
Berita pernikahan antara Henritz dan Valenesh menjadi topik trending kedua setelah berita pertandingan final Liga Champions memperebutkan juara 1 dan 2 dan berita itu sampai juga ke telinga Ansel.
"Jadi benar yang menjadi kekasih Valenesh adalah Henritz yang notebane-nya seorang vampir?" gumam Ansel sambil memandang dengan fokus ke arah layar televisi yang kini menyorot wajah Henritz saat sedang menyampaikan pengumuman pernikahannya.
"Tuan mengenal pria itu?" tanya kedua anak buahnya serempak.
"Ya, siapa yang tidak mengenal Henritz, dia adalah anak tiri dari Sharon."
"Oh pantas saja dia memiliki kekuatan yang dahsyat. Ternyata dia adalah seorang vampir sekaligus putra dari Fanhouzan yang terkenal dengan kekebalannya itu."
"Hahaha ... apa kamu bilang? Kebal? Buktinya dia sekarang sudah mampus!" seru Ansel menyeringai.
"Iya Tuan karena semua orang pasti akan memiliki kelemahannya sendiri-sendiri."
"Dan juga sumber kekuatan sendiri," sambung Ansel.
"Maksud Tuan?"
"Henritz tak sekuat Fanhouzan."
"Harusnya Tuan tidak perlu khawatir kalau begitu. Kalau Fanhouzan saja yang kuat bisa Tuan taklukan apalagi pria yang kekuatannya di bawah dia?"
"Masalahnya dia akan sangat kuat jika sampai menikah dengan Valenesh," ucap Ansel khawatir.
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu?"
"Kalian lupa dengan kalung yang dipakai Valenesh? Sampai sekarang kita masih belum bisa mendapatkannya."
"Ya, ya kami ingat. Kalung itu memiliki kekuatan menarik seperti magnet."
"Betul sekali dan kalian tahu apa manfaat kalung itu?"
"Tentunya untuk melindungi Valenesh dari kejahatan musuh. Siapa saja yang mendekat ke arah gadis itu dengan niat jahat maka akan ditarik masuk ke dalam liontin kalung tersebut."
"Ada rahasia yang lebih penting dari semua ini. Kalung itu fungsinya untuk menutupi sesuatu atau mengecoh kita semua."
"Maksudnya Tuan?"
"Setelah aku mencari tahu dan selidiki ternyata kalung tersebut berfungsi untuk menutupi keunikan yang dimiliki oleh Valenesh. Tenyata Valenesh itu adalah pemilik darah murni yang sebenarnya."
"Tepat sekali dan sayangnya kalung itu susah di lepas dari leher Valenesh. Dulu saya dan Anne sempat mencoba. Namun, kekuatan kalung itu membuat tubuhku terpental."
"Terus apa hubungannya dengan Henritz Tuan?"
"Kalau Valenesh terus memakai kalung tersebut maka hanya Henritz yang bisa mencicipi darah gadis itu karena sepertinya Valenesh sangat mencintai Henritz dengan tulus dan ini bahaya pada kita. Kekuatan Henritz akan bertambah besar bahkan, dia tidak bisa dimusnahkan."
"Terus apa yang bisa kami lakukan?"
__ADS_1
Ansel tidak menjawab, tetapi terlihat merenung. Memikirkan dengan cara apa dirinya bisa memusnahkan Henritz.
"Kita culik Valenesh, tapi dengan cara halus." Ansel tersenyum licik.
"Maksudnya Tuan?"
"Sebelum acara pernikahan mereka diadakan, kita culik dulu Kekey, si gadis menjengkelkan itu. Kupikir dia sudah tiada, entah siapa yang sudah menyelamatkannya."
Kedua anak buahnya mengangguk setuju.
"Pasti akan terjadi kepanikan di sana. Semua orang pasti akan mencari Kekey termasuk Valenesh. Saat itu kalian datang dengan menyamar dan bisikkan di telinga gadis itu bahwa kalian melihat penculik dan membawa Kekey ke suatu tempat. Pastikan sudah tidak ada Henritz di sana dan biarkan Valenesh berjalan sendiri ke arah jebakan yang sudah kita siapkan tanpa perlu memaksa Valenesh untuk ikut bersama kalian."
"Terus apa yang akan kita lakukan setelahnya, bukankah kita tidak bisa berbuat jahat terhadap Valenesh selama kalung itu masih menempel di lehernya?"
"Tidak masalah. Kita tidak akan berbuat apapun terhadapnya. Cukup sekap dia di tempat yang tidak bisa ditemukan Henritz. Nanti aku akan meminta bantuan Anne lagi untuk itu. Tugas kalian hanya mengarahkan Valenesh agar masuk perangkap."
"Oke siap Tuan."
"Bagus, dan setelah kehilangan Valenesh tanpa jejak maka Henritz akan syok dan stres. Di samping itu dia tidak akan mendapatkan pasokan darah murni lagi sehingga kekuatannya sedikit demi sedikit akan berkurang. Saat Henritz lemah seperti itu kita akan langsung menyerang dan memusnahkan dia. Setelah itu kita cari dimana dia menyembunyikan Sharon dan Rodex. Aku akan menikah dengan Sharon dan kami akan menguasai dua kerajaan. Kerajaan vampir dan manusia serigala, hahaha." Tawa Ansel menggelegar di seluruh ruangan diikuti kedua anak buahnya yang begitu setia itu.
"Kalau perlu alam manusia kita kuasai juga," tambah Ansel.
"Tapi Tuan bagaimana kalau rencana kita gagal?"
__ADS_1
"Tenang saja aku punya rencana lain jika semua itu gagal. Aku bisa memperdaya Smith untuk mendapatkan kalung itu. Namun, alangkah lebih baik jika rencana kita berjalan lancar," jelas Ansel tersenyum licik.
Bersambung.