KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 17. Kemarahan Manusia Serigala.


__ADS_3

Melihat banyak orang yang menjerit histeris, Henritz langsung menyeret kedua manusia serigala itu keluar dari stadion agar tidak mengganggu jalannya pertandingan.


Sampai di luar Henritz langsung memukuli keduanya dengan membagi buta tanpa memberikan jeda sehingga mereka berdua tidak sempat menangkis serangan dari Henritz.


"Lebih baik kita kabur sekarang. Sepertinya orang-orang ada yang menuju ke tempat ini untuk membantu pemuda ini. Mereka juga ada yang membawa kamera. Jangan sampai mereka bisa mengambil gambar kita dengan jelas," bisik satu pria manusia serigala kepada temannya.


Pria manusia serigala itu mengangguk setuju dan akhirnya keduanya kabur begitu saja saat Henritz lengah karena sempat melihat ke arah orang-orang yang datang.


"Anda tidak apa-apa?" tanya seorang pria yang berasal dari tribun penonton."


Henritz menggeleng.


"Benar Hen? Kalau kau ada yang terluka atau ada keluhan sakit bilang saja biar team kesehatan yang akan menangani keluhanmu."


"Tidak usah Drew, aku baik-baik saja," tolak Henritz.


"Ya sudah, kalau begitu kita kembali ke samping Valenesh!" Andrew menepuk bahu Henritz.


Henritz mengangguk dan mengikuti langkah Andrew ke tempat dirinya semula duduk.


"Siapa sih mereka, tubuhnya aneh begitu?" tanya Valenesh.


"Nanti aku ceritakan di rumah," jawab Henritz dan Valenesh terlihat mengangguk.


Kini mereka semua pun fokus menikmati pertandingan sepak bola yang kini sudah memasuki babak kedua.


45 menit berlalu dan kabar baik menghampiri Valenesh sebah team sepakbola miliknya menang dalam pertandingan perdana.


Beberapa pemain terlihat melakukan selebrasi karena telah berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3:2. Starfool Club berhasil meraih 3 poin dalam pertandingan ini.


"Hei kita makan-makan yuk!" ajak Valenesh kepada semua anggota team nya.


"Oke." Semua orang terlihat antusias.

__ADS_1


Valenesh pun mengajak para anggota team ke restoran terdekat dari area stadion dan makan malam bersama.


Selesai makan Valenesh dan Henritz berpisah dari rombongan dan langsung pulang ke rumah dengan mengambil jalur yang berbeda dengan rombongan.


Bruk.


Di tengah perjalanan pulang, terasa ada benda yang jatuh di atas mobil Valenesh.


"Hen dengar bunyi aneh nggak? Kayaknya ada yang jatuh di atas mobil."


"Sepertinya memang iya, biar saya cek dulu."


Valenesh menghentikan mobil dan Henritz segera membuka pintu. Namun, benda yang terasa jatuh ke atas mobil tadi kini melompat ke depan mobil Valenesh.


"Hen, dia–"


"Mereka lagi? Biar aku hadapi. Kamu tidak perlu turun dari mobil!"


"Baiklah."


"Untuk apa kembali? Ingin kuremas tubuhmu menjadi abu?"


"Hahaha, dia terlalu percaya diri." Kedua manusia serigala itu menertawakan Henritz.


"Jangan bangga dulu, kami kabur tadi karena tidak mau kamu main keroyokan dan sekarang kami datang untuk membalas dendam terhadap perlakuanmu tadi," ucap salah satu manusia serigala.


"Dan sekarang kalian yang mau main keroyokan?" cibir Henritz.


"Dasar manusia serigala pengecut!" lanjutnya.


"Jangan hanya omong kamu, jika kamu benar-benar hebat maka hadapi kami berdua. Hyiaaak ....." Kedua serigala itu langsung menyerang Henritz. Pertarungan sengit pun terjadi dan berlangsung lama. Kali ini manusia serigala terlihat lebih kuat dua kali lipat, bahkan Henritz hampir saja terpental ke sisi jurang yang ada di salah satu sisi jalan. Untung saja Henritz langsung menahan tangannya pada pembatas jalan.


"Bagaimana ini? Bagaimana kalau sampai Henritz yang kalah? Saya harus menelpon polisi." Segera Valenesh mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan menelpon kepolisian setempat. Belum sempat telepon diangkat salah satu manusia serigala yang menyadari gerak-gerik Valenesh langsung mengambil batu dan melempar pada Valenesh.

__ADS_1


"Vale awas!" teriak Henritz agar Valenesh cepat menyingkir.


Prang


Kaca depan mobil Valenesh pecah membuat Valenesh segera menyingkir keluar mobil.


"Sepertinya ketua kita akan suka jika mempersembahkan gadis itu padanya," bisik salah satu manusia serigala di telinga temannya.


"Kau benar sekali, kalau begitu ayo kita tangkap!"


"Tidak akan kubiarkan kau membawa kekasihku!" teriak Henritz lalu berlari ke arah keduanya yang kini juga berlari ke arah Valenesh.


"Jangan sentuh aku!" Valenesh menangkis tangan manusia serigala yang hendak menyentuh dirinya membuat kalung yang tersembunyi dibalik kerah bajunya keluar akibat pergerakannya.


"Aduh apa ini?" Kedua serigala itu menahan diri pada badan mobil sebab terasa ada yang menarik dirinya.


"Kalung itu. Kalung itu memancarkan cahaya yang tidak biasa. Kita harus menyelamatkan diri! Kalau tidak kalung itu akan menarik tubuh kita ke dalamnya!"


"Kau benar, kalung itu seperti magnet yang begitu kuat. Lebih baik kira segera menghilang.


Wuusss.


Kedua manusia serigala itu pun langsung hilang dalam pandangan.


"Kau tidak apa Vale?" tanya Henritz begitu mengkhawatirkan keadaan Valenesh padahal jelas-jelas Valenesh baik-baik saja.


"Seharusnya aku yang bertanya Hen, kau sendiri tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja Vale, lebih baik kita pulang sekarang. Melihat mobilmu yang banyak pecahan kacanya bagaimana kalau kita berteleportasi saja?"


"Ide yang bagus, biar saya nanti minta pihak bengkel yang menjemput mobil ini."


Henritz pun langsung merangkul bahu Valenesh dan meminta wanita itu memejamkan mata.

__ADS_1


Sedetik kemudian mereka sudah sampai di dalam rumah Valenesh.


Bersambung.


__ADS_2