Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-28. Mungkin Aku Sudah Gila


__ADS_3

Di kota P, Bisma yang sudah puas menikmati sunset Pantai Pasir Kencana pun pulang ke hotel. Tapi pikiran Bisma tertuju kepada ibu yang ia tolong kemarin. Ia pun lalu kembali keluar hotel dan mengemudikan mobilnya ke rumah sakit. 


Jarak hotel dan rumah sakit yang tidak terlalu lama membuat Bisma sampai dengan cepat. Terlebih lalu lintas kota P tentu tidak padat. Setelah memarkirkan mobilnya Bisma langsung masuk ke dalam rumah sakit.


" Oh Dokter Bisma, ternyata Anda masih ada di kota ini."


" Iya dokter, sedang healing hahaha. Oh iya dokter bagaimana keadaan pasien yang waktu itu saya bawa bersama Tuan Sukhdev.”


Dokter yang ditemui Bisma itu raut wajahnya berubah sendu lalu ia menggelengkan kepalanya pelan. Bisma tentu tahu apa maksud dari dokter yang ada di depannya. Bagaimanapun dia juga dokter, jadi tentu dia tahu apa yang terjadi.


“ Bolehkan saya tahu dimana alamat rumahnya.”


Dokter tersebut kemudian membawa Bisma ke bagian administrasi untuk menanyakan alamat rumah Rieta.


“ Ini dokter.”


“ Terimakasih sus.”


Bisma menerima secarik kertas yang berisi alamat rumah pasien kemarin. Setelah mengucapkan terimakasih, Bisma langsung pergi ke alamat yang diberikan pihak rumah sakit itu kepadanya tadi.


Akan tetapi sampai disana rumah itu terlihat sepi. Hanya terdapat sebuah bendera kuning sebagai tanda bahwa ada yang tengah berduka cita disana.


Bisma mencoba mengetuk rumah tersebut berharap ada penghuni lain, tapi nihil tidak ada sahutan sama sekali.


“ Permisi mas, apa sedang mencari seseorang?”


“ Eh iya pak. Ini keluarga almarhumah apakah tidak ada pak. Saya ingin melayat.”


“ Oh itu anu mas, kemarin anak perempuannya almarhumah katanya dibawa seorang pria yang menolong mereka. Lagi pula ini juga bukan rumah mereka, karena rumah ini adalah rumah milik suami almarhumah yang sudah dijual oleh saudaranya.”

__ADS_1


Bisma mengangguk paham. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada bapak tetangga tersebut. Ia memutuskan untuk kembali ke hotel. Selama diperjalanan Bisma berpikir, mungkin Sukhdev lah yang membawa keluarga dari almarhumah.


“ Lalu, apakah sudah cukup aku disini? baiklah, waktunya pulang dan menghadapi kenyataan yang ada. Semangat bertemu Gauri, Bisma!! Eh maksudku semangat menghadapi orang-orang yang ingin menjatuhkanmu. Haish, kenapa jadi salah fokus sih. Tapi gimana ya kabar bocah itu.”


Bisma meraih ponselnya dan hendak mengirim pesan. Namun ia menaruh kembali ponselnya, urung untuk mengirim pesan kepada Gauri. Selama permasalahannya belum selesai dia benar-benar harus menjaga jaraknya dari Gauri.


Bisma segera kembali ke hotel. Ia memutuskan untuk cek out dari hotel dan malam ini juga Bisma memutuskan untuk kembali ke kota J. Ia tidak bisa lagi menunda urusannya. Ia harus segera menyelesaikan semuanya termasuk urusan Puspa. 


Bisma sudah merasa cukup muak dengan intrik yang ada di rumah sakit. Gara-gara hal itu keinginannya untuk membuat seleksi ulang terhadap dokter-dokter di RSMH jadi tertunda.


“ Haish, benar-benar merusak semua rencanaku.”


🍀🍀🍀


“ Tuan, sepertinya saya tidak bisa tinggal di sini?”


Rieta yang berada di apartemen Sukhdev sungguh merasa tidak enak. Banyak sekali Sukhdev telah membantu dirinya. Mulai dari biaya rumah sakit hingga pemakaman sang ibu. 


