Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-45. Ayo Pacaran


__ADS_3

" Apakah sudah tenang?"


Bisma dan Gauri duduk di pinggir pantai. Ya Bisma membawa Gauri menepi ke pantai yang ada di pinggiran kota. Ia memang sengaja membawa gadis itu kesana untuk sekedar melepaskan rasa marah dan sakit yang ada di hatinya.


" Terimakasih mas, aku sudah jauh lebih baik."


" Jadi apakah hari ini juga akan membuat laporan?"


Gauri mengangguk, ia tidak boleh menunda lagi. Hari ini ia harus segera mengajukan laporan ke pihak berwajib tentang kasus tabrak lari yang dilakukan oleh Puspa. 


" Jika begitu, mari kita ke kantor polisi sekarang."


Bisma bangkit dari duduknya. Membersihkan celana nya sedikit kotor karena pasir lalu mengulurkan tangannya kepada Gauri. Gauri tersenyum dan menerima uluran tangan Bisma. Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju ke mobil. Tidak ada kata apapun yang terucap dari keduanya tapi yang pasti mereka merasa semakin dekat.


*


*


*


Laporan dibuat oleh Gauri sebagai keluarga korban. Gauri juga langsung memasukkan semua bukti yang dia miliki. Tapi sebelum itu, tadi Gauri dan Bisma sudah memotong hasil rekaman yang di dalamnya ada pengakuan Puspa mengenai apa yang ia lakukan.


" Baiklah nona Gauri, kami akan segera memproses laporan ini. Paling tidak besok saudara Puspa bisa kami berikan surat penangkapan."


" Terimakasih pak, saya harap ini benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya. Saya juga akan melampirkan rekam medis ayah saya."


Petugas kepolisian itu mengangguk. Gauri kemudian menjabat tangan polisi tersebut. Ia benar-benar berharap Puspa mendapatkan apa yang sudah ia tanam.


Gauri keluar dari kantor polisi dengan menghela nafas kelegaan. Bisma tentu bisa melihat itu. Ia tersenyum kepada Gauri dan dibalas senyuman kembali.


" Lalu setelah ini apa," tanya Bisma tiba-tiba yang membuat Gauri tidak paham.


" Maksud mas?"


" Apakah apa yang kamu katakan waktu itu masih berlaku?"


" Yang mana?"

__ADS_1


" Yang di kedai kopi pagi-pagi saat aku di skors?"


Gauri terdiam sesaat. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang sudah dia katakan kepada makhluk tampan di depannya itu. Gauri menepuk keningnya pelan saat ia mengingat itu. Wajahnya bersemu merah persis seperti udang yang baru saja di rebus.


" Melihat ekspresimu aku rasa kau sudah mengingatnya. Jadi apakah masih berlaku?"


Gauri tentu sedikit bingung. Jika kemarin dia mau maju ragu karena status Bisma yang masih sah suami orang tapi saat ini ia ragu karena Bisma rupanya bukan dokter biasa. Pria tampan di depannya itu adalah direktur rumah sakit sekaligus pemiliknya.


Gauri benar-benar dilema saat ini. Rasa suka terhadap Bisma tentulah masih ada dalam hatinya malah semakin besar. Tapi tembok diantara keduanya sangat tinggi. Bisma adalah seorang yang memiliki strata sosial kelas atas sedangkan dirinya, haish jangan ditanya. Dia hanyalah gadis biasa.


" Berlaku sih masih mas, tapi~"


" Good, mari kita menjalin hubungan yang baik."


" Maksudnya?"


" Ayo pacaran."


Bak ABG yang nembak crush nya, Bisma benar-benar to the point. Babarblas nggak ada romantis-romantisnya. Sedangkan Gauri, ia hanya membulatkan kedua matanya tak percaya jika sang dokter berkata seperti itu.


" Tapi mas."


" Bukannya nggak mau, mau sih."


" Ya udah siip."


Bisma menyalakan mobilnya lalu berlalu dari kantor polisi menuju ke rumah sakit. Bisma berniat mengutarakan rasa hatinya itu kepada Samsul, tapi oleh Gauri dicegah. Ia berkata nanti saja jika sang ayah sudah jauh lebih baik. Bisma pun mengangguk pasrah. Akhirnya mereka memutar tujuan menjadi rumah Gauri. 


Sesampainya di rumah Gauri sedikit terkejut melihat rumahnya yang ramai. Ia melihat beberapa warga ada di sana dengan Halim dan Rojak.


