
Plak!!!
Suara tamparan begitu menggema di ruang keluarga sebuah rumah mewah. Ruangan dengan lebar sekitar 20 m² persegi itu memang sepi jadi suara kecil pun terdengar jelas.
" Dasar anak tak tahu diuntung. Kau benar-benar membuatku malu. Apa kau tahu kegiatan panas mu didengar oleh seluruh komite rumah sakit? Mau ditaruh dimana muka ku hah?"
Puspa terperanjat mendengar penuturan sang Kuswan. Sedangkan Cahyati, ibu dari Puspa hanya terdiam menunduk. Jujur selama ini dia tidak tahu kelakuan sang putri di belakang.
" Ba-bagaimana bisa? Aku selalu melakukannya dengan bersih."
Plak
Tamparan kedua dilayangkan oleh Kuswan ke pipi yang satunya lagi milik Puspa. Pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya ia sungguh tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan putrinya.
" Apa kau tidak sedikitpun menyesal hah?"
" Pa, papa kan tahu aku sama sekali tidak menyukai Bisma. Aku menikahi dia semua atas desakan papa!"
Kuswan mengeraskan rahangnya, ia ingin kembali menampar Puspa tapi tangannya dicekal oleh sang istri.
" Mas sudah mas, ini semua sudah terjadi. Bisma sudah mengajukan gugatan ke pengadilan."
" Assalamualaikum."
Suara yang begitu akrab di telinga semuanya termasuk Puspa. Mata wanita itu membulat sempurna saat melihat siapa yang datang ke rumah orang tuanya. Ya, Puspa diminta untuk datang ke rumah Kuswan karena ingin membicarakan mengenai gugatan cerai Bisma dan apa yang sudah dilakukan oleh Puspa.
" Mau apa kau datang kesini hah!" teriak Puspa galak.
" Kedatangan saya kesini untuk Mengembalikan kamu kepada orang tuamu. Beserta barang-barang mu. Saya juga minta orang untuk mengantarkan mobil mu yang satunya lagi. Dulu saya menikahi mu baik-baik maka saya akan menceraikan mu baik-baik juga. Tuan Kuswan dan Nyonya Cahyati, saya kembalikan putri Anda berada dalam keadaan baik. Dan Puspa, mulai saat ini aku jatuhkan talak 3 ku padamu. Mulai detik ini haram bagiku tubuhmu dan kita bukan lagi suami istri. Selamat, kau kini bebas bersama dengan kekasihmu tanpa aku sebagai penghalang. Tuan dan nyonya saya permisi."
Bruk
Kuswan dan Chayati terduduk dilantai. Apa yang dilakukan Bisma benar-benar tidak bisa dicegah. Talak 3, itu adalah bukti bahwa Bisma sudah tidak akan bisa kembali dengan Puspa.
" Apa kau puas sekarang!" teriak Kuswan kepada sang putri.
__ADS_1
" Tentu saja, karena ini yang kuharapkan. Bagus juga talak 3, karena selamanya aku tidak akan sudi juga kembali padanya."
Puspa berucap acuh. Dia membalikkan badan dan menuju ke kamar miliknya di rumah kedua orang tuanya. Kuswan mengerang marah terhadap tingkah sang putri, sedangkan Cahyati dia menangis pilu. Dia sungguh tidak menyangka rumah tangga putrinya yang terlihat baik dan harmonis itu hanyalah kamuflase belaka.
Di sisi lain, Bisma yang baru keluar dari pekarangan rumah Puspa tersenyum lebar. Ia merasa hatinya sungguh lega. Kini dia bukanlah suami siapapun statusnya kembali menjadi single, eh duda ding. Meskipun duda, dia adalah duda ting-ting. Duda perjaka karena dirinya belum pernah menjebol gawang mantan istrinya.
" Baiklah, lalu apa yang akan kulakukan sekarang. Waah rasanya sungguh menyenangkan sekali bukan, seperti terbebas dari belenggu."
Bisma mengemudikan mobilnya sambil memutar lagu masa-masa sewaktu remaja. Dia memilih lagu 'Kangen' milik Dewa 19. Bisma pun lamat-lamat mengikuti lirik demi lirik lagu tersebut.
Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku aku pun rindu kamu, ku akan pulang
Melepas semua kerinduan yang terpendam.
Saat sampai dilirik itu, ingatan Bisma tertuju kepada Gauri. Ia teringat setiap pembicaraannya bersama gadis yang sering ia panggil bocah itu. Terlebih saat Gauri menyatakan cinta padanya. Jika saat itu Bisma belum terasa apapun kini saat mengingat kata-kata itu jantungnya berdegup kencang.
" Haish, lagi. Kenapa selalu saja deg-deg an saat ingat bocah itu confess. Lama-lama bisa sakit jantung beneran kalau gini."
