
Sukhdev begitu terkejut saat mengetahui fakta mengenai kakeknya dari Drake. Atas izin dari Silvya, Drake memberikan informasi tentang Arrayan yang ingin menikahkan gauri dengan Rohan cucu Rajesh Sandhu.
Rajesh sandhu yang mengaku kepada Arrayan memiliki tambang nikel itu rupanya hanyalah fiktif. Sukhdev tentu sangat marah dibuat orang itu. Rupanya Rajesh Sandhu menginginkan saham RS Textile dan menipu sang kakek.
“ Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan. Jika aku langsung mengatakan hal ini kepada kakek tua itu aku yakin dia tidak akan percaya begitu saja.”
Sukhdev mengetuk-ngetukkan tangannya di meja kerjanya. Ia sedang berusaha mencari jalan keluar dari permasalahan yang semakin pelik ini.
Kring
Sebuah panggilan telepon mendarat di ponselnya. Sukhdev segera mengangkat saat membaca nama yang tertera di layar pipih miliknya itu.
“ Ya dokter Bisma, baik, saya akan segera ke sana.”
*
*
*
“ Gauri, sekarang bagaimana kamu akan bersikap.”
Gadis berusia 24 tahun itu terdiam, sejenak. Saat ini dia berada di ruang rawat sang ayah. Baru saja sang ayah menceritakan apa yang sudah terjadi. Sebenarnya semua ini juga bukan salah keluarga Singh sepenuhnya. Sebelum meninggal Laksmi berwasiat agar Samsul tidak pernah mengatakan mengenai asal usul dirinya kepada Gauri.
“ Semua bukan serta merta salah dari keluarga Sing, Gauri. Ibumu yang waktu itu meminta babe untuk diam saja dan tidak boleh menceritakan keberadaan mu kepada mereka.”
Gauri terdiam, ia mencerna setiap apa yang dikatakan sang ayah. Ia juga mengingat bahwa Sukhdev mengatakan bahwa pria itu juga mencarinya dari lama.
“ Lalu kalau aye diminta kembali kepada mereka tanpa babe, babe akan setuju?”
“ Ri, Uri udah besar. Uri pasti bisa mutusin mana yang baik buat uri.”
Bisma mendengarkan obrolan bapak dan anak itu dengan seksama. Ia tidak menyangka jika urusannya akan jadi lebih ribet seperti ini. Saat ia menyukai Gauri, dia berpikir akan mudah saja karena Gauri adalah gadis sederhana. Tapi siapa sangka Gauri adalah cucu perempuan seorang Arrayan Singh.
" Selamat siang semuanya. Bagaimana kabar paman Samsul."
" Apakah kau Dev yang diceritakan Laksmi?"
Sukhdev mengangguk. Ia mendekat ke arah Samsul lalu menggenggam tangan pria paruh baya itu dengan erat. Begitu juga Samsul. Dulu saat Sukhdev masih kecil pernah diajak Laksmi untuk bertemu dengannya.
__ADS_1
" Bagaimana dulu kau yang kecil itu sekarang sudah setinggi ini, dan yang jelas kamu sangat tampan."
" Maafkan aku paman yang terlambat menemukan kalian."
" Jangan minta maaf Dev, ini sudah takdir. Tapi baguslah kalian sudah bertemu.”
Mereka pun akhirnya terlibat pembicaraan serius mengenai apa yang sedang direncanakan oleh Arrayan. Sukhdev berbicara dengan serius. Ia juga menjelaskan kepada semua orang yabg ada di situ bagaimana sikap keras kepala Arrayan.
“ Dari mana Anda mendapat semua berita itu tuan Sukhdev? Apa Anda mendengar sendiri rencana pernikahan Gauri dengan orang dari keluarga Sindhu itu.”
“ Aku tidak mendengarnya dari kakekku dokter Bisma tapi aku mendapat kabar dari anggota dektektif Wild eagle.”
Gauri langsung kepikiran Silvya begitu juga dengan Bisma. Kedua orang tersebut langsung menghubungi Silvya, tapi rupanya telpon dari Gauri lah yang masuk lebih dulu dan dijawab oleh Silvya.
“ Ya Gauri ada apa?”
“ Bu apa benar ibu dapat informasi kalau saya mau dinikahkan oleh keluarga Sindhu.”
“ Ya benar Gauri, kakek mu itu ingin menjodohkan dirimu pada cucu temannya. Dia seorang pemuda berusaia 21 tahun.”
