Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKBP-15. Mana Tulus Mana Modus


__ADS_3

Di dalam rumah, Gauri langsung duduk di sebuah kursi saat mengetahui Halim pergi. Halim Saputra, pria yang sangat dia kenal. Bukan hanya sekedar kenal tapi juga dekat. Tapi itu dulu, dulu sebelum negara api menyerang. Maksudnya adalah dulu sebelum ada orang yang melarang.


Gauri dan Halim mempunyai janji berdua akan menikah setelah mereka sama-sama lulus kuliah. Namun siapa sangka hubungan keduanya ditentang oleh orang tua halim. Sama-sama seniman betawi, tapi Rozaq tidak setuju jika Halim berhubungan dengan anak dari Samsul.


Rupanya Samsul dan Rozaq dari muda tidak pernah mempunyai hubungan yang baik. Sebenarnya baik Gauri maupun Halim sama-sama tahu. Tapi mereka sedikit nekat menjalin hubungan backstreet di belakang orang tua Halim


Berbeda dengan Rozaq, Samsul malah dengan senang hati menerima Halim. Bahkan jika keduanya sampai jenjang pernikahan Samsul berharap bisa memperbaiki hubungannya dengan Rozaq. Akan tetapi semua hanya harapan sepihak Samsul. Rozaq tetap tidak setuju dnegan Gauri yang jadi pacar Halim.


" Gue kagak sudi ye punya mantu anaknya Si Samsul. Sampe kapanpun gue kagak redo, gue kagak bakalan restu. Serah lu ye Halim, babe nggak bakal lagi nganggep lo sebagai anak gue kalau lo masih pacaran sama anaknya si Samsul."


Kata-kata Rozaq diucapkan di depan Gauri yang saat itu tengah bersama Samsul. Niat hati meminta restu tapi malah gauri mendapat kenyataan yang begitu pahit. Gauri pun memutuskan untuk mundur dari hubungan yang menurutnya tidak pernah berhasil. Gauri memilih mengalah.


Gauri membesarkan hatinya, bahwa mungkin Halim bukanlah jodoh yang dikirimkan. Gauri yakin dia akan mendapatkan orang yang tepat suatu hari nanti.


Saat itu Samsul merasa sangat bersalah kepada sang putri. Gara-gara pertikaiannya dnegan Rozaq membuat hubungan Gauri dengan Halim kandas. Padahal baik Samsul sudah meminta maaf dan berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan Rozaq. Tapi entah mengapa Rozaq tidak ingin berbaikan dengan Samsul. Akhirnya Samsul pasrah dengan sikap Rozaq yang seperti itu.


" Udahlah Be, aye kagak kenape-nape. Babe kagak usah mikirin seperti itu. Mungkin Bang Halim memang bukan jodoh aye."


Kata-kata Gauri yang seperti itu bukannya membuat Samsul lega tapi malah semakin membuat dada Samsul sesak. Ia hanya bisa memeluk sang putri saat itu.


" Huuuh, gilaa. Udah 2 tahun cuy tapi napa rasanya baru tadi ya suaranya babe nya Si Halim di telinga aye. Parah nih se-trauma itukah aku mendengarkan suara Tuan Rozaq."


Gauri bicara mendramatisir. jadi bukan karena Halim dia terlihat begitu lemas tapi karena teringat ayahnya Halim yang sering memakinya. Sampai detik ini Gauri sudah tidak memiliki rasa terhadap Halim. Ketidak tegasan Halim di dalam hubungan mereka semakin meyakinkan bahwa Halim bukanlah pria yang bisa dijadikan sandaran.


Setelah kejadian tersebut, secara sembunyi-sembunyi Halim menemui Gauri. Gauri tentu dengan tegas menolak. Tapi Halim kekeh ingin mereka bersama. Hingga suatu ketika Rozaq memergokinya sedang berbicara dengan Halim.

__ADS_1


Duaaar


Meledak lah Rozaq waktu itu melihat putra kesayangannya tengah duduk berdua dengan Gauri. Rozaq langsung menarik tangan Halim dari sana dang mengucapkan kata-kata yang tidak pantas di dengar.


Mengatai bahwa Gauri tukang rayu, keganjenan, kecentilan, sengaja menggoda Halim dan kata-kata sejenisnya. Yang paling menyakitkan bagi Gauri adalah bukan saat Rozaq memakinya tapi saat Halim diam saja tanpa membelanya.


