Keblinger Kharisma Pria Beristri

Keblinger Kharisma Pria Beristri
KKPB-57. Fakta Mengejutkan


__ADS_3

" Tidak bisa! Gadis itu harus tetap menikah dengan Rohan!"


Sebuah suara yang cukup melengking berasal dari luar. Semua mata tertuju ke arah pintu tanpa terkecuali. Sebuah langkah kaki mulai memasuki kediaman Singh. Dia adalah Rajesh Sindhu, teman lama Arrayan Singh.


Rajesh berjalan semakin mendekat. Ditatapnya satu persatu orang yang ada di dalam rumah tersebut. Ia sedikit terkejut saat melihat Bisma. Namun pria tua itu berusaha mengontrol dirinya agar tetap terlihat tenang.


" Arrayan, apa kau lupa perjanjian kita. Kita berjanji akan menjadi satu keluarga bukan dengan menikahkan putra-putri kita. Tapi rupanya putri mu Laksmi tidak bisa. Maka sebagai gantinya cucumu yang harus menikah."


" Aduh tambah satu lagi masalah. Maaf tuan yang terhormat. Saya sudah menikah  lihat ini suami saya.  Apa Anda benar-benar menginginkan kita menjadi satu keluarga, atau Anda hanya menginginkan hal lain dari keluarga Singh ini."


Semua mata langsung menatap ke arah Gauri. Apa yang dikatakan Gauri seolah-olah gadis itu tahu ada sesuatu yang lain dari keinginan  Rajesh Sindhu yang menggebu ingin berbesanan dengan keluarga Singh. Hal tersebut semakin terlihat jelas saat Rajesh berubah ekspresi wajahnya menjadi sangat kikuk. Padahal Gauri sendiri hanya asal bicara.


" Jangan sembarangan kau bocah ingusan. Kau mana tahu tentang keluarga Sindhu. Pernikahan kedua keluarga ini adalah janji kami sejak dulu."


" Janji yang kalau memang sama-sama mau. Tapi ini, masa ya mau dipaksakan jika salah satu kami sudah menikah. Lagi pula selama saya belum ditemukan keluarga Anda tampaknya tidak terlalu menggebu untuk melakukan pernikahan. Padahal masih ada Bhai Sukhdev dan bukannya Anda juga punya cucu perempuan. Ahhh jangan-jangan, Anda menginginkan cucu laki-laki Anda menikah dengan keluarga Singh agar bisa ikut andil dalam setiap usaha yang dimiliki keluarga singh."


Skak mat


Rajesh bagaikan di todong dengan sebuah pistol. Ia sama sekali tidak bisa berkata apapun. Tampak kakinya sedikit bergetar dan Bisma bisa melihat hal tersebut. Sedangkan Arrayan, pria tua itu melihat seksama sang teman. Ia mencoba menelisik ke dalam diri pria yang sudah berpuluh-puluh tahun ia kenal dengan dekat tersebut.


" Apa ada yang kau sembunyikan dariku? Apa yang sedang kau tutupi?"


" Arrayan, apa kau lebih memilih percaya pada gadis yang baru kau temui itu ketimbang teman yang sudah mengenalmu sangat lama? Aku tulus ingin hubungan kita semakin dekat menjadi satu keluarga."

__ADS_1


Arrayan seketika meragukan apa yang dikatakan oleh Rajesh. Jika menilik ke belakang dan menimbang apa yang dikatakan Gauri tadi, semua terdengar masuk akal. 


Rajesh memang masih memiliki cucu perempuan yang bernama Katrina Sandhu. Tapi Rajesh tidak pernah membicarakannya. Ia bahkan tidak pernah menyinggung Sukhdev sama sekali yang notabene nya adalah cucu lelaki satu-satunya Arrayan. Yang selalu jadi topik adalah Rohan, Rajesh selalu membanggakan Rohan. Rohan yang cerdas, rajin, penurut dan lain sebagainya. 


Di markas Wild Eagle, Silvya sedang menunggu hasil retasan data dari Mr. Sun. Sudah lebih dari 15 menit tapi belum ada kabar dari sang hacker. Silvya sedikit mengomel, tadi katanya hanya butuh waktu sebentar tapi hingga saat ini Mr. Sun belum juga memberi hasilnya.


