Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-53. Jangan Gagal


__ADS_3

Bisma dan Gauri duduk di teras, bersama Sukhdev tentunya. Terlihat Sukhdev melipatkan kedua tangannya di dada mencoba meminta penjelasan dengan apa yang dilakukan dua orang yang duduk di hadapannya sekarang.


Sukhdev benar-benar seperti ayah gadis yang memergoki anak gadisnya yang sedang berpacaran.


“ Kami pacaran. Aku akan menikahi Gauri. Mengapa sepertinya Anda sangat ikut campur dengan urusan pribadi Gauri. Memangnya Anda siapa nya Gauri?”


Skak mat!


Apa yang dikatakan Bisma tentu membuat Sukhdev bingung untuk menjawab. Saat ini mereka tidak tahu bahwa Gauri adalah adik sepupunya. Sukhdev pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung harus dari mana menceritakan semua ini. terlebih hari ini dia harus membawa Gauri pulang ke rumah.


“ Gauri ikut bhai ke rumah ya.”


“ Apa ini tentang berita yang viral itu? Aku akan datang meminta maaf, tapi tidak sekarang.”


Sukhdev masih berusaha membujuk Gauri untuk ikut pulang. Tapi sepertinya tidak berhasil juga. Gauri merasa belum siap bertemu keluarga Sukhdev terlebih kakek Sukhdev pemilik nama keluarga Singh. Bukannya mau lari dari tanggung jawab tapi Gauri benar-benar harus menyiapkan mentalnya untuk bertemu sesepuh keluarga Singh tersebut.


“ Tuan sepertinya Anda tidak bisa memaksa Gauri. Jika Gauri belum bersedia, sebaiknya Anda menunggu sampai Gauri siap.”


Sukhdev sejenak terdiam. Ia benar-benar harus bisa membawa adiknya itu pulang sebelum kakeknya yang menjemputnya sendiri.


“ Tidak bisa, Gauri harus ikut aku pulang sekarang.”


Bisma dan Gauri saling pandang. Mereka berdua menangkap ada sesuatu yang Sukhdev sembunyikan. Gauri yang dari tadi diam dan hanya mendengarkan akhirnya tidak tahan juga dan angkat bicara.


“ Bhai, katakan sebenarnya ada apa.”


“ Huftt, kau itu bukan cucu palsu. Kamu bukan penipu. Kamu adalah cucu Arayyan Singh, kamu bagian dari keluarga Singh. Laksmi Bavana Singh adalah putri dari Arrayan. Adik dari Shekhar dan bibi ku.”

__ADS_1


Duaaaar


Gauri mengeratkan genggaman tangannya pada Bisma. Terkejut? Bukan hanya terkejut. Dia sungguh syok. Sukhdev berdiri lalu berjongkok di depan Gauri. Ia menggenggam tangan Gauri yang satunya lagi. Menatap lekat mata Gauri yang sekilas kosong itu.


“ Ri, kamu adikku. Aku adalah bhai mu yang sebenarnya. Semua yang terjadi ini seperti takdir. Aku sudah mencarimu bertahun-tahun dan siapa sangka kita bertemu dengan cara seperti ini.”


Gauri menggelengkan kepalanya pelan, ia benar-benar tidak tahu bagaimana harus bersikap. Senangkah, sedihkah, bahagiakah, atau kecewa. Selama ini ia hanya hidup berdua dengan sang ayah. Susah senang mereka hadapi berdua. Tidak pernah tahu sanak saudara yang dimiliki, bahkan saat kepergian sang ibu juga tidak pernah tahu bahwa ibunya masih memiliki keluarga. 


Pernah suatu hari Syamsul dan Gauri kedinginan karena hujan lebat yang membuat rumah mereka bocor. Samsul kala itu belumlah memiliki padepokan silat, belum punya penghasilan yang tetap. Jangankan untuk merenovasi rumah, untuk makan saja waktu itu mereka benar-benar susah. 


Gauri menyingkirkan tangan Sukhdev dari atas pangkuannya. Ia kemudian menatap wajah pria yang sudah ia anggap kakaknya beberapa saat ini dengan tajam.


“ Jangan anggap saya akan bahagia dengan mengetahui bahwa saya adalah cucu dari seorang Arrayyan Singh. Sungguh tidak ada niatan dalam benak saya untuk jadi bagian dari keluarga Anda tuan Sukhdev Singh.”


Gauri bangkit dari duduknya lalu masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumahnya dengan begitu keras.


