
Tring
Sebuah pesan masuk ke grup percakapan di ponsel mereka. Dalam pesan tersebut terdapat artikel mengenai keluarga Singh. Disana juga dijelaskan bahwa Keluarga Singh juga tidak memiliki seorang cucu perempuan. Bahkan disana jelas tertulis bahwa cucu Arrayan hanyalah satu yakni Sukhdev.
Semua mata langsung menatap tajam ke arah Gauri. Mereka merasa ditipu oleh gadis itu. Kasak-kusuk pun terjadi. Gauri bisa mendengar dengan jelas bahwa beberapa orang mengatakan bahwa dirinya penipu. Gadis itu memejamkan matanya sejenak lalu mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan.
Ia tentu menyadari bahwa apa yang dikatakan orang-orang itu benar adanya. Fia adalah seorang penipu, bagaimana bukan memang kenyataannya ia bukanlah anggota keluarga Singh. Tapi ia tidak mau rencananya gagal. Ia juga tidak ingin apa yang sudah bos nya lakukan itu terbuang percuma dan hanya berakhir sia-sia.
Gauri kemudian mengingat sesuatu. Pertemuan dengan Sukhdev pagi tadi membuatnya mendapatkan sebuah ide.
Maafkan aku Tuan Sukhdev. Aku harus lagi menyusahkan mu. Aku harus memanfaatkan mu lagi.
Gauri berbicara dalam hati. Dengan ekspresi yang tenang namun dadanya bergemuruh, gadis itu kemudian bangkit dari duduknya. Ia mengangkat ponselnya dan menghubungi seseorang.
“ Hallo bhai, Mereka disini tidak percaya bahwa aku adalah adikmu dan cucu dari kakek.”
“ Siapa yang berani mengatakan hal tersebut padamu?"
"Ada seseorang disini.”
Glek
Puspa menelan saliva nya dengan susah payah. Gauri menghubungi seseorang dan mungkin saja itu adalah pria itu. Tapi Puspa tentu saja tidak akan percaya begitu saja. Keyakinannya sudah benar-benar sepenuhnya bahwa Gauri bukanlah siapa-siapa.
“ Halah, paing itu hanya akal-akalan mu saja.Semua orang bisa melakukan itu. bisa jadi kau meminta seseorang berpura-pura menjadi Tuan Sukhdev,” ucap Puspa panjang lebar.
Pernyataan Puspa tentu saja membuat semua orang yang berada di ruangan VVIP restoran itu setuju. Tidak ada bukti yang valid untuk meyakinkan mereka bahwa Gauri benar-benar anggota keluarga Singh.
“ Bhai, bhai dengan sendiri kan. Mereka tetap tidak mempercayaiku. Bhai dibilang hanya fiktif.”
“ Baiklah tunggu, aku akan kesana. Share lokasi mu Gauri.”
Gauri menutup panggilan teleponnya. dalam hatinya ia merutuki dirinya sendiri yang sungguh nekat menelpon Sukhdev.
Mampus lo Gauri, ya kali Tuan Sukhdev mau datang untuk bermain permainan konyol ini. Gila, lo benar-benar gila.
Semua orang di dalam restoran itu hanya diam saja. Mereka menunggu apa yang akan selanjutnya terjadi. Sedangkan Puspa, Wanita itu tersenyum lebar. Dia semakin yakin bahwa Gauri berbohong.
Di Tempat lain, Sukhdev langsung izin dari pertemuannya bersama kliennya. Pria itu mengatakan ada urusan keluarga yang mendesak. Tina tentu saja terkejut, sejak kapan bosnya itu memiliki urusan yang lebih penting daripada bisnis.
__ADS_1
“ Tina, kau tahu lokasi ini tidak?” tanya Sukhdev sambil memperlihatkan ponsel miliknya.
“ Tahu lah bos, saya kan anak gaul. Itu resto sedang hits dikalangan anak muda.Dan bagusnya tempatnya tidak jauh dari kafe ini.”
“ Bagus, kita kesana sekarang.”
Tina yang tadi sedang ke toilet tentu tidak tahu percakapan Sukhdev di telpon. Gsdis itu hanya mengangguk dan kemudian sudah siap membawa sang tuan menuju ke lokasi.
Hanya butuh 15 menit untuk sampai di Soul Restaurant. Sukhdev langsung turun dari mobil dan berjalan cepat. Tina sampai kerepotan mengikuti langkah besar sang bos.
“ Dimana ruang VVIP tempat pertemuan para sosialita itu berlangsung.”
“ Disana tuan, mari saya antarkan.”
Sikap dingin dan datar Sukhdev membuat waiters tersebut sedikit tergagap. Namun wajah tampan Sukhdev juga membuat waiters itu salah tingkah.
