Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKBP-24. Kecurigaan Sekar


__ADS_3

Kuswan dan Braja sedang berbincang dengan wajah yang berbinar. Tadinya Braja yang sempat kesal dengan Kuswan karena saat rapat terakhir kemarin diam saja itu kini sudah melupakannya. Bagaimanapun jabatan Kuswan lebih tinggi dari nya. Ia tidak boleh memusuhi orang tersebut.


" Om sepertinya kita harus mendesak dewan direksi dan dewan komite untuk mengadakan rapat. Bagaimanapun juga posisi dirut tidak boleh kosong. Dan saat ini orang yang cocok di posisi itu adalah om."


Lain di mulut lain pula di hati. Itulah yang saat ini Braja alami. Dalam hatinya ia memaki om nya tersebut. Sebagai seorang dokter spesialis penyakit dalam, Kuswan tidak pernah melakukan tugasnya. Ia sibuk mencari kekuatan untuk bisa menguasai rumah sakit. Bahkan setahun terakhir ini Kuswan tidak pernah menangani pasien. Pria paruh baya itu mengatakan akan fokus memajukan  rumah sakit dengan strategi bisnisnya. Sungguh alasan klise. 


Kuswan terlihat mengangguk antusias. Ini benar-benar kesempatan bagus untuk mengisis kekosongan. Padahal kasus Bisma baru dalam tahap penyelidikan tapi mereka benar-benar sungguh tidak sabar. Dan satu lagi, mereka berdua sepertinya belum tahu jika Dika sudah kembali.


Kedatangan Dika memang belum banyak yang tahu. Sesuai cuti yang diajukan, Dika baru akan kembali 2 minggu lagi. Jadi saat ini Dika masih belum menangani pasien. Dia tengah berada di ruangan Bisma bersama Suma.


Tring


Sebuah notifikasi pesan berbunyi di ponsel Suma. Ia pun langsung membukanya. Tampak ekspresi marah di wajah asisten dari Bisma tersebut.


" Kenapa?" tanya Dika penasaran.


" Rupanya mereka sudah tidak sabaran tuan muda," jawab Suma sambil tersenyum sinis.


Bisma tentu paham apa yang dimaksud oleh Suma. Tapi Dika bersikap begitu santai. Ia akan melihat seperti apa merek ananti di rapat dadakan itu.


" Mereka belum tahu kan kalau aku sudah kembali?"


" Saya rasa belum tuan muda. Mereka masih belum menyadari kembalinya anda."


" Bagus, oh iya wanita itu belum ketemu ya."


Suma menggeleng. Sampai saat ini ia juga belum berhasil menemukan wanita itu. Wanita itu adalah salah satu kunci akan kasus yang dibuat oleh dia juga. Tapi tampaknya Dika begitu tenang karena Silvya, sang istri sudah mulai bergerak mencari wanita yang bernama Rieta itu.

__ADS_1


" Baiklah, mari kita hadiri rapat itu Suma."


" Baik tuan muda. Mari."


Dika berjalan beriringan dengan Suma. Kedua orang itu sengaja datang terlambat untuk membuat kejutan bagi Kuswan dan antek-anteknya.


Sebenarnya saat Kuswan menawarkan pernikahan kepada Bisma, Dika tidaklah setuju. Dika merasa Kuswan ini ada sudah dibalik bakwan, eh dibalik batu  dan semua itu terbukti sekarang. Bukannya membantu menantunya untuk membela dan membersihkan nama, pria itu kini sibuk dengan obsesinya sendiri. 


Sekar  sebagai ketua komite RSMH juga sudah di sana. Namun tidak dengan Aryo, ayah dari Dika itu sedang ada rapat penting di universitas. Semuanya akan diwakilkan melalui Sekar.


Tampak pembicaraan alot terdengar di ruang rapat tersebut. Satu kubu menginginkan pergantian posisi direktur utama kubu lain bersikukuh untuk menunggu kasus ini selesai. Sekar jelas tidak ingin kursi direktur utama diisi oleh orang luar selain dari keluarga nya. Bagaimanapun rumah sakit ini amanah kedua orang tuanya.


Wanita paruh baya tersebut terlihat sedikit bingung pasalnya putra sulung nya jelas tidak bisa, Radi sudah memiliki posisi di universitas. Sedangkan Andra, dia tidak tahu menahu mengenai rumah sakit. Putra ketiganya itu sibuk ngartis ketimbang bisnis dan putri bungsunya tentu tidak bisa juga.


