
Gauri sedang ada bersama Bisma. Entah mengapa, pria itu tidak tenang. Bukannya membujuk Gauri untuk pergi menemui keluarga Singh, tapi Bisma meminta Gauri untuk pergi dan ikut bersamanya.
" Mas, aku sedang tidak ingin kemana-mana."
" Sayang, kali ini aja. Menurutlah. Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di sini. Patuh ya."
Mendengar kalimat Bisma yang begitu lembut, ditambah kata sayang yang terucap dari bibir pria tampan itu membuat Gauri luluh. Ia pun berganti pakaian dan ikut Bisma pergi.
Sebenarnya Bisma tadi sempat bertanya kepada Silvya mengenai keluarga Singh. Silvya kemudian menjelaskan bahwa di keluarga tersebut pemimpin keluarganya lah yang memiliki sikap keras kepala dan hatinya sekeras batu. Sangat susah untuk dihadapi. Bahkan Arrayyan bisa melakukan apa saja demi mencapai tujuannya.
Terbukti Arrayan dengan tega menghapus ibu gauri dari keluarga Singh karena tidak menyukai keputusan Laksmi untuk menikah dengan Samsul.
" Berarti ini akan sedikit sulit pasti Si?"
" Sepertinya begitu om. Tapi om tenang, kalau soal pengamanan Sisi akan bantu. Di rumah sakit juga sudah Sisi berikan orang-orang Wild Eagle. Lebih baik om bawa Gauri pergi dari rumah secepatnya. Sukhdev tidak akan pernah tahu apa yang akan dilakukan kakek nya."
Bisma paham dengan setiap apa yang diucapkan istri dari keponakannya itu. Maka dari itu dia segera pergi membawa Gauri dari rumahnya. Silvya juga memberitahu Dika mengenai apa yang terjadi. Dia meminta suaminya itu untuk menjaga Samsul di rumah sakit.
Penyelidikan mengenai keluarga Singh sebenarnya sudah Silvya lakukan saat Sukhdev meminta Drake mencari tahu soal Gauri. Arrayan Singh adalah pria yang ambisius. Saat ini diketahui bahwa Arrayan tengah menjalin hubungan dekat dengan keluarga Rajesh Sandhu. Dan sepertinya Arrayan akan menjodohkan, bukan lagi menjodohkan tapi menikahkan Gauri dengan cucu keluarga Sandhu yakni Rohan Surendra Sandhu.
Sekilas Silvya merasa sedikit prihatin dengan keadaan om nya tersebut. Baru saja mengenal cinta, orang yang dicintai, keluarganya sangat tidak mudah. Sungguh kisah cinta Om Bisma ini sedikit berliku.
*
*
*
Dugh dugh dugh
Rumah Gauri di datangi oleh beberapa orang berbadan besar. Tampak mereka mengetuk bukan, lebih tepatnya menggedor pintu rumah. Mereka terlihat tidak sabar.
Halim yang tengah melintas merasa sedikit aneh dengan kedatangan pria-pria tak dikenal itu. Ia memberanikan diri untuk menghampiri orang-orang tersebut.
__ADS_1
" Maaf, ini ada apa ya?"
" Dimana penghuninya?"
Halim memicingkan matanya. Ia memiliki firasat orang-orang ini pasti punya niat yang tidak baik. Halim pun mencoba untuk memikirkan sebuah hal untuk mengecoh orang-orang tersebut. Meskipun Gauri tidak pernah lagi mau kembali padanya tapi tidak ada salahnya untuk tetap melindungi wanita yang masih ada di hatinya itu.
" Sepertinya Anda semua datang diwaktu yang tidak tepat. Pemilik rumah ini yang saya tahu sedang berobat keluar kota. Dan setahu saya mereka sudah pergi dari kamrin."
" Sial, hubungi tuan Arrayyan."
Salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel dan terlihat menghubungi seseorang. Halim berusaha untuk mendengarnya dengan tidak juga beranjak dari rumah Gauri. Namun sebuah peringatan di layangkan orang salah satu dari mereka agar Halim segera pergi.
“ Aku harus menghubungi Gauri dan mengatakan mengenai apa yang terjadi.”
Halim berkali-kali menelpon Gauri namun tidak ada jawaban. Akhirnya pria itu memilih mengirimkan pesan serta menyertakan foto keadaan rumah Gauri saat ini.”
