Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-52. Mau Berkeluarga Denganku?


__ADS_3

Arrayyan seletika terpaku. Ia membulatkan matanya tidak percaya dengan semua yang dikatakan sang cucu laki-laki. Hatinya terasa sangat sakit, dadanya pun sesak. Bahkan Arrayan harus mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan untuk mengurai rasa sesak di dadanya.


Terlebih saat ia melihat foto Gauri yang sangat mirip dengan wajah sang putri 'kesayangan'. Rasa sedih langsung menggelayut pria tua itu saat mengetahui bahwa sang putri telah berpulang.


" Kau pasti bohong kan Dev. Laksmi ku tidak mungkin telah tiada."


Sukhdev hanya bisa mengangguk dan menunjukkan foto kuburan sang bibi. Ya, diam-diam Sukhdev mencari tahu dimana tempat peristirahatan terakhir bibi nya dan dia juga sudah kesana untuk berziarah. 


Arrayan kembali melihat foto Laksmi dengan seksama. Dia membandingkan wajah sang putri dan sang cucu. Cucu? Apakah Arrayyan sudah mengakui Gauri sebagai cucunya? Entahlah, tapi pria berusia senja itu benar-benar terlihat menyimpan banyak hal dimatanya.


" Bawa pulang gadis itu kesini?"


" Maksud kakek?"


" Bawa Gauri pulang, ini rumahnya. Dia seharusnya berada di sini."


" Lalu Paman Samsul?"


" Aku tidak peduli dengan pria itu. Pria yang telah membuat putriku pergi meninggalkan keluarganya."


Rasanya Sukhdev ingin meledak saat itu juga. Tapi oleh sang ibu tangan Sukhdev langsung digenggam erat. Rada menggeleng kecil sebagai tanda untuk Sukhdev diam paling tidak saat ini. 


Arrayan melenggang pergi meninggalkan ruang keluarga itu dan masuk ke kamarnya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Bagaimana jika menikahkan cucu perempuanku dengan cucu mu. Dulu aku tidak bisa menikahkan putriku dengan putramu. Maka mungkin waktunya menikahkan cucu kita."


" Baiklah kalau begitu, dengan ini aku anggap semuanya selesai."


Arrayan kembali meletakkan ponselnya ke atas nakas. Dia membuang nafasnya kasar. Baginya pernikahan hanyalah sebuah simbol dari sebuah kesombongan.


Di ruang keluarga, Sukhdev masih terlihat panik dengan permintaan sang kakek. Ia punya firasat tidak enak. Pasalnya selama ini Sukhdev selalu dikejar-kejar untuk segera menikah oleh kakeknya itu. Dan mengetahui keberadaan Gauri tiba-tiba membuat Arrayan menginginkan gadis itu untuk pulang.


" Yah, bu, aku sungguh merasa tidak enak."


" Kami pun."

__ADS_1


" Apa sebaiknya aku sembunyikan dulu Gauri dari kakek. Maksudku, kakek tetap akan mendapatkan Gauri  meskipun aku tidak membawanya ke rumah. Oh ayolah, mengapa keluarga kita ini bak sebuah film yang diputar di bioskop. Banyak sekali dramanya. Apa kakek akan melakukan hal-hal seperti yang di film itu, membawa paksa Gauri ke rumah ini meskipun Gauri tidak mau. Terlebih kakek tidak peduli kepada Paman Samsul, aku yakin Gauri tidak akan pergi jika ayahnya tidak pergi juga."


Pluk


Shekhar menjentikkan jarinya di kening sang putra. Rupanya putranya itu sedang mendramatisir sebuah keadaan. Tapi sebenarnya sedikit banyak Shekhar memikirkan ucapan Sukhdev. 


" Apa Gauri sekarang masih bekerja di tempat klien mu itu?"


" Masih lah yah, emang disana kerjaannya."


Shekhar kembali terdiam. Mencoba memikirkan apa yang harus dilakukan saat ini. Tapi tidak ada salahnya mengajak Gauri untuk pulang ke rumah. Gadis itu juga harus tahu siapa keluarganya. Akhirnya Shekar berbicara kepada Sukhdev untuk membawa Gauri ke rumah, di sana nanti mereka akan menjelaskan mengenai siapa Gauri di keluarga ini.


Sukhdev pun paham. Hari itu juga Ia akan menjemput Gauri dan membawanya ke rumah. 


🍀🍀🍀


Sukhdev menuju ke Linford Transportation. Dia mencari Gauri disana tapi di meja sekretaris hanya ada Rika dan Dery.