Harapan satu-satunya adalah Dika, putra kedua Sekar. Tapi dari kabar yang dia dengar putranya itu masih liburan. Sungguh membuat Sekar pusing. Keinginan hidup tenang sebagai seorang nenek yang nimang cucu, rupanya tidak semulus yang dia pikirkan. Sampai saat ini dia masih dipusingkan dengan urusan pekerjaan.


" Kita harus segera menemukan pengganti Dokter Bisma bukan?" ucap Kuswan dengan senyum simpulnya. Senyum mengejek jelas tersirat di wajah pria itu.


" Tapi dia belum bisa membuktikannya Nyonya Sekar."


" Maka dari itu belum terbukti maka kita tidak bisa mencopot Bisma dari jabatan Dirut RSMH ini!" 


Semua orang terkejut mendengar Sekat berteriak tegas. Selama ini Sekar terkenal sebagai wanita yang lembut, tapi kali ini dia terlihat marah. 


Dika yang mendengar sang bunda sudah berteriak langsung segera masuk. Dika khawatir jika anemia sang ibu membuatnya pingsan nanti.


" Siapa yang berani mengganggu jabatan Om Bisma, maksud saya Dokter Bisma. Beliau jelas belum terbukti bersalah. Mengapa kalian semua sudah menggebu-gebu ingin melengserkan beliau. Apa semua ini adalah rekayasa dan fitnah yang dibuat? Mengapa kalian begitu terburu-buru? Aku jadi curiga bahwa semua yang terjadi kepada Dokter Bisma adalah ulah orang yang tidak suka dengannya."

__ADS_1


Kicep


Semua orang langsung diam tanpa bersuara sama sekali saat Dika masuk dan berkata panjang lebar. Bahkan Kuswan yang tadinya menggebu-gebu kini menunduk diam. Sedangkan Braja, pria itu menggertakkan gigi nya karena saking kesalnya. Ia sedikit melupakan fakta bahwa masih ada Dika yang akan jadi batu sandungan buatnya.


Brengsek, dasar sialan kenapa bocah tengik itu sudah pulang. Aku lupa bajingan kecil itu. Dia selalu jadi pengganggu.


Braja memaki Dika dalam diam. Sorot mata pria itu begitu marah. Dika yang tahu bahwa Braja tengah menatapnya penuh benci hanya acuh, dia menatap Braja kembali dengan tatapan mengejek. Sungguh membuat Braja tambah marah.


“ Baiklah saya rasa rapat ini tidak perlu dilanjutkan. Posisi dokter Bisma tidaka akan pernah digantikan oleh siapapun karena dokter Bisma tidak bersalah. Apa kalian semua lupa bahwa Dokter Bisma lah yang selama ini memajukan rumah sakit ini. 10 tahun bukanlah waktu yang singkat bukan? dan hanya gara-gara sesuatu hal yang belum terbukti kebenarannya kalian akan dengan mudahnya melengserkan beliau? Sungguh naif. Jika Anda semua yang disini tidak setuju dengan posisi beliau sebagai direktur RSMH, silahkan angkat kaki dari rumah sakit ini.”


Glek …


Semua orang yang tadinya menginginkan Bisma dilengserkan seketika kesusahan menelan saliva mereka masing-masing. Keluar dari RSMH sama saja berakhir karir. RSMH merupakan rumah sakit yang terkenal memiliki kualitas nomer wahid, jika dokter keluar dari sana karena sebuah kasus maka dijamin tidak akan ada rumah sakit yang mau menerimanya.


“ Haah, untungnya kamu sudah pulang mas. Bunda sungguh kehabisan kata-kata tadi.”


“ Bunda nggak apa-apa kan?”


Sekar menggeleng pelan. Saat ini dia sudah berada di ruangan Dika. Suma membawa air mineral untuk diberikan kepada nyonya nya tersebut.


“ Kuswan benar-benar keterlaluan. Bisa-bisa nya dia ingin menjatuhkan menantunya sendiri. Oh iya mas, bunda merasa hubungan om kamu dengan istrinya kayak nggak baik deh.”


Dika memicingkan sebelah matanya mendengar ucapan sang bunda. Kemudian Sekar secara panjang lebar bercerita mengenai keanehan hubungan adik dan adik iparnya tersebut.


“ Jadi menurut bunda pernikahan Om Bisma dan istrinya bermasalah  begitu?”


“ Iya, meskipun mereka terlihat sangat mesra saat di depan kami, tapi bunda bisa melihat ada tembok tinggi di tengah keduanya.”

__ADS_1


Dika mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Sepertinya hal ini juga harus diselidiki. Ia pun mengatakan kepada sang bunda akan menyelidiki hal tersebut.


TBC


__ADS_2