Disebuah restoran mewah, Arrayan terlihat murka. Dia yang sedang makan siang bersama dengan Rajesh Sandhu sambil membicarakan pernikahan kedua cucu mereka tampak meletakkan gelas yang baru saja ia angkat.
Rajesh mengangkat satu alisnya. Ia tidak tahu apa yang orang tua di depannya itu sedang lakukan.
“ Sebenarnya ada apa?” tanya Rajesh.
“ Orang-orang yang aku kirim untuk menjemput cucu ku tidak berhasil mendapatkannya. Rumah mereka kosong, katanya mereka ke luar kota,” jawab Arrayan sambil menyandarkan punggungnya.
“ Dan kau percaya?”
Satu kalimat yang Rajesh utarakan membuat Arrayan sadar bahwa mungkin saja ia sedang dipermainkan. Ia pun kembali menghubungi para orangnya untuk terus mencari dimana Gauri berada sampai ketemu.
“ lalu kapan kita akan melangsungkan pernikahan gauri dan Rohan?”
“ 2 hari lagi, aku akan membuat pesta di rumahku. Setelah aku berhasil menemukan Gauri kita langsung akan menikahkan dengan Rohan.”
*
__ADS_1
*
*
“ Bu aku tidak mau menikah! bahkan aku tidak mengenal siapa gadis itu. Persetan bahwa dia adalah cucu seorang Arrayan Singh. Aku tetap tidak mau menikah dengannya!”
“ Kau tetap harus menikah dengannya, itu adalah keputusan dari kakek mu kita tidak bisa menolaknya.”
Terdengar keributan alias adu mulut terjadi di sebuah rumah mewah. Rumah dengan interior khas india itu menjadi saksi seorang pemuda dan ibunya yang sedang adu mulut.
Pemuda itu berulang kali mengatakan bahwa dia tidak ingin menikah. Ya, dia adalah Rohan cucu dari Rajesh Sindhu yang akan dinikahkan dengan Gauri. Rohan menolak mentah-mentah pernikahan ini. Dia merasa dirinya masih sangat muda untuk menikah. Dia masih ingin belajar dan bermain bersama teman-temannya.
Pemuda berusia 21 tahun benar-benar tidak habis pikir dengan keluarganya. Di jaman yang sudah serba canggih dan modern ini mengapa masih ada paksaan untuk menikah.
“ Bu, aku mohon. Aku sungguh tidak ingin menikah. Setidaknya tidak dalam tahun-tahun ini. Bu aku masih sangat lah muda. Apa ibu tega membiarkan ku terbelenggu dalam sebuah ikatan pernikahan yang aku belum siap di dalamnya.”
“ Siap tidak siap kau harus menerimanya. Jika kau tidak mau maka siap-siaplah kamu dikeluarkan dari keluarga ini oleh kakek mu.”
“ Keluarkan ya keluarkan saja, bagus sekali aku tidak perlu menyandang nama Sindhu di belakang namaku. Aku bisa bebas melakukan apa yang aku mau.”
“ Diam, bawa dia ke kamar. Kunci dan jangan sampai di lolos sampai hari pernikahannya tiba.”
Rajesh yang baru datang dan sempat mendengar pemberontakan yang dilakukan sang cucu pun geram. ia langsung menyuruh orangnya untuk membawa Rohan ke kamarnya dengan paksa. Teriakan Rohan sama sekali tidak diindahkan oleh Rajesh.
“ Awasi putramu itu.”
“ Baik ayah.”
Ibu Rohan mengangguk patuh kepada ayahnya. Sebenarnya ia pun tidak tega melihat sang putra seperti itu, namun wanita paruh baya itu cukup sadar diri bahwa dia bukanlah siapa-siapa di keluarga tersebut. Dia hanya bisa patuh terhadap apa yang jadi keputusan ayah mertuanya.
“ Dasar cucu tidak tahu diuntung. mau bagaimanapun kau harus bisa menikah dengan cucu Arrayan. Keluarganya memiliki kekayaan yang sangat banyak. Kita bisa ikut merasakannya nanti. Arrayan yang bodoh, dengan iming-iming tambang batu nikel membuat pria tua itu dengan mudahnya menyetujui pernikahan cucunya. Kita akan melihat setelah Rohan bisa menikahi cucunya maka kita akan mendapat paling tidak setengah dari saham RS Textile.”
TBC
__ADS_1