“ Silahkan masuk tuan.”
Ceklek
Pintu ruang VVIP terbuka lebar. Sukhdev dengan langkah besar berjalan menuju tempat Gauri duduk. Semua mata terpana melihat pria tampan nan tinggi yang sulit mereka gapai itu. Di usianya yang semakin matang Sukhdev sungguh tambah memesona dipandang mata.
Gauri yang mendapat kedipan mata sebagai kode dari Sukhdev pun langsung paham. Gadis itu bagkit dari duduknya dan memeluk Sukhdev.
“ Maafkan aku Bhai, aku sudah membuatmu ikut masuk di permainan ini.”
“Yidak masalah, aku senang bisa membantumu. Lagian sudah lama aku tidak bermain-main begini.”
Sukhdev dan Gauri saling berbisik di tengah-tengah pelukan mereka. Sedangkan orang yang menyaksikan keduanya sungguh terkejut. Terlebih Puspa, mulut wanita itu bahkan sampai menganga menyaksikan sesuatu yang tidak ia sangka.
“ Ba-bagaimana bisa, bukankah ini. Tidak mungkin.”
“ Apanya yang tidak mungkin Nyonya. Dia benar adikku. Dia adalah adik sepupuku. Jadi kau tidak akan menemukannya di portal berita manapun karena memang dia tidak pernah aku ekspose. Adikku yang begitu berharga, aku tidak akan membiarkannya dilihat oleh mata keranjang para pria.”
Semua orang dibuat meleleh dengan ucapan Sukhdev. Mereka sungguh tidak tahu bahwa pria dingin seperti Sukhdev ini bisa semanis itu dan selembut itu kepada adiknya.
Tiba-tiba mereka merasa iri kepada Gauri karena begitu disayangi oleh Sukhdev. Lain cerita dengan TIna, Gadis itu hanya membulatkan matanya dengan sempurna saat melihat kelakuan bosnya yang diluar nalar.
“ Apa bos tadi salah makan ya. kenapa bisa berubah begitu.”
__ADS_1
Tina tentu tahu siapa Gauri. tadi pagi saat di ruangan Silvya, Tina juga mendengar apa yang dikatakan oleh Gauri. tapi yang Tina tidak sangka adalah sikap Sukhdev yang seakan-akan Gauri ini adalah benar adiknya.
“ Apa ini yang namanya mendalami peran?” ucap Tina dalam hati.
Kini semua orang percaya tentang siapa Gauri. Puspa mau tidak mau meminta maaf kepada Gauri. Meskipun begitu dia tetap kesal dan masih ada rasa tidak percaya.
“ Baiklah kalau begitu, aku harus membawa adikku pulang terlebih dahulu. Soal donatur, kau bisa bicarakan kepada Tina sekertarisku. Tin, bereskan!”
“ Siap Bos!!”
Sukhdev membawa Gauri keluar dari tempat itu. Terlihat rona kelegaan pada wajah Gauri. berkali-kali Gauri meminta maaf dan mengucapkan terimakasih kepada Sukhdev atas pertolongannya.
“ Sudah tidak usah sungkan. Mari aku antar kan kau pulang.”
“ Tapi saya bawa mobil bhai.”
“ Baiklah berikan kunci mobilmu, aku akan membawamu pulang dengan selamat.”
Sukhdev mengulurkan tangannya untuk meminta kunci mobil dari Gauri. Tadinya Gauri ragu, tapi akhirnya ia memberikan juga kunci mobilnya. Keduanya pun menaiki mobil fortunner Gauri dan menuju ke rumah Gauri.
Sukhdev takjub dengan tampilan rumah Gauri yang terlihat begitu tradisional. Ia selalu suka sesuatu yang berbau etnik dan alami.
Gauri mengajak Sukhdev untuk masuk, tapi Sukhdev menolak. Bagaimanapun Gauri seorang wanita yang tinggal sendiri di rumah. Tidak pantas baginya masuk ke dalam rumah. Takutnya jadi omongan buruk tetangga.
" Baiklah tinggu disini sebentar bhai. Aku akan mengganti bajuku."
Sukhdev mengangguk. Tak berselang lama Gauri kembali dengan baju yang lebih sederhana dan make up yang sudah dihapus. Sukhdev terpana melihat Gauri. Ia merasa mengenal wajah gadis yang duduk di depannya itu.
" Diminum bhai teh nya."
" Maaf Gauri kalau aku lancang. Mengapa namamu seperti nama india?"
" Ooh itu. Ibu ku asli india bhai."
" Siapa nama ibu mu?"
" Laksmi Bavana"
Deg
__ADS_1
TBC