KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 30. Praduga


__ADS_3

"Andrew langsung mengambil ponsel dari tangan Henritz dan memeriksa.


"Benar ini ponsel Kekey, berarti dia berada di sekitar sini," ucap Andrew lalu menghidupkan senter ponsel untuk menerangi ruangan yang gelap itu.


Namun, lama mencari keberadaan Kekey dalam rumah itu mereka tidak menemukan apa-apa selain ponsel wanita itu.


"Tidak ada Hen, kira-kira Kekey kemana ya? apa ini ada sangkut pautnya dengan manusia berbulu itu?"


"Tentu saja Drew, siapa lagi kalau bukan ketiga manusia serigala itu yang menculik Kekey. Mereka ingin mencelakai Valenesh dan mungkin merasa terancam akan keberadaan Kekey yang menjaganya maka mereka ingin memusnahkan Kekey terlebih dahulu."


"Masuk akal. Sepertinya memang demikian, tapi Hen kemana kita akan mencari Kekey? Apakah kamu tahu dimana tempat persembunyian manusia serigala itu?"


"Aku tidak tahu persembunyian ketiganya dimana, tapi sebenarnya aku tahu akan wilayah mereka hanya saja aku tidak bisa menembus dinding yang seolah melindungi alam mereka. Aku tidak bisa menembusnya. Sepertinya, wilayah mereka dalam keadaan disegel."


Andrew hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Hendritz.


"Sepertinya tidak ada cara lain selain kita mengawasi kemanapun Ansel pergi. Firasatku mengatakan bahwa menghilangnya Kekey pasti karena ada campur tangan Ansel."


"Kau benar Hen, dialah satu-satunya manusia yang patut dicurigai sebab Kekey pergi bersamanya, dan kamu lihat tadi bagaimana ekspresinya saat mengetahui bahwa Kekey hilang? Sepertinya dia merasa enteng dan tidak ada raut khawatir sedikitpun di wajahnya."


"Iya aku juga merasakannya." Henritz setuju dengan pemikiran Andrew.


"Terus kita akan kemana hari ini?" Kau pulanglah dan katakan pada Valenesh bahwa Kekey tidak menemukan obat yang dia cari dan sekarang dia malah ikut temannya ke luar negeri sebab mengatakan punya obat jenis yang sama dengan yang dicari oleh Kekey."


"Kau ingin aku berbohong Hen? Jujur selama ini aku tidak pernah membohongi Valenesh."


"Iya Drew mengertilah! Keadaan Valenesh tidak memungkinkan untuk diberitahu apa yang terjadi sebenarnya pada Kekey. Bukankah kita juga tidak tahu apa yang terjadi pada wanita itu dan hanya bisa menebak-nebak? Semoga saja saat kamu kembali ke rumah Valenesh, ternyata Kekey sudah ada di sana. Kabari aku kalau kamu bertemu dengannya!"


"Semoga saja Hen dan kamu akan pergi kemana?"


"Tidak ada cara lain selain memata-matai Ansel karena kita tidak memiliki petunjuk apapun selain ponsel ini yang tidak bisa memberikan petunjuk apapun kecuali hanya mengatakan bahwa sebelum menghilang Kekey sempat berada di tempat ini."

__ADS_1


"Eh Hen, apa kau tidak mencurigai sesuatu?"


"Ada Drew, entahlah benar ataukah tidak. Feeling-ku mengatakan bahwa Ansel adalah salah satu dari manusia serigala."


"Tepat sekali Hen, itu juga pradugaku."


Hendritz mengangguk.


"Kalau begitu cepatlah pulang ke rumah Valenesh dan tolong jaga dia untukku, jangan sampai salah satu dari ketiga manusia serigala itu menyerang secara mendadak dan menculik Valenesh juga."


"Baik Hen, tapi apakah kamu yakin tidak ingin mengantarkanku?"


Henritz mengernyit mendengar pertanyaan dari Andrew.


"Hehe ... maksudku biar cepat agar tidak lama dalam perjalanan," ucap Andrew sambil terkekeh.


Henritz pun langsung mengantar Andrew dengan menggunakan kekuatan teleportasinya, tetapi tidak langsung muncul di dalam rumah Valenesh melainkan mengambil jarak beberapa meter dari pekarangan rumah Valenesh. Pria itu yakin sekarang rumah kekasihnya sudah dijaga ketat oleh banyak orang dan Henritz tidak ingin mereka curiga bahwa dirinya bukanlah manusia.


"Terima–"


Wussh.


Belum sempat Andrew melanjutkan kalimatnya Henritz sudah terlebih dulu menghilang.


"Ya ampun! Itu vampir suka membuatku kaget saja," ucap Andrew sambil mengelus dada kemudian berjalan menuju pintu pagar rumah.


Sementara Hendritz sudah sampai di rumah sakit dan mengawasi gerak-gerik Ansel. Dia melihat Ansel sedang menelpon seseorang dengan begitu serius.


"Sudah kau buang mayat wanita itu?"


Henritz mengerutkan kening.

__ADS_1


"Mayat siapa yang dimaksud Ansel?" batin Henritz.


Untung saja Ansel tidak bisa melihat keberadaan dirinya sehingga dia bisa tenang menguping pembicaraan Ansel dengan orang yang ada di dalam ponsel.


"Mayat wanita itu tidak ditemukan Tuan."


"Apa?! Mana mungkin menghilang begitu saja?"


"Kami juga tidak tahu Tuan."


..."*Cari dan dapatkan perempuan itu secepatnya, hidup ataupun mati*!'...


"Maksud Tuan apa? Bukankah Tuan mengatakan tadi wanita itu sudah menjadi mayat?"


"Ya, aku yakin wanita itu sudah mati, tapi bisa jadi keyakinanku salah dan dia masih hidup lalu melarikan diri atau mungkin ada yang menolongnya."


"Tuan saya menemukan sesuatu. Sepertinya ini bisa menjadi petunjuk dan saya menyimpulkan bahwa wanita itu memang masih hidup dan ada yang menolongnya." Seseorang di belakang penelpon berbicara sambil memungut cincin di lantai.


"Alihkan panggilan telepon menjadi video call. Aku ingin melihat cincin itu!" perintah Ansel dan kedua anak buahnya itu langsung menurut dan mengalihkan pada panggilan lain.


"Ini benda yang saya temukan Tuan." Anak buah Ansel menimang-nimang cincin milik Zorro di tangannya dan menunjukkan pada kamera.


"Cincin itu sepertinya adalah milik keluarga istana kerajaan vampir." Ansel menyimpulkan dan Henritz terlihat kaget serta langsung memeriksa cincin di jari tengahnya.


"Ternyata masih ada. Jadi, itu cincin siapa? Apakah milik Rodex ataukah Terex?"


"Cari diantara mereka siapa yang berkhianat terhadap kita!"


"Berkhianat, jadi–?" Henritz terbelalak, sepertinya kenyataan baru akan terkuak.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2