KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN

KEKASIHKU VAMPIR TAMPAN
Bab 22. Cincin Untuk Henritz


__ADS_3

"Bagaimana? Apakah kalian sudah mendapatkan informasi tentang pria itu?" tanya Valenesh saat melihat Andrew dan Henritz sudah kembali dan sekarang sedang melangkah ke arahnya.


Mereka berdua mengangguk bersamaan.


"Kalian tahu siapa dia?" tanya Valenesh lagi.


"Ketua klan manusia serigala," jawab Henritz.


"Maaf ini semua karena diriku, andai saja aku tidak menyerang mereka di stadion waktu itu dan pulang bersamamu. Mereka tidak akan tahu bahwa dirimu memiliki kalung unik dan tidak mengincar dirimu," sesal Henritz.


"Itu lebih baik Hen ketimbang kita membiarkan orang lain yang tidak bersalah dibunuh di hadapan kita."


"Valenesh benar, tidak apa-apa yang penting Valenesh berhati-hati saja," saran Andrew.


"Pasti," ujar Valenesh.


"Dan saya berjanji akan menjagamu dengan baik," ucap Henritz.


"Terima kasih Hen."


"Eh tunggu-tunggu! Kalung apa ya kalian maksud? Kalung di leher Valenesh itu kalung ajaib?" tanya Kekey tidak percaya. Dia menunjuk kalung yang berkilau di leher Valenesh.


Semenjak kecil bersahabat dengan Valenesh Kekey selalu melihat kalung itu melingkar di leher sahabatnya tanpa melihat ada keajaiban yang dikeluarkannya. Kalung itu seperti kalau biasa saja."


"Iya Key mereka berkata benar. Sebenarnya kalung ini adalah kalung pemberian ayah dimana kata ayah ini membuatku tidak bisa terdeteksi kalau aku memiliki darah murni," jelas Valenesh. Baginya saat ini dia harus terbuka agar teman-temannya bisa melindungi disaat dirinya lemah seperti sekarang.


"Apalagi itu darah murni? Kenapa kalian tiba-tiba berbicara yang aneh-aneh?" Kekey terlihat pusing, sepertinya ketiga sahabatnya sedang mengarang cerita fantasi.


"Darah yang mengalir di darahku adalah darah murni karena aku dilahirkan tepat pada bulan purnama siklus 700 tahun."


Kekey yang tidak paham hanya bisa menggaruk kepalanya.


"Bingung?" tanya Andrew.


"Jangan tanya lagi! Bukan hanya bingung, tapi aku tiba-tiba merasa menjadi orang terbodoh sedunia." Ucapan Kekey langsung membuat Andrew terkekeh.


"Malah tertawa lihat teman pusing," protes Kekey. "Apakah artinya Valenesh sudah lahir 700 tahun yang lalu saat


bulan purnama?" Kekey langsung menganga mendengar pertanyaannya sendiri.


"Bodoh." Andrew menoyor kepala Kekey.

__ADS_1


"Artinya bayi yang lahir pada bulan purnama tapi setiap 700 tahun sekali. Misal dari Valenesh lahir hingga 700 tahun kemudian, di malam itu bayi yang lahir juga akan memiliki darah murni seperti Valenesh," jelas Andrew.


"Waduh, sedikit dong orang-orang yang memiliki darah seperti itu."


"Iya Key makanya darah murni itu langka dan menjadi rebutan para vampir." Setelah mengatakan kalimat itu Andrew langsung mendekatkan mulutnya ke telinga Henritz.


"Vampir?" Kekey melongo. Pembicaraan kedua pria itu sangatlah tidak masuk di akal Kekey.


"Jangan-jangan kau mendekati Valenesh karena itu juga?"


"Tidak Drew aku benar-benar mencintai dia, meskipun dia tidak memiliki darah seperti itu aku akan tetap menyayangi dia."


"Ekhem apa yang kalian bisikkan?" Kekey jadi kepo dengan pembicara kedua lelaki di hadapannya.


"Aku berkata pada Henritz kenapa tidak dibuka saja kalung Valenesh biar terdeteksi bahwa dia punya darah murni. Siapa tahu ada vampir wanita yang cantik dan tertarik padaku," ujar Andrew lalu cekikikan.