" Mau apa mereka?"


" Sepertinya ada yang cari masalah Ri."


Gauri membuang kasar nafasnya. Perasaan masalah yang menimpa dirinya selalu ada saja dan tidak ada habisnya. Baru saja selesai dengan satu masalah, sudah ada masalah lain lagi. Bahkan jelas-jelas di depan mata.


Ckiiit 

__ADS_1


Bisma memarkirkan mobil milik Gauri di halaman rumah. Gauri langsung membuka mobilnya dan turun dari sana.


" Naaah ini, babe nya kagak ada di rumah dia sembarangan masukin laki-laki ke rumah  dasar wanita nggak bener."


" Gauri, bener-bener lu ye. Kagak nyangke gue lu kayak gitu."


" Mbok ya kalau udah pengen kawin buruan ke KUA jangan kumpul kebo. Kagak baek, kagak berkah. Dosa Ri."


Gauri memejamkan matanya sejenak. Ia lalu mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuang nya perlahan. Ia harus sabar menghadapi para netizen dadakan di depan rumahnya itu. Ya, di depan rumah Gauri ada beberapa warga yang berkumpul di sana. Sepertinya mereka datang atas ulah seseorang yang Gauri tahu siapa itu.


" Mpok-mpok, nih dengerin aye ye. Siapa yang udah berani-berani nya nyebar fitnah tentang aye ke kalian semua. Dan lagi, mpok-mpok pada nuduh ke aye emang mpok ade bukti? Aye bisa tuntun mpok semua ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik lho."


Kicep


Semua orang di sana diam saat Gauri menjawab semua tuduhan itu. Ia sangat marah, tapi sebisa mungkin ia tetap berkepala dingin menghadapi mulut warga julid itu.


" Lagian, kalian pada sok-sok an ngurusi keluarga aye. Orang babe di rumah sakit udah ada sebulanan lebih aje kagak ade ntuh satu barang diantara kalian para warga ngejengukin babe. Heran aye mah, gitu kok sok ngurusin idup aye sama babe."


Double kill, para ibu-ibu yang tadi ngomongin Gauri seketika menunduk dalam. Apa yang dikatakan Gauri tentu benar adanya. Bisma yang sudah tidak tahan pun ikut turun dan berdiri di samping Gauri.


" Maaf ibu-ibu semua, perkenalkan saya Dokter Bisma, saya adalah dokter yang menangani Babe Samsul. Mungkin kabar yang ibu-ibu dengar semua itu belumlah lengkap maka di sini saya akan melengkapi. Saya dan Gauri ini bukannya kumpul kebo. Tapi saya ini adalah calon suami Gauri. Jadi jika ada yang bicara buruk mengenai Gauri saya pastikan itu salah. Jadi semoga ibu-ibu mengerti, bahkan selama saya berkunjung ke rumah ini saya tidak pernah masuk ke rumah Gauri. Semoga itu bisa dijadikan sebuah pembelaan untuk Gauri."


Semua kembali terdiam, triple kill. Terlebih melihat wajah tampan Bisma, ibu-ibu di sana auto mleyot. Dalam hati mereka berbicara, mengapa ada makhluk setampan itu di hadapan mereka. 


" Ya udeh kalo gitu kebenarannya kita minta maap ye Ri, ke Pak Dokter juga kite minta maap. Semoga Babe Samsul segera baikan ye Ri. Kita permisi."


Gauri menghela nafasnya lega. Kali ini semuanya bisa terkendali tapi entah nanti. Bisma memegang kedua pundak Gauri mendorongnya menuju ke rumah dan mengarahkan gadis itu untuk duduk di kursi yang di teras.


" Maafin mas, gara-gara mas kamu jadi digeruduk warga."


" Bukan salah mas, ini pasti ulah tuh orang. Hadeeh pengen di hajar emang tuh orang?"


" Mantan mu?"


Gauri mengangguk. Siapa lagi yang akan melakukan itu jika bukan si mantan yang belum move on. Gauri yakin betul ini semua ulah Halim. 


Di kejauhan seseorang mengepalkan tangannya dengan erat. Apa yang sudah ia rencanakan ternyata tidak berjalan mulus. Padahal ia sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk membuat para ibu-ibu itu menyerbu rumah Gauri.

__ADS_1


" Huh, dasar brengsek. Kali ini akan ku biarkan tapi tidak untuk lain kali. Akan aku buat kamu terusir dari lingkungan ini.


TBC


__ADS_2