Padahal ia sudah memberi sejumlah uang kepada sang paman agar bisa tinggal di rumah sang ayah. Tapi rupanya pamannya sungguh sangat licik. Dia tetap menerima uang dari Rieta padahal rumah itu sudah laku terjual.


Selain merasa tidak enak kepada Sukhdev, Rieta juga masih terbayang-bayang atas apa yang ia perbuat terhadap dokter Bisma serta janjinya kepada Braja untuk pergi dari kota ini. Benar-benar takdir mempermainkan dirinya. Bagaimana bisa dia sudah berusaha lari dari kota ini, kini kembali ke kota ini lagi.


“ Tenang saja Rie aku tidak akan tinggal disini. Kamu tidak perlu takut. Aku akan tinggal di rumah jadi kamu bisa tinggal disini dengan nyaman.”


“ Tapi tuan. Saya sungguh merasa tidak enak. Saya sudah sangat banyak merepotkan Tuan. Saya sudah banyak berhutang budi kepada tuan.”


Sukhdev terdiam sejenak. Ia berpikir, mungkin saja Rieta merasa tidak enak jika menerima bantuan dari Sukhdev dengan cuma-cuma.


“ Begini saja, bagaimana jika kamu bekerja di tempatku.”

__ADS_1


“ Tapi saya hanya lulusan SMA tuan.”


“ Tidak masalah, sekarang istirahatlah. Aku akan pulang ke rumahku.”


Rieta tidak lagi bisa menolak Sukhdev. Sebenarnya dia juga membutuhkan pekerjaan kali ini. Bagaimanapun hidup tetap harus berjalan. 


“ Kota J ini sungguh sangat luas. Aku yakin Braja tidak akan menemukan ku. Apalagi dia kan dokter pasti dia sibuk di rumah sakit. Nanti setelah aku bekerja dan mendapatkan gaji, aku akan meninggalkan apartemen milik Tuan Sukhdev ini. Aku tidak boleh selalu merepotkannya.”


Rieta pun akhirnya memilih untuk tidur. Tapi dia tidak tidur di ranjang besar yang ada di kamar tersebut. Rieta memilih tidur di sofa depan televisi. Gadis berusia 25 tahun itu merasa sangat tidak pantas untuk menempati tempat tidur milik Sukhdev tersebut.


Sepanjang perjalanan menuju rumah, Sukhdev merasa dirinya sangat aneh. Mengapa dia tiba-tiba mau membantu gadis yang baru pertama kali ia temui. bahkan ia membiarkan gadis itu tinggal  di apartemen miliknya tanpa rasa curiga sedikitpun.


“ Entahlah, sepertinya aku sudah gila.  Atau mungkin aku merasa kasihan, dia adalah gadis sebatang kara. Bagaimana kabar mu Bibi Laksmi, mungkin adik sepupuku itu sekarang sudah jadi gadis yang sangat cantik.”


Sukhdev kembali merasa sedih jika mengingat bibi nya. Ia harap Wild Eagle segera menemukan petunjuk mengenai keberadaan bibi nya.


Sukhdev menekan pedal gas nya dalam-dalam agar segera sampai di rumah. Meskipun sebenarnya malas tapi dia tidak punya pilihan lain. Sukhdev juga tidak mungkin mendatangi rumah teman-temannya.


“ Begini nih nasib jomblo. Mau berkunjung ke rumah temen aja sungkan. Takut ganggu.”


Sukhdev bermonolog sambil tetap fokus mengemudi hingga sebuah panggilan telepon membuat ponselnya berbunyi. Ia kemudian menepikan mobilnya untuk mengangkat panggilan tersebut.


“ Hallo TIna, ada apa?”


“ Mau mengingatkan bos, besok pagi jam 8 bos ada rapat di Linford Transportation. Agendanya adalah perpanjangan kontrak kerjasama. Kita masih memakai kargo milik LT kan bos?”


“ Oke thank you Tina. masih, satu-satunya perusahaan transportasi yang aman di negeri ini adalah LT. Dan tentunya aku sudah mengenal baik Silvya.”


“ Baik bos. Selamat malam dan selamat istirahat.”

__ADS_1


Sukhdev tersenyum lebar. Tina memang sangat tanggap dalam segala situasi. Tina juga selalu mengingatkan satu hari sebelumnya jika besok akan ada acara.


TBC


__ADS_2