“ Et dah buseet berondong itu mah. baik bu bos terimakasih untuk informasinya.”
Gauri membuang nafasnya kasar. Jika itu dari Silvya maka dipastikan semuanya memang benar adanya. Gadis itu hanya bisa terduduk lesu. tak habis-habis rasanya permasalahan yang menimpa hidupnya ini. Tadi juga dia baru sempat membuka pesan dari Halim bahwa ada orang yang tidak dikenal mendatangi rumahnya.
“ Bhai apakah kakek akan nekat, misalnya membawaku dengan Paksa?”
“ Bisa jadi. Dia adalah orang paling keras kepala yang aku kenal. Apa yang dia inginkan akan dia lakukan bagaimanapun caranya.”
Gauri lantas memperlihatkan gambar yang dikirim halim kepada Sukhdev. Bisma pun ikut melihatnya juga. Terlihat raut kekhawatiran di wajah Sukhdev. Ia yakin sebentar lagi anak buah kakeknya itu pasti akan sampai di rumah sakit.
Sukhdev terdiam sambil berpikir. Cara apa yang akan dia lakukan untuk menahan apa yang sedang dilakukan Arrayan.
" Apakah benar kalian saling mencintai?"
Pertanyaan tiba-tiba dari Sukhdev membuat Bisma dan Gauri saling pandang. Keduanya bingung apa yang sedang direncanakan oleh pria berdarah india itu.
" Cari penghulu sekarang dan menikahlah!"
" Apa!"
__ADS_1
Bisma, Gauri dan juga Samsul berteriak bersamaan. Mereka bertiga benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja didengar. Pandangan ketiganya tertuju kepada Sukhdev. Mereka tentu tidak tahu apa maksud pria itu.
" Huft, begini. Gauri itu kan mau dinikahkan oleh Kakek. Itu tidak akan terjadi jika Gauri sudah berstatus sebagai istri. Kakek tidak akan memaksa Gauri menikah jika status Gauri sudah menikah sebelumnya."
Bisma paham dengan maksud Sukhdev pun dengan Gauri. Tapi dimana mencari penghulu saat ini. Bisma berpikir keras, menikahi Gauri tentu adalah harapannya tapi ini sungguh diluar perkiraannya.
" Aku akan mencarinya."
" Tapi mas,"
" Kamu mau menikah dengan ku apa orang pilihan kakek mu."
" Ya tentu dengan mu tapi ini bukannya terlalu terburu-buru."
Bisma menghembuskan nafasnya kasar. Saat ini sungguh tidak bisa untuk sebuah negosiasi. Dia harus bergerak cepat sebelum Arrayan mendapatkan Gauri dan melanjutkan aksinya.
Bisma juga langsung meminta izin kepada Samsul untuk menikahi Gauri. Samsul tentu mengangguk setuju. Dia tahu Bisma adalah pria yang baik. Sukhdev pun meyakinkan Gauri jika hal ini harus dilakukan. Soal kemurkaan Arrayan itu bisa diatasi nanti.
" Jadi gimana Ri?"
" Baiklah aku setuju mas."
Bisma langsung berlari ke luar ruangan. Ia menelpon Dika juga Sekar dengan apa yang akan dia lakukan sekarang. Bahkan dia juga meminta Aryo untuk datang. Sekar tentu hampir jantungan mendengar penuturan Bisma. Tapi Bisma berkata untuk kakak nya itu diam dulu. Ia akan menjelaskan nanti.
" Bocah gendeng!"
Satu umpatan Sekar ucapkan untuk sang adik. Namun wanita itu pun langsung bergerak cepat menuju ke rumah sakit bersama dengan sang suami. Begitu juga Dika, ia langsung turun dari ruangannya menuju ke ruang rawat Samsul. Atas perintah Dika, ruangan Samsul di sulap untuk dapat dijadikan tempat akad nikah dadakan.
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Kedatangan Sekar dan Aryo disambut oleh Dika. Ia kemudian meninggalkan Gauri kepada ayah dan bunda nya.
" Om mu pinter cari istri kali ini."
Gauri hanya tersenyum begitu juga Dika. Dika lalu mengenalkan Sukhdev sebagai kakak sepupu Gauri. Sekar dan Aryo tentu sedikit terkejut mengenai identitas Gauri. Tapi semuanya saat ini hanya bisa diam sambil menunggu penjelasan nanti.
" Dapat, ayo segera laksanakan akadnya!"
__ADS_1
TBC