
Sukhdev berusaha mencari keberadaan sang adik sepupu dengan bantuan detektif swasta. Tapi rupanya sudah sebulan ini tidak ada hasil yang signifikan. Mereka bahkan belum juga menemukan titik temu dari persoalan tersebut.
" Brengsek, percuma aku membayar kalian dengan bayaran mahal kalau kalian kerjanya tidak becus begini."
Asli, Sukhdev sungguh sangat marah dengan cara kerja detektif swasta yang mereka sewa. Sukhdev pun lalu mengusir orang tersebut dari ruangannya.
Tina, sang sekertaris masuk degan takut-takut. meskipun Sukhdev adalah orang yang ramah tapi jika sedang marah maka pria itu akan jadi orang yang sungguh menakutkan.
" Bos!"
" Apa!"
" Yaelah bos, jangan galak-galak napa. Ntar susah lo dapat istri."
Ingin rasanya Sukhdev meledak saat itu juga. Ia merasa kepalanya sudah berasap kali ini. Tadi dia dibuat kesal oleh para detektif yang ia katai gadungan itu. Kini ia dibuat kesal oleh selorohan sang sekretaris. Tina, gadis keturunan india jawa itu memang lebih sering membuat Sukhdev kesal. Meskipun begitu Tina adalah sekretaris yang bisa diandalkan. Bahkan terkadang gadis itu bisa merangkap jadi aspri.
" Tahan bos, jangan meledak dulu. Tahan, inget bos inget. Bos belum kawiin eh maksudku Tina, bos belum nikah."
" Ya Tuhan Tiinaaaa, cepat kamu mau bicara apa!"
Sukhdev benar-benar harus ekstra sabar menghadapi satu karyawannya yang semakin hari semakin menjadi kelakuannya. Pria itu tampak mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan.
" Bos, tadi detektif pasti nggak bener kan. nah, Tina punya rekomendasi detektif top nih. Dijamin bos puas deh dengan kinerjanya."
Sukhdev memicingkan sebelah matanya saat mendengar ucapan Tina. Kali ini ia harap apa yang diucapkan Tina adalah benar adanya.
" Apa namanya?"
" Wild Eagle."
Tina kemudian menjelaskan mengenai apa yang dia tahu tentang Wild Eagle. Entah dari mana gadis itu tahu mengenai Wild Eagle tapi Sukhdev terlihat begitu antusias saat mendengarnya.
" Oke, sepertinya ini bagus, good job. Kenapa nggak dari kematin. Baiklah, bonus bulan ini aku tambahi."
" Woaaah, thank you bos. Eh ya maaf, saya kan nggak tahu kalau orang-orang yang jadi suruhan bos itu kerjaanya zonk."
__ADS_1
Tina pun segera berlari keluar sebelum sang bos kembali meledak. Sungguh dia begitu senang meledek Sukhdev. Sedangkan Sukhdev, dia selalu pasrah dengan ulah Tina. Mengingat usia Tina mungkin seperti adik sepupunya yang belum ketemu, membuat Sukhdev menganggap Tina sebagai adiknya.
" Baiklah, aku harus bisa menemukanmu bibi. Aku yakin adikku itu pasti sangat cantik sepertimu."
Sukhdev memutuskan untuk langsung menuju ke alamat dimana Wild Eagle berada. Ia melajukan mobilnya sedikit lebih cepat. Ada rasa tidak sabar dalam diri Sukhdev. Ia bahkan merasakan dadanya berdebar.
Hal tersebut tentu berbeda saat ia meminta bantuan detektif swasta yang sebelumnya. Kali ini Sukhdev benar-benar merasa antusias.
Sampai di alamat yang dituju, Sukhdev sedikit terkejut karena yang dia lihat adalah sanggar kebugaran. Atau biasanya orang menyebutnya tempat gym. Akan tetapi Sukhdev tetap turun dari mobil dan masuk ke tempat tersebut. Terlihat ada seorang penjaga di sana. Badannya tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Tingginya sekitar 178 hampir sama dengan tinggi tubuhnya. Sukhdev memberanikan diri untuk bertanya kepada orang tersebut.
" Wild Eagle," ucap Sukhdev.
Tadinya ia akan bertanya, tapi seketika Sukhdev ingat akan perkataan Tina, " Jika sampai ditempat itu, langsung saja katakan Wild Eagle. Itu adalah password-nya."
Pria tersebut langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang. Setelah memastikan sesuatu Sukhdev pun dibawa masuk ke dalam gedung tersebut. Ternyata di dalam gedung yang terlihat seperti tempat gym tersebut di dalamnya ada sebuah ruangan mirip seperti kantor.