"Cih, nggak ada pekerjaan saja. Manusia yang cantik itu banyak Drew ngapain milih vampir yang hanya bisa membuat kita hidup sengsara dan tidak tenang karena harus memenuhi kecukupan mereka akan darah?"


Mendengar perkataan Kekey Henritz memandang wajah Valenesh dengan rasa bersalah. Namun, Valenesh sendiri tersenyum senang seolah-olah dia ingin menunjukan agar Henritz tidak perlu berpikir macam-macam seperti Kekey.


"Dahlah Val jangan pernah copot tuh kalung demi keselamatanmu. Jangan hanya gara-gara Andrew yang hanya ingin membuktikan bahwa makhluk bernama vampir itu ada atau tidak sebab itu kalung pemberian terakhir paman," protes Kekey.


"Vampir hanya ada dalam legenda."


"Ya terserah kamu lah Key."


"Oh ya Hen kita harus ke lapangan hari ini. Para pemain sebentar lagi akan bertanding kembali.


"Hari ini? Pagi ini?"


"Ya Hen, sekarang kan kamu yang ditunjuk oleh Valenesh yang jadi manager. Jadi kamu yang urus tu Club.


"Tapi kamu tahu sendiri kan Valenesh tidak bisa ditinggalkan dan aku juga tidak mungkin berada di luar siang hari karena ..." Henritz tidak melangit ucapannya .


"Takut hitam ya Hen?" goda Kekey.


"Ya begitulah," ujar Henritz berbobot.


"Drew, Key bisa kalian tinggal aku berdua dulu dengan Henritz!" pinta Valenesh.


Keduanya pun mengangguk sebelum akhirnya melangkahkan kaki ke luar rumah dan berjalan-jalan di taman yang berada di depan rumah Valenesh.

__ADS_1


"Oh ya Drew kok aku jadi penasaran ya. Tadi kalung yang dipakai Valenesh katanya untuk melindunginya dari vampir, tapi kenapa yang menyerang dan meracuni Valenesh menurut kalian tadi adalah manusia serigala. Apa hubungannya?"


"Vampir dan manusia serigala itu bermusuhan. Mereka sama-sama ingin mencari darah murni. Namun, dua makhluk itu sama-sama tidak ada yang tahu jika Valenesh memiliki darah murni."


Kekey mendengarkan dengan seksama seperti mendengar cerita teman-temannya di kampus yang suka mengkhayal. Bahkan dari khayalan teman-temannya itu Kekey mampu menjadikan cerita tersebut sebagai novel fantasi. Siapa tahu cerita Andrew kali ini pun bisa menjadi inspirasi.


"Kecuali Henritz," batin Andrew.


"Terus mengapa ingin memburu Valenesh?"


"Karena tidak sengaja mengetahui bahwa kalung itu memiliki sebuah kekuatan besar. Jadi manusia serigala merasa terancam. Entahlah alasan apa sehingga mereka merasa demikian hanya mereka yang tahu."


"Oke."


Di dalam kamar Valenesh wanita itu menyuruh Henritz mendekat.


"Ada yang serius Vale?"


"Aku tahu Hen kau ingin keluar di siang hari. Namun, sinar matahari akan melemahkan tubuhmu."


Henritz mengangguk.


"Kau benar, aku ingin membantumu lebih jauh, tapi karena halangan itu aku menjadi tidak bisa total. Termasuk mengelola club mu itu. Maaf aku memang tidak berguna."


"Justru aku memanggilmu agar menjadi pria yang lebih berguna," ucap Valenesh lalu tersenyum.


"Maksudmu?"


Valenesh melepaskan cincin di jari manisnya lalu memberikan pada Henritz.


"Ini pakailah! Cincin ini bisa menangkal sinar radiasi matahari sehingga bisa melindungimu dari cahaya matahari. Setelah memakai ini kau bebas berkeliaran di siang hari. Tapi ingat, jangan digunakan jika tujuannya mencari wanita lain karena cincin itu akan hancur dengan sendirinya."


Henritz kaget dengan syarat yang diucapkan Valenesh.


"Jadi cincin ini alergi wanita?" tanya Henritz bingung.


"Ya begitulah karena selain cincin ini adalah cincin perlindungan, juga merupakan cincin kesetiaan," ucap Valenesh sambil tersenyum.


Sebenarnya dia hanya mengada-ada saja agar Henritz tidak macam-macam atau berselingkuh dengan manusia lainnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2