“ Gauri!!”


“ Tuan Sukhdev, sebaiknya Anda membiarkan dia sendiri dulu. Aku yakin dia hanya syok. Selama ini hidup hanya berdua dengan sang ayah yang penuh perjuangan dan tiba-tiba seorang keluarga terpandang mengakui dia adalah keluarganya, itu membuat dia terkejut. Biarkan dia dengan pikiran dan perasaannya sendiri.”


Sukhdev yang hendak mengejar Gauri pun urung. Apa yang dikatakan bisma tentu benar adanya. Bisma pun meminta Sukhdev untuk pulang terlebih dulu. Ia akan berusaha untuk membuat Gauri tenang.


Di dalam mobilnya Sukhdev membuang nafasnya kasar. Pada awalnya yang ia pikir akan susah untuk ditaklukkan adalah sang kakek tapi ternyata dia salah. Malah Gauri yang sulit untuk menerima keadaan saat ini.


“ Ternyata bukan Arrayan yang sulit dihadapi tapi malah Gauri. Ini benar-benar menjadi lebih sulit daripada yang aku kira.”


🍀🍀🍀

__ADS_1


" Mana gadis itu. Mengapa kau tidak membawanya bersamamu."


" Ya Tuhan, bunuhlah aku sekarang."


Sukhdev benar-benar seperti hilang akal saat ini. Baru saja menerima penolakan dari sang adik kini tuntutan jelas ada didepan mata. Sukhdev seperti habis jatuh ditambah ditimpuk batu eh ditimpa tangga.


" Dia tidak mau, bahkan dia tidak ingin jadi bagian keluarga ini."


" Tck, kau ini pria bukan. Lemah sekali membawa perempuan saja tidak becus."


" Ooh lalu menurut kakek bagaimana yang becus. Menariknya kemari, atau menyeretnya. Lakukan saja itu kek, setelah itu dia tidak akan pernah mau selamanya menganggap kita ini keluarganya. Apa kakek sungguh lupa dengan apa yang kakek lakukan kepada bibi. Apa kakek sungguh tidak merasa sedikitpun bersalah kepada bibi dan keluarganya. Mungkin apa yang dikatakan Gauri benar, sungguh tidak bangga menjadi bagian keluarga Singh ini."


Sukhdev meninggalkan rumah saat itu juga. Dia sungguh tidak tahan dengan sikap arogan sang kakek. Shekhar dan Rada hanya bisa diam, mereka pun memilih meninggalkan ruang tamu lalu masuk ke kamar mereka.


" Dasar semua tidak berguna. Tidak anak tidak cucu semuanya sama saja. Jangan kira aku tidak  bisa melakukan  apapun. Kalian beranggapan orang tua ini hanya akan diam saja begitu. Kalian sungguh salah mengira."


Sungguh orang tua ini rupanya benar-benar tidak belajar dari kesalahannya di masa lalu. Apa yang terjadi di keluarganya sebenarnya ia yang memiliki tanggung jawab lebih besar. Namun selalu dia menyalahkan orang lain atas kesalahannya itu. 


Sikap arogan dan angkuh yang dia miliki menutup semua hatinya. Dirinya hanya dibutakan dengan sebuah kekuasaan. Belum juga bertemu dengan sang cucu dia sudah menyiapkan pernikahan cucunya itu dengan orang pilihannya. Lagi-lagi perjodohan untuk mengukuhkan namanya. Pernikahan bisnis menjadi salah satu cara bagi Arrayan agar namanya semakin dipandang tinggi dalam dunia bisnis. Ia tidak pernah berpikir bahwa orang mati tidak akan pernah membawa apapun ke dalam kuburnya.


" Memang pria itu membawa pengaruh buruk. Dulu putriku, dan sekarang cucu ku. Apa yang sebenarnya dia miliki hingga membuat mereka semua membenciku."


Pikiran yang begitu picik, Arrayan selalu menganggap semua orang itu salah. Rupanya hingga saat ini ia tetap tidak menyukai Samsul. Pria tua itu agaknya lupa, bahwa adanya Gauri juga dari Samsul.


" Hallo, aku ingin kau segera mungkin membawa gadis ini ke rumah. Aku akan mengirim fotonya kepada mu. Ingat, jangan sampai gagal. Aku tidak menerima berita buruk barang sedikitpun. Haish, sungguh menyusahkan. Acara pertunangan mereka akan segera dilaksanakan. Aku tidak lagi ingin gagal."


TBC

__ADS_1


__ADS_2