
" Saya terima nikah dan kawinnya Gauri Jayashree binti Samsul Anwar dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 2 juta rupiah dibayar tunai!"
" Bagaimana para saksi?"
" SAH!!!"
Doa dipanjatkan bersama, Gauri mencium tangan Bisma dan Bisma mencium kening Gauri singkat. Ada rasa haru yang dirasakan oleh semua orang disana tanpa terkecuali.
Sekar dan Aryo pun bisa merasakan getar cinta dari tatapan Bisma dan Gauri. Dalam hati Sekar benar-benar bersyukur Bisma akhirnya menemukan tambatan hatinya meski pernikahan mereka serba dadakan.
Baik Bisma maupun Gauri menyalami Samsul meminta restu dan doa terbaik. Begitu juga kepada Aryo dan Sekar.
" Wuidiiih kali ini bisa kali langsungan," ledek Suma. Sang asisten sungguh senang melihat bos nya itu bisa tersenyum lebar kali ini. Ia sangat tahu bagaimana Bisma tersiksanya Bisma dengan pernikahan palsu yang dijalaninya hampir setahun ini. Sekarang melihat pancaran kebahagiaan dalam mata Bisma membuat Suma juga ikut bahagia.
" Selamat untuk kalian berdua, setelah ini mari kita sama-sama menghadapi luapan emosi dari Arrayan Singh."
Bisma dan Gauri mengangguk. Jika beberapa menit yang lalu Bisma tidak bisa berbuat apa-apa karena dia bukan lah siapa-siapa. Maka kali ini dia bisa ikut campur karena ia adalah suami dari Gauri.
“ Lalu apakah Gauri akan pulang?”
Satu pertanyaan terbit dari Dika yang dijawab anggukan kepala oleh Gauri. masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Semuanya harus segera selesai agar mereka bisa hidup dengan baik dan tenang setelah ini.
“ Baiklah jika begitu, aku akan menghandle rumah sakit saat om menemani Gauri. Segeralah selesaikan semuanya.”
Setelah berpamitan pada semua orang, Gauri, Bisma, dan Sukhdev keluar dari rumah sakit menuju kediaman Singh. Tidak lupa anak buah Silvya mengikuti atas perintah Silvya.
Dika tentu saja langsung menghubungi Silvya saat mendengar semua cerita mengenai keluarga Singh dan Sandhu. Dia merasa ini sedikit sulit kecuali ada bukti bahwa keluarga Sandhu bukanlah seperti yang dianggap oleh Arrayan Singh.
“ Apa tidak ada bukti untuk membuktikan bahwa mereka ini pembohong sayang?”
“ Aku belum menemukannya mas, saat ini drake masih mencari. Alibi yang mereka buat benar-benar sangat cantik. Memang pada masa itu keluarga Sandhu pemegang tambang nikel terbesar, namun perusahaan itu bangkrut dan kepemilikannya sudah berubah. Hanya saja sampai saat ini aku belum menemukan siapa pemilik tambang nikel tersebut.”
Dika terdiam sesaat, ia tengah memikirkan sebuah nama yang bisa mengungkap ini dengan cepat.
__ADS_1
“ Mr. Sun, mengapa kamu tidak meminta tolong kepadanya.”
“ Astaga aku lupa kalau aku punya bocah itu. Baik, aku akan menghubunginya. Semoga saja mood bocah itu sedang bagus jadi bisa langsung bergerak.”
Silvya sungguh lupa jika dia punya kenalan seorang hacker kenamaan. Ia pun langsung menghubungi sahabat kecilnya itu. Tidak ada yang tahu jika Mr. Sun adalah seorang bocah. Bahkan Drake penggemar berat Mr. Sun pun tidak mengetahui hal tersebut.
“ Hallo Sun, can you help me?”
“ Heleeh, males banget aku menjawab mu Q, aku hanya kau jadikan cameo dalam cerita ini.”
“ Salahin author aja Sun, dia yang tidak memunculkan mu. Sun aku butuh bantuanmu mengetahui semua tentang keluarga Sindhu. Saat ini Om Bisma sedang berhadapan dengan keluarga Sing, keluarga Istrinya.
“ Keluarga Singh punya Uncle Sukhdev Singh temen ayah? woaahh rame kayaknya. Oke aku akan bantu. tunggu. Beri aku waktu satu jam, bukan-bukan beri waktu aku 15 menit untuk mendapatkan semuanya.”