Sukhdev dipersilahkan untuk duduk di sana dan menunggu. Pria itu kemudian keluar. Tak berselang lama seorang pria mungkin seusia Sukhdev masuk. Ia berdiri di depan Sukhdev dan menjabat tangan Sukhdev.
" Halo tuan, selamat datang. Perkenalkan nama saya Drake."
" Senang bertemu Anda Tuan Drake. Saya Sukhdev."
" Apakah Anda bisa menjelaskan terlebih dulu mengenai orang yang Anda cari ini."
Sambil memberikan sebuah foto, Sukhdev menceritakan mengenai bibi nya. Apa yang dia tahu dan bagaimana terakhir mereka bertemu.
" Ini sudah terlalu lama. Aku khawatir tidak bisa menemukannya," ucap Sukhdev lesu.
" Jangan berkecil hati tuan. Semuanya tidak ada yang tidak mungkin. Mari sama-sama berusaha. Jangan lupa berdoa, kami akan melakukan yang terbaik yang bisa kami lakukan."
Drake berucap bijak. Selama ini tidak ada yang tidak bisa ditemukan oleh Wild Eagle selama menjadi detektif swasta. Jika mereka merasa begitu kesulitan dan tidak ada titik temu maka mereka akan berkolaborasi dengan Mr. Sun.
Sukhdev mengangguk kemudian pamit undur diri. Dia merasa lega, meskipun belum tahu akan seperti apa hasilnya tapi Sukhdev sudah cukup puas dengan mendatangi Wild Eagle.
__ADS_1
Sukhdev Ranjit Singh
Pict. By pint
*
*
*
Di rumah sakit Sebuah keributan terjadi. Saat Bisma tengah menangani pasien di ruang IGD datang seorang gadis berteriak mencarinya.
“ Aku ingin bertemu dengan Bisma. Aku harus segera menemuinya. Aku meminta pertanggungjawaban dia terhadap apa yang sudah dia lakukan kepada keluargaku. Dia bukan dokter. Dia hanyalah seorang penjahat. bagaimana bisa dia melakukan hal ini kepada pasien.”
“ Tenang ya mbak, mari saya bawa anda ke kantor beliau. Beliau sedang menangani pasien.”
“ Tidak aku tidak butuh! Aku ingin dia, aku ingin dia bertanggung jawab sekarang juga!’
Wanita itu berteriak histeris. bahkan sesekali dia memaki Bisma membuat semua orang melihatnya. Menjadi pusat perhatian membuatnya sungguh acuh, ia tidak peduli. malah semakin keraslah dia berteriak memaki Bisma dan mengatakan Bisma melakukan malpraktek terhadap anggota keluarganya.
Keributan tersebut tentu terdengar hingga sampai ke telinga dokter-dokter yang lain. suma, asisten Bisma yang tengah sibuk mengerjakan hal-hal yang diperintahkan Bisma mengenai acara seleksi dokter pun akhirnya menghentikan kegiatannya dan langsung turun ke lobi rumah sakit.
Betapa terkejutnya Suma saat melihat seorang wanita yang tengah mengamuk tersebut. Di sana sudah ada banyak dokter berkumpul untuk mencoba menanyakan dan mengajak si wanita bicara baik-baik tapi tampaknya si wanita tersebut tetap tidak mau. Ia hanya menginginkan Bisma untuk bicara saat ini.
Dengan langkah tegap dan tenang Suma kemudian berjalan menembus kerumunan tersebut dan berdiri tepat di depan si wanita. Sorot matanya tampak tajam tapi tutur kata yang keluar dari bibir Suma begitu halus dan tegas.
“ Apakah Anda punya masalah dengan dokter Bisma nona?’
“ Ya, aku mau menuntut dokter itu.”
“ Baiklah kalau begitu, mari ikut saya dan buatlah tuntutan yang anda inginkan.”
Wanita itu sedikit terkejut. ia merasa heran, mengapa ada orang akan dituntut kok malah mempersilahkan membuat tuntutan. Biasanya mereka akan kukuh menolak dan mengatakan dia tidak bersalah. Tidak mau berpikir panjang wanita itu mengikuti Suma ke ruangannya. Semuanya yang berkumpul tersebut langsung membubarkan diri.
Akan tetapi satu orang terlihat begitu puas menyaksikan sedikit atraksi tersebut. Seringai kecil menghiasi bibirnya.
__ADS_1
“ Rasakan kau Bisma, setelah ini aku yakin dewan direksi dan dewan komite akan melengserkan mu dari jabatan dirut rumah sakit ini . Aku yakin bukti itu terlihat sangat nyata dan akan mampu membuatmu jatuh.”
TBC