
"Baik kalau itu keputusan pangeran, tapi kalau sampai manusia ini berulah di istana saya tidak tanggung jawab," ucap tabib itu memperingatkan Zorro.
"Iya Pangeran, saya sependapat dengan tabib ini," imbuh sang pelayan.
"Tidak masalah Bi apapun yang terjadi kemudian adalah tanggung jawabku pribadi. Tenanglah, kalian tidak akan terlibat asal kalian jangan pernah mengatakan kepada siapapun bahwa dia adalah seorang manusia." Zorro menenangkan sekaligus memperingatkan.
"Baik." Tabib pun mulai bekerja, memeriksa tubuh Kekey.
Zorro mengangguk sambil tersenyum ke arah Kekey. Wanita dengan celana jeans dan kaos berlengan pendek warna biru itu terlihat sangat manis di matanya.
"Dia terkena gigitan manusia serigala. Lehernya infeksi dan dia kekurangan darah," jelas tabib itu sambil mengambil daun-daun yang dibawanya lalu menumbuknya.
"Terlambat sepuluh menit saja infeksinya akan menjalar ke seluruh tubuh dan dia tidak akan bisa disembuhkan," imbuh tabib itu lagi.
"Manusia serigala memang menjijikan, giginya mengandung racun yang bisa membunuh siapapun jika disertai lendir saat menggigit seseorang."
Zorro kemudian diam terpaku, mengingat momen dimana ayahanda tercintanya tewas di medan perang saat digigit oleh manusia serigala tanpa ampun. Entah siapa yang membocorkan rahasia bahwa kelemahan Fanhouzan adalah perutnya. Pria itu digigit di bagian tubuh manapun tidak akan pernah ngefek sama sekali kecuali daerah yang satu itu.
"Apa benar Henritz yang membocorkan? Apakah tujuannya? Kalau memang tahta, kenapa pria itu tidak kembali dan duduk di singgasana mengantikan Rodex yang masih tidak berdaya?" Zorro mulai meragukan asumsi semua orang di istana yang mengatakan Henritz lah dalang dari semuanya hanya karena dia ingin bersatu dengan gadis keturunan manusia serigala.
Kenyataannya Henritz malah memilih hidup dengan keturunan manusia biasa bukanlah manusia serigala.
"Pangeran melamunkan apa?"
"Tabib tidak bisa mengobatinya?" tanya Zorro tidak memperdulikan pertanyaan dari pelayan.
"Bisa, tapi hanya infeksinya saja. Kalau masalah kekurangan darah lebih baik Pangeran sendiri yang menyediakan makanan untuknya."
"Makanan? Hmm."
"Ya, makanan manusia bukan darah seperti kita."
"Kalau begitu aku harus turun ke dunia manusia lagi. Makanan seperti apa yang harus saya bawa?"
"Susu dan telur cepat untuk mengembalikan manusia yang kekurangan darah. Sayur seperti bayam dan daun singkong yang dicampur dengan sambal kacang juga menjadi alternatif."
"Wow tabib sepertinya tahu banyak tentang manusia," ucap Zorro begitu kagum.
"Dulu raja Fanhouzan sebelum menikahi ibumu pernah menjalin kasih dengan seorang wanita yang berasal dari bangsa manusia dan beliau menuntutku agar sedikit banyak tahu tentang manusia dan pengobatannya jika dalam keadaan sakit."
__ADS_1
"Ayah pacaran dengan wanita dari bangsa manusia?" tanya Zorro kaget mengetahui kenyataan baru.
"Iya, tapi sayangnya ayah dari wanita itu menentang hubungan mereka dan malah menjodohkan wanita itu dengan seorang pria pemburu vampir agar putrinya tidak diganggu lagi oleh raja Fanhouzan."
"Hmm, pantas saja Henritz menyukai wanita dari bangsa wanita. Ternyata ayahandalah pencetusnya." Pria itu terkekeh geli.
"Asal jangan pangeran juga, bisa-bisa kerajaan ini malah bukan menjadi kerajaan vampir lagi melainkan kerajaan campuran." Si bibi ikut terkekeh. Dia curiga pangerannya tertarik dengan gadis yang terbaring di hadapannya.
"Kalau itu tergantung nanti Bi. Oh ya tabib bisa tunjukkan gambar bahan-bahan yang tadi disebutkan?"
"Baiklah." Tabib tersebut langsung mengambil sebuah buku besar dan menunjukkan gambar bayam, daun singkong, telur dan susu.
"Carilah awas jangan sampai keliru."
"Baik, kalau begitu saya cari dulu." Zorro keluar dari kamar kemudian turun ke dunia manusia. Tidak ingin salah dia mengikuti seorang wanita masuk ke dalam sebuah pasar. Untung saja keadaan mendung dan awan pekat menutupi langit hingga membuat dia tidak harus terpapar sinar matahari.
Pria itu mengawasi apa yang dibeli oleh wanita tadi yang kebetulan sama dengan apa yang ingin dia dapatkan. Hanya saja tidak ada daun bayamnya.
Setelah wanita itu keluar dari area pasar, Zorro langsung menarik bungkusan dari tangan wanita tersebut setelahnya langsung ia bawa terbang.
Wanita yang baru sadar tidak melihat siapa orang yang telah mengambil barang belanjaannya dengan gerakan cepat itu hanya ploga-plongu mencari keberadaan si pencuri barang belanjaannya.
"Inikah maksud tabib?" tanya Zorro sambil menyodorkan bungkusan plastik yang dijinjingnya.
"Ya benar hanya ini yang bukan," ucap tabib sambil mengeluarkan mentimun dari dalam plastik.
Bersamaan dengan itu Kekey membuka mata.
"Aku ada dimana? Apakah ini alam kematian?" tanya Kekey dengan suara lirih sambil menatap langit-langit kamar yang begitu kelam, sangat berbeda dengan alam manusia yang lebih terang meskipun sama-sama di dalam ruangan.
"Kalian siapa?" tanyanya pada semua orang yang menatap dirinya dengan ekspresi membeku dan wajah pucat membuat Kekey semakin yakin bahwa dirinya sudah berada di alam kematian.
"Eh saya tadi menolongmu di dalam sebuah rumah yang gelap gulita. Kau pingsan di sana."
Kekey mengernyit kemudian bertanya, "Aku ditolong? Berarti aku belum meninggal? Tapi tempat apa ini?"
"Nanti saya jelaskan, yang terpenting kamu makan dulu."
"Makan?" tanya Kekey bingung.
__ADS_1
"Ya, tabib tolong buatkan menu untuk dia!" perintah Zorro.
Tabib langsung meminta pelayan dan untuk mengambilkan gelas dan air hangat.
Setelah pelayan datang langsung mencampur susu dan telur dengan air tersebut.
"Minumlah! Ini bagus untuk mengembalikan kekuatan tubuh."
Kekey mengangguk dan dan langsung meminum isi dari gelas yang disodorkan.
"Bagaimana?" tanya Zorro.
"Sudah sedikit enak karena memang tadi saya sempat kehausan sebelum pingsan."
"Oke."
"Dan bibi tolong masak daun tumbuhan ini dan haluskan kacangnya!"
"Baik pangeran."
Setelah memakan sambal daun singkong, tubuh Kekey sudah sedikit pulih dan bertenaga. Dia masih bersyukur meskipun tidak mendapatkan sandwich di tempat itu seperti yang dibayangkannya.
"Kalau begitu kau beristirahatlah!"
Kekey mengangguk dan langsung berbaring. Semuanya keluar meninggal dirinya termasuk Zorro.
Sepeninggal semua orang Kekey merasa penasaran dengan tempat tinggalnya sekarang. Dia bangkit berdiri kemudian mengikuti langkah Zorro dengan sembunyi-sembunyi. Namun, dia melihat Zorro masuk ke dalam kamar yang bentuknya lebih besar dari yang ditempatinya itu.
"Bagaimana kalau Henritz sampai datang dan merebut singgasana ini ibu? Kenapa aku belum sembuh juga. Arrhg!"
Brak.
Rodex melempar benda mengenai pintu dan hampir mengenai Kekey.
"Kau tenang saja, aku sudah meminta Ansel untuk mencari dia dan membunuhnya," ucap seorang wanita dengan sorot mata tajam.
"Bagaimana kalau Ansel belum menemukan Henritz juga ibu? Bagaimana kalau keburu dia yang menyerang istana dan menghancurkan kita terlebih dahulu?"
"Henritz? Ansel? Apakah yang mereka maksud adalah dua orang pria yang beberapa saat tadi ada di sampingku?" gumam Kekey sambil menutup mulut karena syok.
__ADS_1
"Sebenarnya ini dunia apa? Mengapa aku merasa asing dengan suasana udaranya yang seolah mencekam? Kalau benar Henritz kekasih Valenesh yang dimaksud berarti Ansel sebenarnya mengincar Hendriz bukannya Valenesh. Aku harus memberitahukannya!" tekad Kekey.
Bersambung.