Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-7. Mengajukan Permintaan


__ADS_3

Gauri sedikit galau saat berangkat ke perusahaan. Pasalnya Sani tidak bisa menolongnya untuk menjaga sang babe. Rupanya pagi-pagi sekali dia sudah diberitahu oleh sang bos untuk berangkat lebih awal. Ada sebuah acara yang sedang dipersiapkan. Meskipun Sani bukanlah waitres di restoran tersebut tapi tenaganya dibutuhkan untuk membantu persiapan acara.


Sani sungguh merasa menyesal kepada Gauri. Tapi Gauri tidak mempermasalahkan itu. Bagaimanapun mereka memiliki tanggungjawab dalam pekerjaan masing-masing.


" Nggak apa-apalah. Aye yakin babe baek-baek aja."


Tadi dini hari Gauri memutuskan untuk pulang ke rumah. Ada burungnya babe yang musti dikasih makan. Burung love bird yang berjumlah sepasang itu merupakan burung kesayangan Samsul yang sudah setahun dipelihara.


Gauri sudah siap pergi ke kantor. Ia melirik si hijau dan si hitam bergantian.


" Item, lu jangan cemburu ye. Aye males banget dah bawa elu. Abisnye pasti jalanan macet minta ampun. Bukannya aye kagak cinte. Tapi jujur aye lagi butuh cepet."


Gauri bermonolog sambil mengelus mobil hitamnya. Mobil fortuner hitam itu jika bisa bicara pasti akan mengajukan protes pada Gauri. Pasalnya Gauri lebih memilih motor bebeknya untuk dibawa kamana-mana.


Sesi merayu mobil pun usai. Gauri menyalakan si hijau dan melesat ke kantor LT. Ia harus menemui Ian untuk menyampaikan apa yang sudah ia rencanakan sebelumnya.


Gauri memakirkan motor bebek berwarna hijau di halaman Linford Transportation. Dengan sedikit berlari Hauri memasuki lift dan langsung menuju ke lantai CEO berada.


Tampak di sana Rika dan Dery tengah berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan mereka. Namun saat ini Gauri tidak sedang jadi induk ayam yang baik. Ia harus segera menemui Ian untuk menyampaikan maksudnya. Tampa menyapa Rika dan dery yang tengah sibuk, Gauri langsung masuk ke ruang CEO dimana Ian berada saat ini.


" Bos!"


" Laah katanya kamu mau cuti buat ngerawat ayah kamu."


" Iya bos, benar. Tapi ada hal yang ingin aku sampaikan ke bos."


Ian berdiri dari kursinya dan menuju ke sofa. Ia meminta Gauri untuk ikut duduk di sana. Ian menangkap ada sebuah masalah dari wajah gadis yang ada di depannya itu. Bekerja bersama selama 2 tahun membuat Ian sedikit paham dengan perangaian Gauri. Gadis itu akan menautkan jari-jarinya saat sedang mempunyai permasalahan.


" Apa yang ingin kau katakan?"


Dengan sedikit ragu, Gauri mulai menceritakan mengenai keadaan sang ayah. Mulai dari penyebab hingga kondisi terakhir sang ayah. Gauri bercerita dengan perlahan agar Ian bisa menangkap maksudnya.


" Trus, kamu mau minta tolong aku, begitu?"


Gauri mengangguk, itu merupakan tujuannya memang. Namun Ian tidak serta merta mengiyakan permintaan Gauri.

__ADS_1


" Mengapa kau minta tolong ke aku bukannya ke pihak berwajib. memangnya aku bisa apa. Aku hanya asisten bos yang kerap ditinggal cuti. Huh, sekarang dia udah punya anak lagi tambah lupa sama kerjaannya."


Gauri sedikit terkekeh mendengar keluhan Ian terhadap bos besarnya, Silvya Bellona Linford.


" Karena saya tahu bos Ian punya pengaruh dan jaringan luas yang bisa membantu saya untuk menemukan pelaku tabrak lari ayah saya."


" Mengapa kau sangat yakin akan hal tersebut?"


" Karena bos memiliki organisasi mafia yang bernama Wild Eagle. Meskipun sudah tidak aktif, saya yakin jaringan dan cara Wild Eagle dalam menemukan musuh masih snagat mumpuni."


Ian membelalakkan matanya. Bagaimana gadis kecil di depannya itu tau tentang Wild Eagle. Ian sedikit tidak percaya dengan setiap kata yang keluar dari mulut Gauri.