*
*
*
“ Jangan takut Bhai, mereka adalah orang-orang Wild Eagle yang akan melindungi kita.”
Bisma seakan tahu pertanyaan yang bersarang di kepala Sukhdev. Sukhdev pun mengangguk paham. Hanya akan pulang ke rumah saja rasanya sudah mau perang. Benar-benar ini baru terjadi dalam hidupnya. Beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir dalam hidupnya ini seperti sebuah film yang diputar di bioskop.
“ Haish, aku harap ini juga seperti akhir dalam film, happy ending.”
Sukhdev menekan pedal gas nya dalam, ia merasa harus segera sampai di kediaman.
Ciiit
Sukhdev memarkirkan mobilnya di halaman rumah diikuti oleh ketiga mobil lainnya. Sekitar 12 orang keluar dari mobil-mobil itu.
“ Kalian tunggu di sini.”
__ADS_1
“ Baik tuan.”
Semua orang itu mengangguk patuh dengan apa yang dikatakan Bisma. Kini ketiganya mulai berjalan dan masuk kedalam rumah. Gauri mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Bisma dan Bisma mengusap lembut tangan istrinya itu.
“ Semua akan baik-baik saja. Mari kita hadapi bersama.”
“ Baik mas, mari hadapi bersama.”
“ Selamat datang cucu ku.”
Senyum Arrayan mengembang dengan begitu cerah saat melihat Gauri. Wajah cucu nya itu benar-benar mirip dengan putrinya. Akan tetapi senyum Arrayan sirna saat ia melihat seorang pria yang menggenggam erat tangan Gauri. Matanya menatap tajam ke arah pria yang tidak lain adalah Bisma itu.
“ Perkenalkan kakek, dia adlah Gauri Jayasree dan suami nya Bisma Triguna Dewandaru.”
Sukhdev menyebutkan nama Bisma dengan lengkap membuat Arrayan mengernyitkan keningnya. Ia merasa tidak asing dengan nama yang cucu lelakinya sebutkan itu. Dia seperti pernah mendengarnya, bukan hanya sekali dua kali tapi lumayan sering.
“ Jadi kakek, apakah masih ingin berniat menikahkan Gauri dengan keluarga Sindhu?”
“ Tentu saja. Tidak ada yang lebih baik dari keluarga Sindhu.”
“ Tck, dasar pria tua sombong.”
Entah keberanian dari mana yang Gauri dapat hingga dia berani berbicara begitu terhadap Arrayan yang notabene nya adalah kakeknya. Arrayan pun terkejut dengan sikap berani gauri.
“ Kau, berani nya kau bicara begitu kepadaku.”
“ Lalu, aku harus patuh kepadamu begitu. Merawat ku saja tidak, tiba-tiba mau mengatur hidupku. Jangan harap Anda bisa melakukan itu. Lagipula aku belum setuju untuk masuk ke keluarga Singh ini. Dan aku sudah punya suami, jadi akan lebih bijak untukku mengikuti suamiku. bukan begitu sayang?”
Bisma hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Gauri. Sedangkan Rada dan Shekhar sungguh takjub dengan keberanian keponakannya itu. Selama ini tidak ada yang berani melawan keangkuhan seorang Arrayan Singh.
" Tuan Arrayan Singh. Setiap orang berhak memilih hidupnya. Paman dan bibi, Bhai Sukhdev dan juga almarhum ibuku. Anak, cucu, harta, itu hanya titipan. Kita tidak bisa mengklaim semuanya adalah milik kita. Semua memiliki jalan takdir masing-masing dan kita tidak bisa mengubahnya itu. Seperti ibuku, mungkin memang sudah takdirnya ibuku meninggalkan keluarga ini dan meninggalkanku di usia yang masih sangat kecil. Tapi bukan berarti itu karena salah seseorang. Sudah jadi takdirnya ibuku menikah dengan ayahku, jadi jangan Anda jadikan ayahku sebagai kambing hitam."
Semuanya terdiam dengan setiap kata yang terucap dari bibir Gauri. Pun dengan Arrayan, pria tua itu terlihat mencerna setiap apa yang dikatakan oleh cucu perempuannya yang baru pertama itu ia temui.
__ADS_1
TB