“ Apakah emncari Gauri Tuan Sukhdev?”


“ Gauri izin pulang Tuan. Tapi sepertinya dia dijemput oleh seorang pria. Kalau tidak salah pria itu adalah dokter yang menangani Babe Samsul, ayahnya Gauri.”


Sukhdev mengangguk paham. Setelah mengucapkan terimakasih kepada Rika, Sukhdev langsung bergegas menuju rumah Gauri. Ia kembali mempertanyakan mengenai hubungan kedua orang itu. Beberapa saat kemarin Bisma yang ia tanyai mengenai hubungan keduanya belum memberikan jawaban yang lugas.


“ Sepertinya aku harus benar-benar menanyakan hal itu kepada dua orang tersebut.”


Di rumahnya Gauri terlihat tengah membersihkan coretan-coretan yang ada di dinding bersama dengan Bisma. Dari pada menghapus, mereka memilih nmengecat ulang. Setelah membersihkan beberapa kertas yang menempel, Gauri dan Bisma mulai menutup coretan-coretan tersebut dengan cat warna senada seperti warna sebelumnya.


“ Maaf ya mas jadi merepotkanmu. Mana ada seorang dokter yang biasa pegang pisau bedah dan jarum suntik tiba-tiba harus pegang kuas cat.”


“ Pegang sapu dan cucian piring pun aku iklhas asal kamu yang minta.”


Aiiih, entah sejak kapan duren mateng itu pandai menggombal. Gauri sampai tersipu dibuat pria tampan disebelahnya itu. Dengan kemeja putih yang digulung hingga ke siku ditambah celana panjang hitam, sungguh membuat pesona Bisma tidak luntur meskipun tangannya mulai belepotan oleh cat.


Gauri memang sengaja tidak menyuruh orang untuk mengerjakan hal itu. Ia merasa apa yang terjadi pada rumahnya itu adalah hasil kesalahannya sehingga ia pun harus bertanggung jawab dengan membereskannya sendiri.

__ADS_1


“ Sebenarnya apa yang terjadi, mengapa mereka mengataimu sebagai penipu. Dan sejak kapan juga kamu melakukan hal itu?”


Cerita Gauri mengalir dengan sendirinya. Dimulai dari rencananya menguak kejahatan Puspa, pertemuannya dengan Sukhdev dan akhirnya berkenalan dengan kedua orang tua Sukhdev yang membuatnya seperti menemukan keluarga.


“ Ri, apakah mau berkeluarga denganku?”


“ Jangan bercanda mas, ini bukan waktru yang tepat untuk mas Bisma bercanda. Jangan sampai cat ini sampai salah memulas wajahmu ya.”


Greb


Bisma meraih tangan Gauri dan menariknya agar menghadap kepadanya. Gauri tentu terkejut dengan gerakan tiba-tiba Bisma. Tubuh mereka begitu dekat. Bisma pun perlahan mengambil kuas cat dari tangan Gauri dan meletakkan ke ember cat.


“ Ri aku serius. Mungkin aku baru sadar bahwa saat kau mengutarakan hatimu padaku sebenarnya aku memiliki rasa yang sang sama. Aku benar-benar ingin kamu menjadi keluargaku dalam artian disini pendamping hidupku.”


“ Mas, aku bukanlah siapa-siapa. Aku merasa bahwa kita ini sangat jauh. Kau sungguh berada di atas dan aku sangat sulit menjangkau mu.”


Cup


Bisma mengecup singkat bibir Gauri membuat mata gadis itu membelalak sempurna. Ia tidak menyangka bahwa Bisma akan melakukan hal tersebut, siang-siang begini mana di luar rumah pula.


“ Mas nanti kita digrebek warga.”


“ Biarin sekalian dinikahkan, aku tidak takut. Aku malah senang.”


Pluk


Gauri menepuk keningnya pelan. Sepertinya berurusan dengan duda newbie ini benar-benar diluar prediksi. Tangan Bisma masih memegang erat tangan Gauri. Ia benar-benar ingin segera menghalalkan Gauri. Jika itu bisa ia lakukan segera maka Bisma bisa melindungi Gauri sepenuhnya dari orang yang ingin mencelakainya. Baik itu secara fisik maupun mental.


“ Bagaimana Hmmm?


“ Mas …"


Bisma ingin memeluk Gauri tapi sebuah seuara baritone membuyarkan semuanya.


“ Kalian mau apa siang-siang begini, mana diluar rumah lagi. Yang benar saja.”

__ADS_1


TBC


__ADS_2