Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-39. Tidak bersalah


__ADS_3

Braja dan Kuswan tersenyum lebar saat memasuki auditorium. Braja yakin, Bisma akan dikenai hukuman. Bahkan pria itu percaya lisensi medis Braja akan dicabut. Terlebih kemarin nama pasien yang disodorkan waktu itu memang benar adanya. 


Rupanya sehari sebelum sidang di gelar Braja benar-benar mendapatkan nama pasien yang waktu itu digunakan untuk menjebak Bisma. Dimana rekam medis semuanya dibuat oleh Bisma karena memang Bisma adalah dokternya  hanya saja oleh Braja semua dimanipulasi, dibuat seolah-olah Bisma yang melakukan kesalahan. 


" Apa kau yakin ini akan berhasil?" tanya Kuswan.


" Tentu saja Om, aku yakin ini akan berhasil," jawab Braja percaya diri.


Kuswan kembali mengembangkan senyumannya. Dia benar-benar tidak peduli dengan orang yang menggunjingnya. Banyak yang mengatakan kalau Kuswan tidak pro dengan sang menantu. Mereka juga banyak yang berbicara jika Kuswan hanya memanfaatkan pernikahan Bisma dan Puspa demi keuntungan sendiri.


Disisi lain, Sekar sudah riweuh sendiri. Wanita paruh baya itu bolak balik tidak karuan saat ini membuat Bisma pusing melihatnya. Sekar tentu panik, dia benar-benar khawatir jika sang adik tidak bisa membuktikan kalau dia tidak bersalah. Sekar tambah gemas saat Bisma malah terlihat santai sembari memainkan ponselnya.


" Bisma!! Kenapa sih bisa sesantai itu?"


" Mbak, calm down. Everything's gonna be ok. Don't worry."


Sekar membuang nafasnya kasar mendengar ucapan sang adik. Ia kemudian memilih untuk masuk ke auditorium. Semua mata langsung tertuju padanya. Namun Sekar benar-benar cepat bisa mengubah ekspresinya. Tadi ketika di hadapan Bisma ia tampak panik, kini saat dilihat oleh orang banyak wanita itu menampilkan ekspresi tenang dan berjalan dengan anggun khas wanita berkelas.


Tak lama Bisma masuk. Seringai terbentuk di bibir Braja dan Kuswan. Pun  dengan para follower setia mereka berdua. Mereka yang mengikuti Braja dan Kuswan merasa di atas angin. Janji kedudukan tinggi di RSMH membuat mereka semakin loyal.


Dewan kehormatan yang berisi dokter spesialis, pengacara rumah sakit, dan komite rumah sakit itu mulai membuka kasus Bisma.  Suma yang setia berada di samping Bisma siap dengan bukti-bukti yang dipunya.


" Baiklah Dokter Bisma Triguna Dewandaru, silahkan Anda melakukan pembelaan atas apa yang dituduhkan kepada Anda."


" Terima Kasih. Saya di sini hanya akan mengatakan satu kalimat. Saya tidak bersalah."

__ADS_1


" Tapi rekam medis ini membuktikan bahwa Anda memang bersalah. Bagaimana Anda akan menyangkalnya."


" Itu bukan rekam medis yang saya buat. Karena yang saya buat isinya tidak seperti itu. Saya paham betul kondisi pasien saya jadi saya tidak akan menuliskan hal yang asal di rekam medis pasien saya. Dan, saya bisa membuktikan hal tersebut. Saya memiliki dua dokter residen yang membantu saya saat saya menangani pasien tersebut. Jika diperbolehkan saya akan membawa mereka kemari untuk jadi saksi."


Dewan kehormatan mempersilahkan Bisma memanggil dua residennya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Arga dan Bayu. Arga dan Bayu masuk dengan tenang. Mereka kemudian ditanya oleh dewan kehormatan dan mereka benar-benar bisa menjawab semuanya dengan lancar.


" Baiklah, saya masih punya saksi dan bukti lain juga untuk menguatkan argumen saya bahwa saya tidak bersalah. Suma, bawa saksi masuk dan berikan bukti tersebut kepada dewan kehormatan."


Suma mengangguk mengerti, sebelum menjemput saksi selanjutnya Suma memberikan dua buah flashdisk bukti bahwa ada orang lain dibalik peristiwa ini. Suma kemudian kembali bersama dengan seorang wanita. Wanita tersebut bersitatap dengan Braja.


