KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 44. Hari Pernikahan


__ADS_3

Hari dan bulan yang ditentukan pun tiba. Stadion Starfool tampak ramai dengan para tamu. Hari yang cerah ini merupakan hari pernikahan antara Hendritz dan Valenesh juga Kekey dan Zorro.


Setelah melakukan janji suci dan sah menjadi sepasang suami istri, kedua mempelai diarahkan menuju ke pelaminan.


Setelah Henritz dan Valenesh duduk di atas pelaminan kini saatnya Zorro dan dan Kekey yang melakukan janji suci.


"Aku mimpi apa ya Hen, kok pernikahan kita kayak pernikahan massal saja," ujar Valenesh lalu terkekeh.


"Biar berkesan Vale ... dan akhirnya aku bahagia bisa menjadi suamimu Nyonya Henritz," ujar Henritz membuat Valenesh semakin cekikikan.


"Kok ketawa sih?"


"Iyalah lucu aja kau menyebutku Nyonya Henritz."


"Ada yang salah dengan sebutan itu? Aku dengar orang-orang pada menyebut nama wanita dengan nama suaminya di sini."


"Iya Hen itu kalau orang lain yang manggil kalau suami sendiri nggak juga lah. Aku suka kamu memangilku dengan sebutan sayang," ujar Valenesh dengan suara manja.


"Iya deh aku panggil sayang aja," ucap Henritz.


"Eh itu ada orang-orang yang ingin mengucapkan selamat kepada kita!" seru Valenesh sambil menunjuk pada kerumunan orang yang sedang melangkah menuju pelaminan.


"Eh iya akhirnya Henritz fokus melihat ke depan.


Banyak orang-orang yang naik pelaminan untuk mengucapkan selamat.


"Aduh Hen rasanya capek berdiri terus," ucap Valenesh lalu memijit betisnya kemudian melepas high heels. Dari saking banyaknya yang hadir sampai siang hari mereka belum selesai mengucapkan selamat padahal Andrew selaku panitia sudah memecah para tamu menjadi dua bagian. Ada yang diarahkan mengucapkan selamat kepada pasangan Henritz dengan Valenesh ada juga pada pasangan Zorro dan Kekey. Namun, sebagai besar para tamu yang sudah naik ke pelaminan Zorro dan Kekey masih naik lagi ke pelaminan Henritz dan Valenesh karena penasaran dan ingin melihat dengan jelas wajah pemilik club Starfool.


"Sudah duduk saja daripada cari penyakit," saran Henritz pada istrinya dan Valenesh pun menurut. Orang-orang bersalaman dalam keadaan Valenesh dan Henritz yang kini sedang duduk.


Andrew melihat gerak-gerik di sekitar dan pria itu selalu awas. Sebab tidak ingin terjadi sesuatu Andrew menghimbau agar para tamu menghentikan salaman mereka terhadap Valenesh dan Henritz karena keduanya harus makan siang.


"Sudah cukup ya salamannya karena ini sudah waktunya para pengantin untuk makan siang. Saya selaku panitia penyelenggara pernikahan juga ingin melihat kalian semua fokus menikmati makanan yang kami hidangkan. Terima kasih sudah berkenan hadir di acara pernikahan teman kami. Selamat menikmati jamuannya!" Setelah mengatakan itu Andrew langsung mematikan mikrofon.


"Tahu aja sahabatmu kalau kita sudah lelah di pelaminan dari tadi."


"Andrew memang sahabat yang paling pengertian Hen, dia sudah seperti kakakku sendiri," ujar Valenesh dengan senyum yang mengembang.


"Ya dia memang baik, saking baiknya dia sampai rela memberikan darahnya padaku hanya karena aku kekasihmu," ujar Henritz merasa terharu dengan sikap yang ditunjukkan oleh Andrew selama ini.


Valenesh hanya mengangguk.


"Kita turun saja yuk Hen, benar kata Andrew aku sudah lapar."


"Oke ayo!"


"Eits mau kemana kalian?" Andrew mencegah keduanya.

__ADS_1


"Lah katanya disuruh makan!" protes Henritz.


"Mau makan Valenesh, emang kenapa?"


"Enggak apa-apa sih, tapi mau makan apa dulu, makan darah atau makan–"


"Mau makan dua-duanya, makan darah sekalian makan bagian bawah tubuh Valenesh."


"Maksudnya?" Andrew gagal paham.


"Mau bercinta dengan Valenesh paham? Aku tidak sabar bagaimana rasanya menikmati tubuh manusia."


"Hmm, terserahlah mau kalian apa tapi kalau menurutku jangan konsumsi darah dia dulu sebab dia bisa kewalahan jika harus melayanimu di ranjang juga. Saya hanya takut kekuatan Valenesh tidak bisa menandingi kekuatanmu." Andrew memperingatkan.


"Aku nggak mau ya ada kabar pemilik club Starfool pingsan di malam pertama," kelakar Andrew membuat Henritz langsung tertawa.


"Terus kamu apa kemari?"


"Foto-foto dong Hen sekaligus–"


"Sekaligus apa Drew."


