leon.


" Divi." Gumam Nyonya Vania. Ia tak kuasa menahan kesedihan karena kehilangan putri tercintanya.


" Mama maafkan aku! Semua ini terjadi karena aku. Jika saja aku tidak membiarkan Divi mengantarku ke bandara, ini semua tidak pernah terjadi." Ucap Alex merasa bersalah.


" Ini sudah menjadi takdir Tuhan Nak, semoga kita bisa segera menemukan Divi secepatnya." Ucap Nyonya Vania.


" Amin." Sahut semua orang.


" Leon, apa kamu sudah memastikan di dalam CCTV rumah Alex pria yang mengantar mobil tidak terdeteksi wajahnya?" Tanya tuan Gavin memastikan.


" Sudah Vin, dia sangat profesional dalam menjalankan aksinya. Wajahnya menggunakan masker, topi hitam dan kaca mata hitam. Bahkan dia menggunakan sarung tangan. Dia tidak meninggalkan jejak sama sekali." Sahut tuan Leon.


" Ya Tuhan... Dimana kamu Divi? Jika kamu baik baik saja kenapa kamu tidak menghubungi kami? Bagaimana jika terjadi hal buruk pada Divi Pa? Aku harus bagaimana?" Tanya Alex sedih.


" Berpikir positif lah Alex! Kita doakan semoga Divi selalu dalam lindunganNya. Semoga dia baik baik saja dan bisa berkumpul bersama kita lagi. Hiks... " Isak Nyonya Vania.


" Kita harus meminta bantuan intelegent handal dan profesional Kak." Ucap Nyonya Sandia.


" Semuanya sudah kami lakukan Sandia, tapi hasilnya tetap nihil. Damian benar benar hebat bisa lolos dari intelegent terkenal seperti tuan Yoseph." Ujar tuan Gavin.

__ADS_1


Mereka semua nampak bingung dan merasa putus asa. Bisakah mereka menemukan Divya secepatnya? Atau mereka akan menemukan Divya satu tahun lagi? Atau malah mereka tidak akan pernah menemukan Divya sama sekali?


TBC....


__ADS_2