Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-59. Perayaan (END)


__ADS_3

Semua kembali normal. Kejadian beberapa waktu lalu benar-benar menguras hati dan pikiran. Namun semua bisa dilewati dengan baik.


Kediaman Singh tampak ramai. Beberapa orang terlihat tengah lalu lalang. Ada yang menikmati makanan, ada yang sedang bersenda gurau dan ada pula yang tengah duduk mesra berdua.


Tampak Gauri tengah menyuapi sang kakek. Menu sehat yang sudah ditetapkan Bisma untuk Arrayan membuat kakek tua itu sedikit merasa kesal. Tapi itu harus dilakukan agar penyakit jantung koroner nya tidak lagi kambuh.


" Kau cucu menantu kurang ajar memang. Kakek  mu hanya suruh makan sayur rebusan."


" Kek, kalau kakek masih ingin melihat cicit kakek sebaiknya kakek menurut padaku oke."


Semua orang tergelak mendengar Ucapan Bisma. Ya, hari itu diadakan perayaan untuk pernikahan Gauri dan Bisma. Arrayan menginginkan pesta pernikahan Gauri dan Bisma menggunakan kultur India. Tentu saja Gauri tidak menolak, begitu juga Bisma.


Gauri tampak cantik dengan sari merah khas pengantin India, begitu pula Bisma tampak gagah dengan sherwani (pakaian adat pria india, biasanya digunakan saat acara-acara penting) yang ia kenakan.


Rupanya pesta pernikahan tersebut juga menjadi pesta pertunangan Sukhdev dan Rieta. Sukhdev yang beberapa hari kemarin mengatakan cinta kepada Rieta rupanya tidak langsung diterima oleh gadis itu. Hingga Sukhdev meyakinkan Rieta bahwa dirinya benar-benar tulus menginginkan Rieta menjadi istrinya.


Sukhdev juga tidak keberatan untuk menikah di gereja sesuai keyakinan Rieta. Mereka bahkan sudah mempersiapkan pemberkatan yang akan dilakukan sebulan mendatang. Namun Arrayan tetap meminta Sukhdev menikah dengan adat India, dan Rieta pun tidak menolak hal tersebut.


Suasana rumah tersebut sangat menyenangkan. Meskipun hanya ada keluarga dekat saja tapi begitu ramai. Keluarga Dwilaga juga tentu tidak ketinggalan. Bahkan Nataya dan Yasa yang masih kecil pun ikut. Malah kedua bocah gemas itu menjadi pusat perhatian dengan tingkah mereka. Gauri juga mengundang Beno dan Sani. Bahkan secara khusus, Gauri meminta izin kepada Silvya yang juga berada di situ untuk kedua temannya tersebut libur bekerja.


Samsul tidak bisa membendung air matanya. Ia bukannya menangis sedih, tapi Samsul menangis bahagia. 


" Laksmi, lihatlah. Semua nya bahagia. Jika kamu berada disini pasti kau akan bahagia juga. Ayah mu terlibat begitu mencintai Gauri, aku sungguh bersyukur semuanya berakhir dengan baik. Beristirahatlah dengan tenang sayang. Semuanya sudah baik-baik saja sekarang."

__ADS_1


" Be?"


Gauri memeluk Samsul. Ia tahu, saat ini pasti babe nya sedang memikirkan sang ibu. Samsul selalu meneteskan air matanya saat ia mengingat sang istri.


" Apa kamu bahagia nak?"


" Tentu saja Be. Uri bahagia, terlebih ada babe di samping Uri."


Apa yang diucapkan Gauri tentu benar adanya. Ia sungguh bahagia saat semuanya berakhir dengan apa yang dia inginkan. Hubungannya dengan keluarga Singh juga berjalan lancar. Gauri sendiri tidak menyangka jika awalnya ia pura-pura menjadi bagian keluarga Singh rupanya ia benar adalah cucu dari Arrayan Singh.


Hidupnya benar-benar seperti roller coaster. Kecelakaan sang ayah, mengungkap kejahatan Puspa, menyukai pria yang rupanya sudah beristri, dan bertemu keluarga sang ibu, hingga menikah dadakan. Sungguh membuat Gauri tidak habis pikir. Semua itu berlangsung begitu cepat dan bersamaan.


" Sedang memikirkan apa hmmm?"


" Suami di atas kertas waktu itu, tapi sekarang aku adalah suamimu sebenarnya. Bukankah begitu?"


Bisma yang tadinya memeluk Gauri dari belakang seketika membalikkan tubuh Gauri agar menghadap kepadanya. Ia lantas mencium bibir Gauri dengan intens. Sesapan demi sesapan  pun Bisma lakukan. Keduanya saling berbelit lidah untuk sesaat.


" Terimakasih sudah mau menerimaku yang duda ini."


" Haish duda ting-ting begini siapa yang nolak. Lagian kamu itu duren mateng mas."


" Apa itu duren mateng?"

__ADS_1


" Duda keren mapan dan ganteng."


Bisma tertawa terbahak-bahak mendengar istilah yang diucapkan Gauri. Ia heran dari mana istri kecilnya itu bisa menemukan istilah yang seperti itu.


" Whatever lah tapi yang jelas adalah satu, aku mencintaimu Gauri Jayasree Singh. Itu adalah salah satu fakta. Terimakasih sudah mau menerimaku, istriku."


" Aku juga mencintaimu Bisma Triguna Dewandaru. Dokter tampanku, duren mateng ku, suamiku."


Keduanya saling memeluk, dan Bisma kembali mencium sang istri. Tidak ada yang pernah mengira bahwa takdir pertemuan yang tidak sengaja itu membawa garis jodoh bagi keduanya. 


Lika-liku kisah keduanya yang diwarnai aksi detektif-detektifan hingga harus menikah dadakan di rumah sakit untuk menghindari perjodohan sang kakek, membuat warna sendiri dalam cerita hidup mereka. 


Bisma yang sebelumnya menikah karena hanya dimanfaatkan rupanya berhasil menemukan cinta yang bisa membuat hatinya menghangat. Semuanya tentu merupakan garis takdir hidup. Baik Bisma maupun Gauri hanya bisa menjalaninya. Dan hasil dari perjuangan keduanya membuahkan hasil sebuah kebahagiaan.


...SELESAI...


Yeay akhirnya selesai manteman readers. Cukup ya kan. 


Alhamdulillah akhirnya Om Bisma dan Gauri sudah selesai. Terima Kasih untuk readers yang setia mengikuti perjalanan om ganteng yang satu ini.


Sampai jumpa di karya author yang lainnya ya.


...Salam sayang...

__ADS_1


...Author IAS...


__ADS_2