"Tuan Andrew Nona Kekey diculik!" lapor seseorang dari bawah pelaminan.


"Apa? Mengapa bisa terjadi? Bukankah aku sudah meminta seluruh petugas keamanan memperketat penjagaan? Sudah kubilang ada yang mencurigakan di tempat ini. Mengapa kalian lengah! Cepat cari dan tutup semua akses keluar dari tempat ini!"


"Apa?!" Andrew hanya bisa menggaruk kepalanya. Kalau perginya ke atas susah untuk dikejar.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Hendritz melihat Andrew menyembunyikan sesuatu.


"Tadi saya melihat orang mencurigakan yang menyusup di tengah-tengah para tamu. Saya pikir orang itu ke sini untuk menculik Valenesh makanya sedari tadi saya hanya fokus mengawasi kalian berdua. Namun, ternyata dugaanku salah dia malah menculik Kekey yang sama sekali tidak saya prediksi."


"Ini pasti ulah Ansel biar aku yang mengejarnya!"


"Jangan Hen kau harus berada di samping planet terus sebab saya takut Ini adalah sebuah jebakan." Andrew hanya menyampaikan sesuai dengan kata hatinya meskipun tadi prediksinya salah.


"Kalau begitu saya ikut bersama Hendritz saja," ujar Valenesh.


"Jangan Vale dalam kondisi terdesak Henritz bisa melupakan keberadaan di sisinya. Aku tidak mau kesempatan ini dimanfaatkan oleh mereka untuk merebutmu dari tangan Henritz."


"Andrew benar lebih baik aku pergi sendiri saja."


"Hen jangan kau jaga Valenesh saja. Aku tidak tahu akan jadi apa jika kamu pergi dan tiba-tiba mereka datang lalu merebut Valenesh dari tangan kami. Kamu tidak kan kekuatan kami sebagai manusia tidak lebih besar dari kekuatan manusia serigala ataupun vampir meskipun jumlah kami banyak sebab kami tidak memiliki kemampuan untuk terbang ataupun menghilang."


Mendengar pernyataan Andrew, Henritz menjadi bimbang apalagi saat melihat Valenesh panik karena mendengar sahabatnya diculik.


"Zorro mana Zorro?"

__ADS_1


"Dia mengejar orang yang menculik Nona Kekey Tuan.


"Harusnya Zorro bisa mengalahkan mereka. Dia memiliki kekuatan bergerak dengan cepat sehingga saya yakin dia pasti dapat menyusul Kekey kemanapun mereka membawa wanita itu."


"Semoga saja ya Hen," ucap Valenesh dengan bibir bergetar. Dia takut terjadi hal buruk pada Kekey sahabatnya.


Henritz memejamkan mata, mengaktifkan segala panca indra yang menempel di tubuhnya.


"Pangeran Zorro dimanakah dirimu?" tanya Henritz dengan kekuatan telepatinya.


"Sedang memusnahkan dua cecunguk yang berani menculik istriku," sahut Zorro kemudian terdengar suara pukulan yang mematikan di telinga Henritz.


"Katakan di mana posisimu sekarang biar saya bantu!"


"Tidak perlu pangeran Henritz, sebentar lagi mereka akan musnah di tanganku."


"Baiklah kalau begitu."


"Bagaimana Hen?" tanya Valenesh dan Andrew serempak.


"Tenang saja. Sepertinya yang menculik kekey bukanlah Ansel langsung, melainkan anak buahnya sehingga Zorro bisa dengan mudah memusnahkan keduanya. Tunggu saja! Zorro dan Kekey sebentar lagi akan kembali."


"Ah syukurlah kalau begitu. Aku bisa bernafas lega," ucap Valenesh.


"Aku juga," ujar Andrew.


"Kau mau apa naik ke atas pelaminan Drew? Kalau tidak apa-apa biarkan kami turun untuk makan siang."


"Kita foto-foto dulu baru kau bisa turun."


"Oke." Keduanya menyanggupi.


Andrew pun berfoto-foto dengan kedua mempelai membuat semua anggota club Starfool juga ikut berfoto dan hal itu mengundang banyak tamu undangan yang menginginkan untuk berfoto juga.


"Ya ampun Drew, ini gara-gara kamu!" kesal Henritz sebab gara-gara Andrew, Henritz dan Valenesh tertahan lebih lama du atas pelaminan.


Beberapa saat kemudian Zorro datang dengan menggendong tubuh Kekey membuat semua yang hadir di stadion itu bersorak-sorai karena Kekey berhasilan diselamatkan.


"Sudah foto-fotonya denganku dan Valenesh! Silahkan kalian beralih berfoto-foto dengan Zorro dan Kekey."


Setelah mengatakan kalimat panjang itu akhirnya Hendritz menggendong tubuh Valenesh dan membawanya ke bawah dengan setengah berlari.


"Curang kamu Hen, masa menyuruh para tamu untuk berfoto dengan kami yang sudah jelas penampilan kami nggak banget," protes Zorro.


"Biar jadi kenangan Zorro bahwa di pernikahan kalian kamu menjadi pahlawan untuk istrimu sendiri," ucap Henritz lalu cekikikan.


"Dasar!"

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2