Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKBP 11- Namanya Gauri


__ADS_3

Seseorang tengah membakar wewangian. Pagi itu dia tampak bersembahyang di sebuah kuil kecil yang sengaja ia bangun di dalam rumahnya yang begitu megah.


Meski jauh dari negara asalnya tapi pria yang berusia hampir 80 tahun tapi masih terlihat begitu sehat itu membuat suasana rumah menjadi seperti di sana.


Arrayan Singh, pria tua itu berkali-kali merapalkan doa sambil melempar bunga. Pagi itu menjadi bagi yang begitu sakral baginya karena hari ini adalah hari kelahirannya.


Seorang pria berusia 35 tahun datang dari luar dengan membawa sekotak ladu ( manisan khas india). Dia berjalan mengendap dan sedikit mengejutkan Arrayan.


" Ini untuk kakek segeralah makan jangan sampai ketahuan ibu."


Arrayan tersenyum simpul melihat kelakuan sang cucu. Ia sungguh senang diusia senjanya ini cucunya masih begitu menyayanginya.


" Sukhdev stop, jangan beri kakekmu ladu."


" Oh ayolah ibu, ini hari ulang tahun kakek. Biarkan kakek makan meski hanya satu buah."


Rada berdecak kesal melihat kelakuan sang putra. Sukhdev sudah dewasa tapi kelakuannya tak ubahnya seperti remaja. Terebih usianya yang sudah matang menikah tapi sampai saat ini belum juga ada tanda-tana sang putra untuk menikah.


" Dev, kapan kau akan menikah hmm? Lihatlah temanmu se-geng itu, Rama, Juna, bahkan Chaales mereka sudah menikah dan memiliki anak."


" Aku akan menikah jika sudah menemukan adik sepupuku."


Semua orang di rumah itu seketika terdiam. Sukhdev Ranjit Singh merupakan cucu laki-laki tertua di keluarga Singh. Saat mengetahui bahwa dia memiliki saudara perempuan dari bibinya yang tidak lain adalah adik dari ayahnya, Shekar Singh, Sukhdev pun bertekad ingin menemukannya.


" Tck, sudah kakek beritahukan padamu. Kenapa harus mencarinya. bibi mu itu sudah keluar dari rumah ini. Meninggalkan keluarga ini dengan begitu dia bukan lagi bagian dari keluarga ini dan aku tidak akan mengakui anak perempuan itu sebagai cucuku bahkan sampai aku mati nanti."


Arrayan meninggalkan kuil tempat ia berdoa ke kamarnya. Sukhdev mendengus kesal melihat sikap sang kakek yang sangat keras tersebut. Sudah hampir 25 tahun berlalu tapi Arrayan tampaknya masih tidak mau berdamai dengan hatinya.

__ADS_1


Semua orang tau di lubuk hati terdalam seorang Arrayan sangat menyayangi putri bungusnya itu. Namun ego dan kesombongan menutupi semuanya.


" Ayah kenapa lagi hmmm?"


Shekar yang baru saja keluar dari kamar sedikit heran saat berpapasan dengan sang ayah yang terlihat sendu. Rada pun menjelaskan keadaan yang terjadi baru saja. Pria paruh baya itu pun menghela nafasnya. Ia tahu bagaimana Arrayan menyayangi sang adik bungsu. Namun ia juga tahu ayahnya itu sungguh kecewa. Bahkan sudah hampir 25 tahun berlaku Arrayan masih belum bisa menerima keputusan sang putri.


" Apa ayah tetap akan diam saja dan tidak akan pernah mencari dimana keberadaan bibi serta adikku itu. Ooh ayolah yah, bagaimana pun juga dia adikmu. Dan segala keputusan dalam hidupnya itu hak dia. Apa ayah juga akan bersikap seperti kakek jika aku melakukan apa yang bibi lakukan? Jika iya, berarti aku sangat bersyukur hingga detik ini aku masih menjomblo. Sejenak aku jadi iri kepada sahabat-sahabat ku yang menemukan pendamping hidupnya dan didukung penuh oleh keluarganya."


Sukhdev melenggang keluar rumah meninggalkan kedua orang tuanya yang masih termangu. Padahal pagi ini dia baru saja landing setelah ada kerjaan ke negara asal kakeknya itu. Tapi sepertinya ia tidak cukup nyaman untuk tinggal di rumah. Sukhdev memilih tidur di apartemen miliknya.