Gauri saat ini sedang bersama Sukhdev untuk makan malam. Sukhdev terlihat begitu memperhatikan Gauri. Jika Gauri menuruni sifat dari ibu nya maka pasti Gauri tidak suka dengan adanya tomat di makanannya.
Dan benar apa yang jadi dugaan Sukhdev, adiknya itu menyingkirkan irisan tomatnya. Sukhdev tersenyum simpul. Dia benar-benar sangat senang bisa menemukan sang adik. Hidup sebagai anak tunggal tentu membuat Sukhdev kesepian.
" Oh ya Gauri, bagaimana rencana mu untuk wanita itu. Apa sudah menemukan cukup bukti?"
" Kemarin Mas Bisma memberiku foto-foto mobil yang diduga digunakan Puspa untuk menabrak babe. Juga sebuah dash cam tapi aku rasa bukti itu tidaklah kuat. Aku masih harus bisa membuat wanita itu mengakuinya sendiri. Jadi sepertinya aku harus lebih lama lagi memakai nama keluarga bhai untuk mencari bukti."
Sukhdev mengusap kepala Gauri, sejenak Gauri merasa terkejut namun detik selanjutnya ia menemukan kenyamanan di sana. Terlihat dari sorot mata Sukhdev bahwa pria itu begitu merasa iba dengan adiknya.
" Pergunakanlah sesuka mu. Lakukan sebanyak yang kau mau. Kau tidak perlu khawatir soal itu Gauri."
" Tapi bhai, jika kedua orang tua bhai tahu bagaimana."
__ADS_1
Sukhdev tidak menjawab apapun, dia hanya tersenyum dan menggeleng pelan. Mengisyaratkan bahwa semua akan baik-baik saja. Gauri pun menghela nafasnya lega.
Makan malam selesai, Sukhdev mengantar Gauri ke rumah sakit karena gadis itu mau menunggu ayahnya malam ini. Sukhdev memutuskan untuk kembali ke rumah. Ia memarkirkan mobilnya langsung di garasi kediaman Singh.
" I'm home."
" Masuk!"
Suara Shekhar, ayah dari Sukhdev begitu dingin. Sukhdev seketika merinding dibuatnya. Ia merasa ada sebuah hal yang yang akan membuatnya tidak akan bisa tidur cepat malam ini.
" What happened yah,bu?"
" Duduk, ada yang mau ayah tanyakan sama kamu."
Sukhdev duduk di hadapan kedua orang tuanya. Shekhar dan Rada seperti memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan kepadanya. Shekar kemudian mengeluarkan beberapa foto. Sukhdev pun langsung mengambilnya lalu melihatnya. Di sana ada gambar dirinya dan, Gauri.
Sukhdev membuang nafasnya kasar, sepertinya memang tidak bisa menyembunyikan hal tersebut lebih lama lagi. Jika tidak pasti orang tuanya akan salah sangka.
" Siapa gadis itu? Apakah kekasihmu?" cecar Shekhar. Pria paruh baya itu kemudian mengeluarkan beberapa foto lagi. Di sana ada gambar Sukhdev dan seorang wanita lain. Keduanya terlihat masuk ke apartemen bersama. Bisa dilihat kedua wanita itu berbeda.
" Jika yang tadi kekasihmu lalu yang ini siapa. Dev, jangan bermain-main. Kau bukan lagi remaja yang gonta ganti pasangan. Tentukan lah satu wanita untuk jadi pasanganmu."
Shekhar benar-benar pusing dibuat putra semata wayangnya itu. Melalui anak buahnya Shekar mengamati kelakuan Sukhdev beberapa hari ini. Ia pun terkejut saat mengetahui Sukhdev bersama dua wanita yang berbeda.
Sukhdev yang jadi tersangka malam ini pun hanya bisa membuang nafasnya kasar. Belum apa-apa saja sudah salah paham begini, begitulah kira-kira isi pikiran Sukhdev.
" Yang ini adalah Rieta. Dia adalah seorang yang aku tolong saat di kota P. Dia sebatang kara. Setelah ibu nya meninggal aku membawanya ke kota ini. Rieta sekarang bekerja di RS Textile. Sedangkan yang ini~"
" Siapa yang ini?"
Rada sungguh merasa gemas dengan sang putra yang tidak segera menyelesaikan ucapannya. Sukhdev malah memberikan foto Gauri yang terlihat jelas wajahnya kepada ayah dan ibunya.
" Coba ayah dan ibu perhatikan. Apa ayah dan ibu merasa tidak asing dengan gadis itu?"
Shekhar dan Rada melihat foto Gauri dengan seksama. Setelah beberapa saat keduanya saling berpandangan satu sama lain.
__ADS_1
" Ini?"
TBC