Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-37. Satu Masalah Selesai


__ADS_3

" Apa yang Anda dapat Tuan Drake?"


Drake kemudian memberikan semua hasil penyelidikannya mengenai orang-orang yang diminta oleh Sukhdev. Sukhdev menerimanya dan membacanya satu per satu. Ia menghembuskan nafasnya dengan pelan. Semua cocok, fiks Gauri adalah adik sepupunya. 


Air mata Sukhdev tak terbendung saat mengetahui bibi nya meninggal saat Gauri baru berusia 5 tahun. Tapi dibalik itu Sukhdev merasa bangga kepada Samsul. Pria itu membesarkan Gauri sendiri  tanpa pernah menikah lagi.


Kehidupan keduanya tentu tidak mudah. Sukhdev terlihat marah saat Gauri pernah tidak diinginkan oleh orang tua pria yang pernah jadi kekasihnya. Sukhdev melirik ke arah Drake sekilas. Ia kagum, Wild Eagle bisa mencari informasi hingga sedetail itu.


" Jadi, kalau kesimpulan saya tidak salah. Gauri sekretaris dari Silvya adalah adik Anda?"


" Ya, Anda benar Tuan Drake. Haishh, semuanya menjadi sulit gara-gara kakek saya yang keras kepala. Terimakasih Tuan Drake, sudah saya transfer biayanya ke rekening Wild Eagle. Senang bekerja sama dengan Anda tuan."


Drake mengulurkan tangannya. Mereka berjabat tangan sebagai tanda kerjasama ini berakhir. 


Sukhdev melenggang keluar dari markas Wild Eagle. Ia memasuki mobilnya dan mulai mengemudi. Kini hal yang harus dilakukan adalah bagaimana memberitahu keluarganya mengenai keberadaan Gauri serta memberitahu Gauri mengenai keberadaan keluarga sang ibu yang masih dimilikinya.


" Apalah gadis itu akan menerima? Aku ragu, banyak hal sulit yang dilalui oleh gadis itu. Aku benar-benar harus mendekatinya pelan-pelan."


Sukhdev pikir setelah mengetahui hal yang dicarinya maka semuanya akan selesai. Tapi sepertinya tidak. Ini barulah awal dari segalanya. Awal cerita yang Sukhdev tahu pasti tidak akan mudah juga. Untuk kedua orang tuanya mungkin sukhdev bisa menghadapi tapi sang kakek, Sukhdev merasa tidak yakin.


" Arrayan Singh, mengapa kau begitu keras kepala hah?"


Sukhdev memaki kakeknya, hal yang tentu tidak bisa dia lakukan di depan sang kakek langsung. Arrayan Singh memanglah terkenal sebagai pria yang ambisius, keras, dan egois. Hal itu lah yang membuat hubungan ayah dan putrinya bisa dikatakan hancur. Entah bagaimana reaksi Arrayan nanti saat mengetahui putri kesayangannya telah tiada.


🍀🍀🍀


Gauri dan Bisma menuju cafe dimana Braja dan Rieta pernah bertemu. Mereka langsung menemui manager cafe. Awalnya keduanya tidak diperbolehkan untuk melihat cctv pada hari dimana Braja dan Reita bertemu, tapi setelah mengatakan maksud yang sebenarnya manager cafe pun akhirnya memberikan izin.


" Terimakasih tuan, Anda sungguh telah membantu mengungkapkan sebuah kejahatan."


" Sama-sama dokter."


Manager cafe itu pun membawa Bisma ke ruang kontrol. Mereka kemudian memutar cctv yang menunjukkan keberadaan Braja. Meskipun tidak dilengkapi dengan rekaman suara tapi gambar yang ditunjukkan cukup jelas. 


Dalam rekaman tersebut wajah Rieta dan Braja benar-benar terlihat jelas. Manager cafe yang baru mengetahui siapa Bisma sedikit merasa bersalah saat tapi menolaknya.


" Tuan saya menginginkan masternya. Berapapun itu akan saya bayar. Saya hanya tidak ingin itu jatuh ke tangan orang yang salah dan akhirnya dimanipulasi," ucap Bisma panjang lebar.

__ADS_1


" Tidak perlu dokter. Saya dengan senang hati akan memberikannya. Bagaimanapun juga fitnah adalah hal yang buruk untuk menjatuhkan seseorang."


Bisma mengulurkan tangannya untuk menjabat manager cafe tersebut. Beberapa kali Bisma mengucapkan terimakasih atas apa yang diberikan oleh orang tersebut.


" Jadi kapan sidang yang akan rumah sakit lakukan untuk membuktikan mas tidak bersalah?"


" Besok Ri,"


" Apa? Mas! Kamu bisa-bisa nya begitu santai menghadapi hal tersebut. Bahkan setelah tahu besok sidang akan dilakukan. Jika Rieta tidak ditemukan hari ini lalu bagaimana."


Bukannya mendengarkan apa yang Gauri katakan, Bisma malah salah fokus dengan wajah Gauri yang sangat lucu saat mengomel. Setelah seharian bersamanya hari ini, Bisma baru tahu kalau Gauri sungguh cerewet. Rasanya ingin sekali Bisma membungkam mulut Gauri tersebut.