" Jangan kaget gitu bos. Saya tahu semua itu karena tidak sengaja bos Ian tengah berbicara dengan Bos Silvya tentang peredaran barang haram dan perdagangan manusia."


Lagi dan lagi Ian terkejut. Rupanya Gauri memang tahu bukan hanya sekedar menebak. Ian pun kembali berpikir mengenai permintaan Gauri itu.


" Sekarang katakan padaku. Apa yang akan kau lakukan jika kau berhasil menemukan pelaku tabrak lari ayah mu?"


" Aku hanya ingin dia minta maaf dan mempertanggung jawabkan perbuatannya."


" kalu dia berkelit?"


Ian tersenyum mendengar jawaban akhir Gauri. Ia pun mengangguk setuju. Ian akan membantu Gauri untuk menemukan pelaku tabrak lari ayahnya.


Sesuai dengan permintaan Ian, Gauri menjelaskan lokasi kejadian perkara Samsul tertabrak lengkap dengan merk motor yang digunakan.


" Baiklah, kau tunggu kabar seloanjutnya. Pastikan kau tetap sehat Ri. Bagaimana pun pekerjaanmu disini sungguh banyak. Jujur aku tidak yakin dengan kedua anak ayam mu itu."


" Ah elaah bos. Saya pikir bos tuh simpati eeh tak taunya lagi-lagi kerjaan. Iya bos tenang saja. Saya akan selalu sehat. lebih lagi ada orang yang harus saya jaga untuk saya selalu sehat dan berdiri, yaitu babe saya tercinta."


Ia tersenyum, dapat ia lihat Gauri adalah anak yang sungguh berbakti. hal terbut mengingatkan dia kepada 'ayah'. Meskipun 'ayah' bukanlah orang tua kandung Ian, tapi ia menganggap dia adalah ayahnya sendiri. 'Ayah' adalah pimpinan Wild eagle sebelum Silvya. Diman ia ternyata adalah kakek dari Silvya.


" Aku harap ayah tenang disana. Kami disini sekarang sudah jauh sangat baik."


*

__ADS_1


*


*



Gauri Jayasre


Gauri tersenyum lebar. hari ini merupakan hari bagus baginya. Selain mendapat bantuan dari ian untuk menemukan pelaku tabrak lari Babe Samsul, ia juga mendapatkan kabar bahwa babe sudah sadar.


Dengan langkah penuh dengan senyum, Gauri memasuki gedung rumah sakit. Ia bergegas menuju ruang ICU dimana babe nya berada.


Saking senangnya Gauri mendengar sang ayah telah siuman, Gadis itu berjalan lebih cepat hingga ia tidak sadar menabrak seseorang yang berjalan i depannya.


Bruuukk


Duffle bag yang berisi beberpa baju dan totebage yang berisi makanan itu terjatuh kelantai. Sedangkan orang didepannya yang sedang membawa segelas kopi dingin pun juga terhuyung sehingga kopi itu membasahi jas nya yang berwarna putih.


Gauri tentu sangat terkejut. Ia pun berkali-kali meminta maaf sambil mengambil barang bawaannya yang terjatuh.


" Apa Anda tidak apa-apa?"


Gauri menengadah saat mendengar suara yang familiar untuknya. Matanya membelalak sempurna saat melihat wajah tampan yang tersaji di depan matanya itu.


" Ganteng."


Kata itu spontan keluar dari mulut Gauri. Sedangkan orang yang ditabrak Gauri hanya tertawa kecil melihat ekspresi Gauri yang menurutnya lucu.


" Hei bocah, kau sedang melamun apa?"


" Astaga dokter Bisma. Maaf saya tidak sengaja. Ya Allaah dok itu jas dokternya kotor. Sini saya akan mencucinya untuk dokter."


" Tck, tidak usah. Aku bisa melakukannya sendiri. Sana segera temui ayahmu. Beliau sudah mencari mu dari tadi."


" Terimakasih dok, Oh iya maaf. Apakah dokter tadi yang mengirim pesan kepada saya?"

__ADS_1


Bisma mengangguk. Ia sendiri juga heran, mengapa dia begitu mau repot untuk memberi tahu kondisi pasien kepada walinya. Biasanya itu hanya dilakukan oleh perawat atau dokter residen. Bisma jarang sekali melakukan hal tersebut.


TBC


__ADS_2