" Ba-bagaimana bisa. Bukankah dia sudah ku suruh pergi jauh  mengapa wanita sialan itu bisa ada di sini sekarang. Tenang, tenang Braja. Semua akan baik-baik saja. Aku bisa menolaknya, dia tidak punya bukti apapun. Aku sudah memintanya untuk menghapus semua riwayat pesan dan panggilan. Aku juga memberikan uangnya secara cash. Jadi kau yakin ini akan aman."


Braja berbicara dalam hati. Wajah Braja seketika pucat pasi, namun di berusaha tenang. Sedangkan Rieta, dia tampak gugup. Tapi sebuah bisikan dari Suma membuat wanita itu tampak lebih tenang. Suma mengatakan bahwa dia tidak perlu takut karena banyak yang akan melindunginya.


" Saudari Rieta Trihapsari, silahkan mengambil sumpah. Apa benar ada orang yang menyuruh Anda untuk membuat fitnah kepada Dokter Bisma?"


" Apa Anda masih mengingat orangnya?" 


Rieta tentu mengangguk. Nama dan wajah orang yang menyuruhnya tentu dia tidak lupa.


" Bisa Anda katakan siapa orang itu?"


Rieta terdiam sesaat, lalu matanya memindai seluruh ruangan. Semua orang saling memandang satu sama lain, mereka menerka kira-kira siapa yang berani memfitnah pemilik dari RSMH ini.


" Dia pak orangnya namanya Braja."

__ADS_1


Duaaar


Seperti ada ledakan bom di ruangan itu. Semua mata menatap Braja, kasak kusuk kembali terjadi. Ada yang merutuki Braja tapi ada juga yang ketar-ketir. Tantu saja yang ketar-ketir adalah para pengikut Braja.


" Heh, jangan sembarangan kamu. Ini fitnah namanya kalau kamu tidak punya bukti. Lagipula saya tidak pernah bertemu denganmu. Saya tidak  kenal dia. Pasti wanita ini disuruh oleh Dokter Bisma untuk memutar fakta."


Bisma tersenyum sinis mendengar ucapan Braja yang begitu percaya diri. Ia kemudian menganggukkan kepalanya ke arah dewan kehormatan. Salah seorang dari mereka pun menancapkan flashdisk pada sebuah laptop dan menampilkannya di layar proyeksi sehingga semua orang bisa melihat.


Bisma kembali tersenyum di gambar tersebut begitu jelas bahwa Braja tengah bertemu dengan Rieta. Jadi pernyataan bahwa Braja tidak mengenal Rieta bisa ditepis. Untuk menguatkan buktinya lagi, Bisma meminta dewan kehormatan untuk memutar flashdisk yang satunya yang berisi rekaman.


Klik


Semua orang tentu terperangah saat mendengar rekaman yang dimulai dari suara dessahan. Meskipun hanya audio tanpa video mereka tentu tahu bahwa itu adalah orang yang tengah bercintaa. Semua yang ada di ruangan itu heran tak terkecuali Sekar.


" Ini bocah kenapa bawa rekaman suara orang mesum."


Sekar tak habis pikir dengan sang adik hingga rekaman tersebut mengeluarkan suara obrolan. Semua membungkam mulut mereka dengan tangan karena tidak percaya. 


Double kill, itulah yang dirasakan oleh keluarga Kuswan. Dia tentu tahu bahwa suara itu adalah suara putri kesayangannya. Dan keponakannya, sungguh semuanya begitu terang-terangan di buka. Kuswan yang tadinya duduk dengan kepala terangkat kini hanya bisa menunduk melihat lantai.


" Saya sebenarnya tidak ingin mencampur adukkan masalah pribadi dengan masalah internal rumah sakit. Tapi rupanya bukti yang menguatkan saya tidak bersalah juga mengandung sebuah bukti perselingkuhan istri saya. Maka dari sini saya sekalian akan mengumumkan perceraian saya. Berkas gugatan sudah saya layangkan ke pengadilan agama. Bagaimana dewan kehormatan, apakah saya terbebas dari tuduhan ini?"


Dewan kehormatan pun saling berbicara. Mereka berdiskusi mengenai keputusan akhir dari sidang ini.


" Kami sudah memutuskan bahwa Dokter Bisma Triguna Dewandaru sama sekali tidak bersalah. Kami memohon maaf kepada beliau atas apa yang terjadi dan mengembalikan lagi wewenang Dokter Bisma sebagai dokter dan sebagai direktur utama RSMH. Selain itu kami juga sudah memutuskan bahwa kami akan menindaklanjuti  Dokter Braja atas fitnah yang dilakukannya. Sangsi yang yang akan diterima dokter Braja mungkin bisa pemutusan kerja. Sekian dan terimakasih."

__ADS_1


TBC


__ADS_2