" Sudah jangan ngomel. Aku yakin ini akan ketemu. Namanya kebenaran pasti akan terungkap. Hanya menunggu waktu bukan? Baiklah mari ku antar kau pulang dulu."


Gauri diam saja dan hanya mengangguk kecil. Ia masih tidak habis pikir dengan Bisma yang begitu santai dalam menghadapi masalah yang menurutnya adalah masalah besar.


" Oh iya mas, terus urusanmu dengan istrimu bagaimana?"


" Itu? Setelah urusan rumah sakit beres, aku akan ajukan gugatan ke pengadilan agama. Aku ingin semuanya segera berakhir, dan aku bisa mendekatimu dengan bebas."


Kalimat terakhir yang diutarakan Bisma tentu hanya ia ucapkan dalam hati. Mungkin Bisma benar-benar sudah terpaut hatinya terhadap gadis yang masih suka ia panggil bocah itu. 


" Mas, ada mushola. Ayo mampir dulu. Waktu zuhur sudah mau habis ini."


" Oh iya, okeeh."


Bisma memarkirkan mobil Gauri di halaman sebuah mushola. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Keduanya langsung menuju tempat masing-masing untuk mengambil wudhu dan melaksanakan 4 rakaat yang hampir habis waktunya itu.


" Alhamdulillah, semoga besok semuanya lancar."


" Aamiin."


Bisma dan Gauri sudah berada di mobil kembali. Kali ini mereka benar-benar akan pulang. Semua urusan sudah beres. Tapi Bisma baru ingat satu hal. Dia lupa meminta nomor ponsel Rieta. Rieta besok harus datang sebagai saksi untuk membuktikan bahwa Bisma tidak bersalah.


" Aku harus kembali ke apartemen Rieta."


" Untuk?"

__ADS_1


" Meminta dia untuk menjadi saksi besok. Bagaimanapun kan dia harus hadir dalam sidang sebagai saksi."


Gauri tersenyum, lalu ia menggelengkan kepalanya pelan sebagai tanda bahwa Bisma tidak perlu melakukan hal tersebut. Gauri lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Sukhdev. Bisma sedikit merasa curiga dengan hubungan Gauri dan Sukhdev. Interaksi keduanya sungguh dekat untuk ukuran rekan bisnis. Bahkan panggilan bhai yang disematkan Gauri untuk Sukhdev sungguh membuat Bisma bertanya-tanya.


" Beres, bhai mengatakan bahwa dia besok akan mengantar sendiri Rieta ke rumah sakit."


" Oh, oke. Terimakasih ya."


Suasana dalam mobil itu menjadi hening. Kecanggungan jelas terasa di keduanya. Untuk mengusir hal tersebut Gauri memilih memainkan ponselnya dengan sesekali menunjuk arah jalan rumahnya.


Ckiiit


Akhirnya mereka pun sampai di rumah Gauri. Bisma takjub dengan rumah Gauri yang benar-benar masih tradisional itu. Rumah khas betawi yang terlihat masih kental.


" Mau mampir?"


" Apakah boleh?"


Gauri tersenyum, ia mempersilahkan Bisma untuk duduk di teras. Tapi Bisma memilih berdiri lalu berjalan-jalan di sekitar halaman. Rumah dengan nuansa hijau itu membuat dirinya merasa nyaman. Ditambah cuitan sepasang burung lovebird menambah rasa tenang dalam diri Bisma.


" Wuih enak juga nih kalau bisa tinggal di sini," gumam Bisma lirih.


Setelah puas melihat-lihat, Bisma kemudian duduk di kursi yang ada di teras. Ia mengambil ponselnya dan kembali membuka apa yang ia dapat hari ini. Bisma sungguh berharap besok semuanya akan selesai. Seketika Bisma sadar bahwa Gauri sangat lama berada di dalam rumah. Bisma berinisiatif untuk masuk tapi urung. Gauri adalah gadis lajang yang di rumahnya tidak ada siapapun. Ia takut nanti malah menjadi fitnah oleh para tetangga. Bisma akhirnya dengan sabar menunggu Gauri untuk keluar.


" Maaf menunggu lama ya."


Gauri keluar dengan membawa nampan yang berisi bakul nasi dan lain-lainnya. Dengan sigap Bisma berdiri dan mengambil semua itu dari tangan Gauri.


" Kamu masak?"


" Iya, kita dari tadi belum makan. Jadi aku masak aja. Maaf kalau cuma sederhana. Semua adalah yang ada di kulkas. Belum sempat belanja juga."


" Ini sudah lebih dari cukup."


Gauri kemudian mengambilkan Bisma makan dan menyerahkannya kepada pria itu. Bisma benar-benar merasa senang. Dibalik hal yang tidak menyenangkan terjadi beberapa hari terakhir ini ada sebuah hal luar biasa yang mampu membuatnya tersenyum bahagia.


" Oooh jadi karena ini kamu nggak mau kembali lagi sama aku."

__ADS_1


" Sial, orang-orangan sawah datang."


TBC


__ADS_2