" Heeeh dulu aye beneran begoo kali ya. Kagak bisa lihat mana laki yang tulus sama laki yang modus. Mana yang keren dan mana yang cemen. Haih, au ah gelap."


Gauri mengacuhkan pikirannya sendiri mengenai Halim. Saat ini ia sudah benar-benar tidak memiliki rasa terhadap pria itu.


Berbeda dengan Halim, sampai di rumah Halim langsung duduk di bale. Ia menekuk wajahnya yang sebenarnya tampan. Tapi ketampanan itu tidaklah berati sekarang. Nyatanya Gauri tak lagi melihat dirinya bahkan terkesan menghindari.


" Nape lagi lo? Lo pasti nyamperin tuh perempuan lagi pan. Udeh babe bilang jangan ngarepin lagi si Gauri. Masih banyak cewek yang lebih dari Gauri. Lo serius kagak demen sama si Maisya anaknya pak lurah. Laah doi lebih cakep kemane-mane ketimbang Gauri. Lagian ye tong, ape sih yang lo lihat dari anaknye Si Samsul. Heran banget dah ah gue mah."


" Lim, kalau lu bisa kawiin sama anaknya pak lurah. Kita bisa lebih dipandang dari pada Si Samsul itu."


" Au ah Be, gelap. Halim kagak peduli. Sono babe aje yang ngawininn anaknya pak lurah."


Rozaq tentu kesal dengan jawaban sembarangan sang putra. Entah bagaimana caranya membuat Halim melupakan Gauri. Sudah 2 tahun tapi Halim masih saja mencoba mendekati Gauri.


🍀🍀🍀


Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Gauri bersiap menuju ke rumah sakit. Tapi di depan rumahnya berdiri Beno dan Sani. Gauri sedikit terkejut karena dia tidak mendengar suara motor Beno sama sekali. Biasanya jika dua sahabatnya itu datang Gauri akan paham.


" Eh lo lo pada emang kagak kerja apa?"

__ADS_1


" Kagak kebetulan aku off Ri, kalau si Beno nggak tahu tuh."


Gauri dan Sani langsung menoleh ke arah Beno. Sani sendiri heran. Tadi siang Beno masih berangkat ke resto. Tapi mengapa belum waktunya pulang dia sudah pulang duluan dan mengajak Sani untuk menemui Gauri.


" Jangan pada ngelihatin begitu. Ntar gue ceritain dah. Yuk cuss ke rumah sakit. Kasian Babe Samsul sendirian."


" Apa perlu gue bawa Si Item."


Sani dan Beno kompak menggeleng. Kalau bawa Si Item, bisa dipastikan Gauri nanti akan mengantar kedua sahabatnya itu pulang. Meskipun mereka menolak mati-matian Gauri pasti tetap akan mengantar. Maka dari itu baik Beno maupun Sani lebih memilih naik motor saja. Mereka tak ingin merepotkan Gauri.


" Ya udah kalau gitu. Ayo jalan."


Mereka berjalan bersama. Gauri berada di depan dan Beno berboncengan dengan Sani mengikuti Gauri. Sepanjang jalan Beno sungguh merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Melihat Gauri yang melakukan apa-apa sendiri tanpa adanya sanak saudara di dekatnya.


" San, kasihan Uri ya?"


" Iya Ben, apa lo nggak pernah tahu siapa keluarga Babe Sam. Bukannya lo sering bareng-bareng ya sama Babe Sam."


Beno menggeleng. Selama ini menjadi asisten Babe Sam dalam melatih silat anak-anak, orang tua itu tidak pernah bercerita mengenai masalah pribadinya. Malahan Beno yang sering ditanya-tanya soal kabar keluarganya.


" Gue jadi penasaran San, masa iya Uri nggak punya keluarga lain selain babe. Kakek, paman, bibi, dan yang lainnya gitu. Sekarang apalagi babe sakit gini. Uri beneran pontang-panting sendiri."


Sani hanya bisa diam. Keduanya sama-sama tahu keadaan Gauri. Gadis itu sekalipun tidak pernah mengeluh dengan apa yang terjadi dalam hidupnya. Malahan Sani dan Beno banyak belajar dari Gauri untuk selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki.


TBC

__ADS_1


__ADS_2