" Q, semuanya sudah kh kirim via surel."


" Tck, kau ini. Katanya sebentar aku sudah lumutan menunggu."


" Haish, dasar kau ini. Ada kalanya aku mengalami miss juga Q."


" Okelah, thanks Sun. Aku berhutang banyak padamu."


" Kena kau, jangan pikir bisa merusak kebahagiaan om ku."


Tring


Silvya langsung mengirim data-data itu ke Gauri, Sukhdev, dan juga Bisma. Bukan hanya ke mereka. Silvya juga mengirim fakta tersebut ke media. Bukan tanpa alasan, rupanya selama ini Rajesh Sindhu menggunakan tambang nikel tersebut untuk menipu sejumlah orang. Karena memiliki kesamaan nama depan dengan pemilik yang sebenarnya membuat Rajesh Sindhu dengan mudah membodohi beberapa orang untuk melakukan investasi padanya, termasuk Arrayan.


Keadaan kediaman Singh menjadi sangat ramai. Mukesh, asisten Arrayan langsung menunjukkan berita yang tersebar di dunia maya. Arrayan langsung syok, bahkan tubuhnya terhuyung hampir jatuh. Beruntung Mukesh menahannya. Tapi sepertinya penyakit Arrayan kambuh, dia memegang dadanya sambil meringis kesakitan. Bisma yang peka langsung lari ke arah kakek tua tersebut dan memeriksanya.


" Apa Tuan Ararayan ada riwayat jantung?" Mukesh menangguk, Arrayan memang memiliki penyakit jantung koroner dan masih rutin mengonsumsi obat.

__ADS_1


" Beliau harus segera dibawa ke rumah sakit. Mari bawa ke rumah sakit dulu. Saya akan menghubungi staf medis untuk bersiap."


Semua terlihat panik tak terkecuali Gauri. Sukhdev dengan cepat langsung kari ke mobil dan menyalakannya sedangkan Mukesh dengan tubuh tinggi besarnya menggendong Arrayan sendiri dengan diikuti Bisma di belakangnya.


" Hei, mau kemana kalian. Urusan kita belum selesai! Bagaimana soal pernikahan ini!"


" Tuan Rajesh yang terhormat, apa hati anda benar-benar mati rasa dan mata anda buta tidak bisa melihat apa yang saat ini terjadi dengan kakekku. Asal Anda tahu, sungguh Anda tidak pantas masuk ke dalam keluarga kami. Penipu!"


Gauri mengerangg marah, ia tidak habis pikir. Bagaimana ada orang seperti Rajesh yang sama sekali tidak punya simpati dengan keadaan sekitar. Jelas-jelas kakek nya saat ini sedang merasa keskaitan dan pria tua itu masih dengan ego nya menanyakan suatu hal untuk kepentingannya sendiri. 


Gauri langsung dirangkul oleh Rada dan Shekhar. Mereka bertiga masuk ke mobil dan mengikuti mobil Sukhdev yang sudah jalan terlebih dulu membawa Arrayan.


" Dika, tolong siapkan tim medis depan IGD. Om membawa Tuan Arrayan, beliau mempunyai riwayat penyakit jantung koroner. Denyut nadi melemah, wajah mulai terlihat pucat dan beliau masih mengalami nyeri di dadanya."


" Oke om, aku akan siapkan. Kami siap menerima pasien."


Sukhdev melajukan mobilnya dibantu oleh orang-orang dari Wild Eagle yang membuka jalan. Bahkan satu diantaranya memasang sirine sehingga para pengguna jalan bisa memberi jalan.


Sulhdev terlihat khawatir dengan sang kakek. Bagaimanapun pria tua itu adalah kakeknya. Sukhdev ingat saat masih kecil kakeknya begitu menyayanginya. Terlepas dari sikap keras kepala, egois, dan angkuhnya, Arrayyan adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab.


" Kek, aku mohon. Kakek harus baik-baik saja. Gauri masih belum merasakan kasih sayang kakek. Kakek juga belum bertemu dengan Paman Samsul yang begitu baik hati," gumam Sukhdev lirih sambil terus mengucapkan doa baik untuk sang kakek. 


TBC

__ADS_1


__ADS_2