" Sungguh berantakan. Haishh, mau ngehubungi mereka nggak enak. Pasti lagi pada main sama anak-anak mereka. Terima nasib mu mblo-mblo."


Sukhdev adalah orang yang dekat dengan bibi nya. Saat bibi nya pergi, Sukhdev sampai meraung ingin ikut. Bahkan Rada pun tak mampu membujuk Sukhdev untuk berhenti menangis. Alhasil bibi Sukhdev tersebut menginap semalam dan pergi saat pagi-pagi buta.


Saat itu Sukhdev berusia 8 tahun. Dia saat menemani tidur, Sukhdev diberitahu bibinya bahwa ia akan memiliki adik permpuan. Saat itu memang bibinya tengah mengandung. Sukhdev yang diusianya 8 tahun masih menjadi anak tunggal pun sangat bahagia. Ia bahkan sudah menyiapkan nama untuk calon adiknya itu.


Sukhdev kecil sungguh cerdas. Ia benar-benar menyayangi adik perempuannya yang bahkan belum lahir ke dunia.


" Andaikan, andaikan aku mencari mu dari dulu. Tapi apa dayaku. Para orang tua itu meskipun membebaskan ku tapi mereka mengawasi ku. Dan saat itu aku tidak punya daya tenaga dan uang. Tapi sekarang aku punya. 5 tahun ini cukup untukku mengumpulkan pundi rupiah untuk mencari mu, adikku."


🍀🍀🍀


Bisma terkapar di ruangannya setelah menyelesaikan 3 operasi berturut-turut . Bukannya tidka ada yang bisa mengoperasi para pasien tersebut. Tapi mereka tidak ingin disalahkan karena tingkat operasi yang ditangani memiliki kesulitan level atas.


" Kalau kayak gini asli, aku pecat-pecatin juga tuh para dokter nggak kompeten. Udah digaji mahal-mahal tapi nggak ada kerjanya."


Bisma bermonolog di ruangannya sendiri. Tampaknya memang dia harus melakukan pemangkasan dokter. Lebih tepatnya menyeleksi mana dokter yang kompeten dan mana dokter yang tidak. Bodo amat jika dia akan menambah musuh untuk kasus ini.

__ADS_1


Yang Bisma mau adalah mereka yang berdedikasi tinggi terhadap pelayanan kepada para pasiennya bukannya hanya mencari materi dengan embel-embel dokter. Sangat sayang bukan, jika ilmu yang di dapat bertahun-tahun tapi tidak digunakan dengan baik.


Bisma pun melepas atribut dokternya dan bersiap untuk pulang. Namun ia berbalik arah saat melihat Gauri. Gadis itu terlihat kesusahan dengan beberapa barang yang dibawanya.


Dengan sedikit berlari Bisma menghampiri Gauri dan dan menawarkan bantuan.


" Apa dokter tidak capek?"


" Eeh, ya jelas capek lah. Gila aja dari tadi nggak berhenti operasi."


" Lalu kenapa membantu saya."


" Menolong orang itu wajib hukumnya. Saya lihat kamu kayaknya susah banget bawa barang-barang ini."


Gauri mengangguk, dia memang agak repot membawa barangnya. Laptop, berkas, dafflebag dan tas berisi makanan.


Meskipun dia bilang ingin cuti dan perusahaan mengizinkan, nyatanya Gauri tidak bisa membiarkan dua orang anak ayam nya itu kesusahan mengerjakan pekerjaan mereka. Ya, Rika dan Dery selalu menjadi anak ayam bagi Gauri. Meskipun usia Gauri dibawah Rika, tapi dia malah terlihat lebih dewasa ketimbang Rika. Mungkin karena Rika adalah anak bungsu, dan Dery, maklum usia Dery masih jauh dari Gauri. Hanya terpaut 2 tahun sih tapi kelakuan Dery tak ubahnya bungsu dalam sebuah keluarga.


" Apa kau tetap bekerja?"


" Iya dok, kasian bocah-bocah itu."


Bisma tersnyum. Rasa simpati dan tanggungjawab Gauri sungguh besar. Meskipun saat ini dia tengah merawat sang ayah namun dia masih ingat dengan apa yang jadi kewajibannya. Rasa kagum itu menjalar di tubuh Bisma.


" Kau wanita yang hebat Gauri."


TBC

__ADS_1


__ADS_2