KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 40. Juara 1 Liga Champions


__ADS_3

"Hen semangat!" teriak Valenesh dari pinggir lapangan saat pertandingan akan dimulai.


"Semua semangat ya!" teriak Valenesh dijawab dengan memperlihatkan dua jempol tangan oleh para pemain yang bernaung di bawah clubnya.


"Kau duduk saja dengan tenang Vale, aku akan menangkap semua bola yang mengarah ke gawang kita. Jangan banyak teriak-teriak dulu karena kamu belum sembuh total!" teriak Henritz dari dalam lapangan.


Valenesh mengangguk.


"Drew jaga dia untukku!" teriak Henritz lagi.


Andrew yang mendengar teriakan Henritz langsung membawa Valenesh duduk pada sebuah kursi. "Duduk yang tenang agar pikiran Henritz tidak pecah dua," saran Andrew.


"Baik," sahut Valenesh dan duduk dengan tenang serta fokus melihat ke arah lapangan. Saat itu membunyikan peluit pertanda pertandingan babak pertama akan segera dimulai.


Setelah pemain berkumpul wasit melempar koin dan mempersilahkan tim Starfool untuk Kick off terlebih dahulu. Itu artinya pertandingan langsung dimulai.


Baru lima dua puluh menit bertanding, di dalam lapangan Henritz tidak fokus pada bola karena melihat sekelebat bayangan dari manusia serigala di sekitar stadion. Pria itu begitu khawatir dengan Valenesh, takut-takut diculik oleh mereka dan itu membuat lawan berhasil mencetak gol pertama dengan begitu cepat dimenit ke dua puluh.


Di sisi bagian luar lapangan Valenesh heboh dan kecewa ketika lawan berhasil menerobos gawang Henritz.


"Hen tangkap dong Hen! Masa kamu nggak bisa mengejar bola itu? Ah, apa gunanya kecepatan kamu itu!" kesal Valenesh. Padahal pertandingan baru dimulai, tapi gawang sudah jebol oleh pihak lawan.


Henritz pun berbisik pada pelatih yang mendekat dan menyampaikan kekhawatirannya mengenai Valenesh. Jika kondisi Valenesh terjamin aman maka Henritz berjanji tidak akan ada lagi bola yang terlepas dari tangannya.


Pelatih mengangguk dan menyampaikan pada beberapa orang agar memperketat pengamanan dan pengawasan terhadap pemilik Clubnya.


Melihat hal itu barulah Henritz bisa tenang dan fokus dengan pertandingan.

__ADS_1


Di menit keempat puluh akhirnya timnya berhasil mencetak gol yang pertama hingga posisi saat ini imbang.


Melihat hal itu Valenesh bersorak-sorai, sangat riang bahkan berdiri dari duduknya dan melompat-lompat. Andrew yang berada di sampingnya bisa dikatakan tidak menikmati jalannya pertandingan karena sedari tadi matanya awas terhadap Valenesh. Dia menjaga wanita itu tanpa Valenesh harus tahu bahwa sebenarnya di tempat itu sekarang ada bahaya yang mengintai dirinya.


Kedua tim ini sama-sama kuat sehingga setelah gol pertama yang dicetak masing-masing club tidak ada gol lagi yang berhasil mereka persembahkan. Babak pertama berakhir dengan skor 1:1.


"Hen kumohon jangan pikirkan aku, fokuslah pada jalannya pertandingan," mohon Valenesh disela-sela jeda menuju babak kedua.


"Berjanjilah untuk menjaga diri dan selalu awas sebab kejahatan tidak mengenal tempat."


"Iya Hen itu sudah pasti. Minum ini dulu!" Valenesh mengulurkan minuman yang mengandung elektrolit ke mulut Henritz meskipun dia sendiri tidak tahu apakah minuman itu berfungsi ataukah tidak untuk seorang vampir.


"Thanks Vale-ku sayang. Kalau begini kan aku jadi bersemangat," goda Henritz sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan genit, malu dilihat orang," protes Valenesh.


"Sudah Hen tidak usah ngegombal tidak ada yang akan mengambil Valenesh darimu. Sekarang fokus pada pertandingan. Awas kalau kalah," ancam Andrew.


"Waduh aku diancam. Emang kalau kalah hukumannya apa?" tanya Henritz pada Andrew.


"Selamanya tidak bisa menikahi Valenesh," jawab Andrew sekenanya membuat tidak hanya Henritz yang syok bahkan Valenesh pun terbelalak tidak percaya pada Andrew yang seenaknya memberi syarat.


"Sudah kembali sana ke tim dan bawa kemenangan untuk kami!"


"Oke siap bos," ucap Henritz memberi hormat lalu masuk kembali ke dalam tim.


"Lima menit lagi babak kedua akan dimulai." Pelatih memberikan informasi kemudian memberikan arahan pada pemainnya.

__ADS_1


"Ingat back belakang jangan sampai kosong, sisakan satu pemain untuk membantu Henritz di saat-saat genting!"


"Siap Mr."


Peluit pun ditiup pertanda pertandingan babak kedua akan dimulai.


Setelah babak pertama tim Henritz yang melakukan Kick of maka sekarang giliran tim lawan yang melakukan tendangan pertama untuk memulai pertandingan babak kedua.


Semua pemain pun bertanding kembali. Dikarenakan lawan sama-sama kuat maka sampai dimenit ke 40 pun belum ada yang mencetak gol.


Andrew dan Valenesh menjadi gusar dan tegang sebab poin yang kedua tim kumpulkan dalam satu musim ini adalah sama. Jadi, penentu terakhir siapa yang akan menjadi pemenang adalah pertandingan sekarang.


"Aduh, ayolah jangan sampai kalah," gumam Valenesh.


"Awas Hen!" teriak Valenesh saat bola melayang ke arah gawang Starfool. Kalau sampai masuk maka sudah dipastikan tim lawan yang akan menjadi juaranya.


Henritz dengan cepat menyundul bola yang berada di atas kepalanya. Sundulan yang kuat dan kemampuan Henritz yang memang luar biasa membuat bola tersebut masuk ke dalam gawang lawan dalam keadaan lawan tidak.


"Yeee!" Valenesh berteriak kegirangan. Dia yakin pihak lawan tidak akan mampu mencetak gol dalam waktu 5 menit.


Semua pemain kaget Henritz bisa melakukan ini dengan sempurna dan tidak disangka-sangka.


Benar saja pertandingan berakhir dengan skor 2 banding 1 dimana pertandingan dimenangkan oleh pihak Starfool Club.


Kini beberapa pemain melakukan selebrasi atas kemenangannya dan Henritz sendiri berlari ke arah Valenesh lalu menggendong Gadis